Masters of the Universe

Masters of the Universe

Unduh Subtitle Indonesian

Informasi rilis

Masters Of The Universe 1987 BluRay x264-[YTS AM]
Komentar oleh tedi
Retail AMZN Resync for BluRay

Tag

bluray
Diterbitkan pada: 2026-06-04
Unduhan: 57
Tuna Rungu: No

Pratinjau subtitle Indonesian

200 baris pertama.

Di pusat alam semesta,

di perbatasan antara terang dan gelap,

terdapat Kastel Grayskull.

Selama berabad-abad,

Penyihir Grayskull menjaga keseimbangan alam semesta ini.

Namun, pasukan kegelapan tak tinggal diam

dan selalu memikirkan cara menguasai Grayskull.

Sebab yang mengendalikan Grayskull akan mendapat kekuatan.

Kekuatan untuk menjadi yang tertinggi dan mahakuasa.

Kekuatan untuk menjadi penguasa semesta.

- Laporkan, Evil-Lyn. Bicaralah. - Gerbang ke kota sudah ditutup.

Kastel aman dan kami saat ini sudah mengepung orang Thenur itu.

- Ya, lalu He-Man? - Dia terus memimpin perlawanan.

Kami pastikan menangkapnya sebelum akhir hari.

Aku ingin dia berlutut di kakiku.

Setelah sekian lama, Grayskull milik kita.

Tidak!

Milikku.

Kekuatan Grayskull belum berpindah kepadamu.

Ada yang bicara kepadaku.

Ya. Penyihir.

Tawananku yang manis. Akhirnya, tawananku.

Aku menang.

Kegelapan mulai bangkit untuk merangkulmu.

Kegelapan bisa merangkul cahaya, tapi tak pernah menutupinya.

Kau belum menang, Skeletor. He-Man masih hidup.

- Bisa kurasakan. - Masa?

Sensitif sekali kau.

Kau bisa rasakan ini?

Evil-Lyn, aktifkan kubah hologram.

Penduduk Eternia, perang sudah berakhir.

Pasukanku menang.

Penyihir Grayskull menjadi tawananku dan kekuatannya kini bergabung denganku.

Inilah keputusan pertamaku.

Mereka yang tak bersumpah setia kepadaku

akan dihancurkan.

Era baru dimulai.

He-Man, syukurlah kau selamat.

Aku mencari kalian.

- Grayskull. Situasinya gawat. - Tersisa berapa unit?

Tak banyak. Kami semua terpencar. Tiba-tiba, mereka ada di mana-mana.

- Kacau. - Ada yang berkhianat.

Tolong!

- Keluarkan aku! - Tak apa.

Tolong! Siapa pun!

- Tolong! - Baiklah, kami dengar.

- Tarik tongkatnya. - Hati-hati.

- Syukurlah. - Aku mendengarmu mendekat.

Tangkapan bagus.

Siapa kau?

Aku Gwildor dari Thenur, tukang kunci dan penemu.

Pasukan Skeletor memburuku.

Diberkatilah kau yang menyelamatkanku.

Tak perlu. Musuh Skeletor mana pun adalah teman kami.

Kenapa Skeletor memburumu?

Tolong aku.

Sebaiknya kutunjukkan. Mari ikut.

Aku ingat masa saat kita tak perlu mengunci pintu.

Masa itu akan kembali. Ya.

Masuklah.

Masuklah. Selamat datang di rumahku.

Ayo.

Ayo.

Kau bertanya kenapa Skeletor mengejarku?

Karena penemuanku.

Karena ini.

Andai aku tak menciptakannya.

Skeletor ingin aku mati agar aku tak buat lagi.

Jika dia tahu aku punya prototipe ini...

Itu apa? Apa fungsinya?

Aku menyebutnya Kunci Kosmis.

Ini kunci paling unik di alam semesta.

Nada yang dihasilkannya bisa membuka pintu ke mana pun.

- Ke mana pun? - Tepat.

Kau hanya perlu menghitung nada graviton ke tujuan tertentu,

aktifkan tombol daya, dan...

Itu cara pasukan Skeletor tiba-tiba masuk ke kota.

Ya.

Sayangnya begitu.

Dasar hina.

- Tak sadar perbuatanmu? - Sabar, Teela. Dia tak tahu.

Benar. Bagaimana aku tahu? Kaum Thenur pencinta kedamaian.

Kami memercayai semuanya. Seorang wanita datang menemuiku.

Katanya dia dengar aku tukang kunci tenar.

Dia tampak tertarik dengan karyaku.

Mana aku tahu dia dari Gunung Ular.

- Dia cantik. - Itu Evil-Lyn.

Aku terkecoh, dia curi kuncinya.

Gwildor, bisakah alatmu ini membawa kita ke Grayskull?

- Tentu. - Ke tempat Penyihir berada?

Itu koordinat pertama yang kuhitung sebelum dia datang.

- Bagus. - Namun, kita tak bisa.

Jika mengganggu gelombang graviton, kunci Skeletor akan menemukan kita.

Tampaknya sudah.

Warlord, buka saja.

Tidak. Bukan ke arah sana. Lewat sini, jalan rahasia.

