200 baris pertama.
Aku pesan yang seperti biasa
ditambah apapun yang diminum wanita muda ini.
Sebenarnya
aku akan membayarnya dengan hutangmu padaku.
Ayolah, Bung. Sekarang begitu?
Ya, Izzy. Begitulah, Kawan.
Tenang, Rudy.
Keberuntungan seseorang baru saja tiba.
Lain kali aku kemari
aku akan traktir semuanya.
Kau punya rencana gila macam apa kali ini?
Minumnya lain waktu, ya.
Semoga berhasil menguangkannya.
Terima kasih. Kami akan kembali 10 menit lagi.
Tetaplah tersenyum
karena kau yang akan membayarnya.
Itu benar.
Akhirnya sudah kutemukan. Bukti yang kuat.
Kini dunia akan tahu
pengusaha macam apa Al Rainey itu.
Peraturan tetap peraturan, Henry.
Tak ada opera sebelum pukul 8.00.
Ini sudah pukul 10.15.
Sepertinya kita harus buka toko.
Habis lembur?
Bukan. Kepagian.
Aku akan baik-baik saja setelah meregangkan otot.
Kau juga harus mengendurkan otot. Kelihatannya kaku.
Aku hanya kurang suka musik populer yang baru.
Jadi maaf jika aku tidak mau
"menaruh barangku, melempar, dan membaliknya".
Jenis musik yang salah.
Itu musik Rap. Ini musik Jazz.
Semuanya sama saja bagiku.
Maksudku, dimana melodinya?
Harmoninya? Strukturnya?
Apa yang kalian anak muda dengarkan sekarang
bukan musik, tapi suara bising.
Apa katamu?
Kau mau yang lebih kencang?
dr. Henry Morgan.
Syukurlah!
Ya, aku tahu benar dimana itu. Baiklah.
Aku akan ke sana sekarang.
Panggilan tugas.
Mereka baru saja menemukan jasad lainnya di daerah utara.
Tolong usahakan agar musiknya tetap pelan.
Aku tak mau kau mengganggu tetanggamu.
Ya, terserah kau saja, Yah.
Dapat sesuatu?
Kemungkinan sumber api.
Kemungkinan bahan yang mudah terbakar.
Kecuali pria ini meminum bensin
pasti ada penyebab lainnya.
Semacam akseleran.
Apapun yang membakar pria ini
sangat panas dan cepat.
"Lebih baik hangus terbakar daripada menghilang."
Puitis sekali.
Bukan kalimatku. Neil Young.
Ia seorang penyair?
Henry, kami perlu tahu sebab kematiannya.
Cukup jelas, kan?
Cara kematian tak pernah jelas.
Yang terpenting adalah konteks.
Taruhan ia akan bilang pria ini dibunuh.
Pria ini dibunuh!
Tidak adil. Ia selalu bilang begitu.
Lalu dibakar setelah ia mati.
Itu hal baru.
Bagaimana kau tahu semua itu?
Tak ada bekas jelaga di mulutnya.
Atau lubang hidungnya.
Jika pria ini masih hidup ketika dibakar
ia pasti menghisap udara super panas
yang menyebabkan kerusakan api cukup parah
dan jelaga dalam mulut serta lubang hidungnya.
Baiklah, tapi kita masih butuh bukti kejahatan
untuk menjadikan ini kasus pembunuhan
dan yang kulihat hanya abu.
Di situlah letak kesalahanmu.
Di bawah lapisan kulit berkarbon ini
ada lapisan otot dan jaringan halus yang sangat bersih.
Membakar jasad tak menghancurkan bukti
seperti yang orang duga, melainkan mengawetkannya.
Pembunuh pria ini sudah menolong kita.
Benarkah?
Katakan itu padanya.
Diterjemahkan oleh mifae :)
Bagaimanapun cara kita hidup atau mati
kita semua akan berakhir sama
yaitu dalam kebisuan.
Semua harapan dan impian kita saat hidup
hanya tinggal gema dari kisah yang terputus.
Tapi jika kita cukup beruntung
kisah kita akan terus hidup.
