200 baris pertama.
Takarir dialog Jepang berwarna biru. Takarir dialog Korea berwarna kuning.
Koh- san ! Selamat datang di rumah.
- Bongkar muatan. - Ya, Pak.
Bongkar sekarang.
Tampaknya perjalananmu berhasil.
Jadi, siapa nantinya?
Soviet atau Amerika?
Masih belum jelas.
Kau harus tetap di sini. Awasi anak buah.
Pastikan tak ada pencuri.
Semua akan sesuai instruksimu.
Jangan khawatir.
"Kita tunjukkan kekuatan besar bangsa kita kepada seluruh dunia.
Prajurit kita yang berani menerjang di medan perang..."
Sebaiknya kau jangan sengaja kalah!
"...musuh kita yang pengecut mundur ketakutan."
Mozasu!
Abang!
Ayo!
Ayo, cicipi rasa seperti di rumah!
- Selamat pagi! - Abang! Tunggu!
Cobalah dengan nasi jatahmu!
Rasanya lebih enak, perut terasa lebih kenyang!
Ayo, cicipi rasa seperti di rumah!
- Kimci! Kimci lezat diobral! - Aku menang!
- Tak adil! Abang! - Noa...
- Kau selalu menang. - Sudah kukatakan untuk waspada.
Kenapa kau mendukungnya?
Ibu, jika aku tak melakukannya, dia tak akan keluar rumah tepat waktu.
Boleh minta kimci?
Tn. Kim, senang melihatmu. Sudah lama sekali.
Ya.
Aku cemas kau pergi ke tempat lain.
Bagaimana aku bisa ke tempat lain? Kimci di sini tak terbandingkan.
Apa kau sibuk?
Ya, lumayan.
Kimcimu menyusut. Semoga berarti penjualanmu laris.
Andai itu benar.
Persediaan kol sedikit.
Ini tumpak terakhirku.
Kakak iparku menjelajahi pasar untuk membuat acar, tetapi...
Apa yang akan kaulakukan?
Kami akan bisa bertahan.
Kami selalu bisa.
Ini.
Kau seperti seseorang yang bisa mengurus uang.
Itu kabar bagus. Aku berniat menjadi sangat kaya.
Kau punya putra yang bisa diandalkan.
- Terima kasih. Jaga dirimu. - Aku akan mampir lagi.
Sampai jumpa.
Pria itu jelas mata-mata atau sesuatu.
Walau bercanda, kau tak boleh bicara begitu.
Siapa yang mendengarkan?
Kau tak pernah tahu. Tidak pada masa seperti ini.
- Lihat itu! - Apa itu? Di atas sana!
- Ibu? - Pesawat Amerika!
Ibu, lihat!
Ada yang dijatuhkan.
Dapat! Apa itu?
Apa isi tulisannya, Noa?
"Untuk warga Jepang,
buatlah petisi kepada kaisar kalian untuk menghentikan perang brutal ini.
Jika Jepang tidak menyerah, situasi akan makin parah.
Kami mendesak kalian untuk menerima akibatnya
dan mulai membangun Jepang yang baru, lebih baik, dan cinta damai."
Apa artinya?
Bagaimana situasi bisa lebih buruk?
Ibu tak paham? Orang Amerika akan datang.
PERANG DUNIA II
BERDASARKAN BUKU KARYA MIN JIN LEE
Dengan pendanaan 500 juta yen
dari investor bijak sepertimu,
aku bisa memanfaatkan pengalamanku sebelumnya.
Sejauh ini, kau mengumpulkan berapa?
Aku hampir mencapai tujuanku.
Para investor antusias.
Dengan investasi kecil, risiko terbatas,
khususnya dalam pasar yang terkena krisis seperti ini,
potensi labanya penting.
Kau berniat mengelola dana sendiri?
Biaya tambahan akan tetap rendah.
Lagi pula,
aku netral.
Baik dolar atau yen yang unggul,
tak ada bedanya bagiku.
Kau jelas tak netral di Shiffley's.
Kami sudah dengar.
Reputasimu tercemar karena simpatimu kepada pemilik tanah itu.
Kesepakatan itu gagal karena kita terlalu emosional tentangnya.
Wanita itu tak akan mau menjual.
Tidak kepada Abe- san . Tidak kepada Colton Hotels.
Maksudku adalah
berbahaya untuk menjalankan bisnis berdasarkan kesetiaan.
Hubunganmu dengan Mamoru Yoshii...
Kami khawatir.
Jujur saja,
karena koneksinya.
Kini Tokyo kota besar berpenduduk 11 juta orang,
namun masih terasa seperti desa.
