168 baris pertama.
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
Ju-on terinspirasi dari kejadian nyata.
Semua kejadian ini
berasal dari satu rumah.
Namun, kejadian sebenarnya
jauh lebih menakutkan daripada filmnya.
PENGALAMAN HANTU MENGERIKAN SPESIAL
Tamu kita malam ini adalah Haruka Honjo.
Dan komentator kami
adalah peneliti paranormal, Yasuo Odajima,
Terima kasih.
- Mari beralih ke topik pertama. -Ya.
Topik pertama kita
adalah fenomena aneh yang terjadi
- kepada Haruka Honjo. - Halo.
Haruka, tolong beri tahu kami,
Ya.
PENGALAMAN HANTU MENGERIKAN SPESIAL PENGALAMAN PARANORMAL HARUKA HONJO
BINTANG TAMU HARUKA HONJO
Saat mulai bekerja di Tokyo,
kutinggalkan rumah orang tuaku dan tinggal sendirian
di apartemen satu kamar.
Di tengah malam,
aku bisa dengar suara langkah kecil.
Seperti itu.
Seolah seseorang berlari.
Jangan bilang...
Itu menakutkan.
Lalu?
Aku bisa mendengarnya
dari ruang makan dan dapurku.
- Agensi Haruka memberiku ini. - Aku membuka pintu.
Apa ini?
Bukankah kau yang memberinya saran?
Kau menyuruhnya merekam suara langkah kaki.
Aku bisa mendengarnya.
35
- Dia merekam? - Aku berbalik.
Aku mendengar langkah itu. Seolah ada yang lewat.
Kemari sebentar?
Kau dengar kata-katanya?
Coba dengarkan lagi.
PANGGUNG TENGAH MALAM
BINTANG TAMU HARUKA HONJO
PENELITI PARANORMAL YASUO ODAJIMA
Giliranmu.
Benar.
Kalian baru saja mendengar pemutaran rekaman versi terbalik.
Aku tidak mengerti apa pun.
Tapi terdengar dekat, seolah tepat di samping mikrofon.
Kau mengatakan sesuatu saat merekam?
Tidak.
Aku sedang tidur di ruang tamu.
Apa pendapatmu, Pak Sako?
Apartemenmu tidak berhantu.
Apa terjadi sesuatu
- pada penyewa sebelumnya? - Tidak.
Aku bertanya pada makelar, tapi mereka bilang tidak ada insiden.
Kau tak bisa memercayai makelar.
Jika bukan itu masalahnya, pasti ada hal lain.
Apa?
Mungkin itu tamu atau hadiah yang kau terima.
- Agensi Haruka tidak akan suka ini. - Benar.
Baik, saatnya jeda iklan!
Itu luar biasa.
Kerja bagus.
Kerja bagus.
Pak Odajima, bisa bicara sebentar?
Tentu.
Kenapa Anda mengumpulkan cerita menakutkan?
Aku akan menulis buku.
Cerita macam ini akan diminati.
Bukan itu maksudku.
Apa niat Anda yang sebenarnya?
Pertanyaan bagus.
Aku pindah dari apartemen satu kamar itu.
Apa?
Terlalu menakutkan.
Kekasihku datang untuk menginap...
tapi terjadi sesuatu.
Katanya aku harus pergi.
Kini aku tinggal di rumahnya.
Apa yang terjadi?
Dia tak mau bilang.
Dan aku tak ingin bertanya.
Begitu.
Bagaimanapun,
tingkahnya aneh belakangan ini.
Haruka!
Permisi.
Kupikir mendengar langkah kaki adalah kisah yang umum.
Tapi yang ini sangat berkesan.
Ayo.
Apa kau tahu?
Aku tahu pindah di tengah semester menyebabkan masalah.
Terima kasih untuk semuanya.
Sama-sama.
Seragammu belum siap.
- Pakai itu dahulu. - Ya.
Ibu harus bicara dengan gurumu. Tolong tunggu di luar.
Pak Noguchi,
mengenai pemindahan ini...
Seperti yang Anda tahu,
ini semua salahku.
Ya. Sekolah sebelumnya menghubungiku.
Aku mengerti situasinya.
Jangan cemaskan dampak terhadap murid.
Meskipun aku membesarkannya sebagai ibu tunggal,
aku menyebabkan dia kesusahan.
- Bu. - Maaf.
Kau baik-baik saja?
Jangan menangis.
Aku Kiyomi Kawai. Senang bertemu kalian.
- Senang bertemu denganmu. - Senang bertemu denganmu.
- Silakan duduk di belakang. - Baik.
KIYOMI KAWAI
Buka buku kalian hingga halaman 181.
Kita akan mengulas tata cara perawatan hewan yang manusiawi.
Tsunayoshi Tokugawa tidak memiliki keturunan.
Biksu Buddha memberitahunya, dia tak bisa punya anak
karena memperlakukan hewan dengan buruk di kehidupan sebelumnya.
Maka anjingnya dia rawat baik-baik.
Ada yang bisa kubantu hari ini?
Ya, Tetsuya Fukazawa ada?
Boleh bicara dengannya?
Pak Fukazawa.
Maaf membuatmu menunggu.
Mungkin kau pikir aku beralasan,
tapi biasanya aku tidak akan pernah menanyakan hal pribadi.
Tapi kudengar, Haruka langsung meninggalkan apartemen.
Aku penasaran.
Separah itukah?
Ya.
Bisa ceritakan?
Kau akan memberi tahu Haruka?
Tidak.
Baiklah.
Ada rumah yang aneh.
Aku ingin melamar Haruka.
Kudengar dari makelar, ada rumah yang murah.
Maka aku pergi melihatnya.
Silakan masuk.
Terima kasih.
Di mana rumah itu?
- Kau mau pergi ke sana? - Ya.
Aku tidak bisa beri tahu.
Haruka belum tahu,
tapi aku bisa melihat hal-hal tertentu.
Jadi...
tolong jangan pergi.
Saat mulai bekerja di Tokyo,
kutinggalkan rumah orang tuaku dan tinggal sendirian
di apartemen satu kamar.
Di tengah malam,
aku bisa dengar suara langkah kecil.
- Seperti itu. Seolah seorang berlari. - Seram sekali.
Jangan bilang...
Kembalikan.
Aku mau pulang.
Minggir!
Hei.
- Itu seragam Tamajo, bukan? - Ya.
Lain, ya. Tampak anggun.
Aku ingin memakai itu.
Kiyomi, kau suka kucing?
Ya, dahulu aku punya. Tapi sudah mati.
Apa? Kenapa mati?
Malangnya.
No comments yet. Be the first to leave one.