12 Angry Men

12 Angry Men

Unduh Subtitle Indonesian

Informasi rilis

12 Angry Men 1957 1080p BluRay H264 AAC-RARBG
Komentar oleh Chyrus

Tag

BluRay
1080
Diterbitkan pada: 2018-08-30
Unduhan: 926
Tuna Rungu: No

Pratinjau subtitle Indonesian

200 baris pertama.

Terima kasih banyak, pak.

Kau lakukan pekerjaan yang mengagumkan. Mengagumkan.

Kita berhasil, Pete. Kita berhasil.

Sesaat, kami tadinya ragu.

Untuk melanjutkannya, kalian sudah mendengarkan kasus yang panjang dan kompleks...

pembunuhan tingkat pertama.

Pembunuhan terencana adalah tuduhan yang amat serius yang diadili di pengadilan pidana kami.

Kalian sudah dengarkan kesaksian.

Kalian sudah dengar bacaan tuntutan dan menafsirkan sesuai yang dikenakan dalam kasus ini.

Sekarang adalah tugas kalian untuk duduk dan berusaha memilah fakta-fakta dari dugaan.

Satu orang tewas. Nyawa orang lain sebagai taruhannya.

Jika ada keraguan yang masuk akal di benak kalian menyangkut kesalahan terdakwa...

keraguan yang masuk akal...

maka kalian harus sampaikan padaku putusan tidak bersalah.

Akan tetapi jika tak ada keraguan yang masuk akal...

berarti kalian pasti punya alasan logis memutuskan terdakwa bersalah.

Meski begitu kalian yang putuskan, putusan kalian harus bulat.

Jika kalian memutuskan terdakwa bersalah...

pengadilan tidak akan berikan rekomendasi untuk pengampunan.

Hukuman mati adalah mutlak dalam kasus ini.

Kalian menghadapi tanggung jawab yang berat. Terima kasih, tuan-tuan.

Juri pengganti terbebas dari tanggung jawab.

Dewan juri sekarang bisa tinggalkan ruangan.

Coba yang ini. Ingin tahu apa aku bisa...

Hari yang panas dan lembab.

- Permen karet? - Tidak, terima kasih.

Jendela ini...

...bergeraklah.

- Ayo, aku bantu kau. - Bantu aku terhadap ini.

Sudah.

- Kau tahu sesuatu? - Ya?

Aku telepon badan cuaca tadi pagi.

Ini akan jadi hari terpanas dalam setahun.

Bisa jadi.

Kau akan berpikir harusnya ada pendingin ruangan di tempat ini.

- Namamu siapa, pak? - Oh, itu, yang itu, ya.

Terima kasih banyak.

Baiklah, saudara-saudara, semuanya ada di sini.

Sekarang, bila ada yang kalian butuhkan, aku ada tepat di luar pintu.

- Tinggal ketuk. - Baiklah, terima kasih.

Selamat pagi.

Aku tak tahu mereka mengunci pintunya.

Tentu mereka mengunci pintunya. Menurutmu bagaimana?

Aku tak tahu. Ini belum pernah terjadi padaku.

Itu buat apa?

Kupikir kita mungkin mau putuskan dengan kertas suara.

Ide bagus. Mungkin kita bisa membuatnya jadi senator terpilih.

Untuk berjaga-jaga, tahu.

- Bagaimana menurutmu? - Entahlah.

Ini sangat menarik.

Ya? Aku hampir ketiduran.

Maksudku, aku belum pernah jadi juri sebelumnya.

Tidak? Aku sering duduk di antara banyak juri.

Apa yang membuatku tak mengerti adalah para pengacara itu bicara, bicara, dan bicara...

bahkan dalam kasus yang mudah diputus seperti kasus ini.

Kau pernah dengar ada banyak pembicaraan tanpa arti?

Aku rasa mereka berhak.

Ya. Mereka berhak. Itu sistem, tapi...

Bila kau tanya padaku, aku akan penjarakan anak-anak itu sebelum mereka menyulut masalah.

Itu bisa menghemat kita banyak waktu dan uang.

