200 baris pertama.
Tangkap Jebe hidup-hidup
Ibu
Kemana saja kamu? Dimana kambingmu?
Kambing itu ketakutan oleh mereka
Oleh siapa?
Ibu, saya ingin belajar memanah
Pria itu jago memanah
Apa yang kamu bicarakan?
Ada banyak pria menyerang satu orang sendirian
Jadi dia memanah salah satu dari mereka yang berjanggut
Laki-laki berjenggot itu memimpin sekelompok pria untuk menangkap orang ini
Ibu tidak tahu apa yang sedang kamu bahas
Ibu, apakah kamu tidak mengerti apa yang saya katakan?
Ibu mengerti, sekarang pergi dan ambil kayu Ibu perlu untuk membuat makan malam
saya berangkat sekarang
Anakku...
Paman, ternyata anda
Air, beri aku air
Tunggu sebentar
- Apa ada lagi? Berikan padaku - Ada
- Apa itu cukup? - Iya
- Ambil ini - Tidak
Kenapa tidak?
Kata ibuku kami akan memperlakukan tamu dengan sopan
Aku tidak menginginkannya
Kamu anak yang baik
Mereka disini Mereka benar-benar tak ingin melepaskanku
Itu pasti pria yang berjanggut
Apa kamu punya busur dan anak panah di rumah?
- Ada - Berikan padaku
- Baik - Cepat
Ini dia
Aku butuh busur dan panah sungguhan untuk melawan mereka
Saya tidak punya yang beneran
Aku tidak akan bisa mengalahkan mereka sendirian
Jangan beritahu siapa pun kalau saya sembunyi di sini
Ibuku mengatakan orang harus memegang janjinya Saya tidak akan memberitahu siapapun
Kamu anak yang baik
Anak kecil
Apakah kamu lihat laki-laki bersimbah darah lewat?
Apakah kamu bodoh?
Beritahu kami sekarang. Apakah kamu melihatnya?
- Tidak - Kamu bohong
Kenapa kamu memukulku? Saya tidak berbuat salah
Darah siapa ini?
Aku baru memotong kambing
Kalau begitu mana kambingnya?
Saya ... Sudah saya makan
Bahkan darahnya saja belum kering dan kamu sudah memakannya?
Beritahu kami yang sebenarnya sekarang
Aku takkan memberitahumu dan aku tak bisa memberitahumu
Kamu tak bisa memberitahu kami?
Itu berarti dia memang tahu
- Cobalah bujuk dia - Baik
Anak kecil Anda tidak perlu takut pada mereka
Jika kamu memberitahuku, saya akan memberimu hadiah
Saya tak bisa memberitahumu
Berhentilah bertanya padanya, Ogotai Biarkan aku membunuhnya
Aku tidak akan memberitahu apapun bahkan jika kamu membunuhku
- Beraninya kamu - Berhenti!
Menyebut dirimu pahlawan? Kau memghina anak kecil!
Kemarin, kamu menembak ayahku dengan panah, kau bajingan
Kau bisa membunuhku
Hanya sayang sekali Aku tidak dapat mati di tangan pahlawan
Apa katamu?
Sangat adil untuk mati di tangan lawan yang lebih kuat
Sayang sekali aku akan digigit sampai mati oleh beberapa anjing gila
Kau tahu siapa aku?
Aku Jenghis Khan, serigala padang pasir
Hari ini, kau akan mati di tangan seekor serigala bukan seekor anjing gila!
Serigala dewanya padang pasir
Apakah Anda layak untuk nama itu dengan pengikut-pengikut seperti ini?
Baiklah
Siapa diantara kalian yang bisa membuktikannya kalau semua pengikutku adalah pahlawan sejati?
Saya, Yang Mulia
Kapten Fa Auwfu
Baik, Saya biarkan kau membuktikannya
Aku tidak butuh pedang untuk membunuh seekor anjing
Jenghis Khan. Aku benar, bukan?
Boleh saya pergi sekarang?
Tunggu
Jebe, apakah menurutmu kau hanya bisa pergi begitu saja setelah membunuh seorang kapten?
Saya bisa membayar dengan hidupku
Tidak perlu
Anda hanya harus setuju untuk menjadi salah satu kaptenku
Terima kasih telah menyelamatkan hidupku Saya menyerahkan hidupku padamu
Ini sebagai hadiah penyambutan
Yang Mulia bisakah aku memberikan emas ini ke anak itu?
Ini milikmu Anda bisa memberikannya kepada siapapun yang anda pilih
Ambil ini
Ibuku mengatakan bahwa aku tidak harus mengambil hadiah apapun untuk membantu orang lain
Bagus...
Jebe, ambil anak ini dan ikuti aku
Baik
Ibu Ceng, kamu akan tinggal di sini mulai dari sekarang
Sebenarnya, tidak masalah dimana kita akan tinggal
Yang paling penting adalah jika Anda akan mengambil Ceng sebagai muridmu
sehingga dia bisa membalas dendam untuk ayahnya di masa depan
Saya tidak tahu seni bela diri Tapi aku trampil memanah
Itu sebabnya mereka memanggil saya Jebe
Apa artinya 'Jebe'?
Dalam bahasa Mongo, 'Jebe' berarti 'Ahli panah'
Aku juga ingin menjadi 'Jebe'
Baiklah, kamu harus bekerja keras kalau begitu
Saya pergi Beritahu saya jika ada yang kamu butuhkan
Terima kasih, selamat tinggal
Selamat tinggal
Ibu, aku ingin pergi keluar dan bermain
Baik, tapi jangan pulang telat
Ya ibu
Pencuri! Berani-beraninya kamu mencuri barang-barang ayahku?
