200 baris pertama.
Boku dake ga inai machi
diriku menunggu, menunggu dirimu
sampai esok hari berjalan seperti masa lalu
aku datang untuk berhenti, berhenti untuk berkaca
pada hari di mana aku harus meratapi diri
kenanganku terbentang menjadi abadi
dan kusadari diriku tak bisa mencari kebenarannya
aku pun jadi selalu menyakiti diri
menangis sendirian di sudut hatiku
masa lalu menyuruhku jangan menyerah
namun semua mengalir layaknya air di sungai
"penyesalan," aku ingin sekali mengatakannya
tapi aku kehilangan kesempatanku di hari itu
aku menunggu, menunggu dirimu
sampai esok hari berjalan seperti masa lalu
hari ini aku menyakiti diriku lagi
mengukir bekas luka agar selalu kuingat
karena ku tak ingin melupakan dirimu
diriku menunggu, menunggu dirimu
sampai esok hari berjalan seperti masa lalu
aku datang untuk berhenti, berhenti untuk berkaca
pada hari di mana aku harus meratapi diri
kenanganku terbentang menjadi abadi
dan kusadari diriku tak bisa mencari kebenarannya
aku pun jadi selalu menyakiti diri
menangis sendirian di sudut hatiku
masa lalu menyuruhku jangan menyerah
namun semua mengalir layaknya air di sungai
"penyesalan," aku ingin sekali mengatakannya
tapi aku kehilangan kesempatanku di hari itu
aku menunggu, menunggu dirimu
sampai esok hari berjalan seperti masa lalu
hari ini aku menyakiti diriku lagi
mengukir bekas luka agar selalu kuingat
karena ku tak ingin melupakan dirimu
hanya akulah satu-satunya yang mengawasimu
masa lalu maupun masa depanmu
penderitaanmu maupun kegembiraanmu segalanya
aku percaya seseorang akan menjadi lebih baik hati
saat mereka sudah lebih dewasa
namun diriku masih tak berubah dari saat kecil
karena aku masih ingin melindungimu
selagi diriku terbangun dari kegelapan
cakrawala yang luas di depan menantiku
kota yang menyembunyikan kita berdua
tertutupi salju sampai tak diketahui siapapun
di dalam lubuk hatiku ini dirimulah luka yang terbesar yang pernah terukir
yang biasa membuatmu tersenyum di dalam dunia ini
akan kurebut kembali nyanyian yang membuatmu tersenyum
Kamis 3 Maret 1988 Hinazuki Mayo menghilang
Dicari
Nakanishi Aya
11 tahun
8 Maret 1988
8 Maret 1988
8 Maret 1988
9 Maret 1988
9 Maret 1988
10 Maret 1988
10 Maret 1988
11 Maret 1988
11 Maret 1988
12 Maret 1988
12 Maret 1988
13 Maret 1988
Hinazuki Kayo (10 tahun)
Hinazuki Kayo (11 tahun)
Sasaoka
Pesan masuk
Ponsel Fujinuma Sachiko
Ini Fujinuma Satoru, jangan beranjak dari tempatmu.
Hinazuki terlambat?
Hinazuki bilang dia mau memberiku kado hari ini.
Jika dia membuatnya sampai semalaman maka wajar saja dia terlambat.
Satoru...
Tapi...
Satoru!
I-Iya!
Ada apa, Satoru?
Apa ada yang kamu cemaskan?
Hinazuki!
Apa ada orang di rumah?!
Hinazuki!
Jangan-jangan...
Jejak sepatu karet?
Ukuran pria dewasa...
Malam lusa kemarin memang turun salju.
Dengan kata lain... tepat setelah itu, datang seorang pria dewasa.
Hei.
Bagaimana ini?
Lima pemain musik memainkan suling dan drum.
Hari ini adalah festival anak perempuan yang menyenangkan.
Setelah itu aku bolos sekolah selama 2 hari.
Apa ibu sedang pergi belanja?
Sebenarnya belakangan ini ada kejadian yang serupa di kota tetangga.
Mereka langsung menemukan pelakunya sih, tapi sekarang di sini?
Kita masih belum tahu siapa pelakunya,
tapi demi mencegah kejadian seperti ini lagi, kita harus terus waspada.
Tentu saja kita harus bicarakan itu untuk liputan media.
Aku akan segera meneleponmu setelah aku bicara dengan pihak sekolah.
Ya, aku juga akan bicara dengan pihak balai kota.
Tolong ya.
Mantan rekan kerja ibu...
Wartawan TV Ishikari.
Kejadian yang seperti ini jangan sampai teringat oleh anak-anak.
Benar sekali.
Jadi di sini awal mulanya?
