200 baris pertama.
"Berhenti"
Eun Ho.
Eun Ho.
Ada apa, Eun Ho?
Lihat aku apa adanya.
Tidak.
Kau Eun Ho.
Itulah dirimu.
Bahkan sekarang?
Aku mencintaimu.
Kumohon, jangan lakukan ini kepadaku.
Kumohon jangan.
Kumohon.
Tolong jangan lakukan ini.
Jangan lakukan ini.
"Cha Seo Young"
Hai, Seo Young.
Kemarilah sekarang.
Maafkan aku.
- Saat ini, aku... - Jika tidak,
aku akan terjun.
"Cha Seo Young, Suite 1203 Hotel Avici"
Kau benar.
Kurasa semuanya tergantung pola pikirmu.
Itu semua tergantung pola pikirmu.
- Sayang. - Ya.
Kenapa kau
di sini?
- Kau ditelepon? - Ya.
Dia terdengar
sangat gelisah.
Aku juga berpikir begitu.
Ini...
Seo Young.
Ya.
Baiklah.
Dia sudah tenang dan pergi.
- Kurasa dia sudah baik-baik saja. - Syukurlah.
Aku memintanya kepada resepsionis, untuk berjaga-jaga saja.
Jika dia meneleponmu dengan kondisi seperti itu lagi,
beri tahu aku dahulu.
Dia merasa gelisah sejak berita itu dirilis.
Baiklah.
Sayang.
Lehermu.
Leherku?
Di mana?
Lupakan saja.
Ayo pulang.
Dari atas,
semuanya terlihat seperti butiran debu.
Ini semua sangat tidak berarti.
Bukankah begitu?
Apa yang kau rencanakan?
Kenapa aku di sini?
Aku punya dua kartu.
Kurasa aku akan memainkan yang satunya dahulu.
Maksudmu itu aku?
Cari seseorang untuk menggantikanku di berita tengah malam.
Malam ini akan menjadi pertunjukan terakhirku.
Kenapa kau seperti ini?
Kau tahu itu tidak bisa dilakukan begitu saja.
Ini bukan diskusi atau negosiasi.
Jangan melewati batas.
"Baek Soo Hyun", "Cha Seo Young",
"Penculikan Royal The Hill", "News Night".
Itu kata kunci yang sedang tren saat ini.
Bahkan ada harga apartemen Royal The Hill.
Kau yang bilang begitu, bukan?
Bahwa publik menyukai
tarian wanita gila di kelas Konfusius.
Wanita gila yang menari itu adalah aku.
Kau mendapatkan keinginanmu.
Aku menjual putraku agar lebih berhasil.
Apa batasan yang tidak bisa kulewati?
Anggap saja aku menemukan penggantimu.
- Apa selanjutnya? - Aku sedang memikirkan
permintaan berikutnya.
Aku mengerti.
Apa pun itu, bisa beri aku waktu?
Kau dan aku tidak punya waktu.
Ini kesempatan terakhir kita.
Gedung Biru memanggilmu karena Soo Hyun.
Apakah mereka juga tahu hubungan rahasiamu?
Kau bertekad untuk melakukannya sampai akhir.
Ya. Aku harus mendaki setinggi mungkin,
meski harus jatuh dan mati.
Benar, bukan?
Aku sudah memesan layanan kamar.
Masih ada waktu sampai berita itu tayang.
"Episode 4"
Aku akan meneleponmu setelah berita.
- Baiklah. - Hati-hati di jalan.
Baiklah.
Leherku? Di mana?
"Pembaca berita Cha Seo Young berbagi perasaannya"
Fokus orang akan berubah!
Itu sebabnya tidak boleh diberitakan!
Tidak seharusnya kau mengambil semua yang bagus.
Tidur denganku
atau lepaskan berita itu.
Kenapa dia tiba-tiba berubah pikiran?
Dia punya kartu lain.
