The Shield

The Shield

Unduh Subtitle Indonesian

Musim 3

Informasi rilis

The Shield S03E03 2004 Indonesia
Komentar oleh kikywebsite

Tag

other
Diterbitkan pada: 2021-03-30
Unduhan: 44
Tuna Rungu: No

Pratinjau subtitle Indonesian

200 baris pertama.

Sebelumnya, dalam The Shield.

Kau baru kenal gadis ini dua bulan. Kau membelikannya mobil baru?

Apa masalahnya?

Masalah antara aku dan Vic. Kadang saudara bertengkar.

Kulihat apa yang membuatmu menjadi adik.

Apa aku melakukan sesuatu yang membuatmu marah?

Aku tak suka caramu memperlakukan Shane.

Kau tak memahami dunia tempat aku dan Shane tinggal.

Shane bekerja kepadamu, tapi pulang kepadaku.

Katamu kau punya ide tentang personil kita.

Tim Umpan yang menyamar menyelidiki Wilshire.

Aku butuh orang mengawasi elemen praktis rencanaku.

Rencananya?

David memberinya Tim Penyamar dari Wilshire.

Aku tak kerja kepadamu lagi. Aku akan memimpin kedua tim.

Mereka membunuh para orang Armenia, mencari kereta uang kita.

Hanya empat orang yang tahu kita mengambil uang itu.

Semuanya duduk di sini. Kita tetap pada rencana.

Connie, kau harus pergi.

Kau butuh bantuan.

Aku akan bertobat. Kau bisa membantuku.

Astaga, Connie.

Aku tak bisa...

... ditolong.

- Kau sudah direhab. - Ya.

Ini kontrak menjadi informan.

Tenanglah.

Astaga!

- Diam! - Ada apa denganmu?

Kupikir aku tak...

Maaf.

Hei, apa kabar, Bos?

Sudah lihat lembaran 20 dolar baru?

Ya. Warnanya aneh.

Lembaran yang lama akan mulai dihentikan

mulai tahun depan dan seterusnya.

Bagaimana dengan lembaran 20 dolar dari kereta uang kita?

Artinya kita harus keluarkan lebih cepat daripada yang kita mau

sebelum terlalu mencolok.

Sial.

Jadi, kini Claudette yang memimpin tim kita?

- Menurut pandangannya begitu. - Kau pernah punya bos perempuan?

Kau pernah bertemu putriku?

Dia bersikeras kami pergi main golf mini.

Jadi, bagaimana kita menanganinya?

Luluhkan dia dengan kebaikan.

Dalam waktu dua bulan, kita akan dapat kebebasan lagi.

Kita juga butuh istirahat.

Menangkap basah para pengacara sok elite itu.

Kurasa kalian salah ruangan.

Wyms menyuruh kami menempati tempat ini.

Kami Tim Umpan. Baru saja ditransfer kemari.

Aku Walon. Eddie, Annie, Trish.

Vic Mackey.

Agak ramai di sini.

Aku akan bicara dengan kaptenku

untuk berusaha mencari tempat baru untuk kalian.

- Tak apa-apa bagiku. - Ya, kami bisa sesuaikan diri.

Bau apa itu?

Sudah tiga hari aku menjadi tunawisma.

Aromanya sudah menyengat, ya?

Di mana kamar mandinya?

Pintu pertama, sebelah kiri.

- Aku harus pergi kerja. - Kalau begitu, pergilah.

Aku tak mau pergi saat berdebat. Apa masalahnya?

Tidak ada.

Kau sedang apa? Ini tak perlu dijadikan masalah.

Kau tak mau aku ada di sini.

Kubilang terlalu cepat bagimu untuk tinggal di sini.

Tak berarti aku tak mau kau ada di sini saat aku pulang.

Sial.

Hei!

Kau tak menemukan kamar mandinya?

Ya, sudah kutemukan. Terima kasih.

Di mana sisa timmu?

Kuizinkan Ronnie mengambil cuti.

Dia mau menemui ahli bedah plastik soal masalah wajahnya.

Shane?

Aki mobilnya mati. Dia akan menyusul.

Baik. Target pertama adalah prostitusi.

Kami sudah memetakan empat zona rawan utama.

Tahap satu, hilangkan para pelacur. Tahap dua, tangkap para pembeli.

Ada tempat pemrosesan sementara untuk mempercepat penangkapan.

Kru media akan meliput untuk mengurungkan niat pembeli

serta siapa pun yang melihat agar tak pernah kembali lagi.

Kantor jaksa penuntut juga membantu.

Anggota timmu kini bisa menunjukkan kemaluannya kepada para pelacur.

- Kami boleh tunjukkan kemaluan? - Saatnya mengeluarkan kemaluan kalian.

Hanya untuk meyakinkan mereka bahwa kalian bukan polisi.

Mereka boleh melihat, tapi tak boleh sentuh.

Mereka yang rugi.

Ada bokong di arah pukul 02.00.

Seks oral pesan bawa.

Baik, aku mulai mendekat.

Kami dengar.

Kau mencari kencan, Sayang?

Malam ini terlalu indah untuk dilewatkan sendiri.

- Kau polisi? - Aku terlihat seperti polisi?

