Informasi rilis

A Sea of Her Own E061-062
A Sea of Her Own E064
Komentar oleh indri danti22
credit to VIU

Tag

other
Diterbitkan pada: 2017-05-29
Unduhan: 15
Tuna Rungu: No

Pratinjau subtitle Indonesian

200 baris pertama.

"Acara ini mungkin tidak sesuai untuk pemirsa di bawah 15 tahun"

"Kebijaksanaan pemirsa dianjurkan"

"Episode 61"

Ayahku tidak bahagia seumur hidupnya karena Nenek.

Aku ingat semuanya.

Nenek selalu mempermasalahkan soal mendiang ibuku.

Ayah tidak bahagia seumur hidupnya karena Nenek

dan ayah juga tewas karena Nenek.

Nenek membunuhnya!

Nenek!

Nyonya Cho.

Nyonya Cho!

Kita harus bawa dia ke rumah sakit. Dia punya masalah jantung.

Cepat! Dia butuh pertolongan sekarang juga!

"Rumah Sakit Seoul"

Apakah dia sungguh baik-baik saja?

Ya. Kami menanganinya cukup cepat, jadi, dia akan baik-baik saja.

Bisakah kita berbicara?

Kamu belum tahu mengenai ini,

tapi nenekmu sudah beberapa lama menderita angina.

Angina? Kenapa kamu tidak memberitahuku?

Aku ingin memberitahumu, tapi nenekmu

memintaku merahasiakannya sampai kamu hidup stabil.

Dia bilang kamu akan kesulitan fokus jika tahu dia sakit.

Dia membuatku bersumpah merahasiakan hal ini karena tidak mau kamu cemas.

Karena kini kamu sudah tahu, kamu harus memastikan

dia tidak menderita akibat stres atau gejolak emosional.

Kamu mengerti?

Ya.

Kalau begitu, aku permisi.

Bapak pasti lelah. Pulanglah.

Aku akan tetap bersamanya.

Bagaimana kamu tahu dia memiliki masalah jantung?

Apakah dia pernah pingsan saat aku tidak di rumah?

Tidak juga.

Aku menemukannya hampir pingsan di tangga pabrik.

Aku membawanya ke rumah sakit.

Aku seharusnya memberi tahu Bapak tentang itu,

tapi dia memintaku merahasiakannya dari Bapak.

Aku minta maaf.

Pak Kim, aku mungkin kelewatan mengatakan ini,

tapi mengenai ayah Bapak,

bisakah Bapak berusaha memahami bagaimana perasaan Bu Cho?

Ini antara aku dan dia.

Itu bukan urusanmu.

Pak Kim.

Aku harus pergi. Tolong jaga dia.

Dia bilang kamu akan kesulitan fokus jika tahu dia sakit.

Dia membuatku bersumpah merahasiakan hal ini karena tidak mau kamu cemas.

Bu Park, di mana garpu batu bara?

Bukankah bersama batu baranya?

Tidak ada. Aku baru saja memeriksanya.

Ada di sebelah pompa air.

Aku lupa mengembalikannya. Maaf.

Kamu seharusnya mengembalikannya ke tempat semestinya.

Tidak apa-apa selama ada yang tahu di mana letaknya.

Apa kamu terkena flu?

Ya, sepertinya begitu.

Aku merasa dingin dan menggigil. Aku mau menghangatkan kamarku.

Kamu pasti stres karena pekerjaan.

Minta Tae Soo memeriksakannya pagi-pagi sekali.

Kamu harus tetap hangat.

Akan kulakukan sendiri. Tae Soo harus mengantar pesanan pagi

dan akan bermalam di pabrik.

Semuanya, selamat malam.

Tidurlah yang nyenyak.

Ibu, kenapa Ayah belum pulang?

Entahlah. Ibu dengar ayahmu tutup cepat hari ini.

Aku ke toko kain dan Pak Bang juga pergi.

Halo? - Apa itu Jung In?

Ayah, kenapa meneleponku, bukannya pulang?

Ayah di Hwaseong.

Apa? Hwaseong?

Berikan teleponnya.

Ini aku. Kenapa kamu di Hwaseong?

Kamu ada urusan apa di sana?

Saksinya muncul, jadi, aku kemari untuk menangkapnya.

Saksinya? - Ya.

Akan kujelaskan segalanya di rumah.

Aku menelepon agar kalian tidak khawatir. Sampai jumpa.

Saksi apa, Soon Ok? Apa yang dia maksud?

Aku tidak tahu.

Dia bilang berada di Hwaseong untuk mencari saksi.

Apa yang dia maksud?

Mereka bilang apa? Apa mereka terkejut?

Tentu saja sedikit terkejut.

Aku belum memberi tahu mereka selama ini aku mencari saksinya.

Mereka akan sangat khawatir.

Jangan hiraukan mereka. Maaf membuatmu mengalami ini.

Jangan bilang begitu. Apa gunanya teman?

Kita membantu saat yang lain membutuhkan.

Mari minum sekali lagi dan tidur. Kita harus terus mencari.

Dia di sana dan aku kehilangannya. Aku ragu bisa tidur.

Apa menurutmu

dia sudah meninggalkan Hwaseong?

