Juggernaut

Juggernaut

Unduh Subtitle Indonesian

Informasi rilis

Juggernaut 2017 720p WEB-DL DD5 1 H264-CMRG
Komentar oleh Bandar1

Tag

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
720p
720
Diterbitkan pada: 2018-03-12
Unduhan: 13
Tuna Rungu: No

Pratinjau subtitle Indonesian

200 baris pertama.

Bonus 0.25% Commision Grade A Bonus 0.7% Rollingan Casino

Itu gadisku.

Benarkah?

Kau sudah bersenang-senang?

Tadinya.

Kurasa itu semua berakhir sekarang.

Bajingan! Keparat kau!

Halo?

Aku segera ke sana.

Aku harus menemui seseorang.

Di jam sekarang?

Ya.

Aku harus memecat beberapa orang...

Mengingat faktanya di sini tak terlalu banyak masalah.

Apa aku harus pekerjakan mereka kembali?

Kenapa?

Jika Saxon berencana menetap di sini untuk beberapa waktu.

Entahlah.

Kapan kau kembali?

Semalam.

Tak ingin luangkan waktu untuk mengenang masa lalu, ya?

Tidak, kurasa tidak.

Apa yang kau lakukan di sini selama kau kembali?

Dengar, kau cukup lama pergi.

Banyak perubahan di sekitar sini.

Ada beberapa hal yang harus aku bicarakan kepadamu.

Itu bisa menunggu hingga kau membersihkan diri dan istirahat.

Aku sudah sebersih yang aku bisa.

Apa yang ingin kau bicarakan?/ Banyak hal.

Ibuku?

Ibu kita.

Kau sudah tahu?/ Apa?

Jika dia sudah tiada. Dia meninggal.

Tidak seperti yang mereka katakan.

Kurasa yang sebenarnya bukan sesuatu yang bisa kau terima.

Kebenaran apa?/ Jika Ibu kita bunuh diri.

Dia meninggalkanmu. Meninggalkan kita.

Ini tiga tahun yang lalu, Saxon.

Kau pikir ayah dan aku tak memikirkan kenapa dan bagaimana?

Kau pergi keluar kota. Kau melewatkan rasa dukamu.

Aku tidak melewatkan apapun.

Kau sebaiknya hubungi dia.

Kenapa?

Ibu meninggalkan kau uang.

Ibu tak punya uang.

Ada polis asuransi.

Ibu tak punya asuransi./ Tampaknya dia punya.

Ya? Kenapa dia tak beritahu siapa pun?

Kau tahu Ibu.

Dia selalu menyimpan rahasia.

Tidak denganku.

Astaga, Saxon.

Kau tahu berapa banyak?

Berapa banyak uang yang kudapatkan dari kematian Ibuku? Tidak.

Dengar, dia melakukan ini untuk kita.

Untuk menjaga kita. Memberikan kita kesempatan.

Ambillah uangnya. Aku melakukan apa yang dia inginkan.

Aku memperbaiki hidupku.

Apa rencanamu?/ Menenangkan diri untuk sementara.

Kau tak punya sejarah bagus untuk itu.

Sesuatu bisa berubah.

Intinya, kami akan lebih baik jika kau tetap menjauh.

Siapa "kami"?

Aku.

Kau memang cantik.

Merasa sedikit suram?

Kau ke mana saja?

Aku menghubungi kantormu.

Aku harus memeriksa peternakan.

Kurasa seseorang mungkin masuk ke sana.

Kau lama tak ke sana. Kenapa ada orang yang masuk ke peternakan Ibumu?

Karena itu juga milik Ibunya.

Saxon?

Dean, kau bilang "seseorang."

Kau menyebut adikmu "seseorang."/ Dia memang seseorang.

Tak berbicara pada adikmu tak ada gunanya kali ini.

Aku tidak tahu harus mulai dari mana.

Bagaimana jika dari awal?

Kurasa ini adalah awal.

Ini sudah lama.

Rindu tempat ini?

Tidak sedikit pun.

Ya, tak banyak yang berubah.

Tak ada yang pernah berubah.

Tidak di kota ini.

Ini kakakmu.

Aku tak mau mengatakan apapun selagi kau berada di dalam,

Aku tahu perasaanmu tentang dia, kau tak butuh hasutan lainnya...

Katakanlah.

Kakakmu menjadi orang penting di kota kecil ini.

Dia kurang lebih dimana-mana.

Dia bahkan membeli rumah tua besar yang dulu sering kita lempari batu.

Ingat itu?

Bagus untuknya.

Kau mau lihat dia beraksi,

Menyaksikan kebesarannya, pergilah ke balai kota malam ini.

Dia akan berada di sana./ Dean pencari kesempatan.

Terlahir dengan penuh keberuntungan.

Ya, kau hanya cukup bodoh untuk percaya pada keberuntungan, 'kan?

Kenapa kau kembali, Saxon?

Aku punya beberapa pertanyaan.

