Panic Room

Panic Room

Unduh Subtitle Indonesian

Informasi rilis

Panic Room 2002 BRrip 720p x264 YIFY
Komentar oleh SurgerySquad
Resync dari sub Xtalplanet. Vote good

Tag

brrip
x264
720p
720
Diterbitkan pada: 2018-08-20
Unduhan: 307
Tuna Rungu: No

Pratinjau subtitle Indonesian

200 baris pertama.

Kutulis semuanya: 4,222 kaki persegi, empat lantai. Sempurna.

Courtyard di belakang. Menghadap selatan taman. Sempurna.

Kita tunggu pelayanan mobil? / Tidak. Kita akan di sini selamanya.

Apa itu lembar daftarnya? / Bukan.

Tadi pagi kutahu. Itu akan hilang nanti.

Berapa lagi? / Tak ada. Kau tahu pasarnya ketat.

Sarah, apa kau harus menaiki itu? / Ibu, kita sedang di jalan.

Evan!

Satu saat kau akan belajar menghargai waktu orang lain, Lydia.

Kau akan sadar bahwa dunia tidak berhenti dan mulai lagi sekehendak hatimu.

Aku minta maaf.

Aku sudah bertemu Arthur Digby Laurence 26 menit yang lalu...

...jika kau mengira dia orang yang bisa memaklumi keterlambatan...

...kau salah.

Kalian sungguh baik mau menunggu kami.

Terimakasih. / Halo.

Kelihatannya ini antara rumah dan batu bata.

Kita sebut saja "rumah batu".

Dibangun tahun 1879, ini adalah ruang tamu.

Di sinilah ruang keluarga. Ruang makan ada di belakang.

Ruang makan santai ada di atas ruang dapur...

...sudah direnovasi tahun 1994 dengan tambahan fasilitas2.

Sarah.

Ada dua kamar tidur di atasnya.

Ya Tuhan, luar biasa.

Hei, nak. Tak boleh bermain skuter.

Kau tahu, ruang tamu ini luas sekali. Memang tidak umum di Manhattan.

Ada kebun. Sepertinya.

Ini sedikit berantakan, tapi sekali lagi, 21 lebar, 53 panjang.

Ini memungkinkan untuk membuat taman yang luas.

Tangga berjalan.

Pemilik sebelumnya telah menonaktifkannya.

Elevator yang tidak umum.

Kau tak akan menemukan yang semacam ini.

Mungkin harus ada yang diperbaiki, tapi kami mengharapkan bunga besar.

Ini properti yang sangat emosional.

Bisa kita lihat yang lain?

Kau harus segera membuat penawaran.

Bisa kulihat dulu?

Rumah semacam ini tak ada di pasaran sekarang.

Kau tak bisa pindah dari Greenwich ke Upper West Side...

...dan mengharapkan rumah permanen, sebuah taman, anjing. Selain rumah ini.

Semua yang kaubutuhkan ada, bahkan lebih dari harapanmu.

Kau bisa membawa keluarga lain. Dua keluarga dalam satu rumah.

Beruntung sekali.

Mama, dia bukan Barneys. Kau tak harus membayar harga pas-nya.

Pasti bisa ditawar.

Kami ingin menunjukkan propertinya sebelum kami pergi.

Semua lantainya dari kayu, ada enam perapian yang masih berfungsi.

Ini lantai paling atas. Dua kamar tidur. Satu lagi ada di ujung.

Satu kamar mandi kecil untuk dipakai bersama.

Sebelumnya ini diperuntukkan bagi kamar pelayan.

Pemilik sebelumnya punya seorang perawat.

Aku tak tahu apa kau butuh pelayan juga.

Tak perlu, kami cuma berdua.

Lantai tiga, ruang tidur cadangan, ruang kecil, terserah kau gunakan untuk apa.

Mr. Pearlstine menggunakannya sebagai kantor.

Dia sedang bicara soal Sidney Pearlstine, pemilik modal.

Aku mau bertanya, Mrs...

Altman.

Sebenarnya, aku kembali sekolah. Kolombia.

Suaminya bekerja di farmasi.

Aku tak tahu kau ternyata isteri Stephan Altman.

Ya, hingga saat ini.

Kamar mandi utama.

Pearlstine muncul di koran-koran sejak ia meninggal.

Anak-anaknya saling menggugat tanahnya.

Dia itu penyendiri. Kaya dan paranoid.

Mereka tak bisa menemukan separuh dari uangnya.

Kedengarannya tak ada hubungannya dengan properti.

Berhenti menyebutkan "properti". Kedengarannya konyol.

Memasuki kamar kecil.

Bisa tolong hentikan itu?

Nak, tak ada elevator!

Dan kita memasuki kamar utama.

Aneh sekali.

Apa?

Ruangannya lebih kecil daripada yang seharusnya?

Kau orang pertama yang menyadarinya.

Tak ada satupun yang menyadari ide cemerlang ini.

Ini dinamakan ruang panik.

Apa? / Ruang aman.

Seperti kastil abad pertengahan. / Aku pernah dengar.

Dibangun dengan cermat.

Orang tak bisa sembarangan menggeledah.

Sempurna.

Alaram akan mati di tengah malam.

