200 baris pertama.
Meski kau meyakini Trendex tinggi itu berarti kurva penjualan yang meningkat...
- Mr. Thornhill. - Selamat malam, Eddie.
- Bilang apa kabar pada nona ini. - Kita belum bicara.
Rekomendasiku masih sama.
Sebarkan kabar bagus ini sebagai bagian yang tak begitu penting semampu kita.
Biarkan pihak penentang dapat penilaian tinggi selagi kita meraup banyak pendapatan dengan segala cara.
Kenapa kita tak berkumpul di Colony minggu depan untuk makan siang?
Biar kudengar darimu, Sam. Pikiran bahagia, seterusnya, dan seterusnya.
Ayo. Sebaiknya kau ikut aku ke Plaza.
- Aku tak bawa mantel. - Turunkan gula darahmu. Ayo.
- Berikutnya? - Gretchen Sabinson.
Oh, ya. Kirimkan dia satu kotak permen Blum's, $10. Kau tahu bentuknya.
Tiap dos dikemas dengan lembaran warna emas. Dia akan suka.
Dia akan berpikir dia sedang menghasilkan uang.
Bilang padanya: "Sayang, aku hitung berhari-hari, berjam-jam..."
- Dulu kau sudah sampaikan. - Benarkah?
Taruhlah: "Sesuatu demi gigi manismu, sayang, dan semua bagian dari dirimu yang manis. "
- Aku tahu itu lebih baik. - Bisa kita panggil taksi, Mr. Thornhill?
- Apa? Untuk dua blok? - Kau terlambat dan aku lelah.
Kau tahu itu masalahmu, Maggie, kau tak makan yang sepatutnya. Baiklah.
Ini. Taksi.
Maafkan aku. Aku ada wanita yang sakit parah. Kau tak keberatan, kan?
- Tidak. - Terima kasih banyak.
Sama sekali tak masalah.
- Perhentian pertama, Plaza. Jangan buat aku marah. - Orang malang.
Oh, sudahlah. Aku buat dia bahagia.
- Aku buat dia seperti orang yang suka menolong. - Dia tahu kau bohong.
Maggie, dalam dunia periklanan, tak ada yang sepenuhnya bohong.
Hanya ada satu cara demi sesuatu yang lebih. Kau akan tahu itu.
- Aku terlihat gemuk menurutmu? - Apa?
Aku merasa gemuk.
Taruh catatan di meja kerjaku besok pagi: "Berpikir kurus. "
"Berpikir kurus. "
- Sebaiknya lewat 59th Street, sopir. - Baik.
Oh. Segera setelah kau balik ke kantor, hubungi ibuku.
Ingatkan dia kami ada tiket teater untuk malam ini.
Makan malam di restoran 21, pukul 7:00.
Aku akan pesan dua martini di bar Oak, agar dia tak perlu mencium nafasku.
- Dia tak mungkin melakukannya. - Tentu dia lakukan. Seperti anjing polisi.
Bigelow pukul 10: 30 jadwal pertamamu besok, kau menghadiri latihan the Skin Glow siang hari...
...lalu makan siang dengan Falcon dan istrinya.
- Oh, ya. Di mana? - Restoran Larry and Arnold, pukul 1:00.
Kau ingin pesan nanti?
Tentu saja tidak.
Ini, sopir, antar nona ini kembali ke kantor.
- Baik. - Harusnya itu cukup.
- Jangan lupa, hubungi ibuku segera. - Takkan lupa.
- Selamat malam, Mr. Thornhill. - Selamat malam, manis.
Oh, sebentar, Maggie. Kau tak bisa menghubunginya. Dia ada di...
- Selamat malam, Mr. Thornhill. - Selamat malam, Victor.
Aku mencari Mr. Weltner dan dua rekannya.
Ya, tuan. Sebelah sini.
- Herman. - Roger.
- Aku sedikit terlambat. - Roger Thornhill.
- Fanning Nelson. - Apa kabar?
- Apa kabar? - Larry Wade. - Apa kabar?
- Kami datang sedikit lebih awal, Roger Thornhill. - Oh, tak begitu lama.
Aku bilang pada Larry dan Fanning bahwa kau mungkin sedikit terlambat tapi tak ada orang datang lebih cepat dari dia pulang.
- Ada apa denganmu, Thornhill? Kau nampak gelisah. - Aku baru melakukan sesuatu yang bodoh.
Aku bilang ke sekretarisku untuk hubungi ibuku. Aku baru sadar dia tak mungkin bisa menghubunginya.
