Conclave

Conclave

Unduh Subtitle Indonesian

Informasi rilis

Conclave 2024 BluRay x264 AAC5 1-[YTS MX] & WEBRip
Komentar oleh tedi
Retail Catchplay Resync for BluRay & WEBRip

Tag

bluray
Diterbitkan pada: 2025-09-27
Unduhan: 193
Tuna Rungu: No

Pratinjau subtitle Indonesian

200 baris pertama.

Lantai delapan.

Pintu membuka.

Yang Mulia...

Datanglah wahai orang-orang kudus Allah...

tampillah para malaikat Tuhan, sambutlah jiwaku...

persembahkanlah ke hadirat Yang Maha Tinggi.

Dan semoga Kristus yang memanggilmu menyambutmu...

semoga para malaikat membawamu ke pangkuan Abraham.

Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan, dengarkanlah suaraku.

Jiwaku berharap kepada Tuhan, lebih dari pada penjaga menantikan pagi...

lebih dari pada penjaga menantikan pagi, berharaplah Israel kepada Tuhan.

Kemuliaan bagi Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus.

Seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad.

Amin.

Dia bersama Tuhan.

Takhta Suci kini kosong.

Takhta Suci kini kosong.

- Aldo. - Ya?

Hei.

Apakah ada yang keberatan aku mengambilnya sebagai kenang-kenangan?

Tentu tidak, ambillah, dia ingin kau memilikinya.

Karena kita sering memainkannya di waktu malam.

Kata beliau, itu membantu dia lebih rileks.

Dan siapa yang menang?

Beliau. Beliau selalu delapan langkah di depan.

- Aldo, aku turut berduka. - Ya.

Kau tahu yang terjadi?

Tidak. Kata mereka serangan jantung, tapi...

sudah ada peringatan.

Aku tak mendengarnya.

Ya. Beliau tidak ingin ada yang tahu.

Beliau takut jika kabar itu tersiar, mereka akan menyebarkan...

desas-desus beliau akan mengundurkan diri.

Para pejabat Kuria.

Ya.

Baik.

Janusz...

aku tahu ini sulit bagimu tetapi...

Kita harus siapkan pernyataan lengkap.

Siapa yang menemukan jasad Bapa Suci?

Aku, Yang Mulia.

Lalu apa yang kau lakukan?

Aku... menelepon doktor Bapa Suci.

Tetapi sudah terlambat.

Jam berapa saat itu?

Sekitar jam 11.30, Yang Mulia.

Kami akan meneleponmu lebih awal, tapi...

Thomas, maafkan aku.

Aku tahu Yang Mulia tak punya kolega yang lebih dekat daripada kau dan Aldo...

namun Aku meminta Janusz menunda menelepon kalian.

Aku ingin memastikan semua fakta.

Kau tahu bagaimana desas-desus menyebar.

Aku sudah siapkan kronologi hari terakhir Yang Mulia...

dan ini kronologi catatan medis terbaru milik Bapa Suci.

Siapa terakhir yang punya janji temu dengannya?

Sepertinya itu aku.

Pastor Wozniak, Aku yang terakhir?

Kau yang terakhir, Yang Mulia Tremblay.

Catat semua pertemuan yang dia lakukan hari itu.

Itu akan menunjukkan seberapa keras dia bekerja sampai akhir.

Itu memperlihatkan kita memberi beban besar pada orang sakit.

Kepausan memang beban besar, khususnya untuk seorang yang sudah tua.

Kalau begitu, Dekan...

sepertinya tanggung jawab penyelenggaraan konklaf jatuh padamu.

Segel kamarnya.

TIGA MINGGU KEMUDIAN MALAM PELAKSANAAN KONKLAF

Pihak keamanan ingin menguji pengacak sinyal untuk yang terakhir, Yang Mulia.

Sebaiknya melakukannya cepat.

Maksudku, apa ini benar perlu, Willi?

Ya, sepertinya begitu.

Mereka bilang penyadap bisa memanfaatkan laser untuk membaca getaran pada kaca.

- Sungguh? - Semoga tak ada yang mengidap klaustrofobia.

Siapa tahu berapa lama kita akan di sini?

Bisa kau yakinkan aku bahwa kita akan selesai tepat waktu?

Mereka akan bekerja sampai malam, jika dibutuhkan

Tak apa, Yang Mulia. Selalu begitu. Kau tahu, ini Italia.

Maaf aku cerewet.

Yang Mulia, menurut Aku ini gambaran neraka yang cukup adil.

Jangan menghujat, Ray.

Neraka akan tiba besok saat kita mendatangkan para kardinal.

Sekarang, bagaimana kuucapkan ini?

Kahl-koh, Yang Mulia. Dia orang India.

Oh, Kahl-koh, terima kasih.

Uskup Agung Wozniak minta bertemu, Yang Mulia.

Menurutku itu tidak mungkin.

Para kardinal akan tiba sejam lagi. Tentang apa?

Dia tidak mengatakannya. Sebenarnya aku tidak mau menyebutkan hal ini...

hanya saja dia terlihat sangat kesal.

Ray, kita akan diisolasi mulai jam enam.

- Seharusnya ia datang kepadaku lebih awal. - Ya. Aku akan kabari dia.

Tak usah, Ray. Sampaikan aku akan menemuinya setelah bertemu para kardinal.

Orang malang itu mengkhawatirkan masa depannya.

Jadi ada berapa banyak, Willi?

103, Yang Mulia Lawrence.

Aku ingin tahu di mana Tedesco.

