200 baris pertama.
Operasi Plastik
Yuu Otosaka
Laki-laki
Dokter Jaga
dr. Koike
Sakit.
Ya, jelas sakit.
Baru dua hari pascaoperasi, sih.
Dua hari?
Ya.
Kenapa aku tak bisa bergerak?
Mana kutahu. Tanya dokter saja.
mempersembahkan
ZainuddinAri
ZainuddinAri
ZainuddinAri
ZainuddinAri
ZainuddinAri
ZainuddinAri
ZainuddinAri
ZainuddinAri
ZainuddinAri
ZainuddinAri
ZainuddinAri
ZainuddinAri
mereka bilang bahwa dunia
kuzurete owaru sekai
kan jatuh dalam kehancuran
mujihi ni tsugeru
apa yang
kimi ha
selama ini
hitori
selalu kaudengarkan
nani wo
sendirian?
kiiteta
ku selalu
boku ha
melihat
tooi
mimpi nan jauh
yume wo
di sana
miteta
mana yang sebaiknya kupilih?
nani wo erabitoru
mana yang sebaiknya kutanggalkan?
nani wo akirameru
akankah ku berani
kimeyou to shiteru
ambil keputusan itu?
boku ha nanisama da
meski tak ada lagi keraguan
nani wo erabu ka ha
atas apa yang harus kupilih
mou kimatteiru
kutanyakan pada Tuhan
machigai ha nai ka
agar ku tak salah melangkah
kami ni toikakeru
sebenarnya ku tak sendirian
hitorikiri ja nakatta
karena kau selalu ada di sampingku
zutto soba ni itanda
ulurkan tangan
kono te wo nobasu
ulurkan tangan
kono te wo nobasu
tak ada lagi yang perlu ditakutkan
kowai mono nanka nai
bahkan meski kau jadi monster sekalipun
tatoe bakemono ni narou tomo
kita kan selalu bersama
nashitogeru
kita kan selalu bersama
nashitogeru
Janji
Janji
Kau sudah baikan, Yuu?
Kak Medoki?
Syukurlah.
Sesuai rencana, kita berhasil cegah kemampuan meruntuhkannya.
Yang begini sih, bukan rencana, tapi hanya penanganan biasa.
Ditangani apanya kalau setelahnya tak kauobati!
Aku kan bukan dokter.
Anu, apa yang terjadi? Lalu, kenapa aku bisa jadi begini?
Tomori! Apa Tomori baik-baik saja?
Baik-baik saja, kok. Sekarang dia dirawat di rumah sakit ini juga.
Berkat Kumagami dia selamat.
Oh.
Syukurlah.
Lalu, bagaimana keadaan Kumagami?
Jangan-jangan...
Semua gara-gara kau yang malah egois selamatkan dirimu sendiri!
Mau sampai kapan kau mengeluh soal itu, sih?
Dari awal juga kau yang usulkan kita bertaruh pada kemampuan jelajah waktunya, 'kan?
Mustahil. Kumagami sudah...
Kau lupa?
Sudah, sudah.
Kelihatannya orang kemarin urungkan niat untuk manfaatkan kemampuan jelajah waktumu.
Meski tahu hadapi pemilik kemampuan meruntuhkan,
tapi mereka tetap gunakan sandera sebagai tamengnya.
Kita dan mereka sama-sama salah perhitungan.
Ini gara-gara aku.
Jangan salahkan dirimu.
He.
Apa ke depannya juga akan terus seperti ini?
Setidaknya, kita sudah hapus ingatan para pelakunya dengan bantuan Maedomari.
Yang jadi masalah, kami tak tahu kapan lagi kau akan diincar komplotan lain.
Tapi, kau bisa selamat pun kami sudah bersyukur.
Kami bertiga bergantian menemanimu, lo.
Anu... Jam besuknya hampir habis.
Ya juga.
Sebentar. Masih ada yang ingin kutanyakan.
Kenapa?
Kenapa kakakku tak ke sini?
Hoi! Biar kuhajar saja dia!
Sudah, sudah, tenang dulu, dong!
Maksudnya?
Bagi kakakmu,
Kumagami adalah sahabat terbaiknya.
Ya, masuk.
Ini Ayu.
Oh, Ayumi. Lama tak ketemu.
