200 baris pertama.
Mm.
Hai, Teddy.
Aku tahu sudah lama kita tak bicara,
tapi aku hanya ingin menghubungimu
dan menanyakan kabarmu.
Aku tahu situasi ini makin sulit.
Rasanya kita berada di perairan dalam,
saling mencari, namun kita justru tenggelam.
Setiap hari kita kian terperosok.
Aku merindukanmu.
Aku sangat merindukanmu.
Kuharap kamu ada di sini, di sampingku.
Tepat di sampingku.
Ya, aku mengerti.
Kami sedang mengusahakannya.
AKSES DITOLAK
Aku tahu kebocoran data adalah masalah terakhir yang kita butuhkan.
Tidak, aku paham. Baik, Pak.
Sudah sangat jelas, ya.
Aku sedang memeriksanya sekarang.
Tarik napas dalam melalui hidung
lalu buang melalui mulut perlahan.
Ulangi sekali lagi.
Tarik dari hidung.
Busungkan perutmu.
Lalu buang melalui mulut.
Lepaskan semuanya.
Hirup...
...dan hembuskan.
Lepaskan bebanmu.
Keluarkan.
Tetaplah bernapas melalui hidung.
Pada tiap embusan napas...
...lemaskan tubuhmu.
PERBAIKAN KOMPUTER
KAMI MEMBELI EMAS
Kuharap kamu ada di sini di sampingku.
Ada yang bisa aku bantu?
Oh, Kamu ada di rumah.
Ada keperluan apa?
Begini,
kami sedang berkeliling lingkungan ini,
ingin membantu warga menghemat tagihan listrik.
Oh, begitu.
Baiklah.
Kami sudah mendatangi setiap rumah di sini,
dan...
sepertinya giliranmu sekarang.
Begini, Pak...
kami ingin masuk ke dalam
untuk menjelaskan rincian biaya tinggi
pada tagihanmu—
Aku tidak berminat.
Kamu yakin?
Ya. Tidak, terima kasih.
Kau tidak mau menghemat uang?
Hanya sebentar saja.
Aku akan masuk dan kita periksa—
Aku bukan pemilik rumah ini.
Maaf.
Kapan kiranya mereka akan kembali?
Aku tidak tahu.
Baiklah.
Tidak masalah.
Sepertinya kami akan kembali lain waktu.
Aku merindukanmu. Aku sangat merindukanmu...
Tepat di sampingku. Tepat di sampingku.
Aku sangat merindukanmu.
Tidak! Berhenti! Berhenti!
Mengapa kamu melakukan ini?
Kumohon!
Brengsek!
Sialan!
Keparat...
Sial!
Kurang ajar!
Oh, tidak, tidak, tidak!
Sial.
Biasa.
Sialan!
Baiklah.
Sekarang...
Baiklah.
Uh...
Uh...
Oh!
Baiklah.
Sial.
Hidungku.
Sialan.
Ini sangat sulit.
Dia mematahkan hidungku.
Harus pergi.
Aku harus pergi, Sayang.
Sial!
Sial! Tidak! Tidak!
Tidak, tidak!
Selamat datang di Rogger's Car Wash.
Pilih jenis layanan dan metode pembayaran.
Kode Anda tidak valid.
Silakan coba lagi.
Selamat datang di Rogger's Car Wash...
Dia terus mengatakan itu.
Selalu saja begini.
Aku terus memasukkan uang namun tidak—
Apa ada tombol yang harus aku tekan?
Karena aku sudah di sini selama...
sekitar empat menit.
Akhirnya dia berjalan.
Kupikir aku akan di sini semalaman.
CUCI MOBIL ROGER'S
Apa yang kamu lakukan?
Menjauh dari mobilku!
Astaga!
Berhenti!
Menjauhlah!
TERIMA KASIH
Hei!
Apa yang kau inginkan dariku?
Aku hanya ingin milikku kembali.
Apa yang kamu inginkan?
Kumohon. Ayo!
Aku bahkan tidak mengenalmu.
Oh, tentu kamu kenal.
Apa?
Lihat aku.
Kamu mengenalku.
Kamu mengenalku.
Kamu mengenalku!
Lihat aku!
Kumohon.
Aku akan menghajarmu. Ayo!
Ayo!
Halo.
Aku tidak tahan lagi.
Kumohon.
Aku tidak tahu maumu apa.
Kumohon.
Oh, kamu tahu mauku apa.
Apa maksud perkataanmu?
Baiklah.
Baiklah.
Jangan, tunggu!
Tolong beritahu apa yang terjadi.
Itulah sebabnya kamu di situ, bukan aku.
Tunggu! Kumohon.
Aku tidak tahu.
Berhenti bersandiwara.
-Apa ini? -Cukup.
Dengar...
aku punya banyak waktu luang.
Tapi kamu...
Lama-lama kamu akan butuh minum.
Jangan lakukan ini.
Kumohon.
Tunggu. Tunggu!
Kumohon!
NONGKRONG DI PANGKALAN UDARA
Kumohon, kawan.
Apa yang kamu inginkan dariku?
Hmm.
Betapa tidak sopannya aku.
Hmm.
Aku lupa mengajakmu berkeliling.
Tempat ini tidak sebagus rumahmu,
tapi lumayan untuk istirahat
saat udara terlalu dingin di mobil.
Aku minta maaf. Baiklah?
Dan...
untuk apa kamu minta maaf?
Atas apa pun kesalahanku.
Aku lapar.
Dan aku butuh air.
Kamu lapar?
Tolong jangan biarkan aku kelaparan.
Tentu.
Kamu akan kelaparan.
Sama seperti aku dahulu.
Apa isi laptop itu?
Bukan apa-apa.
Ini untuk pekerjaan.
Tidak ada apa-apa di dalamnya.
Kumohon.
Baiklah.
Aku butuh air.
Baiklah.
Ya.
Baiklah.
Apa yang kamu lakukan?
Mungkin kamu bisa...
berikan kata sandimu.
Mungkin aku bisa,
berbagi akun Netflix dengamu.
Pasti menyenangkan, bukan?
Kamu tahu berapa lama aku mencarimu?
Kamu tahu, di Teluk Guantanamo,
bukan ancaman kematian,
atau kelaparan
yang membuat para tawanan bicara.
Bukan.
No comments yet. Be the first to leave one.