Informasi rilis

멘탈코치 제갈길 Mental Coach Jegal E01 220912-NEXT-VIU
멘탈코치 제갈길 Mental Coach Jegal E02 220913-NEXT-VIU
멘탈코치 제갈길 Mental Coach Jegal E03 220919-NEXT-VIU
멘탈코치 제갈길 Mental Coach Jegal E04 220920-NEXT-VIU
Komentar oleh RuoXi
Ep. 1 - 4 [VIU Ver.] "Pengkhianatan Kerja Keras", "Sejarah Cedera", "Unta di Padang Pasir"

Tag

other
Diterbitkan pada: 2022-09-20
Unduhan: 18
Tuna Rungu: No

Pratinjau subtitle Indonesian

200 baris pertama.

"Semua orang, organisasi, lokasi dan kejadian"

"Dalam drama ini hanyalah fiksi"

"Balai Kota Mudeung"

Ayahku mengatakan

ada 70 persen keberuntungan.

Di dunia ini, 30 persennya kemampuan dan 70 persen keberuntungan.

Mereka yang berusaha keras tidak bisa mengalahkan yang beruntung.

Ayolah.

Ini dia. - Aku terpojok di sini.

Biar kuambil kartu yang tidak berguna.

Sial. - Aku beruntung.

Hei, Nak.

Kehidupan adalah tentang kartu yang tersisa nanti.

Sekeras apa pun berusaha, yang tidak ditakdirkan tidak terjadi.

Jika kamu menyerahkannya pada takdirmu,

ada saatnya hal yang tidak ditakdirkan bisa terjadi.

Ini dia.

Aku berhasil!

Nak, kamu melihat itu?

Kehidupan adalah tentang kartu yang tersisa.

Sebagus apa pun kartu atau keterampilanmu,

kamu tidak bisa mengalahkan orang yang beruntung.

Ayahku menjalani kehidupannya dengan bertaruh pada kartu yang tersisa,

dan berkat dia, kehidupanku selalu gagal.

Hei, Nak!

Kehidupan adalah tentang kartu yang tersisa.

Jangan terintimidasi dan berusahalah maksimal.

Aku tidak percaya pada kartu yang lebih baik di masa depan.

Aku akan mendapatkan keinginanku lewat kerja keras.

Jika tidak bekerja keras, apa yang bisa kulakukan tanpa koneksi

atau bakat?

Ini kehidupanku,

dan aku akan menyelamatkannya dari keterpurukan.

Dengan keterampilan.

Sudah di posisinya, tapi satu gerakan salah akan sakit.

Kamu mungkin tidak akan bisa menggunakan kaki ini lagi.

Bagaimana dengan Moo Tae? - Dia mundur.

Bahunya terluka.

Kenapa kalian berkelahi?

Perhatian!

Berandal.

Siapa yang mengatakan kamu boleh berdiri?

Aku tidak mau dipukul. Aku ada kompetisi beberapa hari lagi.

Moo Tae, bangun. Kamu juga berkompetisi.

Ayo. Bangun.

Hei, Jegal.

Lepaskan.

Sial.

Sayang sekali kamu tidak mau dipukul.

Seharusnya kamu tidak menendang wajah senior saat berlatih.

Kamu tahu apa yang dilakukan rekan latih tanding?

Kenapa kami selalu menjadi rekan latih tanding kalian?

Entahlah. Itu peraturan klub kita.

Para junior harus merespons...

Dari semua junior kalian, hanya kami yang ada di sini.

Yang kuliah boleh pergi. Hanya kami berdua yang satu tim.

Jika selalu bermain untuk kalah, kapan kami bisa menang?

Jika jadi kebiasaan, kami akan kalah di permainan yang bisa dimenangkan.

Kompetisi kami sebentar lagi, dan kami butuh...

Kamu terlalu banyak bicara.

Hei. Jika kamu benci dipukuli,

berhentilah berolahraga, keluar dan bicaralah untuk mencari nafkah.

Hei. Kamu!

Jika kamu benci kalah,

berhentilah berolahraga dan berkelahilah saja.

Hei. Berhenti membuat keributan dan kembali ke posisi.

Tenang.

Pak. Dia harus bertanding dalam dua hari.

Maaf.

Siapa di sini yang tidak bertanding dalam kompetisi itu?

Aku juga ikut kompetisi itu.

Hei, jika tidak mengambil posisi, aku akan memukul kalian.

Sebelum menjadi olahragawan, kamu harus menjadi manusia yang baik.

Moo Tae. Kamu baik-baik saja?

Hei, urus dia.

Bagaimana bisa?

Dasar psikopat.

Kemarilah.

Sial.

Ayo mundur.

Lagi pula, Gu Tae Man akan bertanding di Olimpiade.

Dengan kaki ini... - Aku akan menang.

Tidak, kamu akan kalah.

Wasitnya dari kampusnya,

dan asosiasi serta para pelatih mendukungnya.

Saat masuk pertandingan penentu, tidak ada yang mengalahkan klubnya.

Aku tidak akan sampai penentu. Aku akan merobohkannya.

Ini bukan judo.

