200 baris pertama.
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
Mohon traktir aku makan malam.
Traktir aku makan malam akhir pekan ini, Dokter.
Baik. Kita makan-makan dengan staf lain.
Berdua saja.
Berdua saja di luar,
pakai baju kasual, bukan ini.
Aku sudah punya janji.
Aku harus mengunjungi ibuku di Yangpyeong.
Maaf.
- Astaga... - Jadi,
biar kusimpulkan.
Agen bilang sewa bulanan
kepada pemilik asli,
tetapi sewa basis deposito pada Dokter Do,
hanya membayarkan uang jaminan dan sewa bulan pertama,
lantas sisanya dia ambil.
Ya, begitulah. Astaga.
Bagaimana nasibnya?
Uang itu dia kumpulkan sejak lama.
Ditambah pinjaman bank 100 juta.
Uang melayang, tetapi dia tetap harus bayar bunga. Astaga!
- Agennya tidak bisa ditangkap? - Pasti sudah kabur.
Dokter Do sudah lapor polisi.
Katanya jangan berharap.
Dia tinggal di mana sekarang?
Tinggal saja di sana dan bayar bulanan.
Kontrak pun tidak sah.
Pemilik rumah hanya mau uang sewa.
Tak apa terus tinggal, ‘kan?
Bagimu sewa 900.000 won per bulan itu mudah?
Tidak. Maaf.
Tak perlu sampai minta maaf.
Bukan salahmu terlahir kaya.
Sewa 900.000 won per bulan terlalu berat. Dia harus pindah.
Dia memang rencana tinggal di rumah itu sampai pekan ini.
Istrinya akan ke rumah orang tuanya di Paju,
sementara Dokter Do Jae-hak menyewa kamar murah.
Aku tak yakin dia bisa fokus bekerja setelah semua itu.
Aku yakin kini pun tidak.
Aku tak peduli hal macam itu. Tidak mau.
Kau pernah lihat aku menjabat sesuatu? Aku tidak mau.
Lalu jabatan Kepala Bagian terus kosong?
Pasti ada dokter spesialis lain yang mau.
Suruh Dokter Cheon Myeong-taek agar mudah dapat uang suap.
Direktur Ju tidak setuju.
Dia dilarang menjabat apa pun, selain Kepala Pelayanan.
Dia pasti buat masalah lagi.
Jika dia pasti buat masalah,
mestinya kau selidiki dan beri hukuman.
Kenapa berhenti di tengah jalan?
- Karena itu jadilah Kepala Bagian. - Karena itulah.
Maaf.
Kau sudah bilang operasi SVC kiri kepada perfusionist , ‘kan?
Maaf, belum aku cek.
Belum dipastikan dengan perfusionist?
Maaf.
Kau lihat sonografi sebelum masuk?
Ada apa denganmu? Fokus!
Maaf.
Kau ingin bunuh pasien?
Jangan bawa masalah pribadi ke sini.
Keluar kalau tak mampu.
Tidak. Maaf.
Sekarang kita pasang kateter vena di sinus koroner.
Eun-won belum bisa dihubungi?
Ya. Belakangan ini, dia lelah karena piket malam.
Tampaknya dia terguncang karena Yun Mi-seong wafat.
Fisiknya amat lelah, ditambah pasien wafat.
Kurasa hal itu menjadi pemicu.
Tentu lelah. Pekerjaan banyak, tetapi kita kekurangan orang.
- Tidur pun kurang. - Ada apa?
Dokter Myeong Eun-won sulit dihubungi dua hari
sejak kemarin pagi.
Bagaimana jika tidak kembali lagi?
- Selamat pagi. - Ya, selamat pagi.
Selamat pagi.
- Dokter Chu Min-ha. - Ya?
Segera beri tahu jika ada kabar dari Dokter Myeong.
Baik, Dokter.
- Selamat pagi. - Selamat pagi.
Mari lihat pindaian CT.
Ini bagian kanan lever.
Bisa dilihat bagian aneh sekitar dua sentimeter
di dalam sini?
Kau juga memiliki sirosis lever.
Dari hasil tes darah, level antigen karsinoembrionik tinggi.
Kurasa...
ini kanker lever.
Tidak...
Dua sentimeter biasanya stadium awal.
Yang terpenting dari kanker
bukan ukurannya, melainkan bisa dioperasi atau tidak.
Pertama, perlu dicek dahulu apa benar ini kanker
lewat tes menyeluruh seperti MRI
dan apa ada penyebaran ke bagian lain.
