200 baris pertama.
Selamat malam.
Kami hadir secara langsung ke hadapanmu malam ini dalam apa yang mungkin menjadi
wawancara paling dinanti tahun ini.
Untuk pertama kalinya sejak
penahannya yang menggemparkan dan pembebasannya kemudian
Erich Maxwell Blunt bicara tentang cobaannya
masa lalu, dan masa depannya.
Tn. Blunt, selamat datang.
Terima kasih telah mengundangku, Larry.
Tolong panggil aku Erich.
Ini membuatku mau muntah.
Baru tiga hari yang lalu, Erich, saat kau dibebaskan
atas semua gugatan terkait pembunuhan Cindy Strauss.
Kukira kita kemari untuk bicarakan
- peluncuran Holotech Applsn, Larry. - Sial. Aku terlambat.
Maaf, semuanya. Aku harus temui Hannah untuk minum-minum.
Ini akan mengubah dunia.
Kita punya banyak waktu membahas peluncuran produk baru itu.
Tapi, pertama, mari bicarakan apa yang kita pikirkan.
Beritahu kami soal cobaan ini.
Bagaimana perasaanmu
beberapa bulan terakhir ini?
Istilah masa pencobaan tak cukup untuk menggambarkannya.
Tapi, di masa terkelam sekalipun
aku tak pernah berhenti percaya pada proses.
Kita beruntung tinggal di negara
dimana peraturan hukum menang
dimana kita tak dihakimi oleh pihak penuntut
atau Jaksa Penuntut Umum, tapi juri dari sesama warga.
Warga biasa yang jujur.
- Apa ucapannya pada Terry dan Hildy? - Aku juga punya tim terbaik di dunia
yang mewakiliku dipimpin oleh Warren Daniels.
- "Kau benar. Aku bunuh wanita bodoh itu." - Jadi, dalam hati terdalamku
- Aku mau pulang sekarang. - aku tak pernah ragu kami akan menang.
Aku mau mabuk-mabukan.
Aku akan mendekati istriku.
- Bagaimana hal itu mengubahmu, Erich? - Bersulang.
Hal itu menunjukkan padaku teman dan musuh sebenarnya.
Mengajariku nilai kejujuran.
Tapi, kurasa yang terpenting, sidang itu
telah membuatku mensyukuri semua anugerah dalam hidupku.
Aku mau berterima kasih dari lubuk hati pada penggemarku.
Dukungan mereka sangat berarti bagiku.
Aku beruntung memiliki
beberapa teknisi dan profesional terbaik di dunia
yang bekerja padaku di Applsn.
Tapi, bisa kupastikan padamu, Larry
dalam hari-hari sidang terpanjang sekalipun
aku tak pernah melepaskan tanganku dari kemudi kapal.
Kau mengatur Applsn bahkan saat sidang berjalan?
Tentu saja. Aku pendiri perusahaan itu.
Aku juga sangat yakin hanya aku
yang mampu benar-benar memimpin Applsn.
Beritahu kami hubunganmu dengan Cindy Strauss.
Cindy sangat berarti bagiku.
Kematiannya akan jadi tragedi yang kubawa seumur hidup.
Apa kau marah pada pihak penuntut dan para detektif?
Tentu saja aku kecewa.
Mereka jelas membajak sistem keadilan
demi keuntungan politis sendiri.
Kota kita pantas mendapatkan orang-orang yang lebih baik.
Apa pendapatmu tentang Jaksa Penuntut Umum Perez
kekuatan pendorong di balik tuntutan ini?
Sejak aku ditahan
Jackie Perez menegaskan pada semua orang di sekitarnya
ia berniat memanfaatkan sidang
agar terpilih menjadi Gubernur.
Aku butuh minum.
Ayo pergi.
Aku harus temui suamiku.
Dalam kebetulan yang aneh, ayah kandungmu
dibunuh hanya beberapa hari sebelum kekasihmu.
Bagaimana rasanya?
Sangat menyedihkan.
Seperti mimpi.
Ayahmu meninggalkanmu saat kau baru dua tahun.
Apa itu benar?
Aku terlalu muda untuk tahu apa yang terjadi, Larry.
Lagipula
seingatku, aku selalu sendirian.
Apa yang terjadi pada ibumu?
Ia meninggal karena overdosis beberapa hari setelah aku ditinggalkan.
Punya kenangan tentangnya?
Kadang kupikir aku bisa mengingat sentuhannya
senyumannya
caranya memelukku erat sebagai seorang anak
dan membuatku merasa aman.
Tapi, aku tak tahu apa kenangan itu nyata
atau semacam tipuan psikologi
yang kumunculkan selama bertahun-tahun
untuk membuatku merasa tak terlalu sendirian.
Kematian ibumu sangat mempengaruhimu?
Aku berharap punya kesempatan mengenalnya, berterima kasih padanya.
Usianya baru 18 tahun ketika aku lahir
dan ia sudah sangat kesulitan hanya untuk melahirkan.
Andai aku bisa menikmati kesuksesan bersamanya.
Kurasa ia akan merasa bangga.
