200 baris pertama.
A Series Of Unfortunate Events S02E07 The Hostile Hospital Part 1
Berpalinglah, berpalinglah.
Berpalinglah, berpalinglah.
Acara ini akan merusak siangmu, seluruh hidupmu dan harimu.
Setiap episode hanya mengecewakanmu.
Jadi berpalinglah. Berpalinglah, berpalinglah.
Baudelaires sembunyi di tempat yang banyak dokternya.
Count Olaf mengejar dengan kelompok aktor payahnya.
Hal buruk terjadi dengan pisau karat, tajam dan besar.
Sebaiknya cari kegiatan lain jika kau sadar.
Berpaling saja, berpalinglah.
Hanya ada horor dan kesusahan di sepanjang jalan.
Tanya orang waras, "Haruskah kutonton?" Dan mereka akan katakan...
Berpalinglah, berpalinglah, berpalinglah.
Berpalinglah, berpalinglah.
Berpalinglah, berpalinglah.
Berpalinglah, berpalinglah.
Untuk Beatrice.
Musim panas tanpamu sama dinginnya dengan musim dingin.
Musim dingin tanpamu bahkan lebih dingin lagi.
Namaku Lemony Snicket dan aku sedang buron,
frasa di sini yang berarti...
"menyampaikan ini kepadamu selagi dikejar-kejar oleh hukum."
Menjadi buron adalah cara hidup yang gundah dan tidak nyaman,
seperti dihimpit dalam kotak kecil gelap,
dilempar dengan kecepatan tinggi dari kendaraan berjalan...
dan dibuang di sisi jalanan berdebu,
disiksa oleh rasa waswas dan keraguan akan perbuatanmu,
yang mana, jika kau buron, adalah satu-satunya cara berpergian.
Baudelaires juga menjadi buron.
Disiksa oleh rasa waswas dan keraguan ke mana pun mereka pergi.
Khususnya saat truk damkar mereka kehabisan bensin di tengah Hinterlands,
istilah di sini yang berarti,
"tempat terpencil yang akan membawa masalah hingga akhir."
Oh.
Tapi masalahmu sendiri bisa berakhir dalam sekejap,
jika kau cukup bijaksana untuk menghentikan acara buruk ini
dengan menekan tombol terdekat bertuliskan "berhenti."
Kumohon padamu, berpalinglah dari kisah sedih ini sekarang.
Ini mungkin kesempatan terakhirmu.
"Toko Kesempatan Terakhir." Nama yang aneh.
Mungkin itu berarti ini toko terakhir yang ada di dekat sini.
Kurasa kesempatan terakhir lebih baik daripada tidak ada sama sekali.
Mari lihat apa yang bisa kita temukan.
Kehabisan bensin?
Rusak.
Kehabisan keberuntungan.
Pembunuh sedang buron!
Haruskah kita masuk?
Jika ada yang membaca koran, dia akan tahu kita buronan.
Jika kita berjalan kaki, kita akan mati akibat kehausan dan kepanasan.
Dan/atau akibat Count Olaf.
Toko ini punya mesin telegraf.
Apa itu kau, Lou?
- Bukan. - Sebentar.
Aku sedang menyusun kue.
Kami ingin mengirim telegram.
Lihat kucing keramik di sana?
Bukan di lorong itu.
Belok kanan di dekat sapu, kiri di alat pancing.
Kalian tampak tidak asing. Apa aku pernah melihat kalian?
- Kami aktor cilik. - Tidak, bukan itu.
Oh, ya sudah. Aku akan ingat nanti.
Penjaga toko itu mengenali kita.
Kita harus cepat. Kita mengirim telegram pada siapa?
Aku memikirkan kantor Mr. Poe.
Mr. Poe mengira kita pembunuh.
Istrinya yang menulis berita tentang kita.
Lou, apa itu kau? Oh, maaf. Tunggu sebentar, Tuan.
Mr. Poe mungkin tidak bisa membantu, tapi sekretarisnya bisa.
Kau ketuk kata-katanya selagi aku menyebutkan.
Sunny, kau dengarkan untuk memastikan pesannya terkirim.
Ingat untuk mengatakan "berhenti" setelah setiap kalimat.
Apa yang kita tulis?
Untuk Manejemen Keuangan Mulctuary. Berhenti. Perhatian, Mr. Poe. Berhenti.
Berhenti.
Halo, halo, halo.
Pak! Pak, kami butuh bantuan!
Tunggu. Tanganku penuh kue.
Hai, Lou.
Milt, taruh kue itu dan lihat beritanya.
"Yatim piatu pembunuh terlihat di Hinterlands."
Pembunuh? Ya ampun.
Aku kenal anak-anak itu. Mereka di tokoku saat ini.
Seperti apa rupa mereka?
Mereka seperti anak tidak bersalah, tapi mereka pembunuh keji.
- Kau menakuti kami, Tuan. - Terima kasih.
Permisi. Kami mencoba menangkap anak-anak pembunuh.
Begitu juga aku.
Dan saat umurku 14, aku dilantik menjadi Ratu Musim Semi Palsu.
Kami mengadakan perayaan dengan kelompok Pramuka Salju-ku...
di atas gunung.
Mereka menari di sekitar tiang.
Saat itulah aku menemukan minatku akan menari tiang.
Klaus, lihat.
