200 baris pertama.
Semua hal yang baik pasti akan berakhir.
Hal yang buruk juga.
Ada yang berakhir dengan baik. Ada yang berakhir dengan buruk.
Ada yang berakhir terpisah.
Yang berarti mereka menjelma menjadi lambang kebaikan dan keburukan.
V-L-M tak nampak melambat meskipun
pihak militer mempersiapkan pertahanan terakhir yang mengkhawatirkan.
Pihak berwenang meminta semua orang untuk keluar dari jalan
dan segera berlindung.
Tak ada waktu untuk evakuasi.
-Dia hampir sampai kemari. Superian? -Hmm?
Jika kau bisa mendengar siaran ini...
...tolonglah, kota ini membutuhkanmu.
...dalam posisi.
Ya, segalanya akan berakhir.
Dan kita tau itu.
Itu yang membuat beberapa hal begitu istimewa untuk dimulai.
Itu benar, bocah raksasanya Bob!
Tak boleh ada babi masuk pasar ini!
Kini, para pahlawan,
Mereka suka akhir cerita mereka menjadi jalan epik menuju legenda.
Oh, oh, whoa...
Jadi sudah sifat alami mereka
untuk menyelesaikannya dengan sebuah peristiwa yang hebat.
Aku punya benda yang bisa
mengecilkanmu kembali ke ukuran normal.
Atau menghancurkan kita berdua.
Tapi yang manapun juga, kita akan menyelamatkan hidup Superian.
Jadi, semoga kita beruntung!
Oh, uh...
Ini...
ini waktunya hitung mundur.
Aku minta maaf soal itu.
Mereka tak memberitahuku.
Uh...
Jadi, apa ini pertama kalinya kamu mengunjungi kota ini?
Albert!
Apa?
Kau mau apa kemari?!
Tenang, nak, Aku sedang menyelamatkan hidupmu.
Apa?
Translated by : Revolz
Sekali lagi, V-L-M tiba-tiba berhenti
di pinggiran kota.
Dia tampaknya saat ini terganggu
oleh pahlawan lokal The Tick dan mitranya Mothman.
Arthur pikir mereka sedang melakukan apa?
Kita harus menuju Brown Tingle.
Apa?
Hei.
-Kau tak apa-apa? -Aku sudah mati.
-Aku tau, kau pasti merasa bagaikan tai -Bukan.
Aku mengalami serangan jantung delapan menit yang lalu.
-Aku sudah tewas. -Ayolah...
Kantor walikota telah mengeluarkan pernyataan...
Tapi bagaimana kau bisa bicara?
Latihan berat, kemauan yang gigih.
Kau benar-benar tak punya denyut nadi.
Cuma adrenalin dan kemarahan yang membuatku terus bertahan.
Juga, Adderall kelas militer.
Dengar, markas barunya The Terror, ada di dalam gedung BTC.
-Oke. -Kita harus menuju ke...
Apa?
Ya Tuhan.
Sekali lagi, kami dapat memastikan bahwa Superian
telah tiba, dan tampaknya mengambil alih masalah.
Itu dia tas enema luar angkasa
Ambilkan aku pemicunya.
Siapkan kameranya.
Segera setelah aku meledakkan V-L-M,
dan melenyapkan Superian,
kita hidup dengan bebas.
Masih tak ada tanda-tanda Arthur menjauh dari V-L-M,
meskipun tampak jelas Superian mengambil alih komando.
Oh, Arthur.
Superian, tolong dengarkan aku.
Kamu harus pergi dari sini sekarang!
Bukan, Kamu yang harus pergi dari sini.
Aku punya urusan.
Aku harus menghentikan M&M.
Itu dia, Superian. Pergi tepat ke mulut monster itu.
Jika kamu tidak pergi, kau akan mati, dalam... tiga detik.
Kau ini lucu.
Aku tidak menekannya.
Aku baru saja mau menekan tombolnya, dan lalu...
Apa-apaan itu?
...dimana ledakan raksasa telah menerangi langit.
Kuharap itu adalah ledakan yang tepat.
Belum ada tanda keberadaan Superian
ataupun dari Tick dan Arthur.
Takdir.
Aku cuma ingin melaksanakan tugas yang kau minta dariku,
dan aku tahu itu hal yang benar.
Tapi sekarang, Aku minta:
tolonglah.
Ha!
V-L-M tampaknya menyusut dengan cepat.
Mereka tak mengikuti naskahnya!
Arthur!
Arthur!
Kau masih hidup!
-Apa? -Kau sudah menang.
Kau pemenangnya.
-Kau menyelamatkan hari ini! -Aku tak bisa mendengarmu,
ledakan tadi benar-benar keras!
