200 baris pertama.
Terjemahan YanniDwi@ASMA FRUITY
Dia lagi di kamar ayah rupanya.
Aneh, setauku aku tidak menutup tirainya.
Siapa kau?
Jeong Woo.
Suamiku. Jeong Woo. Jeong Woo
Jeong Woo.
Dia tidak akan bangun.
Kalian siapa?
Aku tersinggung.
Bagaimana kau tidak tahu orang...
...yang paling di incar suamimu?
Kalau begitu kau...
Benar.
Seon Ho yang mati bukan aku.
Namun...
Hanya jaksa Park...
...yang tidak mempercayainya.
Dimana Ha Yeon? Dimana Ha Yeon kami?
Ha Yeon...
Dia baik-baik saja. Jangan khawatirkan dia.
Jangan bunuh dia, tolong jangan bunuh dia.
Rupanya, jumpa pers dilakukan besok pagi.
Memalukan mengingat harus dibatalkan.
Aku akan pastikan membujuk suamiku.
Tolong jangan bunuh suamiku.
Jaksa Park tidak akan mati. / Apa?
Karena...
...dia akan menjadi pelaku pembunuhanmu.
Suamiku. Suamiku.
Nyaris sekali.
Jaksa park...
...kidal 'kan?
Mulai.
Baik.
Bangun, Jaksa Park.
Ji Soo.
Ji Soo.
Ji Soo.
Ji Soo.
Ji Soo.
Ji Soo.
Ji Soo, Ji Soo.
Jeong Woo.
Tunggu, Aku harus hubungi 911.
Sayang.
Ha Yeon...
...menghilang.
Ha Yeon.
Ha Yeon!
Ji Soo.
Ji Soo. Ji Soo.
Ji Soo.
Ji Soo, tidak.
Buka matamu.
Kumohon, Kumohon, Kumohon!
Kumohon, Kumohon.
Kumohon, Ji Soo!
Jaksa Park.
Cha Min Ho.
Apa yang sudah kau lakukan?
Kau membunuhnya.
Kau membunuhnya.
Kaulah penyebabnya.
Karena...
...kau mencurigaiku.
Cha Min Ho.
Kenapa juga kau menguntitku?
Kenapa kau menggangguku? Kenapa?
Cha Min Ho sudah mati.
Dia sudah mati.
Dia sudah mati. Kenapa kau masih tidak percaya?
Sejauh mana kau akan meneruskannya?
Seharusnya kau bunuh aku saja.
Oh, ya.
Kalau aku lakukan itu.
Saudaraku tidak akan mati.
- Cha Min Ho! - Cha Min Ho sudah mati!
Kau...
...membuatku gila.
Dan pada akhirnya...
...kau membunuh istrimu.
Ji Soo.
Dimana...
...Ha Yeon?
Kalau aku mati...
...Ha Yeon juga mati.
Dasar kau bajingan!
Kita pikirkan...
...Ha Yeon saja.
Kalau kau ingin dia tetap hidup...
...kau harus menjadi pelakunya.
Kau mengerti?
Jaksa Park.
Bajingan. / Ya.
Aku menusuknya dengan tangan kiri.
Sepertimu.
Cha Min Ho, ternyata kau.
Ternyata kau, Cha Min Ho.
Wakil presdir Cha Min Ho dari Chamyung Group menjadi tersangka...
...Atas insiden pembunuhan di villa bulan lalu.
Aku akan...
...temukan buktinya.
Sidik jarinya 99,99 persen cocok dengan Cha Seon Ho.
Cha Min Ho!
Ya.
Aku Cha Min Ho.
Sial.
Ha Yeon.
Kau pasti takut ingatanku kembali.
Kau pasti akan membunuhku setelah tahu ingatanku sudah kembali.
Itu tidak akan terjadi.
Aku akan pindah.
Aku harus bertahan.
Kau baik-baik saja? / Ya.
Aigo, perutku tidak enak.
Sepertinya makan malamku jadi muntahan.
Iya.
Perutku juga terasa aneh.
Sakitnya kambuh-kambuhan.
Tapi, tahanan 3866.
Kau 'kan belum makan malam.
Apa?
Aku belum makan malam?
Miryang.
Hari ini aku sudah makan apa?
Kau sudah makan salad ayam tadi dengan buru-buru.
Benar.
Aku yakin karena makan itu.
Aku hampir mati.
Apa yang kau makan?
Hei, Moongchi.
Ini hari pertamanya. Biarkan dia.
Hei, jawab.
Tersenyum?
Kau tersenyum?
Dasar, orang baru.
Sialan kau.
Pasti ini orang punya bekingan.
Sudahlah, kalian.
Orang baru ini...
...sangat mencurigakan.
Miryang.
Haruskah kita mulai ritualnya?
Sudah larut malam. Lakukan besok saja.
Begitu? / Ya.
Biarkan dia tidur nyenyak malam ini.
Baiklah. Hei, hari ini kau beruntung.
Lihatlah.
Ada apa denganmu? ini tidak menarik.
Aku datang kemari untukmu.
Kau sungguh tidak mengingatnya?
Hei, orang baru. Ada apa? tidak bisa tidur?
Soo Young...
Darahmu ada di pisau...
...kau membunuhnya dengan itu.
Aku menyembunyikannya.
Tunggu saja. Cha Min Ho.
Hitung bergiliran.
Orang baru, katakan "enam, akhir hitungan."
Katakan dengan tegas dan kuat.
Kalau kau tidak lakukan dengan becus, awas saja kau. mengerti?
Dia mengabaikanku lagi.
Kau tidak bicara sepatah katapun sejak kemarin. Kau bisu?
Ada yang dengar dia bicara?
Mulutnya punya perekat.
Hitung bergilir! / Perhatian!
Satu. / Dua.
Tiga. / Empat.
Lima. / Enam. Akhir hitungan.
Dia bisa ngomong.
Kau, perhatikan.
Setelah kau ambil, taruh di selimut.
Supaya tidak dingin.
Ini bisa digunakan untuk membuat kopi dan memasak ramen.
Bisa juga di gunakan untuk membersihkan diri. Kau dengar tidak?
Hei, kau!
Lihat dan pelajari. Pelajari!
Ini tugasmu sekarang.
Aku tidak akan mengulangnya.
Ikan batu. Santai saja.
Kau membuat Seong Kyu merengek saat pertama kali dia kemari.
Hari ini kau kubiarkan.
Kenapa kau membuat Seong Kyu terlibat?
Ah, aku lapar.
Setelah muntah-muntah semalam, aku tidak punya tenaga.
Miryang. Kapan sarapannya datang?
Seharusnya beberapa menit lagi.
Tahanan 3866 makan yang banyak. / Baik.
Hei! Kau memakai ini 'kan?
Ada apa? / Dia memakai semua air panasnya.
Apa?
Aku tidak tahu. / Kau tidak tahu?
Yakin kau tidak tahu?
Kau tidak tahu ini harus dibagi 6?
Aku sudah menjelaskannya padamu.
Apa kau tuli? / Ikan batu. Ayo kita perbaiki pendengarannya.
Moongchi. / Ya.
Bereskan dia. / Baiklah.
Aku tidak peduli kalau aku harus mati jadi tahanan.
No comments yet. Be the first to leave one.