Lagu kita menemukan suara dalam hati-hati
orang yang mengingat dan menyayangi kita.
Tak ada tanda menghisap asap.
Kalau begitu kau benar.
Ia sudah mati saat mobilnya terbakar?
Kedua bagian ini
cocok dengan tanda tercekik.
Ia seperti dicekik memakai...
Entahlah. Mungkin kawat tipis?
Gunting.
Buluh dari sebuah alat musik.
Alat musik tiup dari kayu. Seksofon atau klarinet.
Kawat.
Mungkin kawat piano.
Kunci G.
Aku tak bisa mendengarnya.
Kalian berdua mau memulai kuartet kios pangkas rambut?
Hanya mau menunjukkan aku punya pitch sempurna.
Hanya satu dari 10 ribu orang yang punya pitch sempurna.
Mengenai identitas korban...
Aku sudah dapat dari nomor mobilnya.
Isaiah Williams. Usia 29 tahun.
Ya, ukuran dan beratnya cocok
dengan ukuran pria ini
sebelum dibakar.
Jadi waktu kematiannya?
Lucas?
Hampir kelupaan.
Suhu intinya.
Semakin lama raga mati, suhu intinya semakin dingin.
Hanya saja suhu inti pria ini bukan 37 derajat Celcius saat mati.
Suhu intinya sangat panas, terpanggang di dalam mobil.
Kita perlu tahu suhu intinya
yang dibakar akseleran
dan durasi kebakaran untuk tahu
suhu tubuhnya.
Dan dari grafik itu
kita bisa memperkirakan waktu kematiannya.
Lihat yang kutemukan.
Apa itu?
Selulosa.
Seluloid asetat, tepatnya.
Seperti dalam film lama. Sangat mudah terbakar.
Ini akseleran penyebab kebakaran
yang bisa terbakar sangat panas dan cepat.
Siapa yang masih memakai film?
Tak ada.
Hanya Steven Spielberg
Wes Anderson, aku sendiri.
Ya, dulu aku masuk jurusan film
dan melakukan percobaan film yang penting waktu kuliah
sebagian besar horor
tapi aku juga mencoba horor-erotis.
Tapi yang berselera bagus.
Kerabat korban sudah tiba. Perlu kusuruh masuk?
Ya. Terima kasih.
Kami boleh pakai kantormu?
Ya, silakan saja.
Akan kututupi jasadnya.
Aku bisa bawa proyektor film lama kapan saja
dan melakukan pemutaran film singkat...
Atau tidak.
Kami menemukan ini
pada korban.
Bisa jadi.
Izzy selalu memakai banyak sekali perhiasan.
Beberapa asli, beberapa palsu. Pokoknya...
Tak selalu sama.
Begitu ia dapat masalah keuangan
ia harus...
Kau mengenalinya?
Itu buluh seksofon.
Itu Izzy. Saudaraku.
Sejak usia 8 tahun, ia...
Ia tak pernah pergi kemanapun tanpa membawa satu di mulutnya.
Jadi ia seorang musisi.
Dulu Ayah kami pemain musik yang sebenarnya.
Ya, masih sampai sekarang, kurasa.
Siapa ayahmu?
Kalian pernah dengar nama Pepper Evans?
Belum. Siapa dia?
Musisi jazz terbaik yang pernah kalian dengar.
Kapan kali terakhir kau bicara pada saudaramu?
Semalam. Menelepon dari bar.
Tahu bar yang mana?
Ya, ada musik di latar belakangnya.
Izzy sangat bersemangat.
Katanya Ayah memberinya sesuatu
yang akan memudahkan jalannya.
Kau tahu dimana kami bisa bertemu Pepper?
Dari yang terakhir kudengar
ia ada pertunjukan
di 125th dan Broadway.
Permisi.
Pepper Evans?
Siapa yang bertanya?
Detektif?
Unit pembunuhan?
Ya.
Kami mau mengajukan beberapa pertanyaan padamu
tentang putramu, Isaiah.
Apa yang terjadi pada putraku?
Apa ada seseorang
yang mau menyakiti putramu?
No comments yet. Be the first to leave one.