- Kita tidak tahu itu kepanjangan apa. - Kita tidak bisa masuk kembali.
Apa pilihan yang kita punya?
Lalu, dalam perjalanan turun dari gunung,
kami menginap dalam gua penuh beruang hibernasi,
yang, kebetulan, adalah saat aku menemukan minatku pada bulu.
Ah, sukarelawan?
Masuklah.
Kau baik-baik saja, Tuan?
Mereka membutakanku dengan manik-manik.
Mereka juga mencuri camilan dan topi.
Ke mana mereka pergi?
Jalan itu hanya menuju satu tempat.
Rumah Sakit Heimlich.
Itu tempat mangkuk gulaku. Pustakawan itu memberitahuku.
Benar sekali, Sayang.
Bocah itu jelas mengincar mangkuk gula juga.
Apa artinya itu?
Kita bisa mendapatkan mereka dan mangkuk itu sekaligus.
Bagaimana caranya, Sayang? Kau sedang buron.
Sebaliknya. Aku sudah mati.
Lezat sekali.
Kau sudah mati.
Dan Baudelaires dicari atas pembunuhanmu.
Berkat para orang idiot di Daily Punctilio,
aku pria bebas.
Kukira kita pasangan kekasih resmi.
Aku tidak suka label. Ikuti mobil itu!
Oh!
Hai.
- Apa kalian VFD? - Benar sekali.
Bisa beri tahu kami apa kepanjangan VFD?
Bisa sekali.
Kami adalah...
sukarelawan pelawan penyakit.
Dan kami ceria selalu.
Jika ada yang bilang kami sedih
maka orang itu keliru.
Semoga kau sembuh secepatnya.
Ambil balon hatinya.
Astaga, aku suka lagu itu.
Jadi VFD Volunteers Fighting Disease?
Ya. Kami akan melawan penyakit di RS Heimlich di ujung jalan ini.
Kau boleh ikut kami, Saudara dan Saudari.
Aku memanggil kalian "Saudara" dan "Saudari"
karena kami percaya semua orang bersaudara.
Biasanya, saudara dan saudari punya orangtua yang sama.
Tidak selalu, Saudara.
Kami mencari grup bernama VFD, tapi kurasa bukan kalian.
Kau butuh Perpustakaan Catatan.
Perpustakaan Catatan?
Itu ruang besar dalam rumah sakit dengan berkas dari seluruh dunia,
berisi jawaban untuk segala pertanyaan yang kau punya.
Atau begitu katanya. Aku tidak pernah ke sana.
- Rumah sakit itu sepertinya aman. - Semoga begitu.
Kudengar ada pembunuh di sekitar sini.
Apa kau membaca itu dari koran?
Tidak. Kami tidak pernah baca koran. Itu terlalu membuat depresi.
- Motto kami adalah... - Tanpa berita adalah berita bagus.
- Kita sampai! Kita sampai! - Kini kita bisa menolong orang...
Dengan bernyanyi.
Ayo, ayo.
- Kami... - Mengunjungi orang sakit.
Dan mencoba membuat mereka tertawa.
Bahkan saat dokter bilang harus menggergaji dia.
Tra la la, fiddle dee dee. Semoga kau sembuh secepatnya.
Ho ho ho, hee hee hee. Ambil balon hatinya.
Kami...
Mengunjungi orang sakit. Dan mencoba membuat mereka riang hati.
Aku tidak pernah suka rumah sakit.
Ini setengah rumah sakit.
Meski mereka mimisan atau batuk tanpa henti.
Jangan cemberut, baik?
Keceriaan adalah inti menjadi Sukarelawan Pelawan Penyakit.
Apa tepatnya yang kita lakukan?
Sebagian besarnya, berkeliaran di koridor, bernyanyi...
dan memberikan balon hati kepada orang dalam daftar kami.
- Seperti lagu kami. - Itu bisa membantu melawan penyakit?
Hei, Semuanya.
Saudari baru kita ingin tahu apakah bernyanyi bisa melawan penyakit.
Karena...
Saat kau tertawa, kau...
Saat kau tertawa, kau menghirup oksigen atau apalah...
dan oksigen itu menuju...
Sikap ceria adalah alat terbaik untuk melawan penyakit.
Kukira itu antibiotik.
Echinacea.
Ayo pergi, Semuanya!
- Kita harus cari Perpustakaan itu. - Sebelum Olaf menemukan kita.
Baudelaires, Baudelaires.
Ke mana pun kalian pergi, aku selalu selangkah di belakang.
Tidak bermaksud melodramatis, tapi jika mereka mendapat mangkuk itu,
aku akan mencabut mataku keluar,
dan matamu, dan matamu, matamu, kalian berdelapan.
Oi.
Ini akan mudah, Sayang.
Baudelaires dan mangkuk gula itu berada di rumah sakit yang sama.
Kurasa ini saatnya main dokter-dokteran.
Permainan itu membuatku tidak nyaman.
Pria berjenggot, ada.
Sukarelawan lain, ada.
Ini daftar pasien hari ini, yang kalian tahu,
adalah daftar seluruh pasien di Heimlich.
- Terima kasih, Saudari. - Namaku Babs.
Kami...
Bernyanyi untuk pria campak. Dan wanita yang sedang flu.
No comments yet. Be the first to leave one.