200 baris pertama.
THE FIRST RESPONDERS
THE FIRST RESPONDERS
SEMUA KARAKTER, LOKASI, ORGANISASI, INSIDEN, KELOMPOK
DAN LATAR BELAKANG YANG DIGAMBARKAN DALAM DRAMA INI HANYALAH FIKSI
Sebagai polisi, saya menyalahgunakan wewenang saya...
Saya menggunakan wewenang saya dan menginjak-injak hak asasi tersangka.
Saya sangat menyesali kesalahan saya
dan akan menganggap ini sebagai pelajaran
untuk memperbaiki diri...
Anjing Jindo sialan itu.
- Dengan segenap tenagaku. - Ayahnya akan menutupinya.
Aku iri sekali. Kau bahkan lolos dari hukuman.
Sekarang kalian mengkritikku terang-terangan.
Hentikan.
Sampai jumpa.
UNIT INVESTIGASI REGIONAL
KOMITE DISIPLINER SERANGAN LANGSUNG LETNAN JIN HOGAE
ANGGOTA KOMITE, PIMPINAN, RESPONDEN
PIMPINAN
RESPONDEN
SEBAGAI POLISI, SAYA MENYALAHGUNAKAN WEWENANG SAYA DAN MENGINJAK-INJAK...
Kau mengabaikan permintaan jaksa
untuk menyerahkan tersangka.
Apa-apaan kalian? Kenapa membawa tersangkaku?
Tersangkamu?
Kurasa kau belum memahami situasinya.
Kau salah orang.
Berhenti bicara omong kosong.
Sembari berbahasa yang tidak pantas, kau memukul wajah tersangka.
Lalu kau melanjutkan kekerasan tanpa pandang bulu.
Pada akhirnya...
- Astaga. - Dia gila.
Jindo... Maksudku,
Letnan Jin Hogae.
Ada yang ingin kau katakan sebelum pemungutan suara?
Ya.
Saya...
menginjak-injak hak asasi tersangka dan saya...
Pak.
Sejujurnya, bedebah itu benar-benar berengsek.
- Apa? - Sulit dipercaya.
Dipukuli bahkan tidak cukup untuknya.
Saat aku melihatnya lagi, dia akan mati.
- Apa? - Apa katamu?
- Dasar berandal tidak berguna. - Astaga.
Hei! Kalian polisi.
Tugas kalian menegakkan keadilan.
- Bicara apa dia? - Sungguh tak bisa dipercaya.
THE FIRST RESPONDERS
KODE DARURAT YANG DIKELUARKAN UNTUK KEJAHATAN BERBAHAYA
Kerja bagus hari ini. Sampai jumpa.
- Kerja bagus. - Ya.
Kau bekerja keras hari ini. Terima kasih sudah datang.
Seharusnya aku datang lebih cepat.
- Kau ke arah sini? - Bukan, ke sana.
Begitu rupanya, aku ke sini.
Jaga dirimu. Kirimi aku pesan.
- Sampai jumpa. Dah. - Sampai jumpa.
- Kenapa dia tidak menjawab? - Nomor yang Anda tuju
- tidak dapat dihubungi - Katanya dia mau mi instan.
Kau sudah bangun?
Kukira kau sudah mati.
Siapa kau?
Kau tidak ingat?
Kau mengalami kecelakaan kemarin.
Kecelakaan?
Makanya, kenapa kau berkeliaran di tempat terpencil sendirian?
Itu merugikanmu.
Boleh aku...
pergi sekarang?
Mana bisa kau pergi sendirian? Kau terluka.
Telepon keluargamu untuk menjemputmu.
Kau tidak boleh ke mana-mana.
Tolong lepaskan. Kenapa kau melakukan ini kepadaku?
Menjauhlah dariku!
Letakkan itu.
Kumohon. Aku mau pulang.
Tolong lepaskan aku!
Tidak, jangan! Maafkan aku!
Kumohon jangan!
Di sinilah jantungmu berada.
Jika ditusuk dengan benar, kau akan mati dalam sepuluh menit.
Hemoragi. Kau pernah dengar?
Di sinilah levermu berada.
Ada arteri besar yang disebut arteri hepatik.
Makin muda usiamu, makin lembut levermu, jadi, mudah robek.
Tidak.
Jika menarik pisaunya, kau akan banyak berdarah.
Tidak boleh begitu.
Jika kau terus melakukan itu,
pisaunya akan memotong otot, pembuluh darah, dan saraf
di pahamu.
Astaga.
Haruskah kau menumpahkan darahmu seperti ini sebelum mati?
Sohee.
Sial.
Tolong hubungi aku. Siapa pun, cepat.
Renungkan dirimu.
IBU
Di mana kau? Kau tidak boleh menginap di luar tanpa memberitahuku.
Ibu, hubungi polisi sekarang. Cepat.
