200 baris pertama.
FILM NETFLIX ORIGINAL
Baik. Bagus, Anak-anak. Siapa yang tahu lagu ulang tahun?
Aku!
Tidak ada?
Aku!
Apa ini? Baiklah. Aku akan ajarkan. Setuju?
Sudah siap.
- Sudah siap? - Ya.
Selamat ulang...
- Ayo. - Semoga tidak padam.
Sentuh hidungmu seperti yang aku lakukan
Karena jika kau tidak menyentuhnya
Kau akan selalu merasa sedih
Kue!
Ayo!
Aku datang. Coba kita lihat, di mana gadis yang berulang tahun?
- Ini. Buatlah permohonan. - Aku ingin telur.
Tiup lilinnya.
- Aku akan ambil piringnya. Sini. - Baik.
Aku lapar sekali.
- Luis, kau bisa urus ini? - Tentu.
- Ini. Hati-hati. - Coba kita lihat.
- Ini dia. - Aku dahulu.
Halo.
Sandra, aku meneleponmu, kau tidak jawab.
Kau belum pulang?
Kami masih di sini dengan rekan kami. Aku akan terlambat pulang.
Sulit kupercaya kau di sana. Ini seperti Natal.
Kau akan ketinggalan pesawat.
- Kenapa masih di sini? - Tunggu.
Sedang ada masalah. Ini giliranku.
- Sudah cetak bagianku? - Di sini.
Kau tahu apa taruhannya, bukan?
Jika mengacaukannya, kau akan celaka.
Jangan merokok.
Mereka tak boleh lihat kau merokok.
Permisi.
Germán?
Aku harus masuk lagi.
Tidak, bilang kau harus pergi.
Tidak bisa. Sudah sebulan kami merencanakan ini.
Lalu pestanya?
Sandra, bosku membutuhkanku.
Juga putrimu dan kau 483 km jauhnya.
Jika tak tanda tangan, merger akan batal.
- Kau tak datang. - Datang. Tenanglah.
Aku datang. Aku naik mobil kantor.
Baik. Pukul berapa akan tiba?
Sekitar pukul 22.00. Aku akan pergi satu jam lagi.
- Apa kau membawa kadonya? - Sandra...
Kau tidak bawa.
Apa yang kau lakukan?
Apa yang kau lakukan? Hei!
Bajingan itu tidak berhenti.
Biar kuangkat.
- Halo. - Halo? Siapa ini? Luis?
Ya, Germán. Ini aku. Bagaimana kabarmu?
Baik. Bisa oper ke istriku?
- Entahlah... - Ya.
- Ini dia. Semua baik-baik saja? - Ya, baik.
Ya, ini dia.
Germán.
Sandra, aku di jalan. Aku membawa kado, namun terjebak macet.
Pesta sudah usai, 'kan?
Ya, mereka anak-anak.
Kenapa Luis masih ada?
Karena kau tidak di sini.
Aku tidak suka ini, Sandra.
Aku juga, namun aku butuh bantuan.
- Pukul berapa kau pulang? - Entahlah. Kurasa sekitar pukul 24.00.
Maaf. Aku mengacau. Selalu. Jadi, begitulah.
Di mana putriku?
Tunggu. Estela, ini ayahmu.
- Halo. - Apa kabar, Sayang? Bagaimana pestanya?
Bagus. Aku mendapat banyak kado.
- Kenapa Ayah tidak datang? - Maaf, Sayang.
Ini hari buruk. Ayah tebus akhir pekan ini, ya?
- Apa kau merindukan Ayah? - Ya.
Ayah sudah belikan kado?
Kado? Untuk siapa?
- Ya, aku tahu Ayah punya kado. - Tentu saja.
Oper kepada ibumu. Ayo. Cium.
Ibu?
Ya.
Lihat? Dia lebih pengertian darimu.
Benarkah?
Germán, tidak bisa terus seperti ini.
Kau terlalu baik. Mereka merendahkanmu.
Jangan bilang begitu, Sandra.
Ya, itu benar. Dan yang lebih parah, kau tidak sadar.
Tahu yang paling menyakitkan?
Tak ada komitmen untuk keluargamu.
Ini untuk kita. Kau pikir aku suka pergi pada hari ulang tahunnya?
Germán, datanglah ketika kau merasa ingin.
Kubilang lepaskan lenganku!
Silvia, kumohon.
Gloria PSK. Dia akan bawa masalah.
Jauhi aku! Ini hidupku! Berapa kali harus kubilang?
Silvia, tolong jangan pergi. Ibu mohon kepadamu, Sayang.
Apa kau mau keluar?
Ibu mau apa? Aku di sini bersama Ibu?
- Jangan begitu kepada ibumu. - Terserah, dia ibuku!
Hapus riasanmu. Tetap di sini!
- Tidak mau, Bajingan! - Berengsek!
Selama di rumah ini, patuhi kami.