Ha! Ya, Sudah kuduga.
Dan berkilauan.
Sama-sama?!
Dengar! Superian berhasil juga.
Superian!
Whoa!
-Superian! Kau berhasil! -Huh?
-Aku berhasil? -V-L-M telah dinetralkan sepenuhnya.
-Oh. -Superian! Kau tak apa-apa?
Ya, cuma, uh...
Cuma sedikit mabuk Bismut, itu saja.
Oke.
Bagaimana kabar semua orang? Baik?
Tidak? Kemana kita pergi?
Hei, party bus.
Apa... uh...
Oh, hei! Lihat dirimu.
Ukuran yang tepat dan segalanya.
Dimana celanaku?
Orang-orang baik di sana akan memakaikanmu celana.
Baiklah. Pergilah, pelayar.
Ya-- oke.
-Uh... uh? -Itu dia!
-Tutupi dia! -Oh!
-Kau tak apa? -Ya, Aku mulai bisa mendengar.
Sedikit. Hei, Tick, ayo.
Kita harus pergi dari sini sebelum... ah!
Oh, tadi sampai di "ah," sobat.
Bukan, Kurasa kakakku mencoba menghubungi. Dia pasti sangat cemas.
-Dot? -Arthur, kau disana?
Dot? Hei, uh, aku-baik-baik saja.
aku baik-baik saja, oke? Semuanya baik-baik saja.
Ya, Aku tau, Aku sudah dengar lewat radio.
Dengar, Overkill dan aku tau dimana The Terror bersembunyi.
Tunggu, Maaf. Kenapa kau bersama Overkill?
Kami baru saja berkelahi dengan Miss Lint dari geng Piramida.
Well, itu lebih seperti menyusup, sungguh.
Menyusup? Kalian berdua menyusup apaan?
Dengar, Arthur,
ternyata aku ini menyusup, oke?
-Cuma itu yang kulakukan. -Itu yang kau lakukan?
Arthur, fokuslah.
Persembunyian The Terror di gedung Brown Tingle.
B-Brown Tingle?
Perusahaan cola? Kau yakin?
Kami tau langsung dari Miss Lint.
Dan kini rencananya telah gagal,
dia mungkin tak akan tetap berada di sana dengan waktu lama, jadi...
Oke, oke, tetap disitu.
Kami-kami akan kesana dalam satu menit dan-dan jangan ada penyusupan.
Arthur... diam.
Ya, makasih. aku sangat haus.
Tak pernah kuberitahu kalian dua orang bodoh menyedihkan
tentang bahan rahasianya, kan?
Uh, Garrett sudah mati, pak.
Kau membunuhnya saat rapat tadi pagi.
Sudah kumasukkan di BTC sejak awal.
Satu tetes per botol.
Kau sudah meracuni itu.
Aku sudah mengencingi itu.
Ini enak, pak.
Ya.
Apaan ini, tidur siang?
Oh, hei, kemana saja kau?
Menyiarkan sinyalmu,
memancing priamu yang besar dan telanjang.
Apa-apaan yang terjadi di sana?
Tombolku tidak bekerja.
Seluruh rencananya berantakan.
Bajingan kecil Everest itu pasti menemukan ilmuwan itu.
V-L-M bahkan tidak meledak.
Dia menyusut.
Dan aku tidak akan pernah melakukan pengungkapanku.
Well, oke. Apa tindakan kita?
Hmm?
Selanjutnya. Apa tindakan kita selanjutnya?
Aku punya ide.
Ayo cari Overkill dan mencoba membuatnya menjauh dariku.
Apa?
Tentu saja aku sudah memata-mataimu.
Kau tak menjadi diri sendiri sejak kau kembali, Lint.
Kau menjadi murung, ada yang aneh di kedua matamu.
Seperti tiba-tiba, semua ini tak cukup kan?
Aku berpikir bahwa jika aku kembali kesini, aku tak tahu,
-harusnya menjadi yang semestinya. -Ini memang seperti itu.
Aku dulu berpikir bahwa kau memiliki pandangan yang nyata,
tapi lalu semua ini, semua omong kosong filosofi musik ini.
-Ugh. -Dan kau tak bisa melihat bahwa itu gila?
Tak ada yang masuk akal.
Semua itu cuma apapun yang ada di pikiranmu selanjutnya.
Itu masuk akal.
Apa tak pernah terlintas di benakmu bahwa kita bisa, kau tau, mencuri.
Bahwa kita bisa merampok pembelian berlian, museum, mint,
semua yang bisa menghasilkan keuntungan!
Gimana kalau kau ingat posisimu, Janet?!
No comments yet. Be the first to leave one.