Be with You

Be with You (好想談戀愛)

Unduh Subtitle Indonesian

Informasi rilis

Be With You E02-03 Webrip
Komentar oleh indri danti22
credit to viki

Tag

webrip
web
BRip
Diterbitkan pada: 2015-05-27
Unduhan: 9
Tuna Rungu: No

Pratinjau subtitle Indonesian

190 baris pertama.

Menemukanmu adalah Sukses Terbesarku oleh Leo Ku

Kita menemukan cinta.

Be With You (Bersamamu) ~ Episode 2 ~

Aku menyukaimu!

Ying Jie.

Ini adalah...?

Oh.

Hai, Aku Xia Man An.

Hai, Aku Xuan Xuan, tunangannya Ying Jie.

Alih Bahasa Dipersembahkan Oleh The First Love Team @ Viki

Xia Man An!

Wow!

Kamu begini bahagia?

Kenapa kamu menangis?

Dia menolak pengakuanmu?

Dia sudah punya seorang tunangan.

Tunangan?

Kamu... Apa yang kamu mau lakukan padaku?

Kapan kakakmu punya seorang tunangan? Bicaralah!

Kakak? Tunangan?

Itu... Apa kamu tahu

ada hal-hal yang tidak mungkin dan tidak dapat dipaksakan?

Meskipun seekor anjing yang diburu-buru dapat melompati tembok,

aku tidak dapat menerimamu sebagai kakak ipar.

Siapa yang ingin jadi kakak iparmu? Berhenti omong kosong dan jawab aku!

Baiklah.

Aku kira itu bulan yang lalu.

Bulan yang lalu? Kenapa aku tidak tahu?

Kamu bukan anggota keluargaku. Kenapa kamu mesti tahu?

Aku tidak sengaja mendengarnya saat aku pulang terlambat pada malam hari.

Maafkan aku. Aku sungguh tidak tahu.

Kenapa kamu menanyakan tunangan kakakku?

Dan raut wajah macam apa itu? Kenapa itu terbungkus rapat seperti sebuah xiaolongbao? (xiaolongbao = roti kukus)

Baiklah. Itu bukan urusanmu.

Bukankah kamu sibuk? Ada ratusan orang yang harus kamu temui setiap hari. Kamu boleh pergi sekarang. Bye bye.

Tidak!

Kamu terus menelponku untuk keluar dan sekarang apa?

Kamu mengusirku setelah menanyakan sebuah pertanyaan padaku?

Baiklah, kami tidak akan mengusirmu. Kami akan pergi kalau begitu.

Hei. Hei!

Kamu pergi begitu saja?

Ada apa dengan dua wanita ini?

Alih Bahasa Dipersembahkan Oleh The First Love Team @ Viki

Maafkan aku, itu semua salahku.

Kakak,

bukan salahmu.

Aku sendiri yang terburu-buru.

Tentu saja kamu harus menyalahkan aku.

Kalau aku tidak memburu-buru kamu memberikan pengakuan hari ini

dan menunggu sebentar lagi, mungkin

kamu tidak akan sangat malu dan canggung.

Berhenti membicarakannya.

Bagaimanapun, itu berakhir sebagai cinta sepihak saja.

Lagipula, kamu benar.

Kakak Ying Jie seorang pria yang baik.

Aku tetap saja ragu dan kehilangan kesempatanku.

Aku menyia-nyiakan waktu lebih dari sepuluh tahun

dan tidak bertindak apa-apa.

Itulah sebabnya aku hanya bisa menangis sekarang.

Jelas-jelas aku yang pertama bertemu dengannya,

dan jelas-jelas aku menyukainya lebih dulu.

Tapi ketika saatnya untuk mencintai,

siapa yang lebih dulu bukan berarti pemenangnya.

Jangan berkata begitu.

Lihat dirimu. Kamu punya wajah yang cantik, dan bentuk tubuh...

Penampilan dan perangaimu segar.

Kalau kamu mau menangis karena ini, maka wanita lain akan...

Bagaimana?

Kalau kamu tidak begitu teguh dan terus menyukai Zhen Ying Jie itu,

kamu akan memiliki pria manapun yang kamu inginkan.

Aku tidak mau pria yang lain.

Aku hanya ingin di sini tidak sakit.

Kalau kamu tidak ingin itu sakit, maka lupakanlah dia.

Bagaimana aku melupakannya?

Banyak cara untuk melupakannya.

Mulailah untuk menghindarinya dari sekarang dan seterusnya. Jangan dengarkan dia atau melihatnya.

Gunakan waktu untuk mengobati lukamu. Jadi dengan begitu, nanti, hatimu akan

dapat tinggal dalam hati orang lain dan memulai sebuah hubungan baru.

Benarkah?

Aku sudah kaya pengalaman cinta. Tidak akan ada yang salah kalau kamu mendengarkan aku.

Kalau begitu berapa lama aku bisa melupakannya?

Sekitar seminggu?

Secepat itu?

Sekitar tiga bulan pacaran, membutuhkan waktu seminggu untuk melupakannya.

Kamu perlu waktu seminggu untuk melupakan hubungan selama tiga bulan.

Kalau begitu berapa lama dibutuhkan untuk waktu yang lebih dari sepuluh tahun?

Berhenti menghitung.

Bagaimanapun, mulai hari ini, jangan menemui Zhen Ying Jie.

Kamu harus menjaga jarak darinya. Kamu akan segera dapat melupakannya.

Jadi hari ini, ayo lampiaskan rasa frustasimu

dan anggap saja itu sebuah perpisahan.

Ini.

Mulailah yang baru saat kamu bangun besok pagi.

