Informasi rilis

Wild Chives and Soy Bean Soup ~ Episode 21 [iPOP]
Komentar oleh asm4fru1ty
http://www.facebook.com/AsmaFruity.ISC [YD]

Tag

other
Diterbitkan pada: 2015-07-29
Unduhan: 23
Tuna Rungu: No

Pratinjau subtitle Indonesian

200 baris pertama.

Episode 21

Halo.

Halo.

Siapa ya?

Halo, Saya Jang Dal Rae ketua tim bagian brand internasional.

Ini ibuku.

Ya.

Kenapa bukan Joon Soo?

Kurasa ketua Jang lebih sesuai daripada Joon Soo.

Ketua Jang bukan pramuniaga.

Dia bersikeras meminta anda melayaninya.

Ya. Aku yang minta.

Aku dan Ibuku tidak tahu banyak soal merk yang bagus.

Apakah kau tidak keberatan membantu kami?

Ya. Tentu saja tidak.

Hei. Sudah dapat kepastian?

Dia dibesarkan di Amerika sejak kecil.

Dia bilang sendiri? Bagaimana kau bisa yakin?

Ibunya datang kesini.

Ibunya?

Ibunya mengatakan dia dibesarkan di Amerika.

Kau kecewa?

Apa maksudmu?

Kupikir Jang Dal Rae itu...

Jang Gook.

Sekarang kita sudah dapat kepastian, Jadi jangan dibahas lagi.

Baiklah.

Moo Chul.

Aku menyukai Ketua Jang... maksudku, aku menyukai Jang Dal Rae.

Dia berbeda dengan wanita lainnya... Aku ingin mengejarnya sebisaku.

Da Hae, bosan.

Shopping bukannya seharusnya menyenangkan.

Saya sudah menyiapkan beberapa model pakaian yang mungkin cocok untuk anda.

Terimakasih.

Cantiknya!

Yang ini... ini... ini dan... ini!

Silahkan lewat sini.

Kurasa kalian akan lebih nyaman dengan ketua Yoo.

Joon Soo bekerja dibagian brand domestik.

Bukan berarti dia tidak punya selera memilih pakaian yang bagus.

Apa kau tidak nyaman?

- Tentu saja tidak. Pembeli adalah raja. - Kau belajar di luar negeri?

Lulusan universitas mana?

Itu adalah pertanyaan pribadi.

Bukankah katamu pembeli adalah raja?

Kurasa kau bertanya bukan sebagai pembeli melainkan sebagai kekasih ketua Yoo.

Bagaimana kau bisa tahu aku kekasihnya sedangkan kita baru kali ini ketemu?

Hanya perasaan. Wanita bisa langsung tahu dengan sekali ketemu.

Benar. Meski baru sekali ketemu kita bisa langsang tahu.

Hanya saja ada yang mengganjal setiapkali melihatmu.

Sebenarnya aku dan Joon Soo sudah lama saling mengenal.

Sudah lebih dari 20 tahun.

Pasti sudah banyak hal yang kalian lalui semenjak kenal begitu lama.

Tentu. Banyak hal yang sudah kami lalui bersama.

Sebenarnya kami pernah terlibat cinta segitiga semasa SMA dulu.

Lalu apa yang terjadi?

Seperti yang kau lihat, aku sekarang yang bersamanya.

Pasti tidak mudah untukmu.

Aku dan Ketua Yoo hanya rekan kerja biasa.

Apa yang membuatmu terganggu, Joo Da Hae-ssi?

Da Hae, bagaimana?

Bagaimana penampilan ibu?

- Selamat menikmati waktu belanja anda. - Ya.

Ada apa? Apa terjadi sesuatu?

Sudah selesai belanjanya?

Belum. Tidak ada yang mau kau beli?

Tidak.

Astaga! Astaga! Dal Rae, kenapa?

- Apa soal Joon Soo? - Bukan!

Jolie, Aku lapar. Ayo kita keluar makan malam. Bagaimana kalau...

Jangan, kita sudah pernah pesan ddeokbokki, omelet dan daging babi goreng tepung,

Enaknya yang panas-panas. Bagaimana kalau makan mie soba?

