The Hot Spot

The Hot Spot (ホットスポット)

Unduh Subtitle Indonesian

Musim 1

Informasi rilis

The Hot Spot 2025 S01E07 JAPANESE NF WEB-DL AAC2 0 H 264-playWEB
Komentar oleh tedi
Retail NF | 45:55

Tag

webdl
Diterbitkan pada: 2025-03-15
Unduhan: 53
Tuna Rungu: No

Pratinjau subtitle Indonesian

200 baris pertama.

‎SEBELUMNYA...

Di kaki Gunung Fuji,

di Fuji-Asada, Kiyomi Endou bekerja di sebuah hotel.

Terima kasih.

Dia meminta rekan aliennya, Takahashi, untuk menggunakan kemampuannya

untuk memecahkan masalah sepele sehari-hari.

Rahasia itu diketahui teman masa kecilnya, Hacchi dan Minapuu.

Serta manajernya, Okuda,

rekan kerjanya, Yumi, dan teman masa kecil Yumi,

Mizuki.

- Aku dari Nippon Television. - Sementara itu,

pria ini kembali ke kota ini sekali lagi.

NIPPON TELEVISION

Kurasa kita tak bisa menayangkan ini...

Ya...

Itu menarik...

tapi hanya cerita supermarket dan gelas urine, rasanya lemah.

Sebenarnya, aku punya wawancara lain yang berencana kufokuskan...

- Benarkah? - Ya.

Selama wawancara jalanan, beberapa orang di sana

menyebut melihat pria berkacamata bergerak sangat cepat.

- Bergerak sangat cepat? - Ya.

Masih kusimpan rekamannya. Jadi, biar kubahas.

Seberapa cepat?

- Seperti mobil. - Mobil? Itu cepat sekali!

Seperti apa dia?

Kurasa dia memakai kacamata.

Kacamata?

Kesamaan dari kesaksian itu adalah semuanya mengatakan kacamata.

Itu Onodera!

- Dia berkacamata? - Ya.

- Apa? - Ya. Mau lihat seperti apa dia?

Ini dia.

- Dia berkacamata. - Benar, 'kan?

Menarik.

- Aku penasaran dengan Onodera. - Benar, 'kan?

Ini menarik, kenapa tak menayangkan itu?

Setelah syuting, kami dihubungi pihak hotel

melarang kami menayangkannya.

Baiklah.

Manajernya tak keberatan,

tapi pemiliknya keberatan.

Sayang sekali.

Ya.

Kalau begitu, tak apa-apa kalau kau syuting di luar, 'kan?

Maksudmu, di luar hotel?

Para staf tak keberatan, 'kan?

Ya, kurasa.

Kalau begitu, jika kau berjaga di dekat hotel

dan mewawancarai mereka di luar,

tak akan ada masalah dengan hotel.

Apa?

Kami harus merekam lagi?

Ya, ini tampak menarik. Coba lanjutkan sedikit lagi.

Baiklah.

Semoga Pak Onodera masuk hari ini.

Ya, itu akan mempermudah segalanya.

Apa hari ini Hari Gunung Fuji?

Ya, sekarang tanggal 23 Februari.

Ini juga pernah terjadi sebelumnya.

- Ya, kau menyadarinya? - Ya.

Kita tak beruntung.

Di sini di Fuji-Asada hari ini, 23 Februari,

- adalah Hari Gunung Fuji, - Kurasa sudah matang.

acara yang menampilkan makanan khas di sekitar Gunung Fuji

akan diadakan di Balai Warga Fuji-Asada.

Makanan sudah siap!

Fuji-Asada masih dicintai hingga kini

karena suasananya dan sejarahnya.

- Ke mana hari ini? - Tapi seperti di manifesto kita...

Pertama, aku akan makan siang,

lalu pergi melihat-lihat pakaian.

- Ayah akan membelikanmu? - Ya.

Kau beruntung, bukan? Di mana kalian akan makan siang?

- Kemungkinan besar Jona. - Baiklah.

Lalu, makan malam?

Aku menyebutnya Jona-sama. Putriku hanya bilang Jona.

- Mungkin kau makan di luar. - Ya.

Bagaimana Ibu?

Jika kau makan di luar...

- Ibu akan menelepon Minapuu dan Hacchi. - Ya, kenapa tak?

Omong-omong.

aku sebenarnya

mengajarinya untuk mengunci pintu dengan tenang.

- Jangan pulang terlalu malam. - Baik.

Sampai jumpa.

- Apa dia akan ingat? - Ibu pergi.

Aku menuntut tinggi dari putriku.

Tunggu, aku tak mendengarnya mengunci.

Dia sudah menguncinya.

Jika terlalu tenang,

itu malah meresahkan.

Jadi, lebih baik membuat sedikit suara.

Aku baru sadar itu di usiaku sekarang.

Aku memutuskan pergi dengan sepeda karena cuaca hari ini relatif hangat.

