200 baris pertama.
Promo Double Bonus Bisa claim setiap hari s/d 10Juta
"Dia merasakan nafas Karim di pipinya.
Dan di balik pakaiannya...
kulitnya yang panas, beraroma kuat, dan berkeringat.
Dalam konflik antara muak atau pasrah, nyaris tanpa disadarinya...
dia bergerak perlahan.
Setengah sadar, selangkangannya bertemu dengan milik pria itu.
Dia memeluknya...
takluk oleh rasa hangat nikmat yang bangkit dari dalam dirinya."
HONEY CIGAR
Sekolah kami sedang mencari pribadi yang unik.
Apa yang kau miliki, yang tak dimiliki orang lain?
- Kau orang Aljazair? - Ya.
Tidak terlihat.
Karena warna kulitku putih?
Apa pekerjaan orang tuamu?
Ayahku pengacara, Ibuku ahli kandungan.
Akan menuju ke mana perang sipil itu?
Tak ada masa depan bagi generasi muda.
Dua pertiga populasi kami terdiri dari mereka.
Mereka lahan subur bagi opresi dan radikalisasi.
Kami terjebak dalam perangkap.
Menurutmu, apa Aljazair akan menjadi seperti Iran?
Tidak.
Tidak akan.
Itu bukan negara berbasis agama.
- Kau punya keluarga di sana? - Tentu, hampir seluruh keluargaku.
- Orang tuamu juga? - Tidak.
Orang tuaku dari sini. Aku lahir dan besar di sini.
Jadi, kau orang Prancis?
Bukan, aku orang Aljazair.
Tentu saja aku Prancis.
Sebenarnya, aku tidak unik.
Aku gabungan keduanya.
Senyum yang cantik.
Dadamu juga bagus.
- Kau sudah wawancara? - Sudah.
Bagaimana wawancaranya?
Bagus, kurasa.
Sampai jumpa di musim gugur.
Apa yang Ayah lakukan di sini?
Jangan bersikap kasar. Aku kemari untuk menjemputmu.
- Di mana mobilnya? - Di sana.
Jadi?
- Bagaimana wawancaranya? - Bagus.
- Aku suka sekolah ini. - Bagus.
Sekolah ini berpeluang internasional daripada sekolah persiapan.
Sekolah persiapan sangat prestis.
Dia akan punya peluang internasional.
Aku tak tahu apa pun tentang sekolah ini.
- Putri Benslimane sekolah di sana. - Lalu kenapa?
Dia mengambil S2 Bisnis di Boston.
Sudah pasti Selma akan pergi ke Amerika Serikat!
Aku atau Ibu yang akan memilih studiku?
Ibu mengorbankan karierku demi keberhasilanmu.
Tak akan kubiarkan kau mengacaukan ini.
Aku tak pernah minta apa pun dari Ibu.
Kau akan diam saja?
Secara objektif, kurasa ECIP sekolah yang bagus.
Masa depanku ada di sana.
Kau sudah memutuskan tanpaku.
Tidak, Bu. Hanya saja...
Ya.
Kau sudah putuskan.
- Aku tak boleh memilih karierku? - Tidak!
- Tidak? - Diamlah.
Kenapa dia selalu bereaksi berlebihan?
Mungkin kau kurang bersahabat.
Keluarga Benslimanes akan memintamu menikahi putra mereka.
Jangan harap!
- Coba pikir lagi. - Ibu bilang dia tidak tepat untukku.
Kau harus selesaikan studimu dulu.
Ini bukan saatnya membahas hal ini.
Aku tak mau membicarakannya.
Selamat malam.
- Bagaimana kabarmu? - Baik, terima kasih.
Halo, Bibi Hafida.
Kau semakin cantik saja.
Baik, saat ini di Aljazair...
demi menyelamatkan dirimu...
kau bisa langsung datang jauh kemari...
atau Amerika, Jepang, atau kembali ke abad pertengahan dan hidup di sana.
Aku tidak setuju.
- Kau terlalu idealis. - Kau terlalu ambil resiko.
Keadaan semakin parah.
Tidak ada penyelesaiannya.
Sekarang saatnya memercayai masyarakat.
Kau tak bisa percaya pada ekstrimis.
Lihat apa yang terjadi pada Ayub Khan di Pakistan.
- Itu contoh yang tidak sesuai. - Tidak, itu contoh yang tepat.
Lebih mudah menyingkirkan kaum ekstrimis secara politik...
daripada menyingkirkan diktator militer.
