200 baris pertama.
Kim Do-gyeom.
Hari ini...
tamat riwayatmu.
Baik, lepaskan. Lepaskan pisaunya.
Lepaskan pisaunya. Lepaskan.
Baik, kulepaskan.
Baik, tenanglah.
Tunggu!
-Ini tidak adil! -Ya, sudah!
POLISI
SEO YEON-SEO, USIA 29 WANITA TERCANTIK
AHLI GIZI #APES_SOAL_PRIA
#PEMINUM_KELAS_BERAT "MAKAN APA YANG DIBERIKAN"
Hari ini hari jadi setahun kami,
tapi dia menyuapi wanita lain.
Sulit sekali membuat reservasi di restoran itu.
Sialan, si bajingan itu. Dia mengenakan arloji yang kubelikan.
Tetap saja, kenapa kau menenteng pisau?
Apa itu? Darah?
Bit. Air bit.
Apa? Cobalah untuk tenang dan ceritakan apa yang terjadi.
Tarik napas dalam.
Embuskan.
Bit.
Dia minta beat ...
Bukan minta beat .
Maksudku bit, sejenis akar-akaran.
Bit punya pigmen merah yang mengandung betain,
dan itu menjadi antioksidan
yang dapat mencegah kanker dan meredakan peradangan.
Benar juga. Katamu kau ahli gizi.
Nah, kenapa memotong bit di hari jadi kalian?
Bosku tak mau memakan sosisku.
Apa?
Bosku tak mau makan sosisku. Sialan.
Sosis biasanya terbuat dari 90% daging babi,
ditambah telur, bawang bombai, dan cabai Cheongyang,
ditambahkan bahan lain,
lalu diisikan ke pembungkus.
Namun, bit, labu kuning...
Tunggu, ini apa, ya?
Sejak aku bekerja untuk bos sialan ini dengan selera anehnya,
aku sudah mencicipi semua.
Namun, hasilnya...
Lagi.
Lagi.
Lagi.
Lagi!
Lagi!
Lagi!
Setiap hari, si bajingan itu mau disajikan sosis saat makan siang
hingga aku bisa menyamakan rasa sosis yang dia makan saat kecil.
-Setiap hari? -Ya.
Siapa yang pakai bit untuk buat sosis?
Aku harus apa? Aku bahkan tidak makan sosis.
Aku telah mencoba setiap kemungkinan untuk bos yang bahkan wajahnya tak kuketahui,
tapi selalu bilang itu salah.
Dialah alasan pacarku selingkuh.
Si berengsek yang terobsesi dengan sosis.
-Kurasa dia gila. -Ya.
KEESOKAN HARINYA
-Hari ini apa? -Sosis macam apa ini?
-Ada bitnya. -Aneh.
Bit? Aduh...
Kenapa sosisnya selalu tampak begini?
Hei, Kim Do-gyeom!
Apa katamu...
-Dia marah? -Dia ini kenapa?
Kau ini sedang apa?
Membalas air tuba dengan air susu.
Terima kasih.
Sebentar.
Sekretaris Kim, aku mau membahas soal makanan bos kita.
Waktuku tak banyak. Ikut denganku, kudengarkan.
KIM DO-GYEOM
Pintu menutup.
Silakan. Nanti makanannya dingin.
Entah mau mulai dari mana, tapi...
Mari kita putus.
Kau tak dengar? Kubilang mari putus.
Ya, aku juga berniat mengatakan hal yang sama.
Namun, beri tahu alasannya.
Apakah karena wanita itu?
Kulihat kau bersama wanita lain di restoran yang kupesan.
Makanan di sana sangat lezat.
Terima kasih.
Pasti sulit sekali membuat reservasi di sana.
Baiklah. Kuakui aku melewatkan hari jadi kita
dan membuatmu merasa kesepian karena aku ada lembur.
Walau begitu, bisa-bisanya...
Pikirmu orang selingkuh karena kesepian?
Orang selingkuh karena bosan.
Apa?
Yeon-seo, kau tahu para pegawai tak mau makan sosismu, 'kan?
Orang muak makan makanan yang sama selama beberapa pekan,
tapi aku harus menelannya selama setahun.
Apa katamu?
Kita selesai. Aku sudah muak.
