200 baris pertama.
DIILHAMI KISAH NYATA
- Kau membeli ini? - Ya.
Sekarang milik kita.
- Aku suka. - Benar, 'kan?
Apa kataku? Perapian, dekorasinya.
Yakin mau berikan ke saudarimu?
Kita bisa dapat seratus ribu dolar!
- Coba membuat... - Ini rumahnya?
Ya. Masuklah.
Kalian menyuruhku satu jam lebih awal untuk lihat gubuk ini?
- Kalian menciumnya, bukan? - Baunya seperti urine.
Baik. Tidak cocok. Ayo pergi.
- Ayo. - Kau harus punya visi.
Pintu Prancis ke taman.
Pindahkan tangga, robohkan dinding ini,
buat konsep terbuka lewat dapur.
Ada kaca berwarna di sudut.
Strukturnya kuat.
Kapan kau mau katakan perlu 12 ribu untuk perbaiki fondasi?
Rumah ini bukan untuk mereka. Kita renovasi saja, El.
Ada taman di seberang.
Sekolahnya bagus, andai kau punya anak.
Saat! Maaf, Kimmy.
Saat kau punya anak.
Kami akan punya anak.
Kau lihat? Itu disebut mewujudkan ke alam semesta.
Kadang alam berpikir lucu jika kubayar $26.000 untuk bayi tabung.
- Kau menyebalkan. - Aku bercanda!
Jika rumah ini bagus, kenapa kalian tidak pindah kemari?
Mereka mau apa dengan lima kamar tidur dan taman?
Mereka takkan punya anak.
Mereka tak punya lubang emosional untuk diisi.
Bukan berarti kita punya lubang...
- Diam, Russ. - Baiklah.
- Tatapan apa itu? - Tatapan apa?
Dia berkata kalian takkan punya anak,
lalu kau punya tatapan itu.
Ya, untuk apa itu? Kau melihatku untuk melibatkanku dalam tatapanmu.
- Tak ada tatapan. - Ada.
- Bukan tatapan. - Kita memicu masalah.
- Tak ada masalah. - Mungkin pertengkaran!
- Tak ada pertengkaran atau masalah. - Ayo pergi.
Astaga. Kalian mau punya anak, ya?
Tidak! Kimmy! Aku tidak tahu. Apa?
Tentu. Kau harus menang dalam segala hal.
Lalu kau pamerkan rahimmu yang sempurna kepadaku.
Tahu dari mana rahimku sempurna? Kami tak coba punya anak.
- Entah apa aku bisa hamil. - Tentu sempurna. Itu rahimmu!
- Kimmy. - Mungkin interiornya bahan kulit!
Ayolah, Kimmy. Kau baru tiba!
Maaf, Petey. Selamat berkelahi.
Sampai jumpa, Russ.
Itu...
- Aku tak beri tatapan. - Kau melakukannya sekarang.
Tidak ada! Kau yang lakukan tatapan itu.
Baik, mungkin aku melakukannya,
tetapi mendengar kata-katanya,
kita takkan punya anak. Apa itu benar?
Tak kubahas lagi karena kau selalu katakan waktunya tak tepat.
Aku tahu, tetapi kita selalu tak punya uang.
Lalu kita bekerja keras untuk memulai usaha.
Kita menjual lima rumah tahun ini, aku mulai menolak pekerjaan desain.
Aku selalu berpikir kelak akan menjadi ibu.
- Kurasa aku siap. - Bagus.
Sekarang kau siap dan saat anak kita 16 tahun,
aku sudah tua, seperti ayah Brian Hendrickson.
- Hei, Ayah. - Apa kabar, Nak?
Pak Hendrickson, lari jauh!
Ayah?
Kau membunuh ayahku!
Ayah, bangun.
Kau tidak membunuh Pak Hendrickson.
- Kau tidak setua itu. - Begini saja.
Kita adopsi anak lima tahun.
Jadi seperti aku bertindak cepat saat usiaku 36.
Luruskan ujungmu.
Kau terlalu memikirkannya. Semua anakku tak direncanakan.
Nanti kau bisa sendiri. Mudah.
- Anakmu berapa? - Yang keempat dalam kandungan.
- Wah. - Anak-anak tidak sulit.
Asalkan kau meluangkan waktu dengan mereka.
Hal terpenting, pastikan ibu-ibunya akur.
RENOVASI KHUSUS WAGNER
Meatball. Hei.
Kau rindu aku?
Anjing pintar. Aku juga merindukanmu!
Kau anjing yang pintar.
Hei, El. Aku dapat sampel handuk untuk dapur.
El, kau tidak apa-apa?
Ada apa?
Tak apa. Hanya pikirkan ucapanmu soal mengadopsi anak lima tahun.
- Aku mengatakannya? - Ya.
- Aku bercanda. - Aku tahu. Itu gila.
Tetapi membuatku berpikir. Ada banyak anak di keluarga asuh,
dan mereka berpindah-pindah, tak punya siapa-siapa,
dan itu sangat menyedihkan.