- Orang-orang itu telah di-Islamisasikan. - Mereka memang sudah Muslim, itu saja.
Selma, bagaimana menurutmu tentang situasi ini?
Kurasa penting mendengar pendapat generasi muda. Itu penting.
Katakan pendapatmu.
Pemilihan suara tidak akan berubah banyak.
Tepat sekali.
Aku terbiasa dengan putrimu yang memihakmu.
Sayang, temuilah Selim.
Aku lebih baik tetap di sini, Bibi.
Selim!
- Apa dia di sini? - Selim!
Dia bersembunyi.
Selamat malam.
- Hai. - Kau sudah tumbuh besar!
Jadi, apa semua sekolah bisnis itu suka berpesta?
Aku tak tahu.
Meriem tidak seperti itu.
Tidak.
Saudariku seperti biarawati!
Dia tidak suka melakukan itu semua.
Dia mengambil S2 Bisnis?
Ya, dia sudah lulus.
Dia menikahi seorang pria asing yang dia kenal saat kuliah.
Bagus.
Ya, aku akan jadi seorang paman.
Berarti, dia bukan biarawati!
Bagaimana kalau kita berciuman?
Apa?
Ayo berciuman.
Sekali saja.
Apa kau gila?
Ayo, coba sajalah.
Aku yakin kau pasti menyukainya.
Aku pergi sekarang.
Tunggu dulu, cobalah.
Kita tidak akan beritahu siapa pun.
Kita akan makan.
Kau kemarilah.
- Apa kau gila? - Aku bersumpah, tak terjadi apa pun.
Apa dia menodaimu?
Jangan katakan itu, aku benci kata itu!
Kau tak memancingnya?
Kubilang, tak terjadi apa pun!
Kau bohong. Hafida bilang Selim dipukuli!
Dengar.
Aku tak tahu apa yang dikatakan Ayahnya. Dia gila.
Aku tak mengerti.
Aku sudah jelaskan sebelum kita sampai sana.
Aku perlu kau sebagai contoh, tapi kau malah membuat skandal!
Ini konyol. Tak ada yang jadi korban.
Bagaimana kalau Hafida bicara?
Semua orang di Aljazair akan tahu.
- Lalu kenapa! - Apa kau tak mengerti?
Orang-orang saling bicara, Selma.
Namamu akan hancur. Apa itu maumu?
Biar mereka berpikir sesukanya.
Jangan konyol!
Yang terpenting adalah pendidikan.
Setelah itu, kau boleh menikahi orang Prancis, orang Aljazair...
orang Amerika, aku tak peduli!
Tapi untuk saat ini, aku tak mau dengar kejadian memalukan lagi!
Atau, kau akan bertanggung jawab pada Ayahmu.
Apa sudah jelas?
Tidurlah yang nyenyak.
Kau senang jadi seperti kami?
Apa kita saling kenal?
Tidak, kau benar.
Kita tak pernah bertemu di hari ujianmu?
Tidak, ternyata bukan kau.
Kau benar. Bukan aku.
Julien.
- Lalu siapa kau? - Selma.
Tahun berapa kau masuk?
Ini tahun terakhirku.
Menyebalkan, ya?
Ya.
Waktu kita tinggal beberapa bulan untuk saling jatuh cinta.
Ini William.
Aku Selma.
Selma. Dari mana itu? Tidak terdengar Prancis.
Kau orang Lebanon?
- William juga tak terdengar Prancis. - Tak perlu memikirkan itu.
Dari mana kau berasal?
Aljazair.
Aljazair?
- Kau tak terlihat seperti itu. - Kau serius?
Kau juga tak terlihat Prancis.
Kau menarik untuk ukuran orang Arab.
Aku tidak menarik dan aku orang Kabilia.
Kau tak berasal dari sini.
Aku permisi dulu.
Buru-buru sekali?
Aku baru mulai mengenalmu.
- Kau mau bir? - Tidak, terima kasih.
Bertentangan dengan agamamu?
Tidak, aku hanya tidak suka bir murah.
Gadis Maroko ini tidak suka bercinta!
Dia tidak suka bercinta!
Aku suka bercinta.
Selma, kami mendengarkan.
Bercintalah denganku.
Ya, aku suka itu.
- Lebih keras. - Sial!
Kemaluanku dingin dan perlu dihangatkan.
Orang Maroko, tunjukkan kemampuanmu.
Nenekmu bisa bercinta lebih hebat dari ini!
Ayo, pemula!
Pemula!
No comments yet. Be the first to leave one.