Melihat kau mengoceh, kurasa ada yang mengusik pikiranmu.

Memang.

Seharusnya kau senang tapi sepertinya ada yang mengusikmu.

Entahlah. Kupikir akan menyenangkan tapi rumit juga ternyata.

Siapa dia?

Teman?

Lawan?

Ada hubungannya dengan Joon Soo 'kan? Pasti wanita.

Dal Rae, kau harus lebih waspada.

Aku tahu.

Aku sedang stress berat!

Gara-gara ibu dan nenek?

Kalau menantu dengan mertua mungkin wajar.

Tapi ini ibu dengan anak kandungnya sendiri.

Ayo kita makan malam dulu. Tidak ada makanan dirumah.

Aku sedang tidak selera makan.

Kenapa?

Apa mau ibu telepon Joon Soo? Dia masih kerja 'kan?

Jangan telepon dia.

Kenapa? Selagi kita disini kenapa tidak menemuinya sekalian?

Kita sepakat belanja bersama tapi tidak ada satupun yang kau beli.

- Aku sedang tak ingin belanja. - Makanya aku tanya ada apa?

Sudahlah Bu! Aku tidak mau cerita!

Yasudah. Yasudah.

Kau memang anakku tapi aku sama sekali tak mengerti pemikiranmu.

Pasang sabuk pengamanmu!

- Tidak perlu buat beginian. - Perlu.

Sebelum Jang Gook pergi, dia bilang tidak akan pulang sebelum dia sukses.

Kita juga harus seperti itu.

Mataku sudah tidak jelas, tolong bacakan.

Surat kuasa kepemilikan kedai pangsit Yeo Il Sook.

Choi Go Soon akan mewarisi resep rahasia untuk menjalankan bisnis dan menyetujui bisnis ini sebagai bisnis turun temurun.

Keuntungan yang didapat dari bisnis pangsit ini akan digunakan sesuai kebutuhan dan dikelola oleh Choi Goo Soon.

Ayo cepat tempelkan cap jari ibu.

Dal Rae katanya akan segera pulang.

Apa itu?

Apa ini?

Surat rumah? Surat tanah?

Surat kuasa atas kepemilikan kedai pangsit Yeo Il Sook...

Bukankah Yeo Il Sook berarti dirimu?

Ibu memanggilku?

Duduk.

Ibu masih menyimpan semua surat2 ini?

Tentu saja. Bagaimana aku bisa lupa menyimpannya?

- Kau yang membuat perjanjian itu. - Aku tahu Bu.

- Ada yang ingin kukatakan. - Katakan.

Kenapa ibu tunjukan semua surat ini padaku?

- Menurutmu apa alasannya? - Ibu.

Tetap saja aku tidak bisa terima Ham Cho!

- Aku ingin melindungi pangsit Dal Rae. - Sama denganku!

Kalau begitu terima Ham Cho.

Apa ini lelucon bagi ibu? Bagaimana semudah itu memilih Ham Cho?

Go Soon, tenang.

Kata orang kau harus mengujinya dulu baru tahu hasilnya.

Dia sudah bersama kita selama dua tahun Kita tahu bagaimana perilakunya.

Apa semudah itu menilai perilaku seseorang?

Kita bisa tahu apa isi dalam air tapi kita tidak tahu apa isi hati seseorang!

Jadi maksudmu kau tahu apa isi pikiran gadis itu?

- Aku tidak tahu tapi, maksudku... - Sebelum Min Sup meninggal.

Kau tidak mau menjalankan bisnis ini.

Setelah Min Sup meninggal...

Kau datang padaku karena kau kesulitan mencari uang dan memikirkan menjalankan bisnis ini.

- Saat itu... - Saat itu apa karena Heo Se Min?

Kau ditipu habis-habisan oleh lelaki itu.

Kau mulai putus asa dengan bisnis pangsit ini...

Sampai akhirnya kau mengirim Dal Rae ke Amerika.

Onnie, kau tidak harus membicarakan hal itu.

Apa yang kulakukan salah?

Jang Gook, bukan Dal Rae sudah pulang dengan sukses.