LAPORAN AWAL PUKUL 08.38. SEKITAR DELAPAN JAM SETELAH PENCULIKAN
Belum. Tunggu.
Tunggu.
Sudah! Mari makan!
- Ambil minya dahulu. - Piringnya mana?
- Bawa kemari. - Piringnya.
Ini piring yang tidak perlu dicuci. Masing-masing ambil tiga.
Hei. Memangnya tidak panas?
Akan cepat dingin setelah dikeluarkan. Bagaimana jika alarm berbunyi?
Jangan khawatir. Tidak pernah berbunyi saat aku memakai pakaian dalam merah.
- Hei! - Sial.
- Apa ini? - Apa?
- Mari makan. - Apa itu?
Kebetulan yang konyol.
Hati-hati.
Di mana kau? Kita dapat laporan!
Ya, Pak Baek.
Ada apa pagi-pagi begini?
Code Zero, kasus penculikan. Cepat ke sini sekarang!
Penculikan?
Baiklah.
Sial. Aku pergi.
Jika ini penculikan, mereka mungkin meminta tanggapan gabungan.
Cepat makan.
Kirim tim medis dan penyelamat.
Korban penculikan dan penyekapan terluka dan meminta penyelamatan.
PEMADAM KEBAKARAN TAEWON
Kirim tim medis dan penyelamat.
Korban penculikan dan penyekapan terluka dan meminta penyelamatan.
AMBULANS LAYANAN MEDIS DARURAT
Anjing Jindo, berandal itu.
Dia telat menangani kasus di hari pertamanya.
Anjing Jindo?
Letnan Jin Hogae, yang keras kepala. Maksudku, yang ditugaskan hari ini.
Dia dijuluki Anjing Jindo Berengsek di Unit Investigasi Regional.
Dia bajingan dengki yang tak punya rasa senioritas.
Kurasa kau sangat mengenalnya.
Andai bisa, lebih baik aku tidak mengenalnya sama sekali.
Kami pergi lebih dahulu!
Hanya itu yang mereka latih setiap hari?
Ayo berangkat.
POLISI DAN PEMADAM KEBAKARAN, PUKUL 08.40 TANGGAPAN GABUNGAN DAN CODE ZERO
Korban mengungsi ke sebuah ruangan, mengunci pintu, dan membuat laporan.
Kalau begitu, bagikan komunikasi dengan kru damkar
melalui sistem nirkabel terbuka.
Baik, Pak.
Bisa tolong cepat kemari?
Aku takut sekali.
Di mana kau sekarang?
Ini...
Entahlah.
Kita dapat lokasi ponselnya.
APARTEMEN ONJO
Apartemen Onjo.
Tapi stasiun pangkalan di area ini berjarak 1,2 kilometer.
Tak bisa dikerucutkan lagi.
Ini Ambulans Taewon Satu, lokasi diterima.
Yang benar saja.
Apa?
Ada tanggap darurat. Motor, minggir.
Motor.
- Apa? - Apa-apaan...
Apa? Dia membuat jalan untuk kita.
Kau benar.
Motor, terima kasih.
Apa-apaan itu?
Apa-apaan kau? Sudah gila, ya?
Tolong minggir! Kami dari tim tanggap darurat.
Matikan sirenenya.
Kau ingin semua orang tahu?
Tinggalkan ambulans dan pompanya di sini, lalu ikuti aku.
Jika pelaku melihat truk damkar berbaris, dia akan tahu korban membuat laporan.
Ada apa dengan pria itu?
Permisi! Siapa kau dan kenapa bisa tahu kasus ini?
- Begini... - Pindahkan mobilmu sekarang!
Maaf. Kami sedang melakukan tanggap darurat.
Tolong tunggu sebentar.
Hei! Aku juga dalam keadaan darurat.
Jangan membantahku. Gajimu berasal dari pajakku.
Apa yang kau lakukan sekarang?
Mari tidak memperpanjang ini, pindahkan saja mobilnya.
Kenapa? Kau memelototiku? Kau mau berkelahi?
- Apa yang kau lakukan? - Apa?
- Pak. - Sial...
Kau tak lihat garis kuning ini?
Mau kutilang karena parkir ilegal?
Hei. Siapa kau berani beromong kosong begini?
Baik, tilang aku.
Cepat berikan surat tilangnya.
Ayolah.
- Apa masalahmu? - Apa? Kau memukulku?
- Kau preman atau apa? - Apa?
- Dasar kau... - Hei, Anjing Jindo!
Kau tidak boleh berkelahi di hari pertamamu!
Halo, Pak.
Kau tetap di sini.
Aku tidak tahu di gedung dan unit mana aku berada.
Kami sudah dekat, tenanglah.
Katakan apa yang kau lihat di luar jendela.
No comments yet. Be the first to leave one.