- Mari kita mulai, huh? - Itu ide bagus.

Ya, mari dimulai, huh? Kita ada banyak yang harus diselesaikan di sini.

Kupikir kita bisa mulai lima menit lagi. Ada satu orang di kamar mandi.

Mr. Moderator.

- Kita duduk sesuai urutan? - Aku tak tahu.

Aku rasa begitu.

Kau menduduki kursiku.

- Maaf. - Tak apa.

Itu bukan pemandangan jelek, huh?

Bagaimana menurutmu kasus ini?

Ini punya banyak hal yang menarik bagiku.

Sama sekali bukan... kasus yang tak bisa dipecahkan. Kau paham maksudku?

Aku beritahu, kita beruntung dapat kasus pembunuhan.

Kupikir kita dapat kasus penyerangan atau perampokan.

Itu bisa jadi amat membosankan.

Hey.

Itu gedung Woolworth?

Benar.

Tidakkah itu aneh?

Aku tinggal di sini sepanjang hidupku. Aku belum pernah ke dalam gedung itu.

Jika kau harus pecahkan semua kasus...

seperti itu berdasarkan di film-film.

Ya. Kau benar. Bagaimana dengan hal itu dengan pisaunya?

Maksudku, meminta orang dewasa untuk mempercayai omong kosong itu?

Aku mengiranya begitu. Kau tahu apa yang kita dapati.

Ya, aku rasa begitu.

Klaksonmu berfungsi. Sekarang coba lampumu.

- Kau kenapa? Pilek? - Bagaimana caranya?

Cuaca yang panas dingin ini bisa membunuhmu.

Aku hampir tak bisa merasakan hidungku. Kau paham maksudku?

Tentu saja aku paham. Aku baru saja sembuh dari itu.

Ayo. Mr. Moderator, mari dimulai, huh?

Orang itu masih di kamar mandi.

Ada berita apa? Aku tak sempat baca surat kabar pagi ini.

Hmm?

Aku ingin tahu berapa harga saat penutupan bursa.

Kau bekerja di bursa saham?

Aku pialang saham.

Aku membuka jasa kurir... Perusahaan Beck dan Call.

Namanya itu ide istriku.

Punya 37 orang pegawai. Memulainya dari nol.

Baiklah, semuanya, mari kita duduk, huh?

Ya, kita bisa keluar dari sini secepatnya, huh?

Aku tak tahu dengan kalian, tapi aku kebetulan punya tiket buat pertandingan bola malam ini.

Yanks lawan Cleveland.

Ya, kami punya anak ini, Modjelewski.

Dia benar-benar agresif, anak ini.

Kau tahu...

Sangat gesit. Kau tahu?

Kau penggemar baseball sejati, huh? Ya.

Kita duduk di mana?

Kupikir kita duduk sesuai urutan, berdasarkan nomor juri.

1, 2, 3, 4, 5, seterusnya, mengitari meja.

Jika itu tak masalah buat kalian.

- Tentu. - Apa bedanya?

- Kupikir itu masuk akal duduk sesuai urutan. - Biarkan seperti itu.

- Nomor 12. Aku duduk di sini? - Ya. Itu nomor 12. Kita berurutan...

- Kita mulai denganmu. Satu, kan? - Ya. 2, 3, 4, 5, 6.

Apa kesanmu tentang jaksa penuntut itu?

Baiklah. Dua. Kau nomor dua.

Bagaimana?

Kupikir dia sangat jeli, cara dia paparkan semua hal itu satu per satu.

Rangkaian yang logis. Aku sangat terkesan.

Kupikir dia... dia melakukan pekerjaan seorang ahli.

Banyak penekanan juga, kau tahu? Penekanan yang nyata.

- Baiklah, rekan-rekan, bisa kita tenang sebentar? - Tentu.

Rekan-rekan.

Kami ingin mulai. Saudara di jendela.

- Kami ingin mulai. - Maafkan aku.

Sulit sekali membayangkannya, kan? Anak membunuh ayahnya seperti itu.

Dengar, kau analisalah sosoknya, kau akan tahu itu terjadi setiap waktu.