Kutemukan agensi adopsi, dan ada orientasi pekan depan.
Jangan tunjukkan! Aku tak mau lihat wajah-wajah kecil itu.
Mau membuatku sedih? Aku baru pulang!
Ellie, orang yang menerima anak asuh sangat istimewa.
Mereka jadi sukarelawan meski bukan hari raya.
Kita bahkan tidak begitu pada hari raya!
Bagaimana jika ada bencana?
- Seperti bom nuklir? - Apa saja.
Lalu ada anak kecil di depan pintu kita.
Kita mau mengusirnya karena kita tidak cukup istimewa?
Tergantung. Ada banyak faktor di situ.
Persediaan makanan. Radius ledakan...
El, jangan ubah ucapan isengku
menjadi keputusan hidup yang besar.
Itu lelucon!
Ya.
Aku tahu. Aku hanya...
Kau benar. Aku tak boleh memaksamu.
Hanya ide yang menyenangkan.
Selamat malam.
Aku takkan buat lelucon seperti itu lagi.
Ya?
Mau menonton Fixer Upper ?
- Baik, aku mencintaimu. - Aku mencintaimu.
Pengisian yang panjang, Kawan.
Karena aku mau kau kemari.
Kita adakan kontes tendangan karate. Aku lawan kau...
Astaga.
ANAK-ANAK ADOPSI KAMI
EMILY 08
"Semoga keluargaku punya kucing atau anjing."
ASHLEY 15
"Aku ingin berkemah dengan keluarga baruku."
GRAYSON 09
"Cukup orang tua yang mendengarkan."
ELEANOR 15
"Semoga tak pindah sekolah."
KATE 04
LILY 02
Tidak adil. Itu tidak...
Hei.
Jangan beli keripik pita lagi, terlalu pedas.
Hidungku jadi berair...
Lebih dari setengah juta anak dalam keluarga asuh.
Sistem kelebihan beban.
Tak perlu anak lagi.
Agar seorang anak diambil, kondisinya harus sangat buruk,
biasanya melibatkan penganiayaan atau tidak diurus.
Beberapa anak ini sering kali merana dalam sistem,
kecuali keluarga baik sepertimu membantu mereka.
Kami mau bantu! Kami mau ambil satu.
Bagus. Aku akan periksa stok kami di belakang.
Dia bercanda. Kami tidak membuat "stok".
Dan kau tahu itu.
Kami menyediakan delapan pekan kursus orang tua asuh,
dan kau bisa dapat sertifikat.
Lalu kami pasangkan kalian dengan anak-anak asuh
sampai mereka bisa diadopsi.
Tetapi ini takkan mudah.
Anak-anak ini akan menguji tekadmu,
membebani hubunganmu,
dan membuatmu kesal dan marah.
Dengan melihat kalian, aku tahu beberapa dari kalian takkan kuat.
Kurasa grup ini mampu menghadapi
anak-anak menjengkelkan...
- Permisi. - Kalian mau pergi?
- Ya. - Terima kasih. Selamat tinggal.
- Itu salahku. - Pastinya.
- Kita sudah bicarakan ini. - Memang.
- Ini masalah. - Ini masalah. Baik,
beri tahu nama-nama kalian
dan anak seperti apa yang kalian cari.
Hai...
Kami Dana dan Dirk McCann.
Tuhan menuntun kami untuk mengadopsi bayi lelaki, atau perempuan.
Tuhan telah sangat memberkati kami.
Kami ingin membaginya dengan anak yang butuh rumah.
- Ya. - Bagaimana dengan kalian?
Aku David dan ini istriku, Jessie.
Sudah tiga tahun kami berusaha punya anak.
Tetapi apa pun yang kami lakukan,
aku tak bisa...
- Maaf. Bisa yang lain dahulu? - Tak apa-apa.
Tak apa-apa. Aku Kit dan ini Michael.
Kami juga ingin punya anak,
sejak malam pertama kita bertemu, benar?
Itu benar. Kami belum beruntung.
Kami mencari anak dengan gender dan etnis apa pun sampai usia sembilan.
Halo. Namaku October Ross Jennings.
Aku ingin menjadi ibu tunggal dari remaja atletik berbakat
yang bisa kubantu mencapai potensi beasiswa penuh Divisi Satu.
Kalau bisa Afrika-Amerika.
Seperti The Blind Side . Film itu, bukan? Itu lucu!
Sayang, dia tidak bercanda.
Kau tidak bercanda? Maaf sekali.
Kupikir karena lelucon pasangan homoseksual coba punya anak...
Itu alur cerita The Blind Side , jadi...
Aku belum menontonnya. Silakan, giliranmu.
- Jangan bicara lagi denganku. - Ya, dia gila.
Maaf. Aku merasa tidak enak.
Namaku Ellie. Hai. Ini suamiku, Pete.
Aku tak yakin dengan semua ini.
Aku paham. Kami mengadopsi Meatball anjing kami tersayang, tetapi...
- Jangan bandingkan anak dengan anjing. - Tidak.
No comments yet. Be the first to leave one.