Lo? Kak Yuu baik-baik saja, 'kan?
Begitulah, asalkan aku diam begini.
Tapi katanya, mata kanan Kak Yuu tak bisa melihat lagi.
Kecelakaannya cukup parah, aku saja hampir terbunuh.
Bisa selamat pun aku sudah sangat bersyukur.
Tapi...
Dibantu dengan terapi, tim dokter bilang aku masih bisa jalani kehidupanku seperti biasa.
Syukurlah kalau memang masih bisa.
Bagaimana rasanya tinggal di pusat penelitian?
Semuanya baik sama Ayu, jadi tenang saja.
Tapi, kak Shun kelihatan murung terus,
jadinya Ayu khawatir.
Kakak murung?
Aku pernah kehilangan Ayumi di depan mataku sendiri.
Bagi kakak, Kumagami pasti sama pentingnya seperti Ayumi bagiku.
Misalkan aku mati saat insiden ini, Ayumi akan bagaimana, ya?
Ya, masuk.
Lama tak bertemu.
Oh, Takajou.
Memang terasa seperti sudah lama tak bertemu, ya.
Wajahmu sungguh mencerminkan rasa sakit yang berbeda jauh dari bayanganku!
Begitukah?
Khusus untuk Otosaka yang sedang sakit begini, spesial kubawakan makanan ini!
Apaan, nih?
Ini adalah termos makanan. Dan isinya adalah...
Aroma ini... Jangan-jangan...
Benar sekali! Kenangan semasa makan di kantin, kari lidah sapi!
Tak disangka-sangka di tempat seperti ini bisa rasakan makanan ini lagi!
Aku akan menyuapimu!
Aku siap!
Baiklah, buka mulutmu.
Enak!
Jadi ingat lagi waktu di sekolah!
Tentu saja! Inilah rasa yang cerminkan masa-masa remaja kita!
Tolong, sesuap lagi!
Masih ada banyak, makanlah yang lahap!
He, bagaimana keadaan Tomori?
Luka dia tak parah sepertimu, jadi sebentar lagi pasti sudah boleh pulang.
Baguslah kalau begitu.
Kelihatannya kau banyak alami kesulitan, ya.
Ya, begitulah.
Cepatlah kembali lagi ke OSIS bersama dengan Tomori.
Meski berduaan di OSIS bersama Yusarin seperti sekarang sudah buatku bahagia.
Ya, masuk.
Aku bawa bingkisan-
Kurobane, ya? Hai.
Anu, sebenarnya aku buatkan ini untukmu.
Anu, jangan-jangan itu sup krim?
Hebat! Benar sekali!
Sup krim buatan Yusarin diakui oleh keluarga Kurobane sebagai makanan penuh energi!
Untuk yang sedang sakit atau terluka juga bagus!
Jadi, ini tujuan dia bawa sup krim waktu itu, ya.
Terima kasih.
Sama-sama! Nah, sekarang bilang "aah"!
Enak, tidak?
Enak. Aku jadi merasa lebih baikan sekarang.
Syukurlah!
Aku tak boleh sampai perlihatkan situasi semacam ini pada Takajou.
Misa, kau masih di situ?
Apa yang kau mau dari orang mati?
He, kalau orang sudah mati, mereka akan pergi ke mana?
Entahlah. Soalnya aku masih ada di sini.
Keberadaanku ini layaknya Yusa yang sedang pegang balon.
Saat kemampuan Yusa hilang, keberadaanku nanti bak balon yang terlepas dan terbang entah ke mana.
Begitu, ya.
Kalau begitu, kenapa tak temui dulu orang yang kausayangi selagi masih bisa?
Ha? Apa maksudnya tiba-tiba bahas ini?
Aku alami hal yang buatku hampir regang nyawa.
Tak ada yang tahu kapan kau kehilangan nyawa.
Temuilah mereka selagi masih bisa.
Ya, masuk akal sih, berhubung aku memang sudah mati. Tapi, ya...
Oh ya, dulu juga aku sering makan itu.
Dulunya itu masakan ibu kami yang paling enak, lalu Yusa menirunya, dan jadi sering membuatnya.
Sama seperti keluargaku.
Tak seperti Yusa, aku justru buat orang tuaku sedih.
No comments yet. Be the first to leave one.