- Kau sedang apa? - Silvia, Ibu mohon.
Ayo lihat apa kau berani.
Jangan mendesakku.
Aku tak mau tinggal di sini. Umurku sudah 17 tahun!
- Bagus, 'kan? - Bagus sekali!
- Cobalah, Silvia. - Tidak mau.
- Kau harus coba. - Tidak usah.
Persetan denganmu. Bukankah kau dilarang kembali?
Ini demi kebaikanmu.
Karena tidak ada apa-apa di kotamu.
Di mana kau menemukan yang ini? Dia payah sekali.
Ya, dia berengsek.
Dia selembut Cookie Monster.
- Dengar... - Kau tak suka Chato?
Itu temannya, mengerti? Hati-hati.
- Apa yang lucu? - Urus urusanmu sendiri.
- Bokongmu juga bau. - Persetan kau.
Setiap hari. Mereka tak bisa hadapi kita, Saudariku.
- Tak akan. - Coba saja.
Hei, keraskan volumenya.
- Pengalaman pertamanya. - Kau baru memerawani hidungmu.
- Benar. - Dia menjagamu dengan baik.
- Apa yang kau lakukan? - Kado kecil untuk saat kau sedih.
- Ke mana kita pergi? - Tempat baru. Kau pasti suka.
HALO
Wafatnya orang yang dicintai...
Seorang kolega, teman, tenggelam di kolam renang.
Berat temannya sekitar 90 kg,
dan mengeluarkannya dari kolam dalam kondisinya...
Sorot matanya akan kuingat selamanya.
Juga ketakutan melihat kematian, tahu?
Selalu teringat sejak saat itu...
POLISI
- Selamat malam. - Malam.
Lampu besarmu mati.
Ya, benar. Tadi aku ditabrak. Aku tidak menyadarinya.
- Tunjukkan SIM dan STNK. - Ya, tentu.
- Ini bukan mobilmu? - Milik perusahaan.
- Ada asuransi? - Semoga. Ini perusahaan asuransi.
Keluar dari mobil.
Kubilang, keluar.
- Apa masalahmu, Pak? - Tidak ada.
- Kau habis minum-minum? - Tidak.
- Kami akan melakukan pemeriksaan alkohol. - Kenapa?
Karena kau melaju zig-zag.
Aku hargai kalian ikut bersamaku sejauh ini.
- Aku tidak bisa menginap. - Kau tidak fit menyetir.
Aku tertidur. Aku bisa atasi ini.
- Aku sudah terbiasa. - Kau mau mobilmu kusita?
Istriku menungguku. Ini ulang tahun putriku.
Mana yang tidak kau mengerti?
Jika kau ingin membahayakan hidupmu, terserah.
- Kau bahayakan orang lain. - Harus ada lampu.
Kau sudah diperingatkan. Bijaksanalah. Kami juga.
Teken di sini.
- Aku cuma mau pulang dan istirahat. - Semoga hidup.
Selamat malam.
Kuncimu.
Aku cemburu sekali. Apa kau tak mau bercinta juga?
- Tidak. - Kau pasti suka. Aku jago soal itu.
Apa yang kau lakukan?
Jangan begitu, aku tak akan lakukan hal buruk kepadamu.
Jangan sentuh.
- Ayo. - Jangan sentuh aku!
- Tenanglah. - Kau mau apa, Bajingan?
- Kubilang, jangan ganggu aku! - Wanita sialan!
Gadis nakal! Kau gadis nakal!
Sedangkan kau seekor babi!
- Silvia! - Ada apa?
Kau mau ke mana?
Jika kutangkap, akan kubunuh kau!
- Hei, santai. - Akan kubunuh kau! Lepaskan aku.
- Ayo pergi, kumohon. - Aku berdarah.
- Ibuku saja tak menyentuhku! - Ayo.
- Enyah dariku. - Chato, cukup.
- Sialan kau, Berengsek! - Sialan kau.
Berhenti! Hei, kumohon. Hei!
Panggilan darurat, 112.
Ya, ada kecelakaan di jalan tol.
Kecelakaan. Butuh ambulans?
Ya, tolong. Sekarang juga.
- Sebutkan rute dan kilometernya. - Aku tidak tahu.
- Aku di jalan tol... - Baik. Aku akan mencarimu.
- Ya. - Bisa ceritakan kejadiannya?
Halo?
Ya. Hanya saja...
Sistem tak dapat menemukanmu. Pindah ke tempat
- yang bisa kami lacak. - Apa maksudmu "pindah"?
- Aku tidak bisa. Ada... - Kau luka?
- Tidak. - Kau tidak terluka?
- Tidak. - Maka berikan
informasi spesifik agar bisa kami tolong.
Halo? Dia menutup telepon.
Maafkan aku. Aku sungguh minta maaf.
Telepon sekarang.
No comments yet. Be the first to leave one.