The Last Dance

The Last Dance

Unduh Subtitle Indonesian

Musim 1

Informasi rilis

The Last Dance S01E04 Episode IV NF WEB-DL
Komentar oleh Putra14
Netflix Retail.

Tag

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Diterbitkan pada: 2020-04-27
Unduhan: 48
Tuna Rungu: No

Pratinjau subtitle Indonesian

200 baris pertama.

DENNIS RODMAN ABSEN DENGAN IZIN

DARI CHICAGO BULLS SELAMA 24 JAM.

ABSEN TANPA IZIN SELAMA 88 JAM

Aku ingat berada di Vegas bersamanya.

Itu hebat. Pesta dimulai, segera.

Campurkan. Keluarkan pembuat hebohnya!

Itu artinya pelacur dan jalang.

- Pelacur cerdas. - Katakan ini direkam.

Satu hal tentang Dennis, dia harus kabur.

Dia senang keluar. Dia senang ke kelab.

Kami ke restoran favoritnya, lalu ke kelab malam,

ke bar dini hari, tak berhenti.

Yang penting bersantai, benar?

Itu jelas risiko pekerjaan jika menjadi pacarnya Dennis.

Dia liar.

Ini waktunya Kamikaze

Waktunya menyenangkanmu

Ini waktunya Kamikaze

Habiskan, Berengsek!

Sejujurnya, aku tak tahu jadwalnya tim.

Aku tak tahu dia menyimpang.

Dennis kembali tepat waktu?

Tidak. Kami harus menyeretnya dari ranjang.

Aku tak mau bilang ada apa di ranjangnya dan di mana dia dan...

Pintu diketuk. Itu Michael Jordan,

dan... aku sembunyi.

Aku tak mau dia melihatku seperti itu, jadi, aku...

Aku sembunyi di belakang sofa, pakai selimut.

"Ayo, kau... Kita harus latihan."

Dennis kembali, gabung dengan tim.

Begitulah yang terjadi tahun itu.

Aku mau biang...

Kau melatih tubuh hari ini, Dennis?

Kalian harus melatih tubuh agar otot punya ingatan juga.

Tubuhnya berhasil ada di sini, Phil. Jangan terlalu menuntut.

Michael dan Scottie menerima diriku.

Mereka bilang, "Dia melakukan itu, tetapi dia sangat peduli."

Aku berpesta dan bekerja keras.

Kupikir kami sangat akur karena mau memenangkan kejuaraan.

Kamikaze.

SERIAL NETFLIX ORIGINAL

Gerakan spektakuler!

Pertandingan usai.

Stadion Chicago menggila.

Pertama, tak ada pengkhianatan di sini.

Ini saatnya aku maju.

Ini tahun terakhir Phil melatih Bulls.

Harapan terlalu tinggi?

- Selanjutnya apa? - Pertanyaannya, sampai kapan?

22 JANUARI 1998

Setelah liburannya, Dennis kembali latihan.

Kini motif Phil hanya membuat Dennis kembali bugar.

Kami mulai yang disebut latihan Indian.

Semua mulai lari berbaris.

Phil tiup peluit, siapa pun yang di belakang, lari ke depan.

Kami tak boleh berhenti, siapa pun yang di depan mengontrol kecepatan.

Kubilang, "Sial, ini kacau."

Karena kini aku terjebak dalam "latihan membuat bugar Dennis".

Padahal aku tak ikut liburan.

Jadi, kubilang pada semua di grup, "Siapa pun yang di depan barisan,

perlahan seperti berjalan kaki.

Kami hanya terus berlari santai.

Steve Kerr dan Jud Buechler, mereka masuk barisan, lari perlahan,

kami hanya berlari perlahan, lalu,

Dennis melesat.

Dia meniup peluit.

Kami tak bisa berhenti sampai ada di depan Dennis lagi.

Butuh empat putaran mengejar Dennis.

Dia pikir dia harus menjauh.

Sejujurnya, Dennis selalu ada di sana, selalu tepat sasaran.

Phil sadar aku berbeda.

Phil sangat memahamiku karena dia mengenalku, karena

perilakuku buruk, tetapi aku harus fokus.

Namun, itulah kerennya bermain dengan tim.

Mereka sangat... Jika ada yang perlu melakukan sesuatu, mereka mendukungnya.

Phil tak masalahkan itu.

Dennis selalu pemberontak, terkadang.

Dia mau gabung ke grup, tetapi bagian lain dirinya mau otonomi.

Jadi, kami hargai fakta bahwa dia tak ortodoks.

Namun, saat waktunya dia harus tampil,

dia selalu di lapangan, berusaha keras bagi kami.

Aku dan Dennis punya ikatan suku asli Amerika Utara di antara kami.

Dia datang suatu hari, aku dan Dennis rapat di ruang tim.

Di ruang tim ada kalung cakar beruang,

cangkang kura-kura dari penampungan Indian lain,

dan beragam artefak Indian.

Dennis terpana.

Dia bilang, "Aku punya kalung ini dari Indian Ponca di Oklahoma.

Aku menyadarinya."

Kubilang, "Dennis, dalam tradisi mereka, dan tradisi yang aku tahu,

kau akan menjadi heyoka , orang yang berjalan mundur.

Banyak orang yang berbeda dan kau heyoka.

Jadi, kau heyoka dalam suku ini."

Dia tak anggap aku pebasket.

Dia anggap aku teman baik.

Dia sadar aku butuh dia untuk inspirasi.

Dia mau melihatku bertahan.

Aku tak pernah jumpa pelatih yang begitu berbeda...

