200 baris pertama.
PERSEMBAHAN NETFLIX
Para hadirin, selamat datang di kapal pesiar ini.
Namaku Clayderman, sang pianis.
Aku tahu. Ada pianis lain bernama Clayