200 baris pertama.
WILAYAH YAKIMA, WASHINGTON
PERINGATAN - DILARANG MASUK
BAHAYA
Berapa banyak darah keluar sebelum kau berubah pikiran?
Apa? Aku tak tahu.
Baik.
Mari kita cari tahu.
BETHESDA, MARYLAND
WILAYAH YAKIMA, WASHINGTON
- Siapa yang temukan ini? - Anak-anak.
Keahlianmu dalam pembunuhan berantai, tetapi ini tak normal, ya?
Dia memotret ratusan kali.
Itu OCD?
- Siapa pemilik properti ini? - Jarvis Tua.
Dia sudah lama mati.
Entah apa ini miliknya atau seseorang menguburnya.
Namun, orang tak dikenal ini tahu properti ini kosong.
Ada halangan di pintu?
Semak, mungkin dua tahun.
Namun, ini berdebu. Dia sudah lama tak kemari.
Mungkin aku butuh bantuan.
PUSAT KEBUGARAN
Tara Lewis, tak menelepon atau kirim pesan.
Luke Alvez, andai kau di sini.
Serius, andai kau di sini.
Bisa terbang ke Seattle?
Tampaknya ada pembunuh aktif puluhan tahun yang tak diketahui.
Ada 16 mayat di peti kemas terkubur.
Enam belas?
Polisi lokal kewalahan.
- DEA akan bersumpah itu kartel. - Kalau kau?
Seratus persen pembunuh berantai.
Dengar, andai aku bisa langsung terbang,
tetapi aku janji pada Rossi akan seminggu lagi di sini.
Kau tinggal masih masuk akal
seperti FBI melarang terbang.
Apa kemungkinan kita dapat lagi tahun ini?
Peluangnya kecil, Teman.
Aku mau tunjukkan Rossi ada apa di sini.
Kurasa dia akan mengirimmu.
Tidak, dia fokus pada kasus Virginia.
- Kasus Virginia apa? - Pembantai keluarga.
- Brutal. - Ya ampun.
Mungkin Prentiss bisa setuju.
Maksudmu?
Sejak promosinya...
dia tak hanya memikirkan kita.
Koordinator lapangan di tenggara kebanjiran permintaan.
Unit manajemen krisis mengatur tugas gabungan...
- Prentiss! - Beri kami waktu.
Maaf terlambat. Kudengar kau mau bertemu.
Tak kukira melihatmu begitu terlambat, Wakil Direktur.
Setuju. Kenapa kita masih di sini?
Setiap agenku kelelahan, terutama BAU.
Ya, tetapi berdasarkan data yang ada,
para agen memecahkan kasus lebih banyak saat terpisah.
Itu seharusnya enam bulan,
tetapi kini hampir tiga tahun.
Tanpa bantuan Reid dan Simmons dari SSA...
Maaf, aku tak bisa bahas tugas mereka.
Kembali tidaknya serta waktunya, itu terserah mereka. Kami tak punya hak.
Kapan terakhir kali David Rossi di kantor?
Dia berkonsultasi dengan Kepolisian Virginia soal pembunuhan Westbrook.
Tak ada petunjuk. Saatnya meneruskan hidup.
Orang bilang setahun ini Agen Rossi terobsesi,
seolah dia terpengaruh efek bekerja bertahun-tahun di rubanah itu.
Agen Rossi sudah lupa soal pelaku berantai lebih dari yang kita tahu.
FBI mujur dia memimpin BAU.
Cara dramatis untuk bilang dia orang terbaik untuk kerja ini.
Berani taruhan karierku.
KELUARGA DITEMUKAN DIBANTAI DI RUMAH DI ALEXANDRIA
- Astaga! - Astaga!
- Semua darah ini. - Semua darah ini!
Ya ampun.
- Hai, Ibu. - Hai, Ibu!
Kami menang pertandingan hari ini dan aku bermain bagus.
- Karena pacarnya di sana. - Apa? Tidak.
Malam panjang? Mau bahas kasusnya?
Tidak, aku mau bahas pacar Henry?
- Apa? Siapa? - Entahlah.
Tidak. Bagaimana kau tak tahu?
Entahlah, ada selusin gadis bersorak.
Pasti Katelyn.
- Mereka selalu saling suka. - Dia tak mau bahas.
Tentu saja. Beginilah mulainya.
Kita akan mengedip dan dia akan mengemudi,
tahu-tahu dia lulus,
lalu dia meninggalkan kita. Kau tahu itu?
- Dia akan... - Ini pacar pertamanya.
- Kita punya waktu. - Ini...
Sekejap lalu mereka masih bayi.
Ya, benar. Seharusnya terjadi.
Ya, berarti kita lakukan tugas kita.
Ya, ini... menyakitkan.
Itu Rossi.
Jawablah. Kuambilkan teh.
Terima kasih.
- Hai, Dave. - Ada apa di Silver Spring?
Ada mayat di perhentian truk dengan saraf punggung putus.
Aku kembali besok. Siapa tahu ada kejahatan sebelumnya.
Mungkin bisa cegah pelaku tak dikenal sebelum jadi pelaku total.
Dave?
Lupakan, sudah larut. Aku baru sadar.
Kita bertemu besok.
Tak apa, bisa bicara sekarang. Kau baik-baik?
- Kasus ini membuatku tak tidur. - Kau menangani apa?
- Keluarga Westbrook di Alexandria. - Terjadi lagi?
Belum. Kami menyebutnya firasat, tetapi sepertinya tak hanya sekali.
- Mau kirim berkas kasusnya? - Aku mau kau tidur.
Kenapa mulai sekarang?
- Minumlah. - Terima kasih.
Dia penuh amarah, terpendam.
Dia impulsif, tetapi terkendali.
Ini bukan serbuan,
tetapi kehancuran keluarga dan komunitas, keselamatan.
Orang yang dipenuhi kebrutalan dan kesabaran...
Mereka belum akan berhenti.
Rossi.
Lintas negara bagian?
Aku segera ke sana.
Sial!
BETHESDA, MARYLAND
KORONER
"Tragedi dalam hidup bukanlah kematian,
tetapi yang kita biarkan mati di diri kita selagi hidup." Norman Cousins.
- Sebelumnya tak ada bayi. - Kurasa dia tunjukkan belas kasihan.
Kau takkan bilang itu jika melihat perbuatannya.
Kenapa tim SAR di sini?
Pertanyaan bagus.
- Kepala, ini SSA Luke Alvez. - Bill Marmor. Salam kenal.
Dave, kau tahu ini akan terjadi. Seperti katamu, dia berkembang.
Dia bunuh orang tuanya, lalu bunuh si remaja putri.
Ada pergumulan di kamarnya, tetapi dia tak terlihat.
- Sebelumnya pelaku menculik? - Tidak.
Pos pemeriksaan?
Sudah dibuat, tetapi kita tertinggal.
Itu neneknya.
Mau aku bicara dengannya?
Tidak, aku saja.
Luke, bisa koordinasi dengan SRT dan orangmu di Buronan?
Tentu.
Aku turut berduka.
- Pasti kau sering bilang itu. - Sudah tak terhitung.
Saat putriku lahir...
aku takut akan semua yang bisa salah,
kurasa umumnya orang tua begitu.
Aku bangun hanya memastikan dia masih bernapas.
Tidur terlelapku di kursi goyang...
merasakan dia di sini.
Kurasa karena sudah tugasku menjaganya tetap hidup.
Namun, dari semua yang kutakutkan, tak pernah kubayangkan
anak orang lain tumbuh menjadi monster yang membunuhnya.
Kami akan temukan pelakunya.
Kau tak bisa janjikan itu.
Seperti aku tak bisa berjanji menjaganya.
Bergantung pada harapan sangatlah kejam.
Dulu kuberi tahu putriku ada ruang lebih dalam hati remuk,
tetapi tak terasa begitu, ini...
- Hampa. - Ya, hampa.
QUANTICO, VIRGINIA
Kudengar ada gadis hilang.
Media akan menyiarkannya. Kau butuh semua agen BAU?
Aku mau sekali.
Namun, Agen Lewis menemukan kuburan massal.
Dia akan tinggal di Washington.
Kudengar mungkin itu kartel narkoba.
Ini juga kasus lama
versus pembunuh aktif yang menculik gadis hilang.
Aku setuju waktu sangat penting dalam mencari gadis hilang,
tetapi temuan Lewis ini besar.
BAU butuh yurisdiksi.
Bantu aku membantumu.
Temukan gadis itu hidup-hidup.
Lalu kita lihat.
TKP - DILARANG MELINTAS
- Hai, Prentiss. - Bailey dengar
bahwa kasusmu adalah tempat pembuangan kartel dan dia mau DEA tangani.
Ayolah.
Kami belum identifikasi mayatnya, tetapi ada pasangan lansia.
Kecuali sangat buruk, mereka tak masuk radar kartel.
Sudah lihat fotonya?
Tampaknya beberapa korban diawetkan.
Makanya disimpan di bawah tanah. Dia butuh privasi.
- Pasti dia datangi lagi. - Sial.
Buku catatan, suvenir, ada yang bisa kami bantu?
Petunjuk terbaik adalah fotonya.
Dia menguntit sebelum menyerang.
Mungkin dia simpan suvenir juga.
Kita akan tahu soal korban
saat koroner bawa ke lab.
Kau perlu tetap di sana.
Namun, andai kau punya klona.
Itu karena aku menyenangkan.
Sudah bicara dengan Tara soal kasusnya?
Belum. Masih dini, sulit dikatakan.
Tak seperti kasus ini, yang tampak jelas.
Pelaku memilih keluarga dengan remaja putri.
Kecuali pertama dia membunuh, dan kini menculik.
Lompatan besar dalam kemampuan mengendalikan sandera.
Itu berasumsi dia masih hidup.
No comments yet. Be the first to leave one.