200 baris pertama.
Bagaimana aku harus memperlakukanmu?
Apa aku harus memperlakukanmu sebagai gadis muda yang menjual rokok ketika kita sekolah dulu?
Atau haruskah kuperlakukan sebagai gadis muda yang dibawa oleh Hyung Joon ke sini?
Saling mengenal satu sama lain... tidakkah itu mengganggu?
Kurasa yang terakhir lebih nyaman.
Siapa yang berada pada jam ini?
Apa yang membawamu ke sini?
Direktur!
Tuangkan aku minum.
Kau lebih diharapkan untuk pergi kapan pun. Jika kau tidak suka duduk.
Jika kau tuangkan aku minuman... Aku bisa menjadi sponsormu.
Jika kau menjadi sponsorku... Apa yang harus kuberikan padamu?
- Apa kau berpura-pura tidak berdosa? - Aku masih tidak berdosa.
Kau sangat tidak berdosa, dibanding lari dari sini, kau menunggu sebuah tawaran.
Mengagumkan.
Aku menyukainya.
Karena kita berdua keluar dari sini dan tidak tahu siapa sebenarnya kita
kenapa tidak kita ubah berandalah Kim Hyung Joon itu menjadi manusia salju dan hancurkan dia?
Ayo jadikan dia sebagai musuh publik dan pergi ke arah yang berbeda.
Itu hal yang sama.
Bahkan jika aku datang tahu itu kau, aku akan merasa hal yang sama.
Aku berterima kasih kepada Hyung Joon.
Duduklah.
Senang bertemu denganmu lagi setelah sepuluh tahun, Tuan Sepuluh Ribu Won.
Duduklah... di sebelahku.
Dan berhentilah berpura-pura seperti seorang wanita yang tahu caranya berpikir.
Kau tidak perlu berpikir dengan wajah seperti itu.
Nikmati dirimu sendiri dengan nyaman... tidakkah kau tahu apa arti menikmati diri?
Takkan buruk bagimu.
Nikmati?
- Apa kau gila? - Teganya kau melukai wajah putriku?
Sudah kubilang, gigi dibalas gigi. Uang dibalas uang.
Jika kau menghabiskan 100 juta won, aku akan menginvestasikan 200 juta won.
Jika kau melukai bagian kiri wajah anakku. Aku akan... menampar kedua sisi mukamu.
Aku tidak menyalahi etika dan melukai wajah anakmu sepertimu, di medan ini.
Kaulah yang mencegah anakku mengikuti Kontes Kecantikan Putri Mandarin!
Apa itu salahku? Apa masuk akal kalau kau salah satu dari jurinya?
Apa kau tidak percaya diri?
Hanya masalah waktu sebelum trik murahanmu mulai terlihat di bisnis ini.
Apa kau pernah melihat seorang pria malas menangkap ikan besar?
Apa kau pernah melihat seekor hiu, terperangkap diantara gigi seekor anjing?
Aku mungkin tidak begitu pandai...
tapi aku punya hati seperti orang lain.
Tidak bisakah aku...
berpikir dengan ini di sini?
Menikmati?
Ketika kau memberiku uang sepuluh ribu won semasa SMA...
tidak sekali pun waktu yang kuhabiskan denganmu nyaman, dasar bajingan.
Baik.
Jadi dibanding 10 ribu won, apa kau mau memberiku 10 juta won hari ini?
Bahkan jika kau membuat matras dari uang dan membuat selimut dari uang...
Aku lebih memilih telanjang kedinginan dan aku takkan masuk ke dalam selimut uangmu.
Sejak kau bau uang...
Ini. Beri aku 10 juta won di sini dan tunjukkan apa yang kau punya, dasar bajingan.
Karena kau pernah sekali menolakku...
harga dirimu bertambah.
Diantara kau dan aku... Hyung Joon memilihku tanpa ragu.
Dibanding uang dan pada satu waktu, cinta pertamanya...
dia langsung memilih uang. Kenapa kau bekerja dengan berandal seperti dia?
Apa kau... punya percikan ketertarikan kepada Hyung Joon?
- Pelanggan, tolong! - Hei, biarkan aku datang selama beberapa saat.
Tidak apa-apa! Aku tamu!
Hei! Hei! Hei! Hei, Ji Young! Tunggu sebentar!
- Apa yang kau ingin aku lakukan? - Jangan pergi. Ayo tinggal bersama.
