200 baris pertama.
Ke sini.
Ya, bagus.
Selamat malam, Pak.
Awasi aku.
Awasi dia.
Ayo! Bunuh dia!
Kita akan bertanding.
Selamat malam, Pak.
Duduk.
Lepas anjing kalian!
Eddie! Hei!
Eddie! Awas!
Eddie.
Eddie.
Kurasa ia tak mendengar.
Eddie.
Kubawakan saja.
Di luar sana zona pejalan kaki.
Tapi mereka mencari empat orang di Cadillac.
Kita bisa bagi uangnya, jalan kaki sendiri-sendiri.
Kau punya bor di saku belakangmu...
...yang belum kau ceritakan pada kami?
Mobil tersembunyi dari jalan seandainya mereka mendekat.
Kita sembunyi kalau mereka datang.
Gudang milik kotapraja.
Ada pemilik mobil yang berutang budi padamu?
Pemberitahuan mendadak berarti uangnya cekak?
Tidak di dalam Rolodex-ku.
Apa Rolodex?
Jangan omong dulu. Oke?
Hati-hati. Sebelum jatuh terlalu jauh.
Masalah mobil.
Ya.
Tampak mudah ternyata berbuah masalah.
Beri kami waktu sehari untuk membukanya.
Kuserahkan seluruhnya.
Baik.
Bullet Head_Upload
Apa katanya?
Ia bilang, kita masuk berita.
Kita di sini paling tidak sampai petang...
...dan ia perlu uang minim 50% untuk jaga-jaga...
...sebelum ia mau ambil risiko.
Ia bilang akan telepon sejam lagi sebelum matahari terbenam.
Ia akan kirim mobil van kalau sudah aman.
Matahari terbenam?
Apa?
Kau memang bedebah tolol.
Aku tak tahu kalau akan dikejar polisi.
Sebenarnya tak masalah jika kita fokus mengantarkan brankas...
...bukannya malah putar-putar ke sentra penjual obat...
...atas insiatifmu.
Aku melihat jalan masuk, maka kulalui saja.
Aku bisa jual obat itu, harganya mahal.
Kau bikin kacau.
Kita seharusnya bersenjata.
Senjata? Kita masuk dan keluar secara lembut.
Tak perlu senjata.
Ini pekerjaan mudah.
Kau mau menembak polisi?
Aku tak tahu siapa yang akan kutembak.
Jaga bicaramu.
Kita bisa ambil brankas lalu pergi, beres.
Ya. Katakan saja pada istri si sopir.
Ia akan bangga pada kita.
Mungkin kau bisa sisihkan beberapa ratus dolar jatahmu...
...untuk membantunya untuk beli peti mati.
Ya, aku seharusnya tak perlu melibatkanmu.
Untuk merampok toko yang sewanya murah?
Kita mujur kalau mendapat 30 ribu dari pekerjaan ini.
Jika bisa membongkar brankas itu.
Terima kasih atas informasinya.
Persetan denganmu.
Bedebah. Kau lebih tolol dari sepupumu.
Dasar bodoh.
Ada apa?
Ada apa?
Dia sakit.
Astaga.
Bagaimana kau tahu?
Nak, aku mengkonsumsi narkoba lebih banyak daripada kamu.
Tadi pagi aku belum memakainya.
Maka kau putuskan untuk memakainya saat bekerja?
Biarkan aku merasa lebih enak dulu.
Ayolah, bung.
Kau penanggung jawabnya.
Seharusnya kubiarkan dulu kau sampai berkeringat.
- Botol kecil, bubuk kuning. - Ya.
Ada bak cuci di sini?
Pikirmu kami di sini lebih lama dari kamu?
Terserah kau bicara.
Jauhi jendela menghadap ke jalan.
Dan jangan keluar.
Katamu ini mudah.
Ayo. Sudah hampir sampai.
Kadang aku berpura-pura bahwa...
...deru mobil-mobil lewat adalah...
...deru ombak di pantai kecil berpasir hitam yang jauh.
Kau tak perlu berpura-pura.
Mari kita terbang saja.
Aku merunyamkan keadaan.