- Kenapa begitu? - Dia bermain bridge di tempat salah seorang temannya.
- Sekretarismu? - Bukan. Ibuku.
Satu dari apartemen yang baru. Catnya basah dan belum ada telepon.
- George Kaplan. - Mungkin aku bisa mengirimnya telegram.
- Mr. George Kaplan. - Bung.
- Kaplan. - Aku harus kirim telegram segera.
Bisa kau kirimkan untukku jika aku menulisnya untukmu di sini?
Oh, aku tak diperbolehkan untuk melakukannya, tuan, tapi bila anda bersedia mengikutiku.
- Bisa aku permisi dulu, tuan-tuan? - Silakan.
- Tepat di sebelah sana, tuan. - Ya, terima kasih.
Terima kasih, tuan.
Sebentar, apa ini maksudnya?
Ada mobil menunggu di luar. Kau jalan di tengah kami dan diam.
- Kau ini bicara apa? - Jalan.
Jalan ke mana? Siapa? Kalian siapa?
Hanya pesuruh yang bawa senjata tersembunyi.
Pistolnya diarahkan ke jantungmu. Jadi tolong, jangan buat keputusan yang salah, aku mohon padamu.
Oh ayo, apa-apaan ini, ini banyolan atau apa?
- Ya, banyolan. Kita akan ketawa di mobil. - Ayo.
Tapi ini menggelikan.
Jangan bilang padaku ke mana kita pergi, kejutan buatku.
Kau tahu, aku tinggalkan beberapa teman di bar Oak.
Mereka bakal beranggapan aku ini sangat tidak sopan.
Maksudku, bisa kita berhenti di toko obat sebentar...
...agar aku bisa jelaskan bahwa aku ini, diculik?
Itu yang sedang terjadi, kan?
Terkunci.
Siapa itu Townsend?
Sungguh?
Menarik.
- Mana dia? - Di atas, ganti pakaian.
- Bilang padanya aku di sini. - Tamu makan malamnya sudah menunggu.
Lupakan. Bilang padanya: "Kaplan. "
Oh ya, apa yang kita punya untuk hidangan penutupnya?
- Ada orang di ruang perpustakaan? - Tak ada.
Sebelah sini.
Kau tunggu di sini.
Tak perlu buru-buru. Aku akan selesaikan bacaanku.
Selamat malam.
Tak seperti yang kuduga. Sedikit lebih tinggi.
Sedikit lebih baik dari yang lain.
Oh, aku senang sekali kau senang, Mr. Townsend.
Tapi aku takut karena ini sudah jelas.
Apa maksud semua ini? Untuk apa aku dibawa kemari?
Permainan? Seperti itu?
Tidak jika aku anggap kejadian ini adalah penculikan...
...tapi aku punya tiket teater untuk malam ini.
Untuk perlihatkan apa aku menginginkannya. Aku sering menjumpai kejadian yang tak masuk akal seperti ini.
Dengan keahlian berakting, kau bisa jadikan ruangan ini sebagai tempat pertunjukan teater.
Oh, Leonard, kau sudah bertemu tamu kehormatan kita ini?
Dia penjahit yang bagus itu, kan?
Sekretarisku pengagum berat metodemu, Mr. Kaplan.
- Sulit dimengerti, tapi bisa mengelabui... - Sebentar. Tunggu, tunggu.
- Kau panggil aku "Kaplan"? - Aku tahu kau punya banyak nama...
...tapi aku bersedia menerima pilihan namamu saat ini.
Pilihan nama saat ini?
Namaku Thornhill. Roger Thornhill. Tak pernah ada nama lain.
Tentu saja.
Temanmu bawa paket yang salah ketika mereka membawaku kemari dari mobil.
Duduklah, Mr. Kaplan.
Sudah kubilang, aku bukan Kaplan, siapapun dia. Aku...
- Permisi. - Ya?
Tamunya sudah datang, sayang.
Temuilah mereka. Aku akan menyusulmu sebentar lagi.
Sekarang, bisa kita bicarakan urusan kita?
Aku bersedia untuk itu.
Langsung saja, aku ingin kau ceritakan padaku seberapa banyak kau tahu tentang rencana kami...
...dan bagaimana caramu dapat informasi itu.
- Aku tak berharap pembicaraan ini sia-sia. - Tentu saja tidak.
Jangan salah paham, aku tak berharap kau menerima usulan ini...
...tapi setidaknya aku bisa memberimu kesempatan hidup malam ini.
Apa kira-kira itu maksudnya?
