152 baris pertama.
- Ini tempatnya? - Ini tempatnya.
- Ini barangnya? - Ini barangnya.
Ini bukan barang biasa, Morty.
Getah ini kualitas terbaik.
- Apa-apaan ini? - Sial! Sulur!
Belalang datang untuk menuai hartaku?
Hei, Pria Pohon Purba Raksasa.
Maaf, kami kira getah ini bebas diambil.
Benar. Kami bukan belalang. Hanya sepasang petualang.
Para penjelajah angkasa.
Kalian melahap planet-planetmu
lalu menyebarkan penyakitmu ke bintang-bintang.
Tidak. Kami sehat. Aku janji.
Ya, kami baru saja diperiksa
dan aku punya sedikit alergi kedelai.
Aku punya tempat untuk hewan seperti kalian.
Kalian akan direformasi.
Apa...
- ini? - Memang, Morty, ini kurang ideal
tapi aku jamin getahnya akan sepadan.
Aku mengalami malam paling gila beberapa pekan lalu karena benda ini.
Aku limbung sekali, Rick. Apa yang terjadi?
Posisiku sama, tapi aku bisa menebak
kalau akar-akar itu mengekstrak
data biologis dari pikiran kita
dan mereinkarnasi kita sebagai amuba.
Bagaimana cara kita mendapatkan kembali tubuh lama kita?
Itu pertanyaan yang salah
tapi selalu ditanya teman sel baru.
Teman sel. Kami menggunakan humor agar tetap waras di tempat ini.
Ya, banyak yang coba menyerbu planet ini dan berakhir di sini.
Pertumbuhan dan kelahiran kembali, belenggu di pergelangan kaki kami.
Di sini, orang bisa sungguh berubah
tapi jangan anggap itu kebebasan.
Berikan sitoplasmamu, dasar bajingan lembek.
- Apa? - Kalau mati, kita mulai dari awal.
Untung saja kita belum berkembang jauh.
- Usahakan jangan sampai mati, Morty. - Halo, teman-temanku yang lezat.
- Dia sekarang multiseluler. - Kembali untuk tambah lagi?
- Kita bisa hajar dia! - Astaga!
Aturan penjara, Morty. Capai puncak rantai makanan
atau kau akan menjadi santapan seseorang.
Ayo, masuk ke sini. Kita butuh nutrisinya.
Rasanya seperti tapioka asin.
Tempat ini bodoh hingga kita bisa memanipulasi DNA kita, Morty.
Kita berevolusi untuk keluar.
Langkah pertama adalah sirip.
Tunggu, bagaimana caranya?
Mitosis, Morty.
Fokus untuk menjadi putrimu sendiri.
Menjadi ikan tidak terlalu buruk. Berenang itu menyenangkan.
Aku memang suka karena kita tidak pernah haus.
Seluruh dunia adalah toilet kita.
- Udara, nikmat sekali. - Nikmat sekali.
Kuatkan dirimu, Morty, sup purba itu baru permulaan.
Kita berada di semacam bumi berongga.
Medan reinkarnasinya pasti terkandung di dalam jalinan akar Sipir Agung.
Jika kabur ke permukaan, kita akan lepas dari siklus ini.
Sialan, Morty, kau ikan paru-paru. Gunakan paru-parumu.
- Maaf. - Kau tahu butuh tekad sebesar apa
untuk menenggelamkan diri sendiri?
Apa yang mau kau coba selanjutnya?
Aku punya delapan kata untukmu. Kaki.
Ini hebat. Kita biarkan mangsa datang sendiri
- dan merencanakan langkahnya. - Sepertinya aku terjebak.
Di jaring kita sendiri?
Tidak apa-apa. Aku akan pegang kau dan tarik diriku.
Tunggu, jangan! Sialan!
- Tidak begitu menyenangkan, ya? - Menyingkirlah!
Akan kulakukan.
Morty, aku akan menumbuhkan sayap
lalu membunuh makhluk itu.
Ini luar biasa, Rick!
Evolusinya juga sangat cepat. Burung adalah dinosaurus kecil.
Baiklah, Morty, tidak ada termal
jadi kita harus evolusi sayapnya untuk bisa naik ke atas sana.
Kau belum bisa membuatkan kita kostum mecha?
Tidak. Burung bisa pergi ke mana pun mereka mau
tapi tak bisa apa-apa di sana.