Mereka biarkan anak-anak itu tumbuh liar di sana.

Mungkin itu konsekuensinya buat mereka. Kau paham maksudku?

Semuanya ada di sini?

Orang tua itu di dalam.

- Bisa kau ketuk pintunya untuknya? - Ya.

Kau penggemar Yankee?

Bukan. Baltimore.

- Baltimore? - Ya.

Itu seperti kekalahan demi kekalahan yang terngiang di kepala sekali setiap hari.

Siapa yang mereka punya?

Siapa yang mereka punya selain para perawat lapangan yang bagus?

Hey, kami ingin memulainya.

Oh, maafkan aku, saudara-saudara. Aku tidak bermaksud membuat kalian menunggu.

Baltimore?

Baiklah, saudara-saudara, bila aku bisa dapat perhatian kalian.

Kalian bisa tangani kasus ini terserah seperti yang kalian mau.

Aku, kalian tahu, aku tak akan buat suatu aturan.

Kita bisa bahas ini dulu, setelah itu memutusnya.

Itu, tentu saja, itu dengan satu cara.

Kita bisa memutusnya sekarang juga, dan...

Kupikir itu hal lumrah mengambil keputusan lebih dulu.

Ya, mari kita putuskan. Siapa yang tahu? Mungkin kita bisa lekas keluar dari sini, huh?

Baiklah, berarti kupikir kalau...

Tentu saja kalian tahu, kita membahas dakwaan pembunuhan tingkat pertama di sini...

dan bila kita memutus terdakwa bersalah...

kita mengantarkannya ke kursi listrik.

- Itu mutlak. - Kupikir kami tahu itu.

- Mari lihat siapa di mana. - Sebaiknya begitu.

- Baiklah. Ada yang tak ingin pengambilan suara? - Tak masalah bagiku.

Baiklah. Hanya ingatlah bahwa ini haruslah jadi 12:0 apa pun putusannya.

Itu aturannya.

Baiklah, kita siap?

Sekarang, bagi yang memutus bersalah, angkat tangan kalian.

1, 2, 3, 4, 5, 6, 7...

8, 9, 10, 11.

Baiklah. Berarti 11 yang bersalah.

Bagi yang memutus tidak bersalah.

Satu. Baiklah.

Berarti 11 yang bersalah. Satu yang tidak bersalah.

Sekarang kita tahu di mana posisi kita.

Ya ampun. Selalu ada satu suara.

Jadi apa yang kita lakukan sekarang?

Aku rasa kita bisa membahasnya.

Ya ampun.

Kau sungguh berpikir dia tidak bersalah?

Aku tak tahu.

Maksudku, kau duduk di pengadilan bersama kami. Kau dengar yang kami dengar.

Anak itu pembunuh berbahaya. Kau bisa melihatnya.

Dia berusia 18 tahun.

Itu cukup dewasa. Dia...

Dia menikam ayah kandungnya sendiri empat inchi ke dalam dada.

Mereka sudah buktikan dengan selusin cara yang berbeda di pengadilan.

Kau mau aku buatkan daftarnya untukmu?

Tidak.

Lantas kau mau apa?

- Aku hanya ingin membahasnya. - Apa yang harus dibahas?

11 orang di sini berpikir dia bersalah.

Tak ada yang memikirkan dua kali selain dirimu.

Aku ingin tanya kau sesuatu. Kau percaya ceritanya?

Aku tak tahu apa aku percaya atau tidak. Mungkin aku tidak.

Lalu kenapa kau memutus tidak bersalah?

Ada 11 yang memutus bersalah.

Tidak mudah mengacungkan tanganku untuk membuat anak itu dihukum mati...

tanpa membicarakannya lebih dulu.

- Sekarang, siapa bilang itu mudah? - Tak ada.

Hanya karena aku memutusnya dengan cepat?

Aku terus terang berpikir anak itu bersalah.

Kau tak bisa ubah keputusanku meski kau membahasnya selama 100 tahun.

Aku tidak beniat mengubah keputusanmu. Ini cuman karena...

More Indonesian subtitles for 12 Angry Men

Komentar

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left