"Cha Seo Young. Kuharap itu menjadi pelajaran. Sampai jumpa di kantor"
"'Untuk Eun Ho'"
"Skenario oleh Oh Jang Ho"
"'Untuk Eun Ho'"
"Ini bukan kisah penculikan"
"Ini tentang kisah cinta seorang pria"
Kau butuh bantuan?
Tidak.
Kau melukai jari yang sama lagi.
Oh Jang Ho.
Aku mengajukan surat perintah larangan mendekat lagi.
Baiklah.
Pimpinan khawatir.
Jangan datang terlambat.
Pintu depan sudah dibuka.
Pintu depan sudah ditutup.
Kau pulang lebih awal. Kau bilang akan terlambat.
Rapat dengan perusahaan produksi berjalan lancar?
Kurang lebih begitu.
Perusahaan asuransi menelepon tadi.
Benarkah?
Kau sudah makan malam?
Aku sudah makan. Bagaimana denganmu?
Itu... Aku juga.
Aku lelah.
Kau juga harus beristirahat.
Tapi...
Jangan terlalu memikirkannya.
Ini demi keadilan.
Jangan khawatir.
Kenapa bedebah ini jual mahal? Aku tahu kau akan datang.
Siapa yang peduli soal hati nurani? Uang mengalahkan segalanya.
Dia akan datang.
Seharusnya dia sudah tiba sekarang.
Ayo. Dia datang.
Kau tidak datang?
Baiklah.
Aku seharusnya tidak melakukan ini.
Apa maksudmu?
Yang benar saja.
Ini.
Terima kasih.
Astaga.
Baiklah.
Mari kita lihat.
"Sertifikat Hubungan Keluarga"
"Seo Gi Tae"
Lihat? Aku memiliki telur emas.
Baiklah.
Aku harus mengetuk pintu yang mana dahulu?
Bagaimana keadaannya?
Dia tampak kelelahan.
Dia sulit melepaskan karena tidak mirip denganku.
Apa kata polisi?
Mereka di sini untuk menangani kasus narkoba.
Mereka mencari putramu.
- Kau tahu di mana dia, bukan? - Ya, Pak.
Bocorkan ke polisi.
Gyeong Sook harus takut
agar dia datang merangkak sesuai harapanku.
Baik, Pak.
Astaga. Mana yang lebih kau suka?
Bagaimana jika kau membuat matanya berbeda?
Bagus. Baiklah.
Diam saja di sini dan tinggalkan negara ini besok.
Kau ingin aku tetap di sini?
Bukankah ada penerbangan malam ini?
Kau mau terbang dengan penerbangan yang tersedia?
Aku benci transit.
Menyesakkan. Sudah kubilang.
Layanan maskapai luar negeri payah.
Kau mematikan ponselmu, bukan?
Tentu saja.
Jangan pakai kartu kreditmu.
Lumayan.
Apa yang akan kau katakan kepada Pimpinan?
Depresimu kambuh,
jadi, kau dirawat oleh Dokter Kim.
Rumah sakit jiwa lagi?
Berapa lama aku diasingkan kali ini?
Berapa lama aku harus berpura-pura menjadi orang gila?
Kau tahu apa yang telah kulakukan untukmu, bukan?
Sadarlah, kecuali kau mau kehilangan semuanya.
Jangan ketinggalan pesawat.
Semua baik-baik saja?
Pimpinan sudah makan malam?
Dia di ruang kerjanya.
Hati-hati di jalan.
Tidak ada yang lebih berharga daripada nyawamu.
Keajaiban tidak pernah berhenti. Kau menungguku.
Bagaimana perasaanmu saat melihat Eun Soo?
Kau takut? Kau pikir sudah tertangkap basah?
Kurasa tidak. Kau mencurigai Eun Soo, bukan?
Kau begitu tidak memercayainya?
Aku kecewa kepadamu.
Jangan libatkan dia lagi.
Dia hanya istri pajangan, tidak lebih atau kurang.
No comments yet. Be the first to leave one.