A Series of Unfortunate Events

A Series of Unfortunate Events

Unduh Subtitle Indonesian

Musim 2

Informasi rilis

A Series Of Unfortunate Events S02E04 - The Ersatz Elevator Part Two WebRip
Komentar oleh atonim
Very Fancy Doilies.

Tag

webrip
web
BRip
TS
Diterbitkan pada: 2018-04-04
Unduhan: 22
Tuna Rungu: No

Pratinjau subtitle Indonesian

200 baris pertama.

A Series Of Unfortunate Events S02E04 The Ersatz Elevator Part 2

Berpalinglah, berpalinglah.

Berpalinglah, berpalinglah.

Acara ini akan merusak siangmu, seluruh hidupmu dan harimu.

Setiap episode hanya mengecewakanmu.

Jadi berpalinglah. Berpalinglah, berpalinglah.

Yatim piatu Baudelaires diterima oleh orang kaya.

Tapi Olaf punya rencana yang berjalan tanpa kendala.

Ini balap melawan waktu untuk menyelamatkan teman mereka kini.

Kau juga butuh diselamatkan sebelum usainya kisah kelam ini.

Berpaling saja, berpalinglah.

Hanya ada horor dan kesusahan di sepanjang jalan.

Tanya orang waras, "Haruskah kutonton?" Dan mereka akan katakan...

Berpalinglah, berpalinglah, berpalinglah.

Berpalinglah, berpalinglah.

Berpalinglah, berpalinglah.

Berpalinglah, berpalinglah.

- Kita tidak menemukan Quagmires. - Belum.

Mereka bisa di mana saja.

Kecuali di 667 Dark Avenue, jadi kita tahu sesuatu.

Tidak cukup.

Anak-anak malang, mereka pasti ketakutan,

dan sendirian.

Kalian menemukan kami.

Cerita ini bukan tentang reuni bahagia.

Aku senang melihat kalian.

Aku belum pernah sesenang ini.

Aku membaca ratusan artikel, buku harian,

dan lebih dari satu katalog mewah berilustrasi...

agar bisa memahami cerita sedih yatim piatu Baudelaire.

Horor yang kutemukan sebaiknya tidak diekspresikan dengan kata

tapi dengan suara yang akan kau dengar nanti di episode ini.

Itu suara teriakan panjang dalam kegelapan.

Saat Baudelaires gembira menemukan temannya...

- Bagaimana kau menemukan kami? - Itu berkat ide Klaus.

Ini berkat penemuan Violet.

..mereka tidak menyadari terornya.

Horor...

dan kejatuhan dramatis yang akan mereka alami

di lorong lift ini...

sebelum episode dalam hidup mereka ini berakhir.

Jika kau teruskan menonton, kau mungkin akan berteriak juga.

Bisa kau buka gemboknya?

Tidak tanpa alat. Andai aku bisa melihatnya.

Coba ini.

Lihat simbolnya? Jika kau sejajarkan.

Dan putar setengah putaran berlawanan jarum jam.

Kami mempelajarinya di Sejarah Tidak Lengkap Dari Organisasi Rahasia.

Kalian menemukan bukunya?

Tepat sebelum diculik. Kami mencatat sebanyak mungkin.

Kami mungkin korban penculikan, tapi aku masih jurnalis.

Kami belajar banyak rahasia kelam.

Tentang orangtua kami. Dan orangtua kalian juga.

Kita benar. Semuanya berkaitan.

Apa yang kau ketahui?

Katakan setelah kalian aman.

Kami dengar rencana Olaf.

Dia akan sembunyikan kami di Pelelangan Tren...

dan menyelundupkan kami ke luar kota besok.

Itu tidak akan terjadi. Kalian ikut kami sekarang.

Kurasa ini sirkuit elektromagnet. Tidak hanya cahaya, juga panas.

Aku penasaran...

Sejarah Tidak Lengkap Dari Organisasi Rahasia...

bilang teropong ini bisa untuk berbagai hal.

Mungkin ini bisa melelehkan gembok.

- Apakah meleleh? - Tidak. Hanya memanas.

Ini tidak akan berhasil. Alatnya kepanasan.

Pasti ada benda lain yang bisa dipakai.

Bisa ambilkan koran itu?

Udara panas naik.

Apa?

- Kami harus kembali ke atas. - Kalian pergi?

Kami akan cari sesuatu untuk mengeluarkan kalian.

Bisa kau ikat saputangannya sekencang mungkin?

- Aku paham. Udara panas naik. - Dan kita juga akan naik.

Sunny dan aku akan tetap di sini dengan Quagmires.

Tidak, Klaus. Bantu kakakmu. Tapi lekaslah kembali.

- Kami akan kembali. - Kami janji.

Kau menyelamatkan kami di Prufrock.

Kami pasti sudah ditangkap Olaf jika bukan berkat kalian.

- Jadi aku yakin kalian tahu. - Apa?

Gunanya teman.

Hei! Kalian!

Hanyalah orang asing tampan...

dan wanita cantik menyeret orang pingsan, tolong.

Kukira ada hal mencurigakan.

Pencarian polisi masih berlanjut.

Apa soremu menyenangkan, Mrs. Squalor?

Oh, ya.

Tidak ada yang semewah makan siang 46 menu...

dilanjutkan asinan ikan pedas dan musik yang panjang.

Kau menyanjungku, tolong.

Seret suami mendengkurmu ke atas, Cantik.

- Aku ada urusan di sini. - Baik.

Ayo, Jerome. Naik, naik!

Maaf mencurigaimu.