Ia pasti bangga. Tutup mulutmu.
Kau menyalahkan ayahmu atas kematian ibumu?
Aku tak tahu banyak untuk menyalahkan siapapun, Larry.
Tapi, aku tahu ia mati karena obat-obatan pemberian ayahku.
Aku juga tahu ayahku yang meninggalkanku.
Baik. Bajingan kecil itu membunuh Kevin Neyers.
Kita harus melupakannya. Kita tak boleh gandakan kesalahan.
Kesalahan apa? Kita benar.
Kita kalah.
Kita kalah dalam kasus Strauss, tapi bisa menangkapnya untuk kasus Neyers.
Chris Walton sudah mengakui pembunuhan itu.
Tidak, ia tak bersalah dan itu tanggung jawab kita.
Terry, kau takkan dapat jin dalam botol itu lagi.
Ya, tapi bisa kucoba.
Baiklah.
Jika Carter tahu kau mengusik Blunt, kesabarannya akan habis.
Aku yang akan menanggungnya.
Baiklah.
Bagaimana jika Walton bukan pembunuhnya?
Dimana kau akan memulai?
- D-Hop dan Franklin. - D-Hop?
Kau tahu jelas aku tak bisa terlibat dengannya lagi.
Tidak setelah penembakan itu.
- Kendali Managemen akan menyiksaku. - Aku tahu.
Akan kuurus dan kau akan kukabari.
Baiklah.
Jangan tergesa-gesa mengerjakan apapun.
- Bawa tidur? - Ya. Setuju.
Jangan tinggal terlalu larut di sini.
Salam damai.
Sidang ini latihan panjang pencambukan diri sendiri.
Sudah berakhir.
Kita hanya bisa menjilati luka kita dan bangkit.
Sungguh? Mulailah menjilat.
Astaga.
- Kau penuh omong kosong. - Kau pikir aku penuh omong kosong?
- Ya. - Akan kuhajar kau. Lihat saja.
- Hati-hati denganku, Nak. - Tenang.
- Tenang. - Aku tahu dimana kau...
Hei, tenang.
Ibumu bilang aku mungkin akan menemukan kalian di sini.
Kenapa kalian tak sekolah?
- Sekolah belum dimulai. - Baiklah. Bagus.
Karena aku harus mengajukan pertanyaan lagi pada kalian
soal pria bertato burung itu.
Ingat dia?
Ya, tentu saja.
Ia sudah dipenjara.
- Ya, berkat kalian berdua. - Kerja kami bagus, ya?
Agar kalian tahu saja
saat orang tak bersalah dipenjara itu tidak bagus.
Kalian bohong soal siapa yang kalian lihat
di gedung itu malam itu, kan?
- Kami selalu melihatnya di gedung itu. - Namanya Chris Walton.
Tapi, kalian tak melihatnya di gedung itu malam itu
saat pembunuhan terjadi, kan?
Kami tak tahu ia akan dipenjara.
Diam, D-Hop!
Tidak, kau yang diam, Franklin.
Aku sudah bosan berbohong demi kau.
Bersikaplah dewasa.
Kalau begitu, kalian tak melihat Chris Walton
pria bertato burung di gedung itu malam itu?
- Tidak. - Kau akan buat kita mati.
Takkan ada yang mati.
Kalian tak perlu cemaskan itu.
Aku akan melindungi kalian.
Aku hanya ingin kalian bicara jujur.
Paham? Aku janji.
Apa yang terjadi?
Ia menodongkan pistol ke kepala kami.
Pertama, ke kepalaku, lalu ke kepalanya.
Ia mengokang pistolnya seolah mau membunuh kami.
Ia mengajak kami masuk untuk melihat mayat di ranjang itu.
Ia bilang jika kami bicara pada siapapun
ia akan melakukan hal yang sama pada kami.
Ia memaksa kami melihat darah
yang mengalir keluar dari kepala mayat itu di dinding.
Itu...
Itu sinting.
Ya. Itu sebabnya kami bohong.
Bagaimana penampilan orang itu?
Pakaian apa yang dikenakannya?
Waktu itu gelap.
Ia tampak agak tua.
Lebih tua dariku?
Entahlah.
Baiklah.
Kerja kalian bagus.
Kita tak bisa mengandalkan anak-anak ini, Terry.
Berapa kisah berbeda yang sudah mereka ceritakan pada kita sekarang?
Aku percaya pada mereka.
Mereka ketakutan.
Dengar. Pegang ucapanku. Blunt dalang di balik hal ini.
Siapapun yang dilihat anak-anak itu, Blunt membayarnya membunuh Neyers.
Kenapa Blunt mau Neyers mati?
Ia kurang mengenalnya.
Kurasa Neyers pasti menyimpan rahasia besar Blunt.
Sesuatu yang tak boleh diketahui orang banyak.
Kurasa Neyer hanya tahu soal obat-obatan.
Tepat sekali.
Siapa yang lebih mudah dibunuh
dari orang yang benar-benar tak ada kaitannya
No comments yet. Be the first to leave one.