200 baris pertama.
Diterjemahkan oleh : iamklopers & CalVter
Episode 15
Apa?
Kau masih penasaran siapa yang memberi kipas ini padaku?
Guruku yang memberikannya.
Itu milik Kaisar Langit.
Apa?
Hei, Malaikat kematian!
Ibu.
Kau belum menyerah juga?
- Aku akan menyelamatkanmu sekarang. - Tidak!
Apa yang kau lakukan?
Jangan halangi aku, Kim Eun Oh.
Jangan halangi aku, Kim Eun Oh.
Dia bukan ibumu.
Omong kosong.
Ibu!
Jadi, kau putera wanita itu.
Ibu.
Eun Oh.
Eun Oh.
Ibu.
Apa kau sekarang...
Alasan kenapa aku ada adalah untuk membunuhmu.
Kim Eun Oh, dia bukan ibumu.
Kau bilang apa?
Ibu.
Tolong!
Tolong aku!
Apa yang terjadi?
Ibu!
Ibu?
Cepat.
Cepat!
Ibu.
Kemana perginya dia?
Apa terjadi sesuatu pada mahkluk itu?
Apa ini?
Apa semua ini?
Kapan dia membuat semua ini?
Dasar mahkluk licik!
Ibu!
Kenapa mereka menginginkan tubuhku?
Saat aku kembali ke dunia lain, itu akan menjadi akhirnya.
Aku ini apa?
Kipas apa itu?
Gurunya yang memberikannya?
Tapi simbol pada kipasnya...
...tampak tak asing.
Di mana aku pernah melihatnya?
Dia pergi ke mana malam-malam begini?
Kipasnya.
Apa ada di sini?
Tampaknya dia selalu membawanya.
Tusuk rambut.
Benar.
Dia bilang gurunya juga memberikan tusuk rambut padanya.
Sebentar.
Jika...
Aku tak memiliki tusuk rambut ini...
Hakim pemarah itu takkan mau menolongku.
Semuanya berawal dari tusuk rambut ini.
Gurunya yang memberikannya?
Tak mungkin.
Ada apa?
Kau dari mana malam-malam begini?
Apa kau baik-baik saja?
Ibu...
Aku bertemu ibuku.
Apa?
Di mana?
Bagaimana?
Maafkan aku...
Kurasa aku butuh istirahat.
Kalau begitu, istirahatlah.
Tadi itu ibu.
Sudah jelas dia ibuku.
Tapi kenapa dia berada di tempat yang aneh seperti itu? Kenapa?
Apa ibuku yang mengendalikan setan-setan itu?
Tak mungkin.
Ibu takkan melakukan itu.
Apa yang terjadi padamu?
Jika dia bertemu ibunya...
Kenapa dia jadi seperti itu?
Dia begitu merindukan ibunya.
Apa yang terjadi?
Ada apa sebenarnya?
Kenapa anda tiba-tiba jadi seperti ini?
Ini semua karena kau.
Jika kau memberi rohnya tepat waktu...
Takkan seburuk ini jadinya.
Tidak.
Jika wanita ini tak keluar tiba-tiba...
Aku takkan kehilangan kekuatanku separah ini.
Kalian manusia sama saja.
Tak tahu berterima kasih.
Begitu semua permintaan kalian terpenuhi...
Kalian akan gunakan banyak alasan untuk mengubah sikap kalian.
Pria yang di ruang bawah tanah tadi...
Apa dia hakim baru?
Ya.
Jadi begitu..
Sudah kuduga.
Hakim...
...memanggilmu ibu.
Apa aku salah dengar?
Nyonya.
Jika dia memanggilku begitu...
Berarti benar.
Kalau begitu...
Siapa anda sebenarnya?
Bukan... sebenarnya anda apa?
Apa wujud asli anda?
Wujud asliku.
Aku adalah mahkluk yang kalian manusia tak bisa bayangkan.
Namaku Moo Yeon.
Aku peri dari langit.
Aku tak bisa menusuknya dengan belati yang diberikan Kaisar Langit padaku.