- Cepat. - Teela, pergilah.

- Di pojok, di sana. Cepat. - Baik.

- Gwildor, ini mengarah ke mana? - Ke gua di bawah Grayskull.

Ionisasikan itu.

Gwildor, cepat.

- Ya. - Ayo.

Aku tak suka petualangan.

Amankan ruangan. Cepat.

Cari kuncinya. Hancurkan tempat ini.

- He-Man, kita berhasil. Lihat. - Aku tahu dia di sini menunggu kita.

- Kau benar. Ini terlalu sunyi. - Lihat. Itu Penyihir.

Ayo. Gwildor, cepat.

- Hati-hati. - Diam.

Penyihir?

Kami akan membebaskanmu.

Skeletor mengurungku dalam medan energi

yang bisa dibuka cuma olehnya.

- Kallian dalam bahaya, pergi. - Kami tak akan pergi tanpamu, Penyihir.

Gwildor, kuncimu bisa buka pintu ke medan daya ini?

- Tentu. - Lakukan sekarang.

- Butuh waktu. - Mulailah, Gwildor.

Gwildor, di sini.

Aku harus membaca dan menghitung nada gravitonnya.

- Dia mengambil kekuatanmu. - Bisa kutahan sampai bulan terbit.

Sampai portal Mata Agung membuka alam semesta.

- Mereka datang. - Gwildor, pindah ke sana. Lanjutkan.

Ayo!

Yang menunggu, mendapatkan semuanya.

Aku sudah sangat lama menantikan momen ini.

- Lepaskan dia. - Tak mau. Tidak.

Saat dia tetap terpenjara di medan daya ini,

kekuatannya meningkatkan kemampuanku, dan saat bulan mencapai puncaknya,

portal Mata Agung akan terbuka

dan semua kekuatan Grayskull akan dicurahkan kepadaku.

Penyihirmu yang mengagumkan akan mati.

- Kau berani mengancam nyawanya? - Aku berani lakukan apa pun.

Aku Skeletor.

Jatuhkan senjata kalian dan berikrarlah setia kepadaku

atau bergabung dengannya.

Bukan dia yang kau mau, tapi aku. Masalahnya selalu antara kita.

Diam.

Tukang kunci itu. Si hina itu punya kunci lain.

Apa? Tidak.

Bunuh dia!

Lindungi Gwildor! Teruskan kerjamu.

Gwildor, benda itu bisa keluarkan kita dari sini?

Bisa, tapi ke mana?

- Ke mana pun, cepat lakukan. - Ya.

Berhasil.

Man-at-Arms, Teela. Aku berhasil!

Pintunya. Sudah terbuka. Ayo. He-Man!

Tidak! Aku tak mau tinggalkan dia!

Harus. Eternia membutuhkanmu hidup-hidup, He-Man.

Waktumu sampai bulan terbit. Pergilah.

He-Man, cepat. Ayo.

Ayo, Gwildor.

Hentikan dia!

- Gwildor, ayo! - Pintunya!

- Gwildor! - Kunciku.

Kuncinya. Ambil.

Temukan mereka! Lacak!

Buru mereka dan berikan kunci itu kepadaku.

Tampaknya dia menekan kunci secara acak.

Mustahil melacak mereka.

Pantau frekuensinya.

Pasti dipakai lagi di mana pun mereka. Saat digunakan, kunci koordinatnya.

He-Man hidup dan memiliki kunci itu.

Aku harus memiliki segalanya atau tak punya apa-apa.

Temukan mereka.

Kau tak apa?

Orang Thenur pintar mencari tempat mendarat.

Terima kasih.

Aku bisa saja tercekik dalam cairan menjijikkan itu.

Berhenti mengeluh. Itu hanya lumpur.

Mudah bicara begitu kalau insangmu tak tersumbat.

- Astaga. - Maaf.

- Maaf. - Gwildor.

Kita harus kembali ke Eternia.

Jika sudah bersihkan insang,

beri tahu ini di mana.

Kita bisa di mana saja. Planet mana pun di galaksi.

Planet apa pun di ribuan galaksi.

Aku tak sempat mengubah koordinatku.

Kita ke sini karena kau, Bodoh. Pulangkan kami.

Tenanglah. Kita terlibat bersama.

Mustahil pulangkan kita jika entah ini di mana.

Aku bukan Torktum.

Aku tak buat alat yang tak simpan koordinat rumahnya.

Kita tinggal tekan tombol daya dan...

Di mana kuncinya?

Cari di sekitar. Satu orang satu sektor.

Apa itu?

Pindai areanya.

Makhluk tak dikenal. Besar.

- Akan kuledakkan. - Tunggu. Mungkin cerdas.

- Astaga, jelek sekali. - Tampaknya tak berbahaya.

Erangan yang mengerikan.

Kucoba bicara dengan makhluk malang itu.

Gwildor.

Gwildor.

Gwildor, waktu kita tak banyak.

He-Man, tampak 0,84 chromon sampai bulan terbit di Grayskull.

Mari lekas temukan kuncinya.

Apa rencanamu?

More Indonesian subtitles for Masters of the Universe

Komentar

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left