Informasi rilis

Three Meals a Day Fishing Village 5 (2020) S05 COM PLETE 1080p WEB-DL AAC H264-MaNoN
Komentar oleh MarBot
Cocok untuk rilisan MaNoN.

Tag

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
1080
Diterbitkan pada: 2021-06-30
Unduhan: 11
Tuna Rungu: No

Pratinjau subtitle Indonesian

200 baris pertama.

"Three Meals a Day, Fishing Village 5"

Belakangan ini,

ada tantangan yang disebut "Permainan Apa Pun".

Apa itu?

Karena orang tidak bisa meninggalkan rumah mereka...

Permainan apa pun. - Ya.

Yang bisa kamu lakukan di rumah? - Bukan hanya menyanyi?

Ya, itu saat kamu bermain dengan anak-anakmu, bermain apa pun.

Kita bisa tidak memakai masker karena berada di tempat seperti ini.

Kamu benar. - Ya.

Hanya kita yang ada di pulau ini, bukan?

Itu juga lucu.

Karena kekhawatiran terhadap Covid-19 berlanjut,

membatasi interaksi personal atau menjaga jarak sosial kini wajib.

Setelah dengan ketat memberlakukan jaga jarak sosial,

telah terjadi penurunan drastis pada kasus Covid-19.

Pemerintah telah memperingatkan bahwa akhir bulan April

hingga awal Mei sangatlah penting untuk menghentikan penyebaran

dan meminta semua orang tidak pergi ke luar atau bepergian.

Situasinya sangat buruk.

"Terlepas dari semuanya, musim semi telah tiba"

Sekarang adalah masa

saat semua orang kelelahan

karena mereka sudah lama melakukan ini.

Aku berhenti keluar dari rumahku.

Aku bertanya-tanya apakah boleh

bagi kami berada di sini seperti ini. Namun di sisi lain,

orang mungkin menonton kami saat mereka frustrasi.

Mungkin dengan menonton kami,

mereka akan sedikit tertawa,

atau melihat citra yang menyegarkan bagi mereka.

Jika kami bisa sedikit membantu...

Jika kami bisa sedikit membantu...

Jika kami bisa paling tidak sedikit meredakan kecemasan pemirsa,

itulah harapanku.

Lebih dari apa pun,

kuharap kami bisa memberi kekuatan.

"Laut, penuh dengan berbagai kehidupan yang berjalan"

"Menjalani kehidupan"

"Serta tanah yang terus mendukung kehidupan baru"

"Adalah bagian dari pulau indah yang akan kami tunjukkan"

Halo? - Halo?

Ya? - Hai, Hae Jin.

Halo. - Hai.

Kudengar kita tidak akan ke Pulau Manjae kali ini.

Pulau Manjae punya banyak penduduk,

jadi, kurasa membawa banyak kru pada masa seperti ini

tidak akan pantas.

Karena itulah kali ini...

Kita akan pergi ke pulau tidak berpenghuni?

Ya, itu cocok untukmu.

Kita akan pergi ke pulau tanpa penghuni.

"Tapi pulau ini penuh dengan pohon bambu dan tiram"

"Dahulu, sekitar 50 keluarga tinggal di pulau ini"

"Kini, hanya ada tiga keluarga yang sesekali mengunjungi pulau ini"

Jadi, hal-hal yang memudahkan seperti Pasar Swalayan Manjae

tidak akan ada di sana, bukan?

Benar. Kamu bisa membuat pasar swalayan sendiri.

Kamu harus melakukan semuanya sendiri.

"Ini sudut boga bahari di Pasar Swalayan Jukgul"

"Ini akuarium di restoran sashimi Jukgul"

"Dan ini pemilik restoran sashimi itu"

Aku sudah bisa melihat

wajah marah Cha Seung Won.

Namun meskipun begitu, kamu tidak keberatan pergi ke sana

dengan Seung Won, bukan?

Meski aku keberatan,

kurasa akan lebih canggung

pergi dengan orang lain saat ini.

Aku mulai menyukainya karena rasa tidak sukaku padanya.

"Suatu hari di bulan April, sebuah pelabuhan di Haenam"

"Sebelum syuting, kami mengikuti pencegahan Covid-19"

Ini kali pertama kita berkumpul setelah sekian lama.

Ini bagus.

Ini satu-satunya alasan kita bisa bersama.

Kalian tidak ingin bertemu secara pribadi?

Tidak. Kami bahkan tidak berkomunikasi.

Kami tidak rutin berkomunikasi. - Aku belum pernah melihatnya.

"Anggota termuda grup menggenggam ransel dengan semangat"

Cuacanya bagus kemarin. - Benar sekali.

Jadi, kupikir kita bisa syuting tanpa halangan hari ini.

Mereka pasti sudah mendengar bahwa kita di sini.

Cuacanya bagus sepanjang tahun, sampai sekarang.

"Awan melaju menuju pulau di waktu yang sama"

Saat ini, tidak ada orang di pulau.

Di sini bahkan tidak ada infrastruktur

pendukung kehidupan sehari-hari, tapi kita belum bersiap.

Kita harus bagaimana?

Tanpa ombak besar, pelaut hebat tidak akan terbentuk.

