200 baris pertama.
PERLAHAN, ANAK-ANAK BERMAIN
Bagian terbaik menjadi ibu
adalah melihat anak-anakku mencari tahu.
Menyatukan potongan-potongannya.
Cukup keren melihat roda gigi berputar.
Menjadi ibu terasa mencakup semuanya.
Aku tahu banyak orang mengalami krisis identitas.
Jadi, kadang menyenangkan untuk rehat dari mode ibu
Menjauh dari kehidupan nyata
dan menjadi orang lain.
Jadi, aku bisa mengerti kenapa Sarah melakukan hal ini.
Jika Sarah punya rasa malu
dia tak akan melakukan semua hal
yang dia lakukan selama 20 tahun terakhir.
Kurasa dia sangat menginginkan hal-hal yang dia jadikan kebohongan.
Ada sesuatu...
Ada yang tidak beres di sana.
Ini wanita tanpa identitas autentik.
Aku hanya ingat tak bisa tidur sepanjang pekan itu.
Aku belum pernah melihatnya berjalan.
Aku bahkan tak tahu berapa tingginya.
Kurasa dia hanya mengidealkan hidupku saat itu dan berkata
"ini yang kuinginkan dan aku akan memasukkan diriku ke hidupmu."
Seiring berjalannya waktu
aku mengetahui betapa rumitnya jaring itu
dan itu hampir menjadi permainan.
Dia tidak melakukannya demi uang
jadi, aku sangat penasaran untuk apa dia melakukannya.
Orang itu tak ada.
Perasaan sedih itu, seolah ada yang baru meninggal.
Di situlah semuanya menjadi sangat gila.
Kepalaku pusing.
Aku hanya tak mau ada yang terluka.
Sebaiknya dia berharap tak pernah bertemu denganku.
Orang-orang selalu mau tahu siapa Sarah Delashmit sebenarnya.
Tak ada yang mengenalnya seperti aku.
Wanita biasanya menceritakan segalanya kepada sahabat mereka.
Namaku Erin Johnson dan Sarah adalah sahabatku.
Aku didiagnosis menderita lumpuh otak di usia delapan bulan
ditaruh di kursi roda di usia tiga tahun.
MUSIM PANAS 2005
Pada musim panas 2005.
Kali pertama aku bertemu Sarah
dia salah satu konselorku
di kamp untuk anak-anak dan orang dewasa difabel.
Sarah melakukan segalanya untukku.
Dia mencuci rambutku dan sebagainya.
Selama pekan itu, kami tidak terpisahkan.
Mereka menjadi teman baik.
Anda bisa bayangkan betapa istimewanya itu bagi Erin.
Aku tahu rasanya, karena aku hidup dengan dua saudara difabel.
Mereka hanya mau teman.
Mereka mau seseorang berpikir mereka cukup istimewa
untuk menghabiskan waktu dan menjadi teman.
Jadi, ini sangat berarti bagi Erin.
Sarah bilang adiknya saat itu berusia 11 tahun dan namanya Gabby
lalu dia difabel.
Dia menderita SMA, semacam distrofi otot.
Jadi, kini Erin tahu Sarah memahami hidup Erin
karena Sarah tinggal dengan adik berkebutuhan khusus.
Dia bertanya bagaimana rasanya disabilitasku.
Hampir seolah dia mempelajariku.
Setelah kamp, kami berkomunikasi
setiap hari, seharian.
Saat Sarah dan Erin kian dekat dan mulai bicara setiap saat
Sarah mulai memberi tahu Erin soal suaminya, Adam
dan kehamilan mereka, beberapa keguguran
bahkan kematian beberapa bayi.
Begitu banyak hal buruk terjadi
kepada orang sebaik itu, itu hampir sulit dipercaya.
Namaku Sarah Treleaven.
Aku seorang jurnalis dan biasanya aku menulis fitur majalah panjang.
Aku juga membuat siniar kejahatan nyata
dan aku menulis tentang Sarah Delashmit
untuk majalah Elle pada tahun 2021.
Hampir seketika, aku tahu ada cerita besar di sini.
Sarah dan Erin sudah cukup lama berteman
saat Erin mendapat surel dari seseorang.
Itu seorang pria bernama Jeff
yang mengaku melihat profil Erin
di situs kencan dan menurutnya dia sangat cantik
lalu sangat mau mengenalnya.
Jadi, Erin menceritakan ini kepada Sarah saat mereka menelepon
dan Sarah bilang
"Aku sulit percaya ini, tapi aku kenal Jeff.
Dia sahabat suamiku, Adam."
Ini sungguh memperkuat gagasan
bahwa Erin dan Sarah yang ditakdirkan bersama.
Kami berkirim pesan dan surel setiap hari.
Dia selalu memujiku, mengatakan dia mencintaiku
bahwa kami akan punya anak dan membeli rumah.
Pada dasarnya dia mengatakan semua yang mau kudengar.
Erin, dia orang dewasa yang tinggal dengan orang tuanya
dan sangat menyadari keterbatasannya sendiri.
Jadi, Jeff menjanjikannya kehidupan ini
yang mungkin mereka miliki bersama.
