200 baris pertama.
Diterjemahkan oleh: Captain_Cold
Langit malam dipenuhi dengan bintang-bintang
berjumlah ratusan milyar, hanya di galaksi kita saja
banyak yang lebih besar, lebih cerah dan lebih megah dari matahari kita.
Dalam skala galaksi dan bintang, planet-planet di tata surya kita
hanya seperti butiran pasir yang terlihat sesaat saja di bawah sinar matahari.
Tetapi dalam butiran pasir itu, selama lebih dari 4 miliar tahun,
kisah-kisah hebat terbentuk tanpa disadari.
Kisah tentang kelahiran dunia,
dan hancurnya dunia.
Planet-planet terbentuk dalam keheningan,
dan kekacauan.
Takdir mereka lebih terjalin erat dari yang kita bayangkan.
Kita tahu ini
karena dalam beberapa dekade terakhir
kita telah mengirim pesawat ke ketujuh planet..
di sistem tata surya kita.
Ini adalah kisah yang mereka dapatkan,
kisah tentang planet.
4.6 miliar tahun lalu
Selama beberapa juta tahun pertama setelah matahari terbentuk,
masih belum ada planet yang terbentuk
hanya awan yang terbentuk dari debu dan gas...
..sisa-sisa dari kelahiran matahari.
Lebih dari puluhan juta tahun,
debu-debu mulai saling menempel
dan membentuk batu pertama.
Pada akhirnya, gravitasi menyatukan bebatuan,
membentuk embrio planet
sampai akhirnya, membentuk 4 planet terdekat dengan matahari.
Sekarang, Merkurius adalah yang terdekat,
menghadap sinar matahari penuh.
Lebih jauh
terletak Venus,
dipenuhi oleh atmosfer yang tebal.
Lalu, tetangga Venus, Bumi.
Dan yang terjauh, Mars,
dunia gurun yang dingin.
Bersama, mereka disebut planet Terestrial di tata surya.
Dan dari keempatnya
ada satu yang unik.
Lihat saja ini,
dan dengarkan.
Seperti inilah planet terlihat dan terdengar
setelah 4 miliar tahun evolusi dengan seleksi alam.
Tidak ada tempat lain di tata surya yang terlihat dan terdengar seperti ini,
yang mana itu menarik,
karena semua planet dan bulan terbuat dari hal yang sama,
yaitu karbon, nitrogen, oksigen, besi.
Semua atom itu hadir di awan yang runtuh
untuk membentuk tata surya, 4,5 miliar tahun yang lalu.
Namun, Bumi menjadi yang terbeda
satu-satunya planet yang hidup, di tata surya yang sunyi dan sepi.
Jadi apa yang membuat tempat ini begitu istimewa?
Apa ini takdir? Atau ini kebetulan?
Ini adalah pertanyaan penting
karena Bumi adalah satu-satunya tempat yang kita tahu,
di mana fenomena paling kompleks di alam semesta, ada,
hal yang membawa makna bagi alam semesta: kehidupan.
Sebuah Momen Di Bawah Sinar Matahari
Sebuah Momen Di Bawah Sinar Matahari Planet Terestrial
Bumi adalah dunia yang spesial di tata surya kita
bahkan mungkin lebih jauh sampai jarak ribuan tahun cahaya.
Dunia kita tentu memiliki sifat unik.
Ukuran dan jarak yang tepat dari matahari
untuk mempertahankan atmosfer yang melindungi lautan air
yang memberi kehidupan selama miliaran tahun.
Tapi saat kita meninggalkan planet kita,
dan menjelajahi dunia lainnya
kita menemukan bahwa masing-masing tampaknya memiliki momen..
..ketika menikmati kondisi hampir seperti Bumi.
Setiap planet tetangga kita
memiliki kisah tentang apa yang mungkin terjadi.
Merkurius 58 juta km dari matahari
Merkurius adalah dunia kecil yang tersiksa.
Lebih dari planet lain mana pun,
dia menghadapi sinar matahari tanpa henti selama miliaran tahun.
Merkurius adalah dunia misteri dan kontradiksi yang nyata.
Dia berada di orbit yang cukup elips,
yang berarti bisa sejauh 70 juta km dari matahari
tapi bisa sedekat 46 juta km.
Itu artinya suhu di siang hari bisa mencapai 430°C di permukaan,
tapi, di malam hari, karena dia planet kecil dan tidak memiliki atmosfer,
suhu menurun hingga minus 170°.
Dia juga terkunci ke dalam apa yang disebut resonansi spin-orbit,
yang berarti planet ini berotasi tepat tiga kali
untuk setiap 2 orbit (revolusi)
dan itu berarti bahwa harinya dua kali lebih panjang dari tahunnnya.
Itu artinya saya bisa berjalan di permukaan seperti ini sekitar 4km/jam
dan matahari tetap pada titik yang sama di langit
aku bisa berjalan dalam senja abadi.
Merkurius adalah yang paling kurang tereksplorasi dari keempat planet
karena menuju ke sebuah planet di orbit berbentuk oval,
sangat dekat dengan matahari
adalah tantangan yang luar biasa.
Lima, empat, tiga,
mesin utama menyala, dua, satu dan nol
dan Messenger lepas landas dalam misi NASA ke Merkurius
teka-teki planet di tata surya bagian dalam kita.
Sekarang melalui penghalang suara.
Rute langsung ke Merkurius tidak praktis.
Sekarang melalui periode tekanan dinamis maksimum.
Roket akan tiba dengan kecepatan tinggi
hingga akan membutuhkan banyak bahan bakar untuk melambat
dan memasuki orbit di sekitar Merkurius.
