200 baris pertama.
Kupikir sudah kau matikan alarmnya. / Sudah, keduanya.
Tapi tak kusangka kau butuh waktu lama membuka brankasnya.
Kau akan bahas itu sekarang?
Ana, apa-apa'an?
Pergilah. Keluar dari sini.
Hood! Hei!
Ya? / Kau tangkap mereka?
Tidak, tak ada yang lewat sini. / Mereka lari ke arahmu.
Sial, mereka pasti berbalik. Ayo.
Sejak kapan kalian jadi duo?
Aku butuh uang. / Ya, kita semua butuh uang.
Itu sebabnya kita bekerja bersama. / Ini bukanlah jenis pekerjaan.
Baiklah. Itu bukan jenis pekerjaan.
Kau harus beritahu aku saat kau melakukannya.
Aku tak butuh izinmu. / Kau melakukannya di sini.
Bagaimana jika salah satu Deputiku menangkapmu?
Deputimu? / Ya.
Astaga. Sadar yang kau katakan? / Itu resiko yang besar untuk pencurian kecil.
Itu benar-benar bodoh. / Aku butuh uang untuk Max.
Dengar, aku bisa membantumu.
Aku sudah setuju memakai jasa...
...dan biaya administrasimu, tapi 5%, itu kelewat...
Itu angka yang Ayahmu dan aku sudah setujui.
Jika kau tidak menyetujuinya, kita bisa membicarakannya kembali.
Aku tak tahu caranya menyembunyikan hal seperti itu di pembukuan.
Kita akan memikirkannya. Aku orang yang sangat fleksibel.
Kau memang harus begitu.
Sebaiknya kita jadwalkan rapat mingguan.
Baik.
Sudah dapat kabar soal gudang? / Detonator ponsel. Buatan sendiri.
Dan kirimannya? / Belum.
Maaf.
Kolega kita di Philadelphia...
Rebecca, masuk. Duduklah.
Kolega kita di Philadelphia?
Mengharapkan pengirimannya hari ini.
Telepon dan katakan kita akan mengirimkannya pada mereka.
Ada apa?
Ada ledakan di pabrik.
Ada yang menaruh bom. / Siapa yang melakukannya?
Itu Hood. Dia sedang menyatakan sesuatu.
Apa yang akan kau lakukan? / Tak ada, untuk saat ini.
Ada lagi yang lain. / Apa?
Rumah Potong Hewan kehilangan tenaga selama akhir pekan.
Kita punya generator cadangan. / Itu di lumpuhkan.
Semua daging sudah membusuk.
Bagaimana bisa? / Aku bicara dengan Perusahaan Listrik.
Ada yang meretas server mereka dan memutus jaringan listrik tertentu.
Dia sudah main-main denganku.
Kau tahu, ada pepatah dalam bisnis rumah makan.
Jangan beli daging di tempat kau membeli roti dan mentega.
Tidak sekalian bilang jangan makan di tempat kau makan. / Ya.
Lalu kenapa tak kau katakan itu? / Itu kurang bersajak.
Pagi, Kai.
Klab, aku bisa mengerti.
Jika karyawanku terlibat dalam kegiatan haram...
...kau terpaksa bertindak, pastinya.
Bahkan gudangnya. / Ya, aku dengar soal itu.
Meledak, 'kan?
Sekarang Rumah Potong Hewanku penuh dengan daging busuk.
Apa kau menuduhku?
Apa untungnya kau merusak dagingku?
Apa yang kau perbuat? / Apa kau datang untuk melaporkan kejahatan?
Karena jika tidak, aku agak sibuk.
Apa yang kau perbuat? / Kai.
Tenang.
Kau dan aku memiliki hubungan yang berliku. / Tidak.
Aku Polisi, Kau penjahat.
Kau mengecewakanku, Sugar. Kau harus jaga baik-baik temanmu.
Menjadi temanmu, mendatangkan bahaya.
Dia benar tentang satu hal.
Semua yang kulakukan adalah mengusiknya.
Sebelum kau putuskan untuk lebih mengusiknya...
...banyak-banyaklah memperingatkanku.
Oh, sial.
Dokter bilang kau jangan banyak bergerak, ingat?
Aku tak apa. / Ya?
Sekarang, apa ini?
Menurutku ini sangat keren. / Terima kasih.
Maksudku, itu arsitektur hebat.
Selamat pagi.
Jangan lupa inhalermu. / Sudah.
Kau tak pergi kerja? / Ambil libur beberapa hari.
Kau mau ke mana sekarang?
Pergi memberikan suara untuk Ayah Terbaik Tahun Ini.
Deva, aku tahu kau marah...
...dan aku menyesal tak banyak berada di rumah.
Bertambah buruk saat kau di rumah. / Ya, dan tak ada maaf untuk itu.
Kau harus sering di sini, Ayah. / Aku tahu.
Dan itu bukan karena...
Dengar, tak adil bagiku menempatkanmu di posisi itu...
...tapi aku sangat menyesal, Sayang. Aku akan lakukan yang lebih baik, aku janji.
Aku akan ambil sepulang kerja. / Aku yang akan ambil setelah shift-ku.
Em, aku hamil. Bukannya cacat.
Paketnya mungkin beratnya 20 atau 30 pon.
Biar pria yang lakukan untuk Istrinya yang hamil.
Kurasa kami bisa mengatasinya.
Astaga.
Kau ingin bersenang-senang?
Dia akan jadi Yawners pertama yang berhasil ke NFL.
Benarkah? Bagaimana jika dia suka melukis atau menari balet?