Ibu tahu kamu khawatir,
tapi ini bukan salahmu, Satoru.
Aku tidak membuat perubahan.
Entahlah...
Aku tidak mau Hinazuki kesepian lagi.
Kalau begitu kamu sudah berhasil.
Tapi masih belum cukup.
Pasti masih ada hal yang lain.
Jika kamu terus-terusan berpikir kalau itu salahmu, nanti kamu sendiri yang bingung.
Tidak semua hal bisa dilakukan oleh seorang manusia.
Kamu maupun ibu.
Besok kamu sekolah lagi, ya?
Kalau terus-terusan sendirian di sini, kamu bisa tertekan.
Iya.
Nah, ayo dimakan sebelum dingin.
Iya.
Selama ini Bapak telah merahasiakan sesuatu dari kalian.
Sebenarnya Bapak berbohong soal Kayo yang absen karena demam.
Dia pindah ke rumah neneknya karena masalah pribadi.
Tiba-tiba sekali, sampai tidak sempat mengucapkan perpisahan pada kalian,
tapi Bapak dengar Kayo sehat-sehat saja di Sapporo.
Kabur dari rumah?
Aku dengar Ibunya memukuli dia!
Kejam!
Tapi lebih baik begini saja, 'kan?
Satoru!
Jangan khawatir!
Benar! Kalian pasti bakal bertemu lagi!
Satoru...
Pihak sekolah dan perlindungan anak telah mengambil keputusan soal Kayo.
Untuk sementara, anggap saja ceritanya seperti ini.
Baik.
Maaf ya.
Meskipun media sedang tidak bersuara,
belakangan ini selalu ada mobil polisi yang terparkir di dekat rumah Hinazuki.
Dalam kasus kali ini, sepertinya ibunya Hinazuki yang menjadi terduga.
Sudah 6 hari sejak hilangnya Hinazuki.
Pihak pemerintah kota telah mengeluarkan anjuran.
Saat kalian meninggalkan lingkungan sekolah, sebaiknya minta ditemani orangtua kalian.
Anak kedua telah menghilang.
Lebih cepat dari yang kuduga.
Satoru... kau sudah tahu?
Soal Nakanishi Aya dari SD Izumi?
Sudah.
Temanku dari SD Izumi bilang kalau dia kabur dari rumah dan tinggal bersama kakeknya.
Seperti Hinazuki saja, ya?
Cerita soal kabur dari rumah itu... pasti bohong.
Menurutku...
ini adalah serangkaian kasus penculikan.
Situasinya memang sedikit berbeda,
namun secara garis besar, waktu masih berjalan tepat seperti 18 tahun yang lalu.
Penyelidikan pun telah diumumkan ke publik,
namun TV Ishikari hanya menyiarkan beritanya pada waktu subuh dan larut malam,
dan menganjurkan orang dewasa untuk mengizinkan anaknya menonton siaran TV Ishikari yang lain saja.
Ibu pulang.
Mobil polisi yang selalu terparkir siang maupun malam di depan rumah Hinazuki,
hanya terlihat beberapa kali sejak hilangnya Nakanishi Aya.
Fokus dalam penyelidikan ini pasti telah berubah menjadi kasus penculikan.
Setelah 10 hari sejak kehilangan anaknya...
Di dalam kantung sampah yang dia buang...
Adalah rajutan sepasang sarung tangan...
Kado buatmu akan kuberikan besok, ya?
Aku janji.
Di mana ini...
Apa aku kembali?
Ke tahun 2006...
23-1, jalan distrik 4,
korbannya adalah Fujinuma Sachiko, umur 52 tahun.
Kami sedang mencari Fujinuma Satoru, umur 29 tahun yang diduga sebagai tersangka.
Kami memiliki saksi mata, ganti.
Dimengerti.
Apa kau yang bernama Fujinuma Satoru?
Salah... kalian salah...
Bukan aku...
Sialan!
Aku tidak bisa menolong Hinazuki,
Ibu tetap terbunuh,
dan aku dituduh sebagai tersangka!
Inilah kenyataan yang sedang kuhadapi!
Persiapkan dirimu!
Aku harus lari!
Episode 5 Pelarian
Pada akhirnya ke bawah jembatan.
Persiapan diriku memang hebat.
Padahal berita pembunuhan ibuku masih belum tersebar.
Pertama-tama aku harus berpikir.
Kenapa ibuku dibunuh?
Apa karena dia menyadari identitas pelakunya?
Apa saat itu ponsel ibuku ada di sana?
Tasnya?
Dua-duanya sudah tidak ada.
Jadi... pelakunya mengambil semuanya?
Apa karena berisi identitas yang bisa membongkar dirinya?
No comments yet. Be the first to leave one.