147 baris pertama.
ISTANA PARA GADIS - AULA BESAR
KAPTEN MATA ELANG - SHIN-U
Menurutmu akan seperti apa kedatangan wanita itu?
PUTRA MAHKOTA - EI GYOUMEI
Dibenci semua orang di Istana Para Gadis,
dianggap musuh,
dan Selir Shu, walinya, menyarankan dia absen.
Namun, dia bersikeras hadir.
Apa ada masalah?
Saat aku mengunjungi Reirin pagi ini, dia menangis.
Aku sangat sedih!
GADIS KLAN KUO - KOU REIRIN
Aku ingin kebahagiaan terpancar di mata sepupuku.
Hanya itu yang kupikirkan, pengabdian terus-menerus!
Biasanya dia pemberani, baru sekarang aku melihatnya menangis.
Pertama kali?
Ya.
Begitu rupanya.
Reirin adalah satu-satunya gadis yang kubiarkan masuk ke hatiku.
Tapi...
apa dia sungguh Kou Reirin yang kucintai?
Shu Keigetsu yang kau cemaskan sudah tiba.
Tampaknya dia hanya ditemani satu dayang pribadi.
Maafkan aku terlambat datang ke ritual.
DAYANG LEELEE KOU REIREIN (KEIGETSEU)
Kuharap kalian semua sehat.
THOUGH I AM AN INEPT VILLAINESS
Bukankah dia yang paling cantik?
Dia dayangku!
Tegakkan bahu, lihat ke depan.
- Tegakkan bahu, lihat ke depan. - Tentu saja aku juga berusaha.
Tegakkan bahu, lihat ke depan.
Aku sangat suka menyulam, dan mengerjakannya siang, malam.
Selama tiga hari terakhir, aku bisa fokus ke persiapan.
Hari-hari yang menyenangkan!
Dan ini kulit Nyonya Keigetsu!
Sebanyak apa pun peronanya, tidak pernah luntur.
Aku tidak bisa hanya pura-pura ceria.
Tujuan hari ini adalah mengembalikan jepit rambut ini pada Nyonya Seika.
Nyonya, duduklah.
Sepertinya mereka mengira "Shu Keigetsu" takkan datang.
Nyonya Seika.
GADIS KLAN KIN, KIN SEIKA
Sepertinya tidak ada kursi kosong untukku dan dayangku.
Apa?
Kau muncul meski Selir Shu menyarankan ketidakhadiranmu.
Ternyata kau tidak tahu malu.
Tampaknya kulitmu cukup kuat, jadi kenapa tidak duduk di lantai?
Astaga.
Dia bilang aku kuat.
Kin Seika.
Ya?
Meski tamu tidak terduga, memperlakukan mereka dengan sopan
menunjukkan kemampuanmu sebagai tuan rumah Klan Kin.
Cepat bawakan kursi.
Baik.
Terima kasih atas perhatian Yang Mulia.
Tapi aku...
baik-baik saja di sini.
Apa?
Apa katanya?
Nyonya,
kenapa malah senang di situasi seperti ini?
Karena dia bilang aku kuat, Leelee.
Shu Keigetsu tidak merespons provokasiku?
Apa-apaan ini?
Selain itu...
apa dia selalu secantik ini?
Tidak. Aku tuan rumahnya.
Aku tidak bisa mengabaikan prosesnya.
Kalau begitu, karena semuanya sudah berkumpul,
kita harus mendoakan panen melimpah dan memulai ritual Festival Hantu.
Berikutnya, tarian persembahan.
Silakan mulai, Nyonya Gen Kasui.
GADIS KLAN GEN, GEN KASUI
Kalau begitu, untuk musim gugur yang akan datang...
Aku berdoa agar dewi panen tersenyum pada kita.
Bunyi lonceng yang kaku lebih seperti senjata daripada alat musik.
Sudah sepantasnya memulai dengan tarian yang biasa saja.
Lazim bagi mereka yang pandai menari untuk menerima hadiah dari penonton.
Apa yang akan dilakukan Shu Keigetsu
yang sudah diusir ke gudang
tanpa bekal apa pun?
Leelee.
Ya.
Itu tarian yang indah.
Bola hiasan?
Astaga.
Luar biasa.
Biasanya, bola hiasan digunakan di festival musiman awal musim panas.
Namun, sebagai Nyonya keluarga Shu yang mengawasi musim panas, itu cocok.
Apalagi sulamannya yang rumit sangat indah.
Untuk tikus got yang biasanya tak punya selera,
barang itu cukup bagus.
Namun, apakah itu akan bertahan sampai akhir?
Selanjutnya, Nyonya Ran Houshun. Silakan.
GADIS KLAN RAN, RAN HOUSHUN
Baik.
Kalau begitu...
untuk musim gugur yang akan datang,
aku berdoa agar dewi panen tersenyum pada kita.
Meski canggung, sepertinya dia sudah terlatih.
Tidak ada keraguan dalam gerakannya.
Namun, itu hanya tarian gadis kecil.
Hebat!
Kurasa aku yang berikutnya.
- Sudah waktunya? - Aku menantikannya.
Akhirnya tiba juga.
Aku akan menunjukkan seperti apa tarian yang sesungguhnya.
Untuk musim gugur yang akan datang,
aku berdoa agar dewi panen tersenyum pada kita.
Itu tarian yang indah.
Terima kasih banyak.
Ini dari Yang Mulia Gyoumei.
Ini dari Selir Murni.
Menerima pujian luar biasa dari semua orang membuatku sangat gembira.
Memberikan bola hiasan sederhana
untuk tarian yang dihadiahi putra mahkota itu tak sopan.
Apa yang akan kau lakukan, Shu Keigetsu?
Itu tarian yang sangat indah.
Sebagai gantinya, akan kuberikan hadiah sederhana.
Silakan.
Terimalah.
Bagaimana reaksi Nyonya Kin Seika?
Bagaimana menurutmu?
Nyonya Seika, kau murah hati, seperti dewi panen.
Aku yakin kau akan menerimanya tanpa sepatah kata pun.
Jadi, kalau ingin menunjukkan kemampuanmu sebagai penguasa...
Sejak menerima jepit rambut itu, hidupmu ada di tanganku.
Kau harus menerima bahan pemerasan yang dikembalikan tanpa membantah.
Astaga, ini indah sekali.
Leelee, ayo cari dayang itu.
- Dia dalam masa percobaan. - Kenapa punya ini?
Di mana Nyonya Gayou?
Mungkin dia menghabiskan waktunya menganiaya dayang istana.
Seperti di masa lalu!
Astaga, jahat sekali.
Yang ini?
Hentikan.
Namun, Nyonya Seika, bagaimana dia mendapatkan benda seindah ini?
- Yang ini? - Benar!
Bukan dia.
Mungkin dia mencurinya?
Aku pernah dengar seseorang mengeluh jepit rambutnya hilang.
Kau tidak tahu apa yang akan dilakukan manusia saat terpojok.
Dia hanya punya satu dayang pribadi.
Aku yakin dia cukup menderita.
No comments yet. Be the first to leave one.