Kindaichi Shounen no Jikenbo Returns

Kindaichi Shounen no Jikenbo Returns

Unduh Subtitle Indonesian

Informasi rilis

17 Kasus Misterius di Tempat Perkemahan
Komentar oleh Inisial ZA
https://www.facebook.com/ZainuddinAri

Tag

other
Diterbitkan pada: 2014-11-05
Unduhan: 5
Tuna Rungu: No

Pratinjau subtitle Indonesian

200 baris pertama.

Musim panas.

Sebenarnya setiap musim panas tiba, sebuah kasus tertentu selalu muncul di benakku.

Semua kejahatan pasti akan terbongkar.

Siapa pun pelakunya, dia takkan pernah bisa lolos seumur hidupnya.

Tapi, yang ada dalam benakku saat ini adalah kasus yang membekas secara mendalam di lubuk hatiku.

GOOD-BYE BOY, wahai dunia yang kita tinggali ini

GOOD-BYE BOY kono sekai

ucapkan selamat tinggal pada kesedihan yang telah kaualami

kanashimi ni sayonara

ZainuddinAri mempersembahkan

ZainuddinAri mempersembahkan

ZainuddinAri mempersembahkan

Kembalinya Catatan Kasus Kindaichi

Kembalinya Catatan Kasus Kindaichi

Kembalinya Catatan Kasus Kindaichi

bila ingin kumpulkan kembali impian yang berserakan

yume no kakera wo atsume ni yukeba

maka carilah menara jam pencakar langit

tokei jikake no matenrou

kini kita saling berdampingan bagai bintang bertaburan

amata no hoshi ga yorisoi bokura wa

untuk harapkan dunia yang tak punya cela

kirameku sekai yume mita

sesungguhnya, semua orang pasti ingin bisa terus tersenyum

hontou wa daretatte nukumori wo

sambil terus genggam kehangatan dalam diri mereka

daite waraitai kara

karena itu, genggamlah perasaan itu dan terbanglah menuju angkasa

sono omoi ima sora he mai agero

kini dobraklah semua pintu yang menghalangi itu

tsuki yabure sono DOOR wo

dan mulailah perjalanan 'tuk hubungkan era baru ini

atarashii jikan wo tsunaide yuke

hingga ke ujung ke dunia demi dirimu

sekai no hate made kimi no tame

sampai seluruh kesedihan yang ada hilang tanpa sisa

kono kanashimi ga naku naru made

GOOD-BYE BOY, yang ada di ujung sana

GOOD-BYE BOY sono mukou

adalah dunia yang telah kita nantikan

bokura wo matsu sekai

Kasus Misterius di Tempat Perkemahan

Kasus Misterius di Tempat Perkemahan!

Kafe Burung Hantu

Damai sekali.

Selamat datang!

Hai!

Sejuknya!

Yo, Miyuki, dan juga Kindaichi.

Hari ini cuacanya panas, ya, Master?

Itu...

Ah, pajangan bertema burung hantu yang baru, ya?

Wah, boneka ini mirip aslinya, ya!

Wah, bergerak!

Mustahil! Burung hantu betulan?

Kalian terkejut? Dia ini burung hantu hutan bernama Honusuke.

Wah.

Begini, nama kafe ini adalah Kafe Burung Hantu, 'kan?

Kafe Burung Hantu

Karena belakangan ini banyak sekali kafe yang juga pakai tema burung hantu,

jadi aku memeliharanya agar kafe ini tetap unik.

Wah, dia benar-benar manis, ya.

Keputusan Master benar-benar tepat, ya.

Melihatnya saja sudah buatku senang.

Begitulah.

Ya, 'kan, Hajime?

A-Ah, ya.

Ah, benar juga. Mumpung sudah memeliharanya, aku juga buat pernak-pernik bertema Honusuke, lo.

Seperti apa?

Gantungan ponsel, tempat kartu...

Coba kulihat! Wah, manisnya!

Ya, 'kan?

Masih belum, ya?

Ke-Kenapa dia itu?

Mau sampai kapan dia memelototiku?

Tunggu sebentar. Entah kenapa, aku merasa pernah melihatnya.

Jangan-jangan, yang waktu itu.

Tiga Tahun yang Lalu

Miyuki Nanase(14 Tahun)

Hajime Kindaichi (14 Tahun)

Kalau begitu, kami pergi duluan, ya.

Kindaichi, belinya patungan, tapi kau yang bayar duluan, ya.

Na-Nanti betulan bayar, ya!

Jumlah jusnya 12 botol, ya? Semuanya jadi 1.720 yen.

Kalau begitu, ini uangnya.

Terima kasih banyak.

Sial. Jadinya sisa uangku tinggal 2.000 yen lebih sedikit.

Hoi, tunggu! Jangan tinggalkan aku!

Hoi, mau sampai kapan kita berjalan? Jusnya berat, nih.

Teman Sekelas Kindaichi Koushirou Okazaki (14 Tahun)

Dasar, kau ini tukang mengeluh, deh.

Tinggal sedikit lagi, kok. Berjuanglah, Kindaichi!

Teman Sekelas Kindaichi Souta Murakami (14 Tahun)

Ah, nyamuk!

Kenapa kita harus berkemah di tengah gunung yang banyak serangganya begini, sih?

Ini, 'kan, salah Hajime sendiri!

Kau keluyuran saat kita seharusnya lakukan tugas kelompok liburan musim panas,

ujung-ujungnya kita harus ke gunung untuk amati hujan meteor, 'kan?

Benar! Kami sendiri juga direpotkan karena hal ini! Ya, 'kan, Akane?

Teman Sekelas Kindaichi Juri Takano (14 Tahun)

Benar apa kata Juri!