Siapa yang kamu sebut pencuri?
Siapa lagi yang ada disini selain kamu?
Aku hanya melihat-lihat
Anda mengambilnya tanpa izin Itu membuatmu menjadi pencuri
Omong kosong
Ayo, kita akan pergi menemui ayahku dan biarkan dia menghukummu
Aku tidak melakukan apapun. Aku takkan pergi!
Saya ingin kamu pergi
Go-chin, apakah kamu mengganggu orang lagi?
Aku menangkap seorang pencuri
Bukankah kamu Kwee Ceng?
Bagaimana anda tahu?
Paman Jebe memberitahuku tentangmu sebelumnya
Kwee Ceng? Jadi kamu bukan orang Mongol?
Tentu saja tidak, saya orang Song
Mengapa kamu berpakaian seperti kami dan tinggal di tenda kami?
Apa menurutmu aku suka pakai pakaian Mongol?
Tenda-tenda bisa terlalu panas atau dingin Saya tidak ingin tinggal di sana
Kalau begitu kembali saja ke negarimu sendiri!
Paman Bor mengatakan ada pengemis di sepanjang jalan di Song
Tiap hari ada orang yang kelaparan sampai mati
Omong kosong!
Saya hanya mengatakan kenapa kamu jadi marah?
Kwee Ceng, ayo kita jalan
Ini permintaan maaf mewakili Go-chin
Ini susu kambing, bukan anggur
Bila aku sudah dua belas Temuchin akan mengizinkanku minum anggur
Paman Temuchin itu siapamu?
Dia ayahku Aku Tu-li, anak termuda Temuchin
Bagaimana kamu bisa memanggil ayahmu dengan menyebut namanya?
Memang ada yang salah? Orang-orang Mongol melakukannya seperti itu. Apa kamu menyukainya?
Ya sebenarnya, Saya lebih suka memanggil ibuku Li Ping
Li Ping? Itu adalah nama yang bagus
Tapi kalau aku memanggil ibuku seperti itu dia akan berpikir bahwa aku kerasukan
- Apakah kamu tahu bagaimana cara bergulat? - Sedikit
- Aku akan bergulat denganmu - Baik
Kwee Ceng, kenapa kamu pulang telat?
Saya dapat teman baru jadi kami bermain bersama-sama
Kalian bermain apa?
Anda pasti sudah bergulat lagi
Bisakah kamu setidaknya menang satu kali?
Baiklah, Li Ping
Apa katamu?
Tidak ada
Saya bilang ''baik, Ibu''
Kwee Ceng, apa kamu kerasukan?
Ibu tahu kau akan mengatakan itu
Oh sayang, aku harus mempersiapkan beberapa obat untukmu
Jebe, Tembakan bagus!
Saat saya dewasa, saya ingin menjadi 'Jebe' juga
Itu baru semangat! Jika kamu berhasil melakukan itu Aku akan memberimu busurku
Selamat, Yang Mulia!
Apa yang terjadi?
Kami baru saja menerima berita itu
Orang-orang Kim mengirim utusan ke sini untuk memberikanmu gelar
Bagaimana dengan Wang Khan dan Jamukha?
Belum ada berita tentang mereka
Apa yang dirayakan jika hanya aku saja yang diberi gelar?
Jebe
Apakah kamu tahu mengapa saya tidak bahagia?
Yang Mulia Anda adalah tuan gurun
Tentu saja anda tidak bahagia jika sebuah negara kecil seperti Kim memberimu gelar
Lalu tahukah kamu mengapa kita orang Mongol ada di bawah aturan Kim selama bertahun-tahun?
Meskipun kita memiliki banyak suku kita tidak bersatu
Betul. Keinginanku adalah agar kita semua dapat mencapai kekuatan dalam kesatuan
Dengan kepandaian anda Saya yakin anda akan dapat melakukannya
Pada saat itu, negara-negara dari Kim dan Song
Akan tidak ada artinya bagiku!
- Tu-li - Ya
Apakah kamu yakin Temuchin memiliki kemampuan untuk melakukan itu?
Saya merasa begitu
Tu-li, pahlawan sejati harus menaklukkan lingkungan sekitarnya
Dan dia satu-satunya siapa yang bisa memberikan gelar kepada orang lain, mengerti?
Ya, Temuchin
Kwee Ceng, apa kamu setuju dengan apa yang baru saja saya katakan?
Saya tidak mengerti apa yang anda bicarakan
Anak bodoh, saya bilang saya harus menjadi pahlawan sejati
Pahlawan sejati itu harus seperti apa?
Semua orang harus mendengarkanmu
dan memanggilmu 'Yang Mulia'
Dan bila mereka menolak?
Maka biarkan mereka memilih senjata dan kita akan bertempur untuk melihat siapa yang lebih kuat
Itu tidak baik
Kenapa tidak?
Membunuh banyak orang tidak menjadikanmu pahlawan
Kata ibuku Meskipun ayahku memiliki ketrampilan tinggi
Tapi dia melakukan segalanya ada alasannya jadi setiap orang sangat menghormatinya
dan menyebutnya Pendekar Pedang Kwee
Pendekar pedang? Berapa banyak orang yang bisa pendekar pedang itu kendalikan?
No comments yet. Be the first to leave one.