Kenapa kau tak memberiku kejutan, Mr. Kaplan, lalu katakan ya?
- Aku sudah bilang padamu... - Kami tahu ke mana kau pergi.
Aku tahu ke mana aku pergi.
Aku akan pergi ke teater Winter Garden di New York, dan kupikir sebaiknya aku pergi.
Townsend, kau buat kesalahan serius.
Ini akan mengarah pada kesimpulan yang sangat tak menyenangkan, Mr. Kaplan.
- Aku bukan Kaplan. - Aku harap kau pertimbangkan kembali.
Kami juga tahu hubunganmu di Pittsburgh sejak Jason bunuh diri.
Hubungan apa? Aku belum pernah ke Pittsburgh.
Pada tanggal 16 Juni, kau menginap di hotel Sherwyn di Pittsburgh...
sebagai Mr. George Kaplan dari Berkeley, California.
Seminggu kemudian, kau menginap di hotel Benjamin Franklin Philadelphia...
sebagai Mr. George Kaplan dari Pittsburgh.
Pada tanggal 11 Agustus, kau tinggal di Statler di Boston.
Pada tanggal 29 Agustus, George Kaplan dari Boston menginap di Whittier di Detroit.
Saat ini, kau menginap di kamar 796...
...di hotel Plaza di New York sebagai Mr. George Kaplan dari Detroit.
- Benarkah? - Dua hari lagi...
...harusnya kau ada di hotel Ambassador East di Chicago.
Lalu setelah itu di hotel Sheraton-Johnson di Rapid City, Dakota selatan.
- Itu bukan aku. - Sulit sekali dipahami...
...terus berupaya membohongi kami lebih jauh lagi daripada kami membohongimu, Mr. Kaplan.
Aku tak berpikir ada gunanya jika aku perlihatkan padamu dompetku, kartu identitasku...
- SIM, dan hal lain seperti itu. - Itu akan memberimu kebaikan.
Mulai terlambat. Aku ada tamu.
Kau berniat untuk bekerja sama dengan kami? Aku ingin jawaban pasti ya atau tidak.
Sudah pasti tidak.
Demi alasan yang pasti, aku benar-benar tak tahu apa yang kau bicarakan.
Beri Mr. Kaplan minum, Leonard.
Perjalanan yang menyenangkan, tuan.
- Scotch? Rye? Bourbon? Vodka? - Tak perlu, terima kasih. Aku ingin di antar kembali ke kota.
Oh, itu sudah diatur.
Tapi pertama, suguhan untuk tamu.
Bourbon.
Kau saja yang minum. Aku sudah cukup menerima tekanan hari ini.
Akan lebih mudah jika kau tuangkan sendiri. Jika tidak, maka akan perlu buat kami untuk memaksa.
Bersulang.
Tak perlu mengkhawatirkanku. Aku bisa naik bus.
Terima kasih atas tumpangannya, kawan.
Aku ingin orang ini diperiksa karena berkendara dalam keadaan mabuk.
- Benarkah? - Ya.
Kau tahu, mereka mencoba untuk membunuhku. Dia tak mau mendengarkanku.
Di rumah yang besar, mereka coba membunuhku.
- Baiklah, ayo masuk ke dalam. - Aku tak mau masuk ke dalam.
- Seseorang hubungi kepolisian. - Ayo. Ayo sekarang.
Baiklah.
Duduk.
Aku tak mau duduk.
Sangat baik-baik saja. Lihat?
Kami akan jebloskan mereka. Kami tuntut mereka. Penyerangan dan penculikan.
Penyerangan dengan pistol, bourbon, dan mobil sports. Kami akan jebloskan mereka.
Kau akan membaik setelah bangun tidur. Kami sudah sediakan sel yang bagus.
- Aku tak mau sel. Aku mau polisi. - Mobil itu baru dilaporkan telah dicuri.
Milik Mrs. Babson di Twining Road.
- Aku harus telepon seseorang. Mana teleponnya? - Kau diperbolehkan menelepon sekali.
- Sebelah sini. - Terima kasih.
Sebaiknya kau hubungi pengacaramu.
Butterfield 8-1-0-9-8.
Memang aku siapa, operator telepon?
Butterfield 8-1-0-9-8.
Sebentar. Ini.
Terima kasih.
Halo, ibu?
Ibu, ini putramu, Roger Thornhill.
Ya.
Sebentar, aku akan cari tahu.
- Aku di mana? - Pos polisi Glen Cove.
Pos polisi Glen Cove.
No comments yet. Be the first to leave one.