Kenapa? Sehingga kau bisa melihatku menghibur dia dengan layak?
Hei, Ji Young, ayo tinggal bersama.
- Memastikan aku tidur dengan pelangganmu? - Apa?
Hei, Oh Ji Young. Bukan seperti itu sama sekali.
Hei, kau benar-benar pikir Yoon akan melakukan itu? Ini semua salah paham.
Hei, Yoon terlalu berpendidikan untuk meminta sesuatu yang konyol...
Sampai paling akhir... sampai yang paling akhir, kau tetap saja pengecut.
Dasar bajingan sial.
Hei, Oh Ji Young.
Oh Ji Young... tidak berubah sama sekali.
Duduklah.
Ayo minum.
Ayo?
Hei, maafkan aku.
Ayo minum di waktu yang lain... oke?
Ayo minum di waktu yang lain. Waktu yang lain.
Waktu yang lain.
Kakek!
Ayah!
Paman!
Ji Suk!
Jadi dulu asisten, selalu asisten? Apa-apaan itu?
Asisten bisa menang tempat pertama dan tempat kedua bisa menjadi tempat pertama!
Matahari seharusnya juga terbit di bawah.
Bagaimana bisa orang yang makan daging sepanjang waktu... terus saja makan itu?
Aku juga ingin makan daging. Aku juga ingin makan daging!
Oh, itu sakit! Sakit!
Hei! Sauna ini sangat nyaman! Wow, aku tidak sabar lagi! Apa yang...?
- Bicara padaku tentang itu. - Lepaskan!
Katakan agar ibunya Kim Hyung Joon untuk keluar!
Guru! Sementara itu, lewat sini. Ayo kita hangatkan tubuhmu!
Lepaskan. Sudah kubilang lepaskan, dasar bajingan!
Katakan supaya ibunya Hyung Joon untuk keluar! Ibunya Hyung Joon!
Aku ibunya Hyung Joon. Siapa kau?
Ibunya Kim Hyung Joon!
- Kau sangat cantik! - Nyonya Go...
- Apa kau tahu kalau anakmu hutang padaku? - Ya, aku sangat tahu!
- Apa kau tahu? - Ya, lalu kenapa?
Jika kau tetap berlaku seperti ini... anakmu... akan mati tanpa harga diri.
Dasar bajingan! Dasar kau iblis bajingan!
Jika aku punya uang untuk mengembalikan, kau pikir apa aku sekarang berada di sini?
Teganya penjahat macam dirimu mencoba mengancam nyawa anakku!
Nyonya, apa kau gila!
Silakan! Lagipula sebentar lagi aku akan mati, buka juga bajuku semua dan kau jual sana!
Silakan saja dan ambil semua uang yang kupunya dalam kotak itu!
Dasar iblis, berandalan tak ada bagus-bagusnya!
- Kenapa kau! - Apa?
Apa kau mengomel tidak dapat membayar hutangmu? Hah?
- Ke mana kau mau pergi? Ke mana? - Apa itu tadi hanya bualan saja?
Kau pikir aku tidak tahu kalau Hyung Joon tidak bisa tidur karena dirimu?
Hei! Minta Kim Hyung Joon untuk keluar!
- Hei, di mana Hyung Joon? - Aku tidak tahu. Dia masih bersama Ji Young.
- Panas! - Aduh, panas!
Jika kau kepanasan, buka bajumu. Kau pasti kepanasan.
Ini, lepaskan. Dibanding sewa bulanan sauna ini, pinjaman ini sangat konyol!
Kau lihat apa yang terjadi. Tidak ada pelanggan sama sekali dan tidak ada satu pun untuk dijual.
Tolong angkat tanganmu. Oh, panas! Panas! Jauh lebih baik.
- Apa kau mau kuambilkan minuman dingin? - Hei berandal!
Aku juga punya tangan!
Lima juta won! Lima juta won! Sementara itu, besok kita akan memberimu lima juta won!
Seberapa kerasnya kau teriak dan menjerit, tidak ada uang!
- Lima juta won? - Maaf?
Ah, iya. Jika kita memenangkan kontes Putri Mandarin, kita akan memberimu hadiah uangnya!
- Sungguh? - Ya, sungguh.
Sungguh, sungguh! Sungguh!
Hei! Apa kau mencoba membohongiku lagi?
Tuan!
Ah, sungguh!
Panas.
Aku kepanasan.