Dia akan jadi orang yang banyak bakat.
Aku harus kembali. / Baiklah.
Kita harus bicara.
Kau bilang akan menahan Proctor.
Aku sedang mengusahakannya. / Astaga. Setiap hari aku berpikir dia tahu...
...aku orang yang mengatakan soal gudang itu. / Dia takkan tahu bahwa itu kau.
Tapi saat ini aku butuh sesuatu yang lebih banyak.
Aku butuh sesuatu yang mengarah langsung padanya.
Aku tak tahu lagi yang lain.
Kau bilang kau bertemu dengannya 3-4 kali seminggu.
Dia meniduriku. Tak ada yang di bicarakan di situ.
Tak adakah sesuatu yang ilegal.
Sesuatu yang tak biasa. Apapun.
Suatu malam aku keluar dari rumahnya sangat larut...
...dan aku lihat ada yang memindahkan banyak peti ke ruang bawah rumahnya.
Apa yang ada di dalam peti? / Entahlah.
Kau lihat ruang bawah rumahnya? / Dia tak memperbolehkanku ke situ.
Aku harus tahu apa yang ada di situ.
Kau bercanda?! / Kami tak ingin...
...membuatmu berada dalam bahaya.
Bicara dengan kalian sudah membuatku dalam bahaya.
Pergilah. Tolong.
Kau terlalu memaksanya. / Saat ini hanya dia yang kita punya.
Tak ada yang ingin melihat Proctor di tangkap selain dia.
Memindahkan peti ke ruang bawah bukanlah kejahatan.
Tergantung apa isi petinya. / Itu tak cukup untuk mendapat surat perintah.
Dan tanpa surat perintah, kau tak bisa ke sana.
Bos. / Apa? Aku tahu.
Benarkah? / Ya.
Ini dia jalang bodohnya.
Hai. / Hai.
Boleh aku bertanya? / Tentu.
Sejak kapan kau jadi pengkhianat Ras-mu?
Menyingkirlah.
Oh, tidak. Lihat itu. / Permisi.
Jangan bilang ini bayi setengah negro.
Apa yang kau lakukan, Bung? Ayo, kita pergi.
Hubungi 911. / Cepat.
Masuk.
Bocah di motel, dia bilang namanya padamu?
Dia bilang Jason. / Jason.
Dia tak mengatakan apapun tentang dirinya?
Tidak.
Hanya saja aku tak mengerti mengapa...
...Hood begitu peduli soal yang terjadi padanya.
Maksudku, itu...
Apa yang akan kau lakukan?
Soal Hood? / Ya.
Dia putus asa karena tak mendapat apa-apa...
...dan dia berusaha membalasnya dengan memprovokasi yang sama nekatnya.
Bagaimana dengan semua kerugianmu?
Kau tahu, aku berpikir ke depannya.
Kerugian itu bukan apa-apa di bandingkan apa yang akan kita dapat dengan Longshadow.
Dan aku tak bisa membahayakan itu melebihi dendam...
...pribadiku dengan Hood. Tak peduli seberapa inginnya aku.
Aku tak percaya kau begitu sangat menahan dirimu.
dr. Irvin ke bagian Ortopedi.
dr. Irvin ke bagian Ortopedi.
Permisi. / Meg, sayang. Ini Emmett. Aku di sini.
Pak... / Sungguh menyakitkan.
Ada apa? Dia mau di bawa ke mana?
Dokternya di sini. / Saya dr. Holland.
Dia pendarahan dalam. Kami akan mengoperasinya.
Baiklah, sayang. Katakan yang terjadi.
Orang-orang ini.
Berkepala plontos.
Bertato.
Mereka mengenalmu. / Anda harus tetap di sini, Pak.
Emmett, aku takut.
Baik. Baiklah. Dengar, aku akan ada di sini.
Emmett, aku takut. / Pak, Saya ingin anda...
Aku takut. / Tak apa. Aku ada di sini.
Pak, kami harus pergi.
Emmett.
Ada apa? / Meg, mereka membawanya ke ruang operasi.
Itu pengemudi yang kita interogasi tempo hari.
Sharp. / Skinhead?
Sialan. / Kurasa dia ingin balas dendam.
Brengsek. / Kau mau ke mana?
Menangkap Sharp. / Tidak, kau tetap di sini. Kami yang akan pergi.
Jangan halangi aku, Brock! / Dengar, Em.
Emmett, Emmett. Lihat aku. Lihat aku.
Meg butuh kau di sini, oke?
Dia membutuhkanmu. / Kami akan tangkap mereka.
Aku janji. Kami akan tangkap mereka.
Oke?
Semuanya akan baik-baik saja.
Siapa informanmu? / Itu rahasia.
Dia bersedia bersaksi? / Tidak.
Bagaimana kau tahu bisa mempercayainya?
Anggap saja dia punya alasan bagus untuk melihat Proctor di tangkap.
Selama alasannya bukan karena pistolmu di wajahnya.
Kurasa kau salah berpikir tentangku, Nn. Medding.
Kau bukanlah Polisi koboi pertama yang pernah berurusan denganku.
Kalian semua tersenyum, mematuhi aturan...
...tapi kau sesungguhnya yang menembak duluan dan tak pernah bertanya.
Dan di sini aku berpikir kita sudah mulai saling cocok.
Dari yang kutahu, hal seperti ini sudah pernah terjadi sebelumnya dengan Kai Proctor.
Jika aku memberikan surat penggeledahan, itu haruslah berguna.
No comments yet. Be the first to leave one.