200 baris pertama.
Apa maksud Ayah, tes DNA?
Kenapa Ayah mendadak ingin melakukan itu?
Kita belum melakukan yang seharusnya dilakukan dari awal.
Ayah pikir kita harus melakukannya sekarang.
Ayah.
Apa aku
membuat Ayah sedih?
Apa? Tidak. Bukan begitu.
Ayah tidak layak merasa sedih karena kamu.
Tidak, ayah bersungguh-sungguh. Ayah tidak sedih terhadap apa pun
dan juga tidak merasa tidak nyaman mengenai apa pun.
Aku hanya bertanya karena Ayah tiba-tiba bilang
kita harus melakukan tes DNA. Aku pikir itu mungkin karena aku.
Seol Hwa, kenapa kamu... - Jangan berisik.
Kenapa?
Kita seharusnya melakukan ini sedari awal.
Kalau dipikir-pikir, ayah mulai memanggilmu "Shin Woo"
hanya setelah kita mencocokkan beberapa fakta.
Ayah yakin kamu Shin Woo setelah membaca iklan itu.
Mari melakukan tes DNA-nya apa pun yang terjadi.
Aku ingat kebakaran besarnya dan mengenai Ibu...
Aku berpikir ayah adalah ayahku karena mengingat hal yang sama.
Usiamu baru enam tahun saat itu.
Mustahil kamu punya cukup ingatan untuk tahu akulah ayahmu.
Jujur, kamu tidak memiliki semua ingatanmu.
Aku mau kita yakin. Mari lakukan itu.
Kalau begitu...
Kalau begitu, mari pulihkan kesehatan Ayah dahulu.
Jalanilah kemoterapinya dahulu.
Tidak, mari lakukan sebelum kita mulai pengobatannya.
Dengan begitu, ayah akan merasa lebih nyaman.
Dan
begitu juga kamu.
Astaga, Seol Hwa.
Kenapa? Ada apa?
Entahlah.
Ayah Seok Hoon ingin melakukan tes DNA.
Apa menurut Ibu dia bilang begitu karena perkataan Ibu?
Benar. Ibu seolah-olah bilang kepadanya, "Kamu palsu."
"Kami tidak memercayaimu."
Mereka memang harus melakukan itu.
Tapi bagaimana kalau dia bukan ayahnya?
Sae Na, jangan bilang begitu. Itu mustahil.
Kenapa tidak? Tidak ada yang tahu pasti.
Dia sudah sedih karena ingatannya tidak akurat.
Akan sangat buruk kalau ayahnya bukan orang yang dia cari.
Dia akan sangat terluka.
Ini bukan tentang perasaannya, tapi tentang kebenaran.
Itu benar.
Terserahlah. Semuanya karena ucapan ibu.
Joon Sang.
Ya, Nenek?
Kamu pasti sibuk bersiap untuk pergi bekerja.
Nenek tidak perlu kemari. Panggil saja aku.
Nenek mau melihat wajahmu.
Kenapa kamu tampak sangat lesu?
Nenek bahkan tidak bisa makan dengan baik
sewaktu kamu tidak pulang.
Joon Sang, apa pun yang terjadi, kamu harus pulang ke rumah.
Baiklah.
Dan cobalah bersahabat dengan Min Hee.
Dia berusaha sangat keras di rumah ini tanpamu.
Kamu harus bersikap baik kepadanya.
Kunjungilah juga keluarga mertuamu.
Kamu belum ke sana sejak menikah, bukan?
Nenek juga tidak menyukai semua hal tentang mereka.
Tapi karena kini sudah menikah, kamu harus belajar merangkul dia.
Lalu cobalah punya anak.
Dengan begitu, kalian berdua akan berhubungan dengan lebih baik.
Astaga.
Cicit nenek akan sangat tampan kalau menyerupaimu.
Ada apa?
Tidak apa-apa, Nenek. Akan kulakukan yang Nenek bilang.
Tentu saja. Itu baru cucu nenek.
Astaga.
Min Hee.
Kamu bekerja dengan Dokter Han. Dia orang seperti apa?
Entahlah. Aku tidak terlalu mengenalnya.
Ada apa?
Kini setelah bertemu dengannya, dia sepertinya orang yang baik.
Kamu bilang ayahnya memiliki catatan kejahatan.
Jae Rim tampaknya tidak tahu tentang itu.
Bagaimana kamu mengetahuinya?
Aku tidak sengaja mengetahuinya dari video
yang direkam di klinik gratis.
Begitu rupanya.
Dia sepertinya orang yang baik?
Dia berharap Seol Hwa akan menikah dengannya?
Nenek juga sepertinya sangat menyukai dia.
Aku penasaran apa yang mereka bicarakan selama itu.
Dia melihat kantong dupa.
Kantong dupa? - Ya.
Katanya itu tampak familier.
Ibu, aku penasaran
mengenai kantong dupanya.
Apa itu punya arti khusus atau semacamnya?
Entahlah.