Tidak apa-apa. Kubilang, tidak apa-apa.
Aku mengerti apa yang kau bilang, jadi... hei!
Kubilang tidak apa-apa!
Nyonya, aku sekarat di sini!
Panas! Panas sekali!
Dia bahkan tidak tahu lokasi di sekitar sini! Ini membuatku gila!
Kau belum ketakukan, bukan?
Sampai penyisihan datang, aku akan memastikan dia tidak akan ketakutan lagi.
Kompetisi diantara Putri Korea... jauh lebih brutal di luar dari pada di atas panggung.
Kau telah diserang akan hal itu.
Gadis yang kupilih... akan menjadi target setiap kontestan.
Aku terburu-buru waktu itu.
Aku akan lebih hati-hati.
Cepat minum.
Kubilang minum.
Mari kita bilang kau telah dimulai hari ini.
Tiga puluh tahun yang lalu...
seorang gadis miskin yang tidak pernah merasakan kemewahan salon...
bisa mengalahkan semua gadis popular di Myeong-dong.
Tidak ada yang mengira bahwa dia bisa menjadi Putri Korea.
Itulah ceritaku.
Walau pun aku mengenakan baju-yang-sudah-layak-dihibahkan.
Melawan semua gadis yang mengenakan baju dari perancang terkenal di Myeong Dong...
Aku tidak pernah merasa rendah diri.
Pada malam sebelum seleksi final
bahkan ketika yang lain membuang bajuku ke dalam toilet...
Aku melempar air kotor kepada bajingan itu dan tidak pernah mengedip sedikit pun.
Kau pikir akan berakhir di sana?
Setelah aku menempati posisi pertama Putri Korea...
merea menggambarkan ibuku, yang punya kedai minum, sebagai bule pramuria dan aku anak campuran.
Ketikan ayahku terlibat perang saudara dengan Korea Utara, tidak tahu apa dia hidup atau mati.
Mereka bilang aku adalah seorang mata-mata yang berpura-pura sebagai murid SMA.
Seorang mata-mata?
Mereka akan tega untuk menuduh Buddha makan ikan. Gadis-gadis jalang itu.
Ini tidak masuk akal bagimu, bukan?
Tidak. Hari ini adalah permulaan.
Baik, nyonya.
Membungkuklah ke depan.
Dengarkan baik-baik. Bagian terpenting dari bagian bawah tubuh Putri korea...
adalah di sini. Tempat di mana terekatnya sebagian besar pinggul.
Ketika tinggi tubuhmu 170 cm...
dari sini ke kakimu, panjangnya setidaknya harus 86 cm.
Bagian atas tubuh 84cm. Bagian bawah tubuh 86 cm.
Itulah perbandingan sempurna dari bagian atas dan bawah tubuh seorang Putri Korea.
Kau pikir mimpiku adalah menjadi Putri Korea bukan?
Aku akan memastikan...
Putri Korea ke sebelas... akan menjadi Putri Sejagat selanjutnya.
Seperti ini. Kau harus mendorongnya ke arah pantatmu sehingga kakimu tampak lebih panjang.
Dengan cara itu, kau tidak terlihat pendek dibandingkan peserta putri kecantikan dari barat.
Jika sakit, lepaskan. Tidak masalah membuat sedikit suara.
Tidak semua orang bisa memakai mahkota tanpa mengalami rasa sakit.
Jika itu aku, aku akan datang ke sini juga.
- Kenapa kau mencoba bersaing di Putri Korea? - Jika aku menempati posisi pertama Putri Korea...
Aku tidak perlu bertemu dengan bajingan seperti dirimu.
- Kau ingin sukses. - Apa ada orang tidak ingin sukses?
Jangan mengikuti Putri Korea.
Aku mulai seperti dirimu lagi.
Sebuah kamar lain. Jika kau ingin menggunakannya, silakan. Jangan berdiri sampai mati kedinginan.
Aku tidak memerlukannya.
Aku berangkat.
- Apa kau tidur dengan nyenyak? - Oh, kau sudah bangun.
Kakek, karena Ji Young tidak di sini, bukankah nyaman memakai pakaian semaumu?
Bagaimana menurutmu perasaan Ji Young? Empat pria hidup tinggal di sini.
Dia harus kuatir empat kali lebih banyak.
Kau pikir demikian?
- Apa tidurmu nyenyak? - Apa tidurmu nyenyak?
No comments yet. Be the first to leave one.