Mengerjakan hal-hal remeh bersama para bedebah...
...yang sibuk dengan makanan kecil...
...bukannya menghabiskan makanan utama.
Aku melakukan kesalahan, Walker.
Maaf.
Aku pernah menyaksikan seperti ini.
Orang-orang terpukul karena...
...pasangan mati, anak sakit.
Istri selingkuh...
- ...dan ia mulai membuat kekacauannya sendiri. - Walker.
Hanya ada 3 macam hasil akhir, Stacy.
Yakni, dipenjara, ditembak...
- ...dan... - Berhasil kabur.
- Orang harus mengenali dirinya. - Ya.
Lalu kamu?
Aku pernah mencetak sukses saat anakku masih kecil.
Di malam Natal. Usiaku mungkin 25 tahun.
Mencuri di toko hewan.
Manajernya bilang ada $5000 di brankas.
Di hari libur mereka laris berjualan kucing.
Aku berharap banyak pada aksi ini agar bisa Kutaruh hadiah...
...di bawah pohon Natal buat puteriku.
Maka kujebol brankas itu.
Kombinasi kuncinya empat angka.
Hanya berdasar yang kulihat dan kudengar.
Aku sangat bangga pada diriku.
Berhasil kubuka.
Kosong. Tak ada selembar pun.
Ternyata sang manajer bedebah pada umumnya...
...ia telah taruh uang sesuai peruntukannya.
Kuingat, selama seminggu anakku mendengarkan klintingan saja.
Maka kucari kelinci atau kucing.
Tapi yang tinggal hanya anak anjing dan ikan.
Aku tahu siapa yang suka menuntun anak anjing.
Dan kulihat ikan itu.
Ikan tropis. Indah.
Kuning cerah. Lain dari yang lain.
Sempurna.
Kubawa beserta akuriumnya.
Beratnya bisa 30 kg, kabel bergelantungan.
Aku sudah hendak pergi...
...ketika aku berhenti dan berpikir:
Masak aku pulang hanya membawa seekor hanya ikan?
Maka aku menjaring.
Udang panjang.
Ikan totol-totol.
Ikan hitam besar bermata bergelembung.
Kumasukkan saja ke akuarium bersama si kuning.
Aku senang dengan hasil ini.
Karena aku tak pernah mendapat ide ini.
Biasanya hanya boneka beruang...
...atau boneka jika aku punya uang.
Tapi ini seperti ilham.
Maka aku kabur, kupasang akuarium di bawah pohon Natal.
Karena aku ingin lihat ekspresi puteriku saat melihatnya.
Tapi mengangkat akuarium itu...
...sungguh pekerjaan berat. Aku tidur begitu duduk di kursi.
Lalu aku terbangun oleh teriakan.
Tak ada suara seperti itu.
Teriakan anakmu sendiri.
Semua ikan mati.
Mengembung seperti buangan di East River.
Semua kecuali ikan tropis kuning.
Ternyata ikan air tawar tak bisa hidup di air laut.
Aku jenis ikan tawar.
Aku tahu berada akuarium yang tepat.
Mungkin kita harus periksa anak itu...
...sebelum berswafoto di atap.
Mengunggahnya di Instagram.
Sialan.
Brengsek.
Testot.
Memalukan.
Ia tamat.
Biar aku yang urus.
Kita kembali untuk menghitung.
Ayo.
Naik.
Di situ saja.
Keparat!
Sialan.
Sialan.
Kabur, tenang dan pelan.
Sial, Lari!
Lari!
Astaga. Sial.
Lari. Cepat!
Ia datang.
Tutup pintu.
Anjing macam apa itu?!
Hati-hati dengan air tenang dan anjing diam.
Aku pernah tinggal kamar dengan anggota geng...
...yang suka adu anjing di Chicago.
Dia cerita padaku tentang organisasi besar...
...yang berpindah-pindah tempat...
...satu orang tinggal untuk membunuh anjing pecundang...
...saat pertandingan sudah selesai.
- Ada jalur darurat kebakaran. - Ayo, kita pergi saja.
Mengambil uang.
No comments yet. Be the first to leave one.