Mungkin dia tak datang.

Itu harapan yang amat berlebihan.

Kita bisa menunggu di dalam jika kau mau?

Tidak, di luar saja dan hirup udara segar selagi bisa.

Pastor Bellini...

Aldo.

- Aku yang terakhir? - Tidak juga. Apa kabar?

Oh, cukup mengerikan

Sudah baca surat kabar?

Tampaknya sudah diputuskan bahwa itu aku.

Dan kebetulan aku setuju dengan mereka.

Bagaimana jika aku tidak menginginkannya?

Tak ada orang waras yang mau kedudukan itu.

Beberapa rekan sepertinya menginginkannya.

Bagaimana jika dalam hati aku tahu tidak layak?

- Kau lebih berharga dari kami semua. - Tidak.

Kalau begitu, beri tahu pendukungmu untuk tak memilihmu.

Wariskan piala suci itu.

Dan memberikan ke dia begitu saja?

Aku takkan pernah bisa menanggung penyesalan ini

Yang Mulia Tedesco.

Dekan Lawrence. Apa kabar?

Aku Baik, Goffredo.

Maaf, kereta dari Venice ditunda.

- Kami merindukanmu. - Ya.

Tak diragukan.

Tapi jangan khawatir, teman-teman selalu memperbarui informasi untukku.

Kau baik-baik saja?

Tak ada yang benar-benar sehat seusia kita. Ya, kan?

Ya, benar.

Dan kau bagaimana?

Apa yang kau rasakan dengan tanggung jawab baru?

Semua terkendali?

Ya, aku rasa begitu.

- Yang Mulia Tedesco, bolehkah? - Tidak!

- Sampai nanti. - Sama-sama. Sampai nanti, Yang Mulia.

Ya Tuhan, intu besar sekali.

Rupanya, Paus Yohanes XXIII terlalu gemuk untuk memakai jubah ukuran terbesar...

jadi mereka harus membuka pelipit di belakang agar muat di badannya.

Kau kelihatan capek.

Ini semua tugas yang tak pernah terpikir harus kulakukan.

Kukira Paus akan hidup lebih lama dari kita semua.

Kami tidak berpisah dengan baik.

Aku minta izin padanya untuk mengundurkan diri sebagai Dekan

Bergabung dengan sebuah ordo.

Apa yang beliau katakan?

Beliau menolak pengunduran diriku.

Katanya, ada yang terpilih sebagai gembala...

dan ada pula yang mengelola peternakan.

Rupanya, aku seorang manajer.

Dia bercerita padaku tentang krisis kepercayaanmu.

Tapi kau harus tahu bahwa...

beliau juga mengalami keraguan menjelang akhir.

Paus punya keraguan terhadap Tuhan?

Tidak, tidak pernah ragu terhadap Tuhan.

Dia hilang kepercayaan pada Gereja.

Pastor Wozniak.

Atas nama Bapa, Putera, dan Roh Kudus.

- Pengakuan dosaku empat minggu lalu. - Janusz.

Janusz, aku belum punya waktu mendengar pengakuan dosamu.

Masih banyak yang harus dilakukan.

Kau minum minuman keras?

Apa yang mengganggu perasanmu? Katakan.

Seharusnya aku menemuimu sebelumnya...

tapi aku berjanji tidak akan mengatakan apa pun.

- Janji pada siapa? - Kardinal Tremblay.

Janusz, pintu akan segera ditutup dan kamu harus pergi.

Jika kau janji pada Kardinal Tremblay, salah kalau pada hari kematian Paus...

Hari saat Paus wafat,

orang terakhir yang punya janji bertemu resmi dengannya,

- adalah Kardinal Tremblay. - Ya, Aku tahu, itu ada di kronologi resmi.

Pada pertemuan itu, Bapa Suci memecatnya.

Apa?!

Dia memecatnya!

Mengapa?

Karena pelanggaran berat.

Dan kau baru memberitahuku sekarang?

Kami akan diisolasi, Janusz.

Maafkan Aku.

Tetapi baru beberapa hari terakhir Aku mulai mendengar desas-desusnya..

Desas-desus apa?

Dia mungkin terpilih sebagai Paus.

Dan kau anggap ini sebagai tugasmu untuk mencegahnya, bukan?

Aku tidak tahu lagi apa tugasku.

Apa kau ikut dalam pertemuan itu?

Tidak, Yang Mulia.

Bapa Suci memberitahuku soal itu sesudahnya saat kami makan malam.

Dia memberi tahu alasannya memecat Yang Mulia Tremblay?

Tidak. Katanya, alasannya akan segera terlihat jelas.

Dekan Lawrence. Ada masalah.

Astaga, salah satu dari mereka meninggal?

- Apa? - Kita kehilangan seorang kardinal?

Tidak, Yang Mulia.

Sepertinya kita sudah mendapatkannya.

Maksud Aku, secara harfiah. Kardinal lain baru saja muncul.

Kalau begitu, kita coret satu orang dari daftar.

Dia tidak pernah ada dalam daftar kita, Yang Mulia.

Dia bilang dia diciptakan secara rahasia.

Astaga, berarti dia pasti penipu.

Begitulah Aku pikirkan, Yang Mulia.

Namun Uskup Agung Mandorff telah berbicara dengannya dan tak menganggapnya begitu.

Kabar apa ini?

Namanya Vincent Benitez, Yang Mulia.

Dia adalah Uskup Agung Kabul.

Uskup Agung di mana?

More Indonesian subtitles for Conclave

Komentar

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left