Kita baru saja melakukan pemisahan roket.
Jadi, Messenger mengendalikan lintasannya
dengan melangkah dari satu planet ke planet lain,
menggunakan gravitasi untuk memperlambat,
berputar ke dalam menuju sasarannya.
Terbang melewati Bumi
Terbang melewati Venus
Meski begitu, Messenger mendekati Merkurius dengan kecepatan tinggi
hingga terpaksa terbang melewati planet ini tiga kali
melambat setiap melewati planet
sampai, setelah hampir tujuh tahun navigasi,
dia tiba dengan selamat di orbit.
Messenger mengatur misinya untuk memetakan permukaan Merkurius
dan mulai mengungkap rahasia planet paling banyak kawah di tata surya
dalam lebih detail lagi.
Kawah Kertesz Luas 33 km
Aliran lava padat
Caloris Basin Dampak kawah terbesar, 1550km
Messenger dapat melakukan lebih banyak lagi
dari sekedar mengambil gambar permukaan Merkurius.
Dengan melacak sinyal radio yang dipancarkan oleh Messenger,
kita dapat melihat sedikit perubahan pada jalur orbital
sekitar Merkurius, saat yang dilihat dari Bumi,
dan itu memungkinkan kita untuk memetakan medan gravitasi Merkurius.
Ada juga instrumen untuk kita melihat bagaimana planet ini bergerak
saat dia berotasi.
Dan menyatukan semua pengukuran ini
memungkinkan kita untuk mengambil potongan melintang melalui planet,
untuk melihat bahan pembuatnya.
Saat kita melakukannya, kita menemukan sesuatu yang sangat aneh.
Inti merkuri mencakup sekitar 85% dari pusat planet ke permukaan.
Ini hampir seluruhnya merupakan inti planet yang terekspos.
Seolah-olah batu-batu di permukaan telah hancur
dan terlepas di suatu titik di masa lalu.
Dan masih ada lagi.
Messenger mulai mendeteksi unsur-unsur kimia
dalam konsentrasi yang tak ada yang mengira akan sedekat ini dengan matahari.
Suphur 1-4%
Suphur 1-4% Potassium 0.03 0.24%
Penemuan konsentrasi unsur yang relatif besar
seperti sulphur dan potassium di permukaan Merkurius adalah kejutan besar.
Jika kau kembali ke masa ketika planet-planet terbentuk,
jarang ada konsentrasi tinggi dari unsur-unsur yang dekat dengan matahari,
di mana Merkurius mengorbit sekarang, karena mereka disebut elemen volatil,
Mereka mendidih dengan mudah,
jadi anda hanya menemukan konsentrasi tinggi lebih jauh,
di jangkauan yang lebih dingin dari tata surya.
Jadi Merkurius adalah sebuah teka-teki
dan penemuan seperti ini memaksa kami untuk sepenuhnya memikirkan kembali teori kami
tentang pembentukan planet ini.
Merkurius 4.5 miliar tahun lalu
Hanya beberapa juta tahun setelah pembentukannya,
Merkurius masih sangat aktif dengan panas akibat pembentukannya.
Perlahan, mendingin dan membentuk kerak.
Seiring waktu, kerak diperkaya
oleh elemen volatil yang keluar dari interior Merkurius.
Tapi ini hanya bisa terjadi jika Merkurius berada
tidak dalam posisi yang kita lihat hari ini
melainkan dalam jarak lebih jauh.
Kita sekarang menganggap Merkurius lahir sekitar 170 juta km lebih jauh,
dekat dengan orbit Mars...
tempat di mana, jika tetap disana,
nasibnya bisa menjadi sangat berbeda.
Tapi itu tidak terjadi.
Planet embrio muda terlempar dari posisi yang menjanjikan
jauh sebelum bisa dewasa.
Sekarang, sulit membayangkan planet
di orbit selain yang kita lihat di langit malam.
Mereka terasa abadi, permanen.
Wajar untuk memikirkan tata surya sebagai bagian dari jarum jam langit,
hampir seperti jam tangan.
Jadi jika kita tahu di mana semua planet berada pada titik waktu tertentu,
katakanlah hari ini, maka kita bisa menghitung
persis di mana mereka akan berada pada suatu titik waktu.
Iitu benar jika hanya ada satu planet dan satu bintang.
Jadi bayangkan itu adalah matahari dan ini adalah Merkurius.
Kita tahu gaya gravitasi antara Merkurius dan matahari.
Dan, memang, jika hanya itu yang ada,
maka kita bisa menghitung orbitnya mengelilingi matahari
dengan tingkat presisi tak terbatas.
Tapi tambahkan satu planet lagi, katakanlah Jupiter, di sana.
Sekarang ada gaya gravitasi antara ketiga benda ini
dan ternyata, bahkan pada prinsipnya,
tidak mungkin untuk menghitung dengan tepat
di mana mereka akan berada di masa depan
atau di mana mereka berada di masa lalu.
Ini berarti jika ada ketidakpastian, bahkan beberapa meter
dalam pengetahuan kita tentang posisi planet-planet,
dapat menyebabkan prediksi yang sangat berbeda.
Dan itu karena sistem itu sendiri, orbit planet-planet,
tidak stabil dalam rentang waktu yang sangat lama.
Jadi planet tidak harus tetap berada di orbit yang sama selamanya.
Dan bukti yang kami kumpulkan dari elemen volatile di permukaan Merkurius,
dan ukuran intinya yang tidak biasa,
menunjukkan bahwa mungkin inilah yang terjadi.
No comments yet. Be the first to leave one.