Aku harus waspada saat ada aktor yang berkeliaran.

Aku setuju.

Semoga kita tiba sebelum Squalors dan Olaf pulang.

Kau mencium bau asap?

Sapu tangannya!

Kainnya terbakar. Panasnya terlalu kuat.

- Bagaimana ini? - Aku harus mengatur suhunya.

Harus cukup panas untuk naik tapi jangan berlebihan hingga terbakar.

Itu terdengar sangat spesifik.

- Berapa jauh jarak kita ke atas? - Tidak cukup dekat.

Berapa tinggi kita?

Aku akan perbaiki ini.

Ayolah.

Jika terus kunyala dan matikan, mungkin suhunya akan stabil.

Baik, baik. Ini berhasil.

Jika kita pertahankan panasnya, kita akan bisa tiba di atas.

Tentu. Untuk sesaat, kukira kita akan...

Sunny.

Ayo. Aku melihat gergaji di dalam. Bisa kita pakai memotong jeruji.

- Olaf. - Dia tidak boleh tahu.

- Jerome! - Ada apa dengannya?

Jangan cemas, Sayang.

Dia tumbang di tengah makan malam.

- Tumbang? - Tertidur nyenyak.

Kalian harus tidur juga. Entah jam berapa ini.

- Apakah Gunther di sini? - Siapa? Tidak. Tidak.

Apa kalian mencium bau sesuatu? Seperti...

..bau pustakawan sekolah?

- Jerome, bangun. - Biarkan dia istirahat.

Tidur adalah bagian alami dalam hidup, seperti kosmetik dan tuntutan remeh.

- Kami perlu memberi tahu hal penting. - Beri tahu aku. Aku penting.

Dan kalian penting bagiku.

Aku tahu aku tampak seperti wanita sangat berkuasa...

yang terlalu sering bekerja dan terlalu sering membeli anting.

Tapi aku juga wali kalian. Katakan apa saja kepadaku.

Kau mungkin tidak akan percaya.

Cobalah.

"Malam pembukaan Herring Houdini sama suksesnya dengan Hindenburg."

"Restoran ikan tren ini menarik pengunjung...

mulai dari bankir terbaik di kota...

hingga penasehat keuangan terkenal.

- Herring Houdini. - Ini aku, Bodoh.

- Oh, hei! - Ada yang aneh.

Kenapa kau masih di restoran itu?

- Maaf. - Ada rencana baru.

- Ambil jaring besar. Cepat. Dah. - Jaring terbesar. Baik. Dah.

Dia sudah menutupnya. Baik.

Hei! Ambil jaring!

Ini buruk. Biar kuperjelas. Gunther adalah samaran Olaf?

Sepatu botnya menutupi tato, dan kacamata hitam menutupi alis.

Dia menyembunyikan teman kalian dalam kandang di dasar liftku.

Tidak ada lift di baliknya. Itu palsu.

Gesundheit.

Dia berencana menyelundupkannya lewat Pelelangan Tren...

dengan menyamarkannya sebagai benda dari katalog ini?

Tepat sekali.

Ini hal terburuk yang pernah kudengar.

Ini rencana yang rumit.

Aku terkejut kalian bisa tahu.

Kalian berani dan pintar. Aku butuh minum.

Soda Peterseli.

Daily Punctilio bilang ini minuman paling tren setelah aqueous martinis.

- Cobalah. - Tidak, terima...

Cobalah.

- Bagaimana? - Rasanya seperti peterseli.

Bukankah luar biasa? Aku juga merasakan yang sama.

- Mrs. Squalor... - Esme.

- Esme. - Aku tahu kau mau bilang apa.

Ini bukan waktunya minum minuman enak.

Kita harus akhiri rencana jahat ini.

Kita akan tangkap Gunther dan bebaskan Quagmires.

Letakkan minuman kalian. Jangan buang waktu.

Kita harus beri tahu polisi secepatnya.

Untungnya, kantor polisi tidak jauh.

Sayang kita harus turun tangga lagi.

Kita bisa meluncur turun lewat pegangannya,

yang akan lebih cepat, tapi lebih tidak bergaya.

Oh! Aku tahu! Kita naik lift.

Dalam masa keadaan sulit,

aku harus mengingatkan diriku bahwa apa pun kesusahan...

atau kesedihan yang kualami,

aku lega bahwa aku tidak, seperti Baudelaires alami,

jatuh ke lorong lift selama waktu tidak terbatas,

hanya untuk mendarat, dengan kelegaan panik, di jaring.

- Kita baik-baik saja. - Apa?

Kita baik-baik saja. Kita mendarat di jaring.

Kita tidak baik-baik saja. Kita tidak setengah baik.

Bahkan tidak 1/27 baik.

Teman kita diculik...

dan wali kita mendorong kita jatuh ke lorong lift.

Kita masih hidup.

Kalian hidup, Baudelaires, tapi jelas tidak baik-baik saja.

Kalian dan Quagmires akan diselundupkan ke luar kota,

dan kujamin kalian tidak akan pernah baik-baik lagi!

Sungguh...

Kalimat?

- "Sungguh hari luar..." - Ya, ya, ya.

Sungguh hari luar biasa dan menguntungkan.

Count Olaf, mantan pelatih aktingku,

akhirnya akan mendapat tidak hanya satu tapi dua harta yang banyak!

Mantan pelatih aktingmu?

Kau tahu identitas Gunther selama ini?

Tentu saja. Aku seorang aktor.

Aku hanya berakting.

More Indonesian subtitles for A Series of Unfortunate Events

Komentar

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left