Teman Sekelas Kindaichi Akane Akimine (14 Tahun)

Kami yang harusnya kesal karena harus satu kelompok

dengan pemalas sepertimu!

Ah, tapi biar begitu juga, kalau sudah tiba saatnya, dia benar-benar bisa diandalkan, lo!

Miyuki, sekalipun kalian berdua adalah teman sejak kecil, jangan membelanya seperti itu!

Benar sekali! Jangan buang kecantikan dan kepintaranmu pada anak seperti dia!

Wah, kau benar-benar dibenci, ya, Kindaichi.

Kalau begini, pasti mustahil bagimu, ya.

Apanya yang mustahil, Okazaki?

Soal itu, sudah pasti.

Ka-Kau ini! Kita ini masih SMP, tahu!

Dasar, sekarang hal seperti itu sudah biasa!

Ya, sekalipun tak sampai sejauh itu, setidaknya aku ingin punya pacar.

He, Okazaki, gadis mana yang akan kauincar? Sebaiknya kita tak mengincar orang yang sama.

Dia bukan tipe gadis kesukaanku, sih.

Tapi kurasa aku akan incar Takano, sepertinya dia baik.

Begitu, ya. Kalau begitu, karena tak boleh sama, aku akan incar Akimine.

Bagus, bagus. Bisa repot kalau kita mengincar gadis yang sama, ya?

Benar sekali.

Setidaknya, Miyuki terselamatkan.

Tapi, dasar pengkhianat! Aku sama sekali tak dianggap oleh mereka!

Lihat saja nanti!

Tempat Perkemahan 100 Meter di Depan

Hoi, kalian yang laki-laki! Tinggal sedikit lagi, kok!

Karena kita harus pinjam tenda di kantor pengurus, kami pergi duluan, ya!

O-Oke!

Wah! Menakjubkan!

Indah sekali, ya!

Tempat yang indah, ya! Air sungainya juga jernih!

Setelah dirikan tenda, bagaimana kalau kita bermain di sungai?

Apalagi, masih terlalu sore untuk makan malam.

Hore! Untunglah aku bawa baju renang!

Ah, hanya burung gagak, ya? Bikin kaget saja!

Aduh, dingin!

Tunggu, jangan!

Sudah, hentikan, dong!

Berenang sampai leher sana!

Kenapa hanya aku yang memancing?

Soalnya hanya kau seorang yang lupa bawa baju renang, 'kan?

Habisnya tak kusangka kita harus bawa baju renang saat ke gunung.

Omong-omong, apa kau menangkap sesuatu?

Karena aku lupa bawa umpan,

jadi kupakai camilan rasa cumi-cumi sebagai umpannya, tapi sepertinya tak berhasil.

Tapi, ya...

Melihat para gadis pakai baju renang, membuat mereka terlihat semakin dewasa, ya?

Ayo sini!

Dingin, ah!

Terutama, Nanase, ya.

Bukankah itu melanggar peraturan, ya?

Sudah, hentikan! Kalian terlihat mesum, tahu!

Ha, mata keranjang sepertimu tak pantas bicara begitu!

Benar apa katanya!

Apaan, sih? Kalian yang mata keranjang!

Apa katamu?

Oi, jangan lakukan kekerasan! Ikannya jadi lari, 'kan!

Bodoh amat!

Menyenangkan sekali!

Kalau begitu, ayo kita mandi dulu sebelum makan malam.

Ya!

Tunggu sebentar! Bilik pemandiannya terbuka jelas!

Ah, benar!

Ya, ampun. Kalau begitu, yang laki-laki pergi dulu, dong!

Pergi ke mana?

Ke mana saja juga boleh!

Kalau begitu, aku akan ke gunung untuk kumpulkan kayu bakar.

Soalnya, kayu bakar yang akan kita gunakan untuk api unggun sepertinya kurang.

Kalau begitu, bagaimana kalau aku saja yang cuci baju kalian?

Sekalian akan kucucikan baju milik Okazaki dan Kindaichi juga.

Tak boleh. Nanti detergennya akan mencemari sungai!

Ditambah lagi, bilik pemandiannya kelihatan dari sungai, 'kan!

Ya sudah, kalau begitu aku akan pergi ke tempat mencuci baju.

Kalau begitu, aku akan ke toserba untuk beli beberapa minuman, deh.

Sementara kakek Okazaki pergi untuk kumpulkan kayu bakar, nenek Souta mencuci di sungai.

Seperti dalam cerita dongeng, ya.

Kalau si bego Kindaichi?

Dia, sih, berkeliling untuk gali tanah seperti anjing!

Pokoknya, mumpung mereka pergi, ayo kita segera mandi.

Benar sekali! Apalagi, sepertinya Miyuki adalah tipe orang yang mudah diintip,

jadi sebaiknya kau bergegas!

"Tipe orang yang mudah diintip" itu maksudnya apa?

Tempat Perkemahan 100 Meter di Depan

Ah, segarnya!

Juri, sekarang jam berapa?

Tunggu sebentar.

Eh, jam 18:04.

Tenang saja, mereka masih belum kembali, kok.

Miyuki, kalau dilihat-lihat, dadamu semakin tambah besar, ya?

Eh, itu tak benar, kok!

Coba kulihat.

Wah, jangan! Hentikan!

Sudah pasti D cup.

Bikin iri saja.

Sudah, hentikan, kalian berdua!

Barusan, apa kalian dengar sesuatu?

Masa?

Aku tak dengar apa-apa, kok.

Bukankah sebaiknya kita segera berpakaian? Mungkin saja si bego Kindaichi akan segera kembali.

Benar juga. Ayo kita segera berpakaian!

Eh?

Komentar

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left