"Reaksinya tidak bersemangat"

Kamu pernah dengar itu, bukan? - Ya.

Begitu rupanya.

"Mereka akan tiba di pulau hanya dalam 30 menit"

Hanya 30 menit dengan perahu dari daratan utama.

Pasti sangat indah dengan banyak pohon bambu.

Benar juga.

Kamu harus memberi tahu mereka.

Ada apa?

Aku baru tahu Hae Jin punya lisensi operator kapal.

Aku punya waktu, jadi, kubuat saja.

"Lisensi Operator Kapal"

"Dia terlihat sangat gagah"

Jadi, kamu bisa membawa kapal?

Benar. - Kamu punya kapal?

Dia sudah menyiapkannya dan menunggunya di dermaga.

Itu sesuai denganmu, Pak Pelaut Sejati.

Jadi, kamu bisa membawa kapal untuk memancing?

Jika dia mau.

Setidaknya kamu harus punya satu kapal untuk memancing.

"Dialah yang memilikinya"

"Zaman sekarang, siapa yang menunggu ikan datang?"

"Aku tahu di mana kemungkinan lokasi ikan bream laut"

"Aku pelaut yang hebat, Yu Hae Jin"

"Kamu yang terbaik"

Pak. - Ya?

"Jangan lupa memberi tip saat kalian turun"

"Humor adalah bagian dari paket lengkap"

Baiklah.

Sebagai aktor, kita tidak tahu kapan keahlian ini akan berguna.

Benar. - Jadi, kubuat selagi ada waktu.

Aku berpikir untuk mendapatkan sertifikasi

dalam mengoperasikan alat berat.

Itu cocok untukmu.

"Dia bersenandung sendiri"

"Dia berpakaian rapi"

Seung Won, kamu terlihat sangat gagah.

Apa? - Kamu tampak gagah.

Pertama, aku tampan.

Ketampananku yang paling utama.

Aku?

"Jika kamu berpaling dari para pria tampan ini..."

Lihat.

Di sebelah sana. - Ukurannya sangat kecil.

"Dia menghela napas"

Jika sekecil ini,

kita akan lebih sering bertengkar.

"Dia setuju"

"Memikirkannya saja membuatnya gelisah"

Kita akan mengumpat seharian.

"Beberapa saat kemudian"

"Aku ingin tidur di sini malam ini"

"Lucu sekali"

"Tidak ada tempat untuk kabur di pulau kecil ini"

"Jika menggunakan sesuatu, setelah itu kembalikan ke tempatnya"

"Dia memintamu mengembalikan alat setelah menggunakannya"

"Apa yang dia maksud?"

"Bahkan saat mereka menuju laut"

"Kapal yang mereka naiki sangat kecil"

"Hari terakhir"

"Apa pria itu sudah pulang?"

"Maksudmu Hae Jin?"

"Apa akhirnya dia pergi?"

Dia pandai melabuhkan kapal.

Ya, bagus.

Astaga. - Kita bisa lepas masker, bukan?

Kurasa kamu benar. - Mari kita lepaskan sekarang.

Sepertinya di sana. - Ya.

Rumah merah di sana. - Pasti itu.

"Mereka turun di dermaga"

"Dan langsung menuju jalan utama"

"Sampai mereka tiba di rumah baru"

"Mereka menggotong kubis yang dibawa Seung Won"

Tidak apa-apa.

Tidak apa-apa. - Kita hanya berselisih dan makan.

"Mereka tertawa"

Lihat itu. - Apa?

Ini pohon camellia.

"Pohon camellia kecil menjaga pintu masuk ke rumah"

Kurasa itu pohon camellia.

"Ini dia"

Mereka menatanya dengan baik.

Pertama, kita harus...

Nyalakan apinya.

"Tugas yang harus mereka kerjakan langsung terlihat"

Aku sempat ketakutan. - Ini bagus.

Menyenangkan sekali di sini.

Benar sekali. - Cantik sekali.

Ini sangat cantik.

"Kini kami persembahkan rumah Three Meals"

"Dengan pemandangan laut yang luas dan atap merahnya"

"Jika kamu memasuki pintu yang paling dekat ke gerbang depan"

"Kamu akan masuk ke dapur kecil, tapi terisi penuh"

"Berikutnya adalah ruang tamu dengan suasana retro"

"Dan ruang utama tempat semua bisa beristirahat dan bersantai"

"Pemandangan laut dari sini juga bukan sekadar pemandangan laut"

"Matahari terbit di belakang rumah"

"Dan terbenam di depan rumah"

"Matahari terbenam dapat dilihat dari ruang utama"

"Meski tidak terlihat hari ini"

"Matahari pasti akan terbit lagi"

"Pada saat itu, mereka akan merasa lebih dekat dengan laut"

"Di samping rumah"

"Ada kebun yang membantu memperkaya makanan para anggota"

"Ada juga kabin kecil di antaranya"

"Mereka juga bisa makan telur segar dari kandang ayam"

Cantik sekali.

Ini terlalu cantik.

Benar, bukan? - Bagus sekali.

Astaga.

Astaga. - Seharusnya tidak dimulai begini.

Komentar

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left