Kakak, terima kasih.

Baiklah, bersulang.

Kita tidak akan pulang jika kita tidak menghabiskan bir di meja.

Aku akan mendukungmu.

Wow.

Kakak, beberapa tahun ini, toleransimu terhadap alkohol meningkat?

Apa yang kamu katakan? Toleransi alkohol?

Toleransi alkohol apa yang aku miliki di usia setua ini?

Ini adalah alkohol keberanian.

Jadi, kamu masih sama? Muntah-muntah setelah minum tiga gelas,

jadi gila setelah minum lima gelas, dan hilang kesadaran setelah 7 gelas?

Gelas kelima?

Apa? Apa yang sedang kamu lakukan? Cepat minum.

Baiklah, aku akan beri tahu adikmu.

Jangan terlalu sering tidur larut malam.

Oke, bye bye. Tidurlah lebih awal, bye bye.

Kerja?

Ya.

Lihat jam, dua puluh delapan menit.

Apa kamu harus selalu bicara sangat lama dengan putramu?

Kamu sangat aneh.

Putramu tidak pulang setiap hari. Kita hanya bisa bertemu dengannya hari Sabtu.

Saat dia sibuk, dia bahkan tidak bisa pulang ke rumah pada hari Sabtu. Bukankah kamu rindu padanya?

Ya, kamu benar. Yang kamu katakan masuk akal.

Aku mau mandi.

Ibu! Aku pulang. Aku sangat merindukanmu.

Oh, aiyo.

Kenapa kamu sangat terlambat? Kamu pergi minum-minum?

Sedikit.

Aiyo.

Ayah! Aku juga rindu padamu!

Kakak!

Lihat dirimu, seorang gadis,

terlalu banyak minum dan sekarang kamu mabuk!

Kamu ingin memeluk setiap orang yang kamu temui, Apakah ini pantas?

Baiklah, jangan marah.

Man Li pasti sangat bahagia karena Man An pulang.

Dia terlalu bahagia. Tidak apa-apa. Aku akan membawamu ke kamarmu.

Sini, hati-hati. Jalan pelan-pelan.

Ayah, jangan marah.

Kakak terlalu bahagia karena aku pulang, jadi dia minum dua gelas tambahan.

Dia tidak seharusnya melakukan ini meskipun dia bahagia.

Gadis seharusnya selalu memperhatikan keselamatannya sendiri.

Aku ada di sini! Aku akan melindungi kakak.

Kamu? Siapa kamu mau melindunginya?

Kamu bahkan tidak bisa melindungi dirimu sendiri.

Jangan lihat aku seperti itu.

Aku lumayan kuat.

Lihat, kalau seseorang mengasari kakak, aku akan...

Oke, oke...

Beristirahatlah lebih awal. Hentikan ha-ing.

Baik, Pak.

Kenapa mereka semua jadi monyet kecil setelah minum-minum?

Ayah, selamat malam.

Dia tidur.

Oh, ya.

Kakakmu mengatakan kalau dia akan pulang minggu ini untuk mentraktirmu makan.

Kamu boleh memutuskan mau makan di restoran mana.

Aku yang putuskan? Bagus sekali.

Aku harus makan makanan mewah kalau begitu.

Kamu sangat senang kapanpun kamu membicarakan makanan.

Ada apa? - Ayah!

Oke, oke. Aku akan di sana sekitar 30 menit lagi.

Aku tahu, untuk sekarang itu saja.

Bersamamu

Oke, aku akan di sana sekitar 30 menit lagi.

Apa kamu sudah mengerti? Itu saja, bye bye.

Selamat pagi, General Manager.

Selamat pagi, di mana Pak Xia?

Tadi malam ayah saya jatuh di kamar mandi dan punggungnya terkilir.

Apakah itu serius? Apakah dia sudah pergi ke dokter? Di rumah sakit mana dia sekarang?

Oh, itu tidak serius. Jangan khawatir.

Syukurlah. Kalau begitu tidak apa-apa, biarkan dia beristirahat dulu. Aku akan menyetir sendiri. Berikan kuncinya padaku.

Xia Man An?

Mungkin Anda tidak ingin melihat saya,

tapi saat saya meninggalkan rumah, ayah saya mengingatkan dan meminta saya berjanji bahwa

saya harus mengantar Anda ke tempat tujuan dengan selamat dan tepat waktu.

Kamu sudah salah paham.

Kalau Anda bersikeras menyetir sendiri,

besok ayah saya pasti akan memaksakan dirinya duduk di kursi sopir meskipun nyawanya sebagai taruhan.

Jadi, demi ayah saya, tolong maklumilah selama beberapa hari ini.

Baiklah.

Masuklah ke dalam mobil, General Manager.

Apakah Anda akan ke kantor? - Ke galangan kapal.

Apa?

Kenapa aku tidak begitu beruntung?

Hari setelah pengakuan yang gagal, kami harus bertemu,

dan masih harus mendatangi lagi tempat yang menyedihkan itu?

Aiyo, aiyo.

City Mart

Man An, apa kamu merasa lebih baik?

Kalau kamu belum menyesuaikan suasana hatimu kembali, kamu harus memberitahuku.

Melihat ke bawah sambil berjalan?

Jangan bilang padaku kamu sedang mengirim pesan pada Zhao Li Qi? Biar kulihat apa yang kamu kirim padanya.

Tidak, aku sedang mengirimkan sebuah pesan pada adikku.

Adikmu? Bukankah adikmu ada di luar negeri? Dia kembali?

Ya, dia baru saja kembali.

Be with You subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Be with You

Komentar

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left