Apa maksudmu?

Pikirkanlah. Apa dia akan tetap di sini jika tahu kita mencarinya?

Kamu benar juga. Tetap saja, kita harus terus mencari.

Ya, ayo mencobanya.

Aku seharusnya langsung menangkapnya.

Aku penasaran di mana si bodoh itu sekarang.

Kami akan menghubungi saat dia ditemukan. Untuk apa kamu kemari?

Aku mampir setelah bertemu dengan Anggota Kongres Park.

Kamu belum menemukannya?

Ya. Anak buahku sedang mencarinya. Aku akan dihubungi saat berhasil.

Beri mereka waktu.

Kamu seharusnya tidak terlalu optimis.

Bagaimana kalau kamu tidak menemukannya?

Kalau kita tidak menemukannya, dia yang akan mendatangi kita.

Apa maksudmu?

Ada kemungkinan dia akan mendatangi kita.

Hanya kita orang-orang yang bisa diandalkannya.

Jika begitu, kita akan membawanya ke tempat yang aman nanti.

Bapak tidak perlu khawatir.

Menyembunyikan dia kini sudah tidak cukup lagi.

Apa maksud Bapak dengan itu?

Menyembunyikannya tidak cukup?

Singkirkan dia.

Apa? "Singkirkan dia"?

Selama dia hidup,

Lee Man Seok hanya akan menjadi ancaman bagi kita.

Bereskan dia untuk selama-lamanya.

Pak Jung, menurutku itu agak drastis.

Kamu sudah lupa semua ini salah siapa?

Ini tidak akan terjadi kalau kamu tidak mengacau 10 tahun lalu.

Sekarang lakukanlah seperti yang kubilang.

Kamu harus menyelesaikan ini dengan baik.

Akan kukatakan dengan sangat jelas.

Kali ini, tidak boleh ada kesalahan.

Ya, Pak.

"Perusahaan Shinheung"

Apakah Pak Kim baru pulang?

Apakah Bapak bekerja semalaman?

Ya. Aku hanya pulang untuk berganti pakaian.

Kenapa kamu di sini?

Untuk mengambilkan pakaian Nyonya Cho.

Aku harus kembali sebelum dia bangun.

Soo In.

Kalau kamu tidak keberatan, bisakah kita bicara?

Kemarin, kamu memintaku untuk memahami dia.

Apakah kamu akan bisa memahami kalau menjadi aku?

Bapak ingin memahaminya, bukan?

Bapak berusaha memahaminya semalaman.

Itukah kenapa Bapak menanyakanku ini?

Entahlah. Aku sangat bingung.

Jika memikirkan dia membuat ayahku tertekan, aku sangat marah.

Aku marah dia merahasiakannya dariku selama ini.

Selama saat Bapak merasa sudah dibohongi itu,

Nyonya Cho pasti sangat sedih setiap kali memikirkannya.

Itu juga hanya sebuah kecelakaan.

Dia kehilangan seorang putra dalam kecelakaan itu.

Dia yang paling menderita.

Meskipun itu kecelakaan, dia penyebabnya.

Kurasa aku tidak akan bisa memaafkannya.

Saat kecil,

aku punya seorang adik laki-laki.

Tapi

kini tidak lagi.

Adikku itu

tewas karenaku.

Kami pergi ke pantai untuk bermain.

Adikku menginginkan layang-layangnya dan selagi aku pulang mengambilkan,

dia tercebur ke laut

dan tenggelam.

Mungkin Nyonya Cho dan aku merasakan hal yang sama.

Kami akan hidup dengan rasa bersalah selamanya.

Mengetahui kalau orang yang kami bunuh

adalah anggota keluarga tercinta.

Itu luka menyakitkan yang tidak akan pernah sembuh

atau berhenti terasa sakit.

Aku mengerti bagaimana perasaan Bapak,

tapi kalian sekarang hanya memiliki satu sama lain.

Akan sangat menyedihkan kalau kalian saling bermusuhan karena masa lalu.

Saat terbangun sesaat,

dia mengkhawatirkan Bapak, bukan kesehatannya.

Dia sudah tua dan lemah.

Aku tidak mau Bapak punya penyesalan.

Mungkin Nyonya Cho dan aku merasakan hal yang sama.

Kami akan hidup dengan rasa bersalah selamanya.

Mengetahui kalau orang yang kami bunuh

adalah anggota keluarga tercinta,

itu luka menyakitkan yang tidak akan pernah sembuh

atau berhenti terasa sakit.

Apakah makan malamnya terlalu asin? Aku merasa sangat haus.

Bau apa ini? Baunya seperti gas batu bara.

Dari mana asalnya?

Apakah kamar Dae Bong?

Dae Bong?

Dae Bong!

Dae Bong.

Dae Bong.

Dae Bong.

Dae Bong, bangunlah!

Apa yang harus kulakukan? Dae Bong!

Dae Bong!

Dia butuh pertolongan. Dae Bong!

Dia tidak boleh mati. Dokter, tolong selamatkan dia.

Kamu tepat waktu.

Kami sudah beri pertolongan pertama. Kamu tidak perlu khawatir.

Sampai jumpa.

Sea of the Woman subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Sea of the Woman

Komentar

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left