Kim Do-gyeom, kau...
Pintu membuka.
Terima kasih kerja kerasnya, Nona Seo.
Dia muak denganku? Aku membosankan?
Kalau ini bagaimana?
Mau kugigit?
Guk, guk.
Lagi.
Maafkan saya.
Biar saya buatkan lagi.
"Lagi"?
Si berengsek itu mirip bosku.
Lakukan lagi.
Lakukan lagi.
-Lagi. -Lagi.
-Lagi! -Lagi.
-Lagi. -Lagi!
Hei, kau.
Kau, "Lagi".
Kau memanggilku?
Ya.
Apa aku mengenalmu?
Pentingkah itu?
Aku punya pertanyaan untukmu.
Kenapa kau tak mau makan apa yang diberikan oleh orang lain?
"Makan"?
Rasa dari masa kecilmu, rasa nostalgia yang tak terlupakan.
Kenapa itu penting?
Begini.
Tahukah kau aku lembur berbulan-bulan,
tak pernah menemui pacarku,
agar bisa membuat sosis yang bahkan tak kusukai,
berharap mendapat rasa yang tak pernah kucicipi?
Selain itu, kulihat pacarku bersama wanita lain...
Jika bukan karena bajingan yang terobsesi dengan sosis,
aku bisa jadi pacar yang lebih baik.
Pacarku pasti takkan bosan.
Jadi, ketimbang mencari makanan yang kau makan saat kecil, cobalah yang...
Aku tak pernah bosan.
Baik rasa yang kusukai atau wanita yang kucintai,
aku tidak merasa bosan.
Tak pernah.
Kau takkan menyesali ini? Aku tak begini dengan wanita mabuk.
Aku juga tak begini dengan pria yang namanya tak kuketahui.
Anggap saja ini lokakarya satu hari.
Dua ratus ribu won?
SEO YEON-SEO
Dasar gila.
Kau benar-benar gila.
Apa kau kena rabies karena si bajingan itu menyakitimu?
Kenapa? Serius, kenapa?
"Ke ruangan CEO"?
Untuk apa? Aku kena masalah?
Karena sosis?
RUANGAN CEO
Alih-alih membuat mantanku menyesal sudah memutuskanku...
Dia tak ada.
SEKRETARIS KIM DO-GYEOM
Ke mana dia?
Masuklah.
CEO KANG HA-JUN
Nona Seo Yeon-seo?
Ya, Tn. Kang.
Aku Kang Ha-jun.
Berabe sekali ini...
Menilai raut wajahmu, kurasa kau sungguh tak tahu.
Tentu kau takkan bicara seperti itu jika kau tahu.
Tidak kepada bosmu...
yang menggajimu.
Semalam cuma bernilai 200.000 won?
Begitukah?
Apa maksudmu 200,000 won?
KARTU PEGAWAI SEMENTARA
Jadi, kau tak ingat, ya?
Membosankan.
Apa katamu?
Kubilang kau mungkin dipecat karena itu.
Karena kau akan memecatku, biar kuberikan saran.
Baik, apa?
Makan saja apa yang orang buat untukmu, dasar ribet.
Lalu, kembalikan 180.000 won milikku.
Kau mau kembalian?
Nilainya bukan 200.000 won. Paling tinggi 20.000 saja.
Berabe sekali ini.
Sungguh berabe.
Semua karena sosis sialan ini.
Juga karena CEO sialan itu.
Kenapa si berengsek itu di sini?
Apa aku sungguh dipecat?
Aku masih ada cicilan untuk jam tangan si berengsek Kim Do-gyeom.
Mulai hari ini, Tn. Kang akan sarapan bersama pegawai.
Mulai hari ini, Tn. Kang akan makan siang bersama pegawai.
Mulai hari ini, Tn. Kang makan malam...
Kau mau makan seharian dengan pegawai?
Ya, apa ada masalah?
Kami tak menyajikan sosis untuk makan malam, Tn. Kang.
Akan kumakan apa pun yang kau berikan.
Tak masalah jika aku tak makan sosis, 'kan?
Selamat menikmati, Tn. Kang.
Beda rasanya melihatmu saat bekerja,
Nona Seo Yeon-seo.
Maaf?
No comments yet. Be the first to leave one.