Fantasi inilah yang langsung menarik.
Aku jatuh cinta dengan sangat keras dan cepat.
Kurasa itu hanya harapan memiliki masa depan dengan pria
yang akan mencintaiku apa adanya
dan tak menghakimiku karena disabilitasku.
Namun, kemudian, Sarah meneleponku dan bilang
Jeff dan Adam mengalami kecelakaan mobil
dan pada akhirnya
Adam selamat dan Jeff meninggal.
Setelah Adam meninggal, Sarah bilang
"Dia akan pergi ke California dan melamarmu.
Aku memegang cincinnya."
Ada banyak hal yang tidak kupertanyakan
karena Sarah bagian penting dalam hidupku.
Jadi, jika aku mempertanyakan ini dan aku salah
maka aku tak punya sahabat lagi.
Sarah juga mulai memberi tahu Erin tentang berbagai penyakit
termasuk sindrom Guillain Barre, Ebola, dan beberapa kanker.
Tumor di tulang belakangnya
yang akhirnya melumpuhkannya.
Saat itu, dia mengalami beberapa kejang setiap hari.
Suatu malam kami melakukan panggilan video
dan Sarah mengalami kejang.
Itu seperti kejang yang cukup parah.
Keesokan harinya, saudari Sarah meneleponku dan berkata
Sarah mengalami koma akibat obat.
Jadi, Gabby terus mengabariku.
Lalu kami menjadi sangat dekat
karena dia tak punya saudarinya
dan aku tak punya sahabatku.
Setelah pemulihan Sarah
Gabby selalu di rumah sakit
untuk berbagai operasi dan penyakit.
Dia akhirnya meninggal.
Aku yakin itu saat usianya 13 tahun.
Saat itu, aku berpikir, "Tuhan,
seberapa besar Kau bisa membuat satu orang menderita
sebelum Kau merasa cukup?"
Yang luar biasa, saat Erin mengenal Sarah
Sarah yang memberikan perawatan.
Namun, saat dia muncul di Camp Summit
bertahun-tahun kemudian
dia tiba sebagai orang yang butuh perawatan yang sama.
Di situlah peran Bethany.
Kau mau keluar?
Ayo, jangan kencing di sana.
Astaga!
Ruby adalah anjing penjaga.
Jaring pengaman kami selama begitu lama.
Kecemasanku meningkat dan aku khawatir.
Bisakah aku melindungi kami atau semacamnya?
Lalu dia alarm kecilnya.
Boleh aku dapat pelukan?
Terima kasih.
Aku juga menyayangimu.
Sekarang riasanku menempel padamu.
Saat bertemu Sarah, hidupku sangat sulit.
Ada banyak rasa sakit di sana.
Aku besar di kultus.
Situasi yang kuhadapi di kultus itu sangat membuat trauma.
Maaf. Aku juga berusaha berhenti menangis.
Jadi, aku melihat dan mendengar banyak hal.
Lalu aku
melihat para gadis berada dalam situasi
saat penilaian dan rasa malu menjadi narasinya.
Jadi, aku pergi.
Siapa pun yang meninggalkan komunitas itu
tidak dibicarakan dengan baik.
Jadi, aku tak punya komunitas.
Untuk membangunnya, aku menjadi sukarelawan dengan lembaga nirlaba.
Aku bekerja untuk AmeriCorps selama setahun
lalu aku mengajar bahasa Inggris di Republik Dominika.
Lalu aku bekerja sebagai konselor kamp di Camp Summit
kamp luar ruangan untuk orang dewasa dengan disabilitas
lalu di sanalah aku bertemu Sarah.
Dia menderita distrofi otot dan memakai kursi roda.
Jadi, Sarah awalnya seseorang
yang merawat orang-orang dengan disabilitas
dan sekarang dia yang memakai kursi roda.
Kebetulan sekali.
Jadi, ini tahun 2015. Usiaku pertengahan 20-an
aku bekerja sebagai konselor kamp di Camp Summit.
Camp Summit adalah kamp luar ruangan
untuk orang dewasa dengan disabilitas.
Jadi, ada api unggun.
Kami mengadakan acara memasak, ada menunggang kuda.
Mereka punya kolam renang sekarang, itu sangat bagus.
Jadi, semuanya dimaksudkan untuk berada di luar.
Konselor kamp, mereka semacam konselor peran ganda
penjaga yang tinggal di pondok.
Kali pertama aku melihat Sarah adalah di hari pindahan
dan Sarah datang dengan kursi rodanya.
Dia memakai kaus merah muda terang
tersenyum lebar
dan memiliki kesan pertama yang sangat lembut.
Aku Kerry. Aku bekerja di Camp Summit
pada musim gugur 2015.
Aku dulu pemimpin unit Sarah
jadi, penasihat utama untuk pondok tempat Sarah berada selama sepekan.
Aku bekerja langsung dengannya, menjadi pengasuh saat itu
membawanya ke toilet dan memandikannya
serta mendukung dengan memberi makan
dan juga dengan semua aktivitas sepanjang hari.
Sarah sangat ramah.
No comments yet. Be the first to leave one.