Ini seperti proyeksi astral.
Celaka! Dia bisa menangkap kita di bawah sini juga.
Baiklah, cukup jelas kita harus memanjat pohon teknologi
untuk memanjat pohon yang sebenarnya
dan kita melakukannya dengan...
Tangan! Tangan yang lentur dan kuat mencengkeram
dan versi yang cukup familier dari...
- Astaga, cepat pergi saja. - Jangan tunggu aku.
Sumber air ini cukup menegangkan
- cukup banyak keranya. - Tepat sekali.
Tempat ini hanya untuk kera.
- Pergi dari sini. - Kami hanya minum air.
Serta menggunakan alat. Hei, lihat.
Dia memuaskan tongkatnya dengan batu. Dia pemuas tongkat.
- Akan kuhabisi kau, Manusia Alat. - Kami bisa pergi.
- Astaga, Rick! - Hei, apa-apaan ini?
Cara mereka membunuh monyet-monyet sedikit berbeda dari kita.
Apa yang kau lakukan, Rick?
Mereka yang memulainya. Dominasi melalui teknologi, Kawan.
Kita akan menjadi predator puncak. Tongkat ini adalah tuhanmu!
Dia memegang sesuatu!
Rick!
Aku melakukan ini untuk kita berdua. Akan kutemukan kau, suatu saat nanti.
Kurasa dia benar-benar meninggalkanku.
Kau tersesat, Nak?
Tolong, tolong jangan bunuh aku demi sitoplasmaku.
Nak, kau terlalu lama terperangkap dalam siklus kekerasan.
Entahlah, mungkin kau benar.
Aku lelah terus-menerus berkelahi.
Aku melihat jiwa yang tak terhitung menyia-nyiakan miliaran kehidupan
mencoba untuk kabur dari sini
tapi siklusnya tak bisa dilawan. Kau harus pasrah padanya.
- Mengabdilah pada alam. - Apa di sini kau akan membunuhku?
Kau trauma sekali.
Menyerbuki, membangun rumah-rumah heksagon kecil.
Rasanya senang melakukan sesuatu yang positif.
Kau lihat, kan? Kurasa sipir juga menyukainya.
Apa kejahatanmu, Morty?
Aku pengintai untuk spesies orc yang mencari planet untuk dikuasai.
Aku pengintai untuk spesies lumpur yang mencari planet untuk dikuasai.
Kalau aku, sedikit berbeda
karena aku manusia polong yang mencari planet untuk dikuasai.
Aku membantu Kakek mengambil getah.
Kukira itu untuk membuat energi atau membuatmu mabuk. Aku tidak tahu.
Itu masuk akal. Dia sepertinya tipe yang pantas di sini, tapi kau tidak.
- Terima kasih. - Ada...
G-O-R?
Seharusnya mengeja kera.
Berikutnya. Tiap siklus membawa kita lebih dekat ke pembebasan bersyarat.
Aku terluka parah sekali.
- Semuanya, ikuti pimpinanku. - Aduh.
- Pimpinanmu? Akulah sang alfa. - Bung, akulah sang alfa.
Mangsa empuk di sini, mudah sekali.
- Serang dia! - Sekarang!
- Akulah sang alfa! - Omega!
Sebuah lubang? Ini sama sekali tidak alfa.
Kita semua beta sekarang. Ayo, waktunya bertemu bos.
Hei. Aku tahu biasanya aku akan mencoba memakanmu dan sebagainya
tapi mungkin Los Lobos dan kawanannya...
Hei! Dilarang ada solidaritas antarspesies.
Para serigala telah digabungkan, Tuan.
Semua kecuali yang satu itu.
Aku minta maaf atas perkataanku tentang para kera!
- Tambah tumbukan beri fermentasinya. - Segera, Tuan.
Saatnya memanjat pohon sialan ini.
Dengar, Para Pion. Kita mulai tugas memanjat akar ini.
Akar ini akan membunuhmu jika kau menyentuhnya.
Kalian akan maju satu per satu untuk pengamatan. Maju, sekarang.
Rasanya aku dihukum karena kesetiaanku.
Pimpin dengan memberi contoh, gorila nomor tiga.
Gas di ketinggian 6m. Berikutnya!
Tahu tidak? Baiklah.
Jika kita tak bisa keluar, kita hancurkan dia.
No comments yet. Be the first to leave one.