Astaga.
Maaf. Aku ceroboh sekali.
Itu tadinya milik ibu kandung Joon Sang, bukan?
Kamu menanyakannya kepadaku setelah mengetahui itu?
Kamu tidak sepeka yang kubayangkan.
Ibu benar.
Jika tidak ada rahasia, aku tidak akan penasaran.
Maaf.
Min Hee, perkataanmu aneh.
Maksudmu aku menyimpan rahasia?
Tidak, tolong jangan salah paham. Aku tidak bermaksud seperti itu.
Karena Ibu menanyaiku tentang Seok Hoon,
aku juga mau menanyakan sesuatu kepada Ibu.
Apa?
Baik, mungkin aku seharusnya lebih berhati-hati.
Maka aku tidak akan mendengar hal semacam ini.
Ada apa?
Ibu.
Nenek, tidak ada apa-apa.
Aku membuat kesalahan, jadi, Ibu marah.
Maafkan aku, Ibu.
Aku mau bicara denganmu sebentar.
Baiklah.
Aku akan bilang kepadanya itu semua salahku.
Apa yang terjadi?
Aku meremehkannya. Dia selalu berbicara melawanku.
Kenapa kamu melakukan itu?
Kamu tidak tahu itu akan membuat Nan Seol marah?
Kamu seharusnya lebih hati-hati. - Nenek benar.
Itu tadinya milik ibu kandung Joon Sang.
Aku ceroboh.
Selalu berhati-hati dengan ucapanmu.
Ini juga demi suamimu.
Baiklah, Nenek.
Omong-omong, aku penasaran mengenai kantong dupanya.
Nenek bilang memberikannya kepada ibu kandung Joon Sang.
Kenapa sekarang ada pada Nenek?
Kebakaran
menewaskan ibu Joon Sang
dan membakar semua miliknya.
Untungnya,
Joon Sang menyimpan kantong itu.
Benarkah? - Ya.
Itu caraku mengenali cucuku.
Aku sangat beruntung.
Kalau kantong dupanya diberikan kepada ibu Joon Sang,
kenapa Seok Hoon merasa familier dengan itu?
Lalu kenapa itu ada pada Joon Sang?
Kakak, tunggu.
Biar kuperbaiki dasimu.
Aku merasa tidak nyaman memakai dasi.
Aku tidak pernah memakainya saat menjadi dokter.
Tidak ada yang mudah pada awalnya.
Semuanya menjadi lebih mudah kalau Kakak terus melakukannya.
Sama halnya dengan ayahmu.
Kamu sepertinya mengetahui sesuatu.
Maaf. Aku tidak sengaja menguping kalian tadi pagi
saat Pak Kang membicarakan tentang tes DNA.
Kakak.
Ibu bilang begitu tanpa memikirkannya baik-baik.
Pak Kang pasti terusik oleh itu.
Bukan begitu.
Ayahku tahu semuanya. - Apa maksudmu?
Dia tahu aku belum terbuka kepadanya.
Saat membicarakan tes DNA,
dia bahkan tidak memanggilku "Shin Woo" lagi.
Kakak akan baik-baik saja? - Masalahnya,
aku masih tidak sepenuhnya percaya bahwa dia ayahku.
Tesnya mungkin membantu menghapus keraguanku.
Kalau itu yang Kakak pikirkan, maka lakukanlah.
Kakak akan benar-benar menjadi putranya setelah tes itu.
Aku
agak gugup.
Jangan. Ada aku bersama Kakak.
Aku akan selalu bersama Kakak apa pun yang terjadi.
Aku merasa jauh lebih baik sekarang.
Ayo.
"Pak Han mengoperasikan klinik gratis
yang memberikan pemeriksaan dan perawatan medis sederhana
kepada tunawisma dan orang-orang berpenghasilan rendah."
"Itu memberikan contoh baik bagi perusahaan lain."
Kapan dia melakukan wawancaranya?
Beberapa reporter mengunjungi kliniknya.
Dia pasti melakukannya saat itu. - Apa dia
akan benar-benar menjadi presdir yayasan?
Presdir? Apa maksudmu?
Kamu belum dengar rumornya?
Pada pertemuan direksi berikutnya, presdir baru akan dipilih.
Kemungkinan besar Dokter Han akan terpilih.
Benarkah? Ayahku belum bilang apa pun mengenai itu.
Apa?
Bagaimana ayahmu tahu mengenai kondisi perusahaan kita?
Kamu benar. Dia mungkin tidak tahu.
Kamu sudah tiba. - Ya.
Ada artikel mengenai Dokter Han?
Ini. Ada di halaman depan.
Dia mungkin menjadi bintang perusahaan kita
kalau menjadi presdir yayasan.
Nona Shin, kenapa kamu menyebarkan rumor seperti itu?
Apa?
Orang-orang membicarakannya.
Ada direktur utama. Bagaimana bisa Dokter Han terpilih?
Kamu benar.
No comments yet. Be the first to leave one.