Itu terus membuatku terjaga.

Pertanyaan yang banyak.

Aku tak bisa tidur hingga pertanyaan itu terjawab.

Aku dihantui.

Aku ingin berhenti dihantui.

Terima kasih, semuanya. Terima kasih.

Saat orang ini... Kalian tahu siapa orangnya...

Saat orang ini memiliki ide untuk mendirikan penjara...

...di kota kecil sepi kita ini...

Kalian semua berpikir dia gila.

Semua orang menentang itu, termasuk aku.

tak ada yang berpikir dia gila sekarang.

Gamble adalah namanya, berjudi adalah kebiasaannya.

Para hadirin sekalian, Tn. Dean Gamble.

Terima kasih. Pertama...

Kau pasti Saxon.

Aku Amelia.

Tunangannya Dean.

Aku jarang mendengar tentangmu.

Jarang adalah hal yang bagus, kuharap.

Tidak, hanya saja ini berbeda dari yang Dean gambarkan tentangmu.

Sangat disayangkan.

Aku berusaha hidup dari gambaran Dean terhadapku.

Aku juga berasal dari luar kota.

Kurasa kita punya jiwa yang baik.

Aku suka berada di sini. Ini berbeda.

Benarkah?/ Orang di sini juga lebih ramah.

Sungguh?/ Kurasa begitu.

Jangan percaya semua yang kau pikirkan.

Apa pekerjaanmu?

Kenapa?

Karena itu cara terbaik untuk mengenal seseorang?

Apa pekerjaanmu?/ Aku dulu seorang guru.

Dan sekarang kau bukan apa-apa.

Aku takkan mengatakannya seperti itu.

Bagaimana kau mengatakannya?

Lagipula, apa pekerjaanku itu urusanku.

Aku hanya bersikap ramah./ Jadi sekarang kita akan berteman?

Kuharap begitu.

Teman dari musuhku adalah musuhku.

Bukan begitu yang seharusnya.

Ya, itulah yang terjadi.

Aku ingin berterima kasih kalian sudah datang.

Dan ayahku, karena sudah hadir di sini. Terima kasih...

Aku bertemu adikmu.

Apa?

Kapan kau bertemu dia?/ Malam ini.

Kau tidak mengundangnya?

Tidak.

Kukatakan padamu, dia tak seliar seperti yang kau gambarkan.

Jangan tertipu dengan sifat dasar adikku.

Dia seperti beruang yang tertidur.

Tak berbahaya hingga kau menusuknya dengan tongkat.

Dengar, aku mau kau menjauh darinya, mengerti?

Kenapa?

Apa dia serigala besar yang jahat?/ Ya, dia serigala besar dan jahat.

Sial.

Bajingan! Bajingan!

Jack.

Aku tak pernah melihatmu di sini tanpa mengenakan borgol.

Bisa kita bicara?/ Bicara?

Ini sangat mengejutkan.

Siapa yang memimpin untuk kasus Ibuku?

Kasus? Kasus apa?

Ibumu melakukan bunuh diri, surat ditemukan di rumahnya.

Kenapa tak ada yang menyelidiki?/ Menyelidiki apa?

Ibumu menenggang sebotol obat. Itu bukan misteri.

Dia bukan wanita yang bahagia, mencapai batasnya dan bunuh diri.

Bagaimana kau tahu dia tidak bahagia?/Bukankah itu benar?

Ya? Bagaimana kau tahu?/ Tebakan beruntung, kurasa.

Masalah uang, perceraian yang kacau,

Anak yang keluar-masuk penjara, pilihlah sendiri.

Ya, tapi tak ada tersangka?

Tentu saja kami tak punya tersangka dalam bunuh dirimu ibumu,

Itu bunuh diri.

Bagaimana dengan Dean?

Apa?

Coba katakan lagi?

Dean.

Nak.

Kau benar-benar tak suka dengannya, ya?

Aku tak yakin seberapa dalam itu.

Kau benar-benar membenci dia.

Fakta tetaplah fakta, Jack.

Tak ada fakta didalam kepalamu, Nak.

Aku bukan anakmu./ Syukurlah.

Kau suka fakta?

Ibumu tak punya musuh di dunia ini.

Tak ada tanda-tanda masuk paksa,

Pintu dikunci dari dalam, tak ada sidik jari.

TKP tak menunjukkan apapun yang mengatakan dia tidak bunuh diri.

Tak ada pelanggaran, tak ada senjata, tak ada apapun.

Tak ada surat bunuh diri.

Jadi? Itu bukan sejarah bunuh diri pertama tanpa surat bunuh diri...

Ibu kami takkan pernah ke kamar mandi tanpa meninggalkan pesan.

Ini buang-buang waktuku.

Ya, kenapa kau tak kembali menonton filmmu, Jack?

Dengar, bajingan.

Kau punya sesuatu hal nyata yang ingin kau bagikan denganku?

Komentar

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left