KO dalam taekwondo jarang terjadi.

Bisakah kamu diam, duduk, dan menyelesaikannya?

Tidak ada yang bisa kamu lakukan dengan kaki seperti ini.

Kamu tidak bisa terbang.

Seolah-olah kamu bisa menang.

"Babak Final Seleksi Tim Nasional Taekwondo 2008"

Perhatian.

Beri hormat.

Pelindung kepala.

Astaga. Kurasa kamu berusaha terlalu keras.

Aku tidak bisa mewakili negara jika menyerah karena ini.

Saat kemampuan setara, orang dengan pikiran yang lebih kuat akan menang.

Dalam hal mentalitas, punyaku seperti pejudi.

Menurutmu kemampuan kita setara?

Mentalitasmu tidak benar.

Jika kamu terintimidasi, mundurlah.

Baiklah.

Siap.

"Babak Final Seleksi Tim Nasional Taekwondo 2008"

"Babak Final Seleksi Tim Nasional Taekwondo 2008"

Mulai.

"Gu Tae Man nol, Jegal Gil dua"

KO.

"Gu Tae Man empat, Jegal Gil dua"

Kamu baik-baik saja?

Mulai.

"Kampus Pendidikan Jasmani Haneol"

Tidak dihitung! Mundur.

Bangun.

Ayahku juga mengatakan ini.

Apa? Kamu curang?

Apa kalian semua penipu?

Apa maksudmu? Tutup kartumu jika kamu merasa terintimidasi.

Jika kuguncang kalian dan menemukan sesuatu, kalian semua akan mati.

Teman-teman! Ada penipu di sini.

Apa? - Penipu?

Tangkap mereka semua! - Ayo.

Apa? - Jangan bergerak!

Bukan aku. Kejar mereka.

Mereka bermain curang! - Kamu mau pergi ke mana?

Aku bertaruh kurang dari satu dolar!

Ayah!

Ayahku pergi dan mengatakan akan segera kembali,

tapi dia tidak bisa pulang selama setahun.

Ini yang dia tulis

dalam suratnya untukku.

Bahkan pria paling beruntung

tidak bisa mengalahkan penipu yang bertekad untuk menipunya.

Jangan pernah bermain melawan penipu.

Tidak. Ayah salah.

Bahkan pria paling beruntung atau penipu paling curang

tidak bisa mengalahkan orang yang berusaha keras,

karena ini olahraga, bukan judi.

Aku tidak akan hidup seperti Ayah.

Satu.

Dua.

Tiga.

Empat.

Lima.

Enam.

"Babak Final Seleksi Tim Nasional Taekwondo 2008"

"13 tahun kemudian"

Jadi, menurut kalian apa yang terjadi dalam pertandingan itu?

"Pengkhianatan Kerja Keras"

Seperti yang kalian tahu,

pemain satunya menang.

Dia menang dengan keputusan juri.

Seperti yang kalian lihat,

aku

berdiri di hadapan kalian sekarang.

"Pengkhianatan Kerja Keras"

Begini, aku selalu percaya pada kekuatan kerja keras.

Percaya bahwa itu satu-satunya cara

untuk keluar dari tempat terpencil dan mengubah kehidupanku.

"Aku bisa melakukannya. Impianku akan terwujud."

"Jika aku menginginkan sesuatu dengan segenap hatiku,

seluruh alam semesta akan menyatu, membantuku mencapainya."

"Jika aku bekerja keras,

semuanya akan membaik."

"Pengkhianatan Kerja Keras"

Namun, aku salah.

Jika kalian merasa sudah maksimal, tapi tidak bisa mencapai sesuatu,

atau jika kalian merasa gagal

dan ditelantarkan karena tidak kompeten

atau tidak berusaha cukup keras...

Jika kalian merasa seperti itu,

izinkan aku mengatakan ini.

Itu bukan salah kalian.

Ada orang curang dalam permainan yang kalian mainkan.

Ada banyak yang tidak bisa dilakukan meski berusaha sebaik mungkin.

Kenapa kita harus berusaha keras dan bekerja membanting tulang?

Beri tahu orang-orang yang mengubah dunia ini

menjadi tempat di mana kerja keras tidak membawa kalian ke mana pun

bahwa sudah waktunya mereka berusaha lebih keras!

Ya! - Ya!

Kamu tampan sekali!

Terima kasih.

Terima kasih. - Terima kasih.

Aku penggemar berat.

Aku juga penggemarmu saat menjadi atlet taekwondo.

Ini.

Kamu sangat tampan. - Aku tahu. Terima kasih.

Bagaimana kakimu? Apa kamu harus terus menggunakan tongkat berjalan?

Bagaimana kamu bisa menjadi pelatih mental?

Kurasa kamu belum membaca bukunya. Bacalah bukunya.

Ini. - Bacalah bukunya.

Jika membeli dua,

kamu akan mendapat diskon 50 sen. - Begitu rupanya.

Ini. - Terima kasih.

Kamu menerima kartu kredit? - Tentu.

Omong-omong,

kamu menawarkan layanan konseling?

Komentar

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left