Ya.

Coba kulihat barangmu.

Kau harus berjanji takkan ketakutan.

- Silakan. Buat aku takut. - Baik.

Halloween datang lebih cepat tahun ini. Kau mau permen?

Bagaimana aku bisa tahu kau bukan polisi?

Aku memang polisi.

Kau lihat lencanaku?

Ayo, Kawan!

Itu membuat mingguku lebih menyenangkan.

Hei, maaf.

Kau mau lewat belakang, Sayang?

- Kau ke mana saja? - Mengurus beberapa hal.

Lain kali, angkat teleponmu. Atau setidaknya jawab teleponmu.

Hei, ada perkelahian. Kalian lihat ini?

Lem, cepat ke sana!

Polisi!

- Minggir! - Kemari.

- Kemari! - Aku akan kejar yang kabur!

- Menyingkirlah, Berengsek! - Jangan bergerak! Polisi!

- Kau ditahan, Putri! - Baiklah, nona-nona.

Santai.

- Santai saja. - Lenganku!

Semuanya harap tenang!

Hei, aku mengenalmu, bukan?

Tidak.

Ya.

Kau polisi yang ada di TKP saat Connie dibunuh.

Aku melihatmu di pemakamannya. Aku temannya.

Kau juga, 'kan?

Apa maumu?

Muncikariku mengusirku ke jalanan. Yang lain tak mau menerimaku.

Aku tak punya perlindungan.

Sepertinya sudah saatnya kau pindah atau mencari bidang pekerjaan baru.

- Tolong, aku hanya... - Maaf.

Kata Connie kau membantunya. Katanya kau menjaga dia dan Brian.

Connie hanya informanku. Menyebut namanya takkan menolongmu.

Tapi kudengar kau membantunya.

- Kau salah dengar. - Tolonglah.

Kau polisi. Mereka akan membunuhku di luar sana.

Tolong lakukan sesuatu untukku.

Aku takkan menghakimi jalan hidup yang kau pilih.

Tapi aku juga tak mau terseret ke dalamnya.

Semoga beruntung.

Astaga. Pakaian kalian luar biasa.

Hanya pakaian biasa dari lemariku. Suatu saat akan kuperagakan semua.

Dia tak bercanda. Ini juga miliknya.

Semua penangkapan ini atas tindakan pelanggaran?

Penyerangan fisik.

Ini akan membersihkan jalanan selama tiga sampai enam bulan.

Maaf karena aku menetapkan standar sangat tinggi pada hari pertamamu.

Kami akan berusaha menyusulnya.

Terima kasih telah datang.

Ya, banku kempis. Aku datang secepat mungkin.

Kubilang aki mobilmu mati.

Aku ada urusan pribadi.

Takkan terjadi lagi.

Aku sudah bicara dengan pelacur yang diserang.

Dia mau membantu mengajukan kasus untuk menangkap muncikarinya.

Aku sudah bicara dengannya juga. Dia pembohong.

Kalau begitu dia pasti cocok dengan timmu.

Bekerjalah dengan dia.

Aku sudah mengirim pesan ke pelacur dan pembeli.

Aku juga mau mengirim pesan ke para muncikari.

Kau bosnya.

Kukira kau sedang mengurus prostitusi.

Sedang dikerjakan.

Kudengar kau dapat panggilan. Kupikir sebaiknya aku lihat.

Nama korban adalah Isabel Nelson. Diperkosa oleh satu pria.

Pelaku sudah menunggu di rumahnya, bugil, saat korban pulang ke rumah.

Dia membawa perhiasannya dan sedikit uang tunai.

- Itu korbannya? - Itu putrinya.

Usia Isabel 73 tahun.

Dia menutup kepalanya dengan masker ski.

Apa dia berkulit hitam? Putih?

Putih. Mungkin Meksiko. Tidak hitam.

Kau ingat sesuatu soal tubuhnya? Tato? Tanda lahir? Apa saja.

Aku hanya melihat...

Itu sama sekali tak mirip dengan milik almarhum suamiku.

Kita bisa membahas ini nanti.

Aku mau membantu. Dia tak seharusnya melakukan ini!

Apa benar dia tak langsung pergi?

Dia ingin tahu di mana perhiasanku. Dia mengambilnya.

Lalu dia berbaring di ranjang lagi.

Di sampingku. Dia memegang tubuhku. Sekitar dua atau tiga jam.

Apa dia menahan tubuhmu?

Tidak.

Dia hanya...

Berpelukan denganmu.

Itulah bagian yang terburuknya.

Tak apa-apa.

Kau bisa berhenti mengabaikan pesanku dan telepon aku kembali, Sayang?

- Kumohon. - Masalah rumah tangga.

Aku takkan merindukan dia.

Apa kabar?

Aku minta maaf karena mengadu ke orang lain.

Tadinya aku tak tahu dia bosmu.

Kau tak paham betapa berbahayanya Smooth.

Aku kenal muncikari.

Satu-satunya hal yang orisinal tentang mereka adalah namanya.

- Kau berasal dari mana? - San Jose.

Setelah ini berakhir, naiklah bus ke sana, buka toko saja di situ.

More Indonesian subtitles for The Shield

Komentar

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left