Malaikat kematian tak bisa menusuk manusia.
Kecuali kau menjadi manusia, mustahil kau bisa melakukan itu.
Lalu kenapa Kaisar Langit memberiku belati itu?
Kaisar langit memberi belati itu padamu untuk menguji kesungguhanmu.
Belati itu hanya bisa digunakan pada Moo Yeon jika dia keluar dari tubuh manusia.
Aku percaya padamu. Bagaimana kau bisa tak sadari itu?
Menurutmu kenapa Kaisar Langit mempersiapkan Kim Eun Ho?
Kupikir kau bisa mengerti itu.
Kau boleh pergi sekarang.
Kau harus tetap waspada.
Nona.
Suara apa itu?
Kau siapa?
Nona... Nona Seol Im.
Pengurus rumah?
Nona.
Kukira ini mustahil...
Tapi ini benar kau.
Kenapa jadi seperti ini?
Apa yang terjadi?
Siapa yang melakukan ini padamu?
Yang Mulia Choi.
Yang Mulia Choi memanggilku untuk memastikan keberadaanmu.
Apa? Yang Mulia Choi?
Kenapa Yang Mulia Choi mencari tahu tentang aku?
Apa yang telah terjadi padamu, nona?
Aku tak tahu.
Aku tak ingat apa-apa mulai sejak aku hidup.
Bagaimana kau bisa hilang ingatan?
Kalau begitu kau juga tak ingat tentang Tuan muda Joo Wal?
Apa?
Ya.
Sebenarnya, lebih bagus begitu.
Mengingat keadaanmu saat Yang Mulia Choi memutuskan pertunangannya.
Memutuskan pertunangan?
Ya.
Kau jadi sakit keras setelah itu. Kau terbaring di tempat tidur berhari-hari.
Benarkah?
Setelah itu, setiap hari...
Kau pergi ke tempat di mana kau pertama kali melihat Tuan muda.
Kau berharap bisa bertemu dengannya.
Kau berharap bisa melihat wajahnya sekali saja.
Kau hanya bisa berharap saja.
Itu pertama kalinya aku sadar...
Jika cinta terlalu mendalam, itu bisa menjadi penyakit.
Walau begitu, orang yang sangat kau cintai...
...menjadi tak berarti setelah kau hilang ingatan.
Aku harus pergi sekarang.
Aku sudah melihatmu, nona. Jadi aku merasa lega.
Aku akan membalas dendam atas perbuatannya padamu.
Mayatku berada di hutan di dekat Yeoung Ram Roo.
Pelayan Yang Mulia Choi, Guh Dul, yang membunuhku.
Aku mengambil tanda pengenalnya dan menyembunyikannya.
Aku akan menangkapnya.
Pasti aku akan menangkapnya.
Jadi kau bisa pergi tanpa dendam.
Kau orang baik, jadi aku yakin kau pasti masuk surga.
Kau juga, nona.
Selamat tinggal.
Pengurus rumah...
Kau pergilah duluan.
Aku segera menyusulmu.
Selamat tinggal.
Perhatian, semuanya!
Letakkan di sana.
Hari ini, kita akan memulai pelatihan dasar menggunakan senjata.
Pertama, aku akan mengajarkan kalian memanfaatkan peralatan sehari-hari sebagai senjata.
Semuanya ambil tikar jerami di depan kalian.
Kalian akan belajar menggunakan tikar jerami sebagai tombak.
Setelah menyelesaikan latihan ini...
Kalian bisa menggunakan tombak semudah menggunakan sumpit.
Baik, aku akan memperagakannya dulu.
Sekarang, coba serang.
Coba sekarang.
Aku benar-benar tak suka mendengar suara orang itu di pagi hari.
Apa kita bisa melakukan sesuatu dengan suara Dol Sue?
Bukankah ini sudah keterlaluan?
Semalam dalam mimpiku...
Dol Sue menjadi hakim...
...dan dia berkeliaran di tempat ini seolah dia adalah pemiliknya.
Ini benar-benar masa yang sulit.
Ngomong-ngomong...
No comments yet. Be the first to leave one.