Apa yang akan kau lakukan? Memanggil polisi dan menunggu sampai Selasa?

Berjalan ke bawah untuk memeriksanya? Kurasa tidak.

Dinding beton. Saluran telepon tertanam dan tidak terhubung dengan saluran utama.

Hubungi polisi. Tak ada yang bisa memotong jalur teleponnya. Sistem ventilasi juga ada.

Kumpulan monitor kamera yang mengawasi setiap sudut rumah.

Semua ini membuatku gugup.

Kenapa?

Pernah baca puisi?

Tidak, tapi aku suka album terakhirnya.

Bagaimana kalau ada orang yang mencoba mencongkel pintunya?

Baja.

Baja tebal. Baja yang sangat tebal.

Batere cadangan, walaupun listriknya mati...

...ini masih berfungsi.

Ya Tuhan. Old Sidney tidak lupa membuat trik ini, kan?

Bukalah.

Anak-anak punya semuanya, tak heran dia ingin tempat sembunyi.

Buka pintunya.

Ini sangat tidak pantas.

Buka pintunya.

Ruanganku. Benar-benar ruanganku.

Ini sangat berbahaya.

Pintunya membahayakan. / Tidak sama sekali.

Deteksi gerakan, seperti elevator.

Pintunya tak mau tertutup kalau terhalangi. Satu lagi sensor di kaki.

Itu akan lebih aman.

Aku tahu mereka akan tanya harganya.

Berfungsi. Aku akan menelepon!

Baguslah, mama. Teleponlah.

579 apa?

3000.

Patsy Pizza. Silakan tunggu.

Hei. Cukup.

Mau pizza?

Apa maksudmu?

Malam pertama kita. Kukira harus ada yang spesial.

Aku suka pizza.

Persetan dengan pria itu.

Jangan.

Persetan dengan wanita itu juga.

Aku setuju.

Tapi jangan.

Kau tidak penasaran kenapa rumah ini banyak tangga?

Tak perlu banyak sekali.

Kau tak pernah tanya apa pendapatku tentang rumah ini.

Aku tak mau mendengarmu bilang tak suka.

Aku suka rumah lama kita. / Sudah kita jual.

Kau tahu apa pendapatku?

Kita bisa menutupi rak buku ini.

Kita bisa potong penutupnya, kita bentuk sendiri.

Boleh juga.

Oh, sial.

Aku lupa menyiapkan keperluan untuk tur sekolah barumu.

Sudah disiapkan ayah. Hari Minggu nanti aku pergi bersamanya.

Iyakah?

Aku akan naik taksi dari sini, lalu menjumpainya di sana.

Dia bilang begitu?

Bukankah ini yang baik di Manhattan ini?

Kau tak perlu mengantarku kemana-kemana?

Aku akan mengantarmu.

Kenapa aku dibawa kemari jika tak bisa kemana-kemana sendirian?

Sudahlah.

Aku tak mau berdebat denganmu sampai besok.

Kemarilah.

Aku sayang sekali padamu.

Aku tahu.

Ibu? / Ya.

Terlalu gelap.

Lumayan?

Nah, ini lumayan.

"Abaikan wilayah-tidak-siap"

"Abaikan wilayah-tidak-siap"

"Geser. Enter."

"Abaikan wilayah-tidak-siap"

"Geser."

"Masukkan nomor wilayah."

"Geser lagi."

Pagi nanti aku harus menemukan cara mematikan benda ini.

Ayo, kembali.

Lakukanlah.

Ayolah. Ayolah. Ya Tuhan.

Amatiran.

Kita punya masalah! Kita harus bicara!

Ini masalah waktu. Aku bisa kedingingan di sana.

Siapa itu? / Raoul.

Raoul siapa?

Tak usah cemas. Raoul sudah berpengalaman.

Dimana kau dapatkan dia? / Melalui orang-orang.

Buka pintunya.

Tidak sial.

Apa ini?

Ada gadis di lantai atas, wanita di lantai tiga. Mereka tidur.

Harusnya mereka tak di sini.

Ini bagianmu, Junior! / Harusnya mereka tidak di sini!

Kaset. Kita ada di kaset.

Kita terekam di kaset sejak masuk sini. Dan perekamnya ada di atas.

14 hari escrow. / Kau menjebakku!

14 hari escrow! Itu hampir tiga minggu! Mereka harusnya tak masuk di minggu lain!

Kenapa 14 hari sama dengan tiga minggu?

Hari escrow adalah hari kerja.

Lima hari dalam seminggu!

Ya?

Aku mau keluar.

Tunggu! Tunggu dulu!

Kita bisa atasi ini. Bisakah kita tetap menangani ini?

Cuma wanita dan anak-anak?

Kecuali kalau ayahnya pulang. / Tak akan pulang.

Mereka sudah bercerai. Ayahnya selingkuh dengan model B di Upper East Side.

Cuma ada dia dan anaknya!

Bisa kita lakukan sekarang?

Ya, kita lakukan sekarang.

Aku tak mau ada orang asing yang ikut.

Tunggu! Dua puluh menit! / Dia akan memanggil polisi.

More Indonesian subtitles for Panic Room

Komentar

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left