Kalian tak harus cemas.
Aku tak berhubungan dengan pria itu.
Brock. Ini bukan tren.
Lihatlah Nikkei!
Yang benar saja.
Apa kau akan duduk di kursi Goldman Sachs yang empuk itu
jika bukan berkat aku yang menyeretmu berkuliah?
Aku tak minta investasi besar. Hanya...
Begini. Aku tak tahu kau diceritakan apa, tetapi...
Kita bicara nanti, ya.
Hei!
Kau makan hidangan bau apa hari ini?
Dengar! Kalian juga harus belajar ini.
Ini beoseot gangjeong.
Biasanya lebih pedas,
tetapi tak ada cabai lagi. Tetap saja...
Lezat. Aku bisa makan 100.
Neulgeun hobakjeon.
Musim gugur lalu, bibiku pergi ke pertanian di pedesaan
dan membeli labu besar.
Ukurannya lima kali lebih besar dari kepala abangku!
Kata bibiku, ini harus bertahan sepanjang musim dingin, jadi nikmati tiap potong.
Dan kunikmati!
Bando- kun ! Turun dari meja sekarang!
Turun!
Ke tembok!
Hei, Bando.
Apa benar?
Gosip tentangmu.
Hei, Napas Bawang Putih.
Aku bicara kepadamu.
Kudengar keluargamu hidup dengan babi.
Dan babi tidur di dalam rumahmu. Apa benar?
Lihat, dia tak menyangkal!
Jika itu tak benar, dia akan menyangkal. Benar?
Dia membiarkan perundung menyerangku!
Aku tahu bajingan itu cuma ingin menggangguku,
tetapi yang benar saja!
Aku akan menghantam wajahnya kelak...
Noa.
Aku paham perasaanmu.
Bukan kau saja. Kita semua merasakan kemarahan itu.
Khususnya di sini.
Lihatlah di sekitarmu.
Para suami marah meneriakkan ucapan buruk kepada istri mereka.
Ibu yang lelah membentak anak mereka. Para saudara saling membenci.
Tetapi, Noa,
kemarahan itu muncul karena merasa sangat tak berdaya di sini.
Begitulah adanya.
Jika kau tak suka...
jangan jadi orang Korea, Noa.
Walau itu cuma ada dalam khayalanmu.
Bersulang!
Semoga kini kau puas.
Dengan kontribusi besar kami atas persediaan militer.
Ya. Semua orang senang.
Apa ini berarti pada kontrak berikut kita,
kesetiaan kami akan diberi imbalan?
Jika tidak,
kami berisiko membuatmu tak senang, Koh- san .
Tampaknya semua orang di Osaka tahu apa yang terjadi bila kau tak senang.
Bagiku, aku lebih suka menjaga semua anggota tubuhku.
Alih-alih cemas tentang menyenangkan menantuku, mari kita menikmati malam ini.
Bagaimanapun, kedermawanannya terkenal. Silakan, nikmatilah.
Inoue- san . Ada beras bertumpuk di jajahan kita,
tetapi mustahil untuk dikirim kepada kita saat ini.
Ya.
Ikat saja beras di punggung orang Korea, suruh mereka berenang ke sini.
Biar para kecoak malas itu tahu rasa.
Carilah di mana kedua tamu itu.
Mereka terlalu lama pergi.
Jadi, ini terjadi?
Belum dipastikan.
Namun, ada pesan yang dicegat.
Ada gunjingan, pengeboman akan segera terjadi.
Segera?
Dalam beberapa hari.
Cepat bawa keluargamu keluar kota.
Aku sudah mengirim keluargaku ke pedesaan. Aku menyusul besok pagi.
Pertama, kita tak bisa pergi tanpa makan semua hidangan lezat itu.
Koh- san mengagumkan. Cara dia berhasil temukan semua makanan itu!
Kau sungguh membuat heboh.
Abe- san marah besar.
Percayalah, aku merasakannya.
Malam ini upacara penghargaan besarnya.
Pengusaha Jepang Terbaik Tahun Ini. Itu kehormatan besar.
Sampaikan salamku kepadanya.
Katakan sejujurnya.
Berapa dana yang kaukumpulkan?
Yang benar saja. Nol?
- Nol. - Wakung sawo.
Seharusnya kau memintaku.
Apa maksudmu?
Aku tak mau belas kasihanmu.
Aku mau membantumu.
Kau serius?
Padahal aku pernah iri kepadamu.
Kau tak perlu membuka luka lama, Tetsuya.
Kusadari sikapku picik.
Itu selalu ciri khasmu, bersikap picik.
200 juta.
No comments yet. Be the first to leave one.