Tapi sebenarnya, tak hangat sama sekali.

Aku seharusnya naik mobil.

Kalian kru TV, 'kan?

Kau pengemudi sebelumnya.

- Lama tak berjumpa. - Ya.

- Kalian di sini untuk wawancara lagi? - Benar.

Ini tentang pria berkacamata tempo hari.

Kalian bilang tak beruntung, menurutku beruntung kita bertemu lagi.

- Maksudmu? - Aku melihatnya lagi setelah itu.

- Pria berkacamata? - Ya.

Bagaimanapun juga, dia terlihat agak aneh.

- Apa terjadi sesuatu? - Beberapa hari yang lalu...

Maaf, boleh kami merekam?

Bar kecil?

Ya, aku harus mengantar pelanggan mabuk,

pria itu besar, mungkin lebih dari 100 kg.

Tidak mudah untuk membawanya ke mobil.

Seratus kilogram cukup besar.

Belum lagi, hanya ada perempuan di bar itu,

butuh lima orang memasukkannya ke mobil dan membawanya ke hotel.

Ketika kami sampai,

staf hotel keluar untuk membantu

dan saat itulah aku melihat pria berkacamata yang dulu.

Apa itu Hotel Lake?

Ya! Coba tebak?

Dia menggendong pria itu sendirian dalam waktu singkat.

- Sendirian? - Ya.

Aku kebetulan menerima pembayaran dari anggota staf lainnya.

- Jadi, aku tak menyaksikan momen itu. - Baiklah.

Tapi kali ini aku masih menyimpan rekamannya di kamera dasbor.

Apa? Benarkah?

- Ya. - Jadi 3.200 yen.

Baiklah, ini 5.000 yen.

Ini kembalianmu...

Tunggu, orang ini...

Maaf, bolehkah aku menontonnya lagi?

Itu pria gunpla.

Apa pria berkacamata yang kau sebut tadi orang yang sama?

Ya, aku yakin itu.

Menurutmu, sebagian besar yang menginap di hotel kita

menginap di sini karena kehabisan di tempat lain?

- Itu tak mungkin. - Benarkah?

Di luar fakta bahwa aku bekerja di sini,

aku memang suka hotel ini.

Aku juga, tapi pesona hotel ini

lebih tak terduga setelah menginap di sini.

- Benarkah? - Hotel kita tak murah.

Biasanya, bukankah orang lebih suka hotel yang lebih menarik?

Ya, tempat ini punya pesona yang tak ada di tempat lain.

Misalnya?

- Misalnya... - Ya?

Misalnya...

punya aura tertentu, kau tahu?

Aku mengerti yang kau maksud, tapi sebagai nilai jual yang unik,

jika itu yang utama, bukankah itu lemah?

Sama sekali tidak!

Apa lagi?

Apa lagi?

Misalnya, kau tahu hotel jaringan besar

punya keset kamar mandi yang tebal?

Tepat! Itu sangat menyerap,

selembut handuk mandi.

Benar, 'kan?

Apa kau terkadang salah mengira itu handuk?

- Aku selalu begitu. - Benar, 'kan?

Sebaliknya, keset kamar mandi kita tipis dan kaku, 'kan?

- Juga, tak menyerap air dengan baik. - Ya.

Jadi, mustahil kita akan mengira bahwa itu handuk.

Benar.

Itu poin kedua.

Tidak, itu...

Jika keunikan kedua kita

adalah itu, bukankah kita sudah kalah?

Tidak, itu tak benar.

Selamat datang.

Terima kasih sudah mau diwawancarai tempo hari.

Dengan senang hati.

Apa manajermu ada hari ini?

Ya. Mohon tunggu sebentar.

- Terima kasih untuk hari itu. - Sama-sama.

Ada yang bisa kubantu?

Bukankah itu dua kru TV?

Ya. Mereka dari Monday Late Show.

Sudah kuduga. Mereka mewawancaraiku beberapa hari lalu di Aeon.

Benarkah?

Mereka menanyakan pengalaman pribadi.

Jadi, aku membahas kasir di Ichiyama yang sangat cepat.

- Aku tahu dia. Wanita tua, 'kan? - Ya!

Dia cukup memukau.

Menurutmu, mereka akan kembali lagi?

Aku tak yakin.

Kemungkinan besar tidak.

- Terima kasih banyak. - Sama-sama.

- Terima kasih. - Terima kasih.

Membahas apa?

Itu tentang wawancara.

Tapi kita menolaknya terakhir kali.

Mereka mau tahu apa mereka boleh wawancara

di depan hotel.

Apa katamu?

Awalnya kubilang syuting di dalam gedung akan sulit,

tapi kemudian mereka bertanya apa boleh di luar lokasi.

Mereka bersikeras.

Ya, aku tak bisa menghentikan mereka.

Jadi, kubilang, kalau narasumbernya mau, silakan.

The Hot Spot subtitles in other languages

Komentar

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left