PEMAIN BELAKANG BULLS

...dan tulus, dalam hal menyatukan grup.

Dia sangat tertarik pada sejarah suku asli Amerika.

dan memadukannya ke dalam budaya kami.

PEMAIN TENGAH BULLS

Dia bawa filosofi Zen Buddha dan Indian Amerika Asli.

Semuanya tentang fokus, bermain sebagai kesatuan.

Aku tumbuh besar di Great Falls,

kakek nenekku punya rumah indekos dengan kabin kecil.

Orang Amerika asli dari penampungan Indian populer

sering datang membawa anak-anak.

Jadi, aku belajar lebih banyak tentang budaya Amerika asli.

Ada kritikan saat bermain dengan anak-anak itu.

Aku tak merasakannya.

Koboi dan Indian adalah permainan anak-anak.

Aku selalu jadi Indiannya.

Ayahku adalah pastor.

Ibuku juga pendeta.

Dia sangat yakin tentang kedatangan Kristus yang kedua kali.

Jadi, itu sesuatu yang terpenting dalam pikiranku saat tumbuh besar.

"Siapkah kita saat Kristus datang

untuk jadi bagian dari grup yang akan diangkat ke surga?"

Tujuanku selalu berkonflik.

Aku lebih suka berolahraga daripada berlutut berdoa.

Aku main basket sejak masih kecil.

Akhirnya masuk Universitas Dakota Utara.

Jackson sukses besar, mencetak 28 poin di babak pertama

dan melanjutkan serangan di babak kedua.

Knicks merekrutku di babak kedua.

Aku masuk di Tim All-Rookie, musim pemulaku.

Jackson bertahan merebut bola.

Aku ingat lihat Phil Jackson.

Jackson menjauhkan...

Dia selalu memukuli orang.

Dia seperti versi awal Dennis Rodman.

Aku sebelas tahun di Knicks.

Tujuh tahun kami bagus, masuk final tiga tahun.

White dapat bola... Direbut Jackson!

Lari maju di lapangan, dia lompat, memasukkan bola...

Kami menangkan dua kejuaraan.

LEBIH DARI SEBUAH PERTANDINGAN

Aku dan Phil menulis Maverick bersama.

OLEH PHIL JACKSON DAN CHARLES ROSEN

Di buku, Phil bilang memakai narkoba.

Berpikir dia singa, mengaum di sepanjang pantai di LA.

Phil seperti hippie, dan berbeda dari kelompok NBA.

Aku main di profesional,

Red Holzman mendorongku mempertimbangkan melatih,

terutama di Puerto Rico, tempatku akhirnya melatih sebentar.

Kuhabiskan banyak waktu di Liga Superior, itu sebutannya.

Bermain dua hari sekali.

Para pemainnya bermain sangat ganas.

ISABELA 82 - GUAYNABO 87

Jackson masuk lapangan untuk mendebat para wasit.

Ada kebencian lokal di antara kota-kota kecil ini.

Ada kebakaran saat kami keluar kota, dan mobil dilempari batu.

Mereka bunuh ayam di pemakaman,

menuangkan darahnya di kursi tim tamu.

Kota yang kudatangi, Quebradillas, sangat ganas.

Wali Kotanya pernah menembak petugas

dengan pistol dan mengenai betisnya.

Jadi, hukumannya adalah

dia dilarang menonton pertandingan di kotanya selama sisa musim itu.

Namun, mereka mencintai permainan ini.

Aku belajar banyak hal dari prosesnya.

Lalu aku ditelepon tentang melatih di CBA untuk Albany Patroons.

Kini, perkenalkan, kepala pelatih Patroons,

tadinya pelatih New York Knickerbockers, Phil Jackson.

Phil Jackson.

Pada 1984, kami menang kejuaraan.

Berkumpul sebagai grup,

dan upaya tim yang bagus sejak itu.

Kami bahagia sekarang.

Setelah itu, Bulls melacakku.

dan aku diwawancarai untuk menjadi asisten Stan Albeck.

Hubunganku dengan Jerry Krause sangat baik.

Aku mau bawa Phil masuk.

MANAJER UMUM BULLS - 1985-2003

Dia datang, tak rapi.

Stan sangat kolot.

Phil tak tampak kolot saat itu.

Stan langsung membatalkan ide itu. Dua tahun kemudian, kami punya peluang.

Kali ini, kutelepon Phil, ajari cara berpakaian

dan cara bicara dengan Doug Collins, pelatih kami.

Kubantu Doug memikirkannya, dan kami merekrut Phil.

Di bawah Doug Collins,

seorang asisten pelatihnya Tex Winter.

Jerry Krause punya gagasan, Tex akan menjadi mentor.

Doug akan melanjutkan semua yang dia ajarkan sebagai pelatih.

Saat kuterima pekerjaan ini, yang pertama kurekrut Tex Winter.

Dia brilian. Pengatur serangan terbaik dalam basket.

Segitiga terbentuk...

UNIVERSITAS KANSAS - 1960

...pemain depan dua, pemain belakang satu, bergerak ke sudut,

dan pemain tengah lima membentuk puncak.

Dia punya sistem bernama 'segitiga'.

Jerry bilang, "Sudah lama kudengarkan filosofi basketnya.

Dia punya filosofi yang mau kulihat terjadi di tim ini."

Filosofi Doug berbeda.

Doug punya permainan yang selalu berakhir dengan Michael Jordan

menjadi pencetak skor.

Tex terus bilang,

More Indonesian subtitles for The Last Dance

Komentar

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left