- Kita sudah hidup berkecukupan. - Jadi?

Maksudmu kau mau memilih menantu sesukamu?

Perempuan belakangan ini, bukan. Perempuan yang disukai Jang Hoon.

Menurutmu dia sanggup membuat adonan pangsit sepanjang hidupnya?

Akan kuwariskan pada Jang Hoon bukan pada menantuku.

Kalau begitu bawakan surat perjanjian yang berisi persetujuan Jang Hoon.

Aku tidak akan kemana-mana. Kenapa harus terburu-buru?

Jang Hoon belum bisa membedakan mana yang baik dan bukan.

Apa kau yakin dengan masa depannya?

Jika Jang Hoon menolak, Aku akan membuat keputusan yang kuinginkan.

Ibu sedang mengancamku?

Ibu akan memaksa putraku dan melakukan apa yang ibu inginkan?

Aku senang kalau kau merasa terancam.

Sedang apa kalian ini?

Go Soon!

- Jadi... aigoo, onnie! - Sudah jangan komentar.

Hanya ini cara agar usaha ini terus berlanjut.

Jang Hoon belum bisa membedakan mana yang baik dan bukan.

Apa kau yakin dengan masa depannya?

Jika Jang Hoon menolak, Aku akan membuat keputusan yang kuinginkan.

Anda memanggilku?

Jang Hoon kabur dari rumah. Kau sudah tahu?

Sudah.

Dia kabur dari rumah karena dia muak disini.

Maafkan aku.

Maaf? Kalau kau sudah sadar kenapa tidak langsung berhenti bekerja disini?

Sepertinya kau sedang berusaha cari untung mendekati ibuku.

- Kau pikir kau akan dapatkan yang kau mau? - Sama sekali bukan seperti itu, presdir.

- Aku sangat menyukai 'Oppa'... - 'Oppa'?

Jangan sesekali gunakan kata 'Oppa' padanya!

Keluar!

Presdir.

Apalagi yang ingin kau katakan?

Aku ingin meminta izin keluar sebentar nanti malam.

Kau ingin keluar?

SMA Joong Ahn sudah memesan tempat untuk hari ini.

Karena pesanan sudah pasti...

Kurasa malam ini kerjaan tidak akan begitu sibuk.

Siapa yang menyuruhmu mengurusi urusan dapur? Kalau mau pergi. pergi saja sana!

Kubilang pergi dari sini!

Apa? Kau hanya lulusan SMK?

Dan berani ingin menikah dengan anakku?

Tidak bisa dipercaya. Jangan mimpi!

Halo! Pertemuannya jam lima ya? pastikan anda datang.

Apalagi sekarang?

- Pulanglah. - Aku ada janji hari ini.

Apa janji itu penting sekarang?

Jadi aku bahkan tidak boleh kemana-mana dengan kakiku sendiri sekarang?

Jang Hoon, ibu dipihakmu. Jangan marah pada ibu.

Apa untungnya ibu dipihakku?

Ibu tidak akan biarkan Ham Cho menikah denganmu. Jangan khawatir.

Makanya pulanglah.

Memangnya kalau aku pulang ibu berani ngomong sama nenek kalau aku tidak mau menikah dengan Ham Cho?

Bu, kau saja tidak berani ngomong didepan nenek!

- Ada yang ingin ibu katakan padamu. - Apa itu? Kaatakan saja lewat telepon.

Kau tidur dimana, kenapa kau tidak pulang?

Lagipula Seoul banyak hotel. Aku sudah muak dengan orang rumah makanya aku tidak mau pulang.

Sudahlah, aku muak. Aku juga benci padamu bu!

Menikah?

12 Years Promise (Wild Chives and Soy Bean Soup: 12 Years Reunion / Dalrae Dwaen, Jangkook: 12nyeonmanui Jaehwe / 달래 된, 장국: 12년만의 재회) subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for 12 Years Promise (Wild Chives and Soy Bean Soup: 12 Years Reunion / Dalrae Dwaen, Jangkook: 12nyeonmanui Jaehwe / 달래 된, 장국: 12년만의 재회)

Komentar

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left