200 baris pertama.
SmilyMADman Subs Diterjemahkan oleh Muhammad Khairul Septian
SEBUAH PRODUKSI DAIEI CO. LTD.
KISAH ZATOICHI
Diproduseri oleh IKUO KUBODERA
Cerita Asli oleh KAN SHIMOZAWA Naskah oleh MINORU INUZUKA
Sinematografi oleh CHIKASHI MAKIURA
Tata Artistik oleh AKIRA NAITO
Musik Orisinal oleh AKIRA IFUKUBE
Disunting oleh KANJI SUGANUMA
Dibintangi oleh:
SHINTARO KATSU, MASAYO BANRI
RYUZO SHIMADA GEN MITAMURA, SHIGERU AMACHI
MICHIRO MINAMI EIJIRO YANAGI, TOSHIO CHIBA
MANABU MORITA YOICHI FUNAKI, EIGORO ONOE
IKUKO MORI, CHITOSE MAKI KANAE KOBAYASHI
Disutradarai oleh KENJI MISUMI
Sudah sampai.
Terima kasih banyak. Aku sangat menghargainya.
Terima kasih.
Siapa kau?
Bisa beritahukan pada Oyabun* Sukegoro kalau Zatoichi sudah tiba?
*Bos/pemimpin klan Yakuza.
Oyabun sedang pergi.
- Kapan dia akan kembali? - Sekitar satu jam lagi.
Boleh aku menunggu di sini sampai dia kembali?
Lewat sini.
Perhatikan langkahmu.
Kamu sangat baik.
Lewat sini.
Tunggulah di sini.
Itu pasti bunga plum.
Tapi kok di sini...
Bau busuk ya...
- Apa katamu? - Apanya yang bau?
Seperti bau keringat dan kotoran.
Kalian semua pasti berkumpul di satu tempat.
Tutup hidungmu kalau bau.
Permisi, bolehkah aku ikut bermain?
Boleh aku ikut taruhan?
Kau buta. Yakin kau bisa?
Aku punya pengalaman.
Baiklah.
Ini mangkuknya.
Maaf kalau kebutaanku membuatku sedikit canggung.
Pasang taruhanmu.
Dia tahu cara bertaruh. Lihat ini.
Aku bertaruh pada genap.
- Aku juga. - Aku juga.
Apa tidak ada yang bertaruh ganjil?
Ada yang mau bertaruh ganjil?
Berapa banyak taruhannya?
300, 425, 200, 250 dan 150, semuanya di genap.
Totalnya 1,325 mon.
Tidak miskin juga ternyata.
Lima dan satu, jadinya genap.
- Genap? - Lima dan satu.
Genap ya...
Penaruh membayar 170 mon.
Aku punya banyak uang, lihat?
Masih ada lagi di sini.
Silahkan, pasang taruhanmu.
Siap?
Kita mulai.
Pasang taruhanmu. Pasang taruhan kalian.
Aku bertaruh besar di ganjil.
Aku juga.
Kali ini semuanya di ganjil?
Tidak ada yang genap?
Tidak ada.
Tidak ada taruhan lagi?
Tidak.
Cerobohnya diriku. Pasti keluar dari lengan bajuku.
Hey, apa-apaan yang kau -
Ada apa?
Itu genap, kan? Genap?
Sepertinya aku beruntung. Terima kasih banyak.
Ada yang tak beres.
Kenapa? Itu genap, kan?
Bagaimana dengan dadu di bajumu?
Ini dia.
- Kau curang! - Aku yang curang?
Dia curang.
Sialan! Kau menaruh dadu yang asli tadi di bajumu!
Ya, yang asli kau taruh di bajumu!
Dasar buta penipu!
Maksudnya kalian memasang taruhan
pada dadu yang tidak berada di dalam mangkuk?
Kalian tahu peraturan permainan ini?
Kalian bertaruh pada dadu yang ada di dalam mangkuk!
- Bukankah begitu? - Kau menipu kami!
Bodoh!
Jangan membodohi diriku
hanya karena aku buta.
Apakah Iioka penuh dengan mata duitan seperti kalian?
Pantesan bau sekali di sini.
Kurasa membuang waktu saja menunggu Oyabun kalian di sini!
Aku tak peduli lagi untuk bertemu dengannya. Selamat tinggal.
Sialan si buta itu!
- Dia mengambil semua uang kita. - Bajingan itu!
Bagaimana ini?
Kita tutup mulutnya sebelum dia bocorkan soal ini.
- Akan kukejar dia. - Aku juga.
Biar Tame dan Tate saja. Lagipula dia cuma orang buta.