Operasi adalah jalan terbaik untuk kanker lever,
tetapi bila ada penyebaran,
mungkin harus ganti ke teknik pengobatan.
Dokter.
Apa aku bisa hidup?
Tentu. Kau harus hidup.
Entah apa ini...
bisa menghibur.
Jika bisa operasi, besar kemungkinan kau akan selamat.
Jangan putus asa.
Kita tunggu hasil tes dengan penuh harapan.
Kalau begitu, kapan bisa operasi, Dokter?
Mohon percepat, Dokter.
Hari ini mulai dirawat.
Setelah itu, kita periksa apa benar kanker
dan lakukan tes tambahan untuk memeriksa penyebaran.
Baik.
Selain itu, kebetulan ada jadwal operasiku yang dibatalkan Selasa pekan depan.
Kita operasi hari itu
jika menurut hasil tes bisa operasi.
Namun, jika menurut tes tambahan,
ada dugaan kelainan atau penyebaran,
mungkin tanggal operasi berubah.
Perawat akan menjelaskan
prosedur rawat inap di luar nanti.
Kalian harus semangat agar ayah kalian juga semangat.
Baik.
Terima kasih.
Dokter, kau sakit kepala lagi?
- Mau kuberi obat? - Tidak perlu.
- Perut Jae-hui sudah dirontgen, ‘kan? - Sudah.
Berapa drainase tabung gastrostomi kemarin?
Kemarin 50, hari ini 20.
Banyak berkurang.
Begitukah?
Kita lihat.
Luar biasa.
Kemarin warnanya sangat hijau. Sekarang berubah bening.
Lebih baik konsultasi ke dokter. Mau kurekomendasikan?
Ini bisa kuurus sendiri.
Kau perkenalkan saja Bidulgi.
Bidulgi sedang sibuk. Nanti kuperkenalkan.
Berarti benar dia pacarmu?
Akan kuceritakan segalanya nanti.
Kenapa Jeong-won lama sekali?
Terlambat berarti tak dapat.
Itu dia.
Dia tampak bahagia. Pasti kondisi pasien membaik.
- Atau pasien segera pulang. - Hei, kalian tahu?
Jae-hui lancar buang air besar!
Begitukah? Selamat.
Warna dan bentuk fesesnya bagus.
Dia lancar buang air besar usai makan.
Fesesnya bagus sekali!
Rotiku? Rotiku mana?
Sudah kami makan semua.
Sedang berubah menjadi feses.
Ada apa?
Aku segera ke sana. Dah!
Hei, itu...
Dalam jantung terdapat katup
yang berfungsi untuk mencegah
agar darah tidak kembali
saat mengalir ke luar.
Saat bayi lahir, biasanya ada satu sampai dua katup bocor atau mengecil
sehingga sering kami operasi.
Namun, kasus anak kalian jarang terjadi.
Seluruh katup jantungnya bocor.
Tidak ada kelainan pada tes kromosom.
Aku tidak bisa memberi penjelasan akurat.
Jantung Hun saat ini
tidak mampu mengalirkan darah ke luar jantung, dan terus berbalik.
Terutama aliran di katup aorta amat parah
sehingga sulit dipasang paru-paru buatan.
Selain itu, dia mengalami cedera otak,
entah karena resusitasi jantung paru saat ditransfer ke rumah sakit kami
atau cacat bawaan.
Kini curah jantungnya begitu lemah sampai harus diberi banyak obat diuretik
agar bisa buang air kecil.
Edema parunya pun parah
sehingga sulit untuk terus diberi obat.
Bagaimana jika operasi?
Dokter, jika dioperasi,
dia bisa selamat?
Mortalitasnya 50 persen.
Operasi jantung dilakukan agar pasien membaik,
dan untuk kasus ini...
memang tidak ada jalan lain selain operasi.
Meski hasilnya sulit diprediksi dengan tepat,
kita tak mungkin membiarkan Hun begitu saja.
Aku tidak jamin bisa menyembuhkannya,
tetapi tiada jalan lain.
Tentu harus kita coba.
Baik.
Permisi.
UNIT PERAWATAN INTENSIF PEDIATRI
Kau harus duduk sambil bersandar dan agak menunduk
agar tidak dislokasi sendi.
Baik.
Kau pasti lelah harus duduk seharian.
Sudah selesai.
Dokter pasti lebih lelah. Kau selalu pulang malam.
Bagaimana kau tahu?
Wajahmu selalu tampak lelah.
No comments yet. Be the first to leave one.