- Ayo lewat belakang. - Ya.
- Mau ke mana kalian? - Tidak ke mana-mana.
Selamat datang, Oyabun.
Oyabun, selamat datang.
Hei, kau 'kan Ichi!
Oyabun Sukegoro, halo.
Selamat datang di sini -
Bodoh! Bawakan baskom air untuk mencuci kakinya!
Segera.
Tate, lepaskan sandalnya..
Silahkan duduk di sini.
Berkelana sendirian pasti sulit saat kau buta.
Senang bertemu denganmu. Silahkan duduk nyaman.
Masa, orang ini adalah Zatoichi.
Saat aku ke kuil di Nikko tahun lalu,
aku mampir ke tempat sahabatku dan di sanalah aku bertemu Ichi.
Benarkah begitu?
Kau bilang padaku untuk mampir jika datang ke sini.
Itu benar,
dan aku senang kau datang.
Ichi mungkin memang buta,
tapi dia sangat ahli memakai pedang,
hingga musuhnya akan gemetar saat dia mengeluarkan pedangnya.
Tolong jangan melebih-lebihkan.
Aku melihat sendiri keahliannya.
Hanya sekejap mata saja
dan sebuah botol terbelah dua.
Kau bahkan tak bisa melihat pedangnya.
Yang kau dengar hanyalah saat pedangnya dimasukkan kembali ke sabuknya.
Tolong hentikan itu.
Itulah kebenarannya.
- Kami juga ingin melihat itu. - Itu harus.
Mohon.
Kau bisa menginap untuk sementara, kan?
Terima kasih banyak.
Apa aku bisa menghasilkan uang di sini?
Biar kupikirkan itu.
Terima kasih.
Tate.
- Oyabun, Hanji datang malam ini. - Malam ini?
Dia membawa istrinya, jadi akan saya sajikan makan malam.
Hei kau, kau akan menjaga orang ini selama dia menginap di sini.
Persiapkan tempat tidur dan makanannya
dan cuci juga cawatnya.
Hei Ichi. Orang itu, namanya adalah Tatekichi.
Dia orang jujur. Kau bisa memercayainya.
Terima kasih. Baguslah kalau dia bisa dipercaya.
Senang bertemu denganmu, Tate.
Senang bertemu denganmu.
Kau pandai juga.
Senang bertemu. Aku sudah menunggumu.
Terima kasih.
Hanji masih muda, tapi dia juga saudara angkat Oyabunmu?
Istrinya adalah selir gubernur.
Gubernur mengizinkannya menikahi selirnya?
Ya, dia orang beruntung.
Dia sungguh menikahi selirnya gubernur?
Itu benar.
Kau punya istri yang cantik, Hanji.
Gubernur sangat baik kepadamu.
Ya, sangat baik.
Sekarang dirimu, Hanji, punya hubungan baik dengan gubernur.
Jadi tak ada lagi yang perlu kau takuti.
Kuharap aku bisa seberuntung itu.
Apa yang Aniki katakan?
Gubernur akan melindungi kita berdua.
- Benarkah begitu? - Ya.
Gubernur mengenal Oyabun seolah dirimu saudaranya.
Senang mendengarnya. Aku jadi lega.
Apa Aniki tahu soal ronin yang tinggal di Sasagawa?
- Tidak. - Dia samurai yang berasal dari Edo.
Shigezo pasti merencanakan sesuatu dengan samurai itu.
Sialan itu mempersiapkan gerakan untuk menghadapiku.
Lebih cepat lebih baik.
Aku juga punya orang hebat sedang menginap di sini.
Suruh Zatoichi datang kemari.
Dia bisa menghibur kita dengan trik pedangnya.
Siapakah Zatoichi ini?
Orang buta yang dulunya adalah seorang anma*.
*Pemraktek pijat tradisional Jepang.
Dia menggunakan pedang lebih baik daripada yang bisa melihat.
Saat kau lihat kemampuannya, kau tak akan berani menantangnya.
Dia luar biasa.
Maaf.
Aku sedang tak dalam suasana hati. Maafkan aku.
Perkenalkan dirimu saja.
Katakan aku juga tidak bisa untuk itu.
Aku sedang rilekskan diri. Rasanya enak sekali.
Maafkan aku karena egois.
Baiklah kalau begitu.
Kemampuanku bukan untuk hiburan.
Terutama untuk orang seperti Hanji.
Benar, Tate?
Dia sedang tak ingin?
Dasar buta bedebah tak tahu terima kasih!
Jadi, apa yang dia lakukan?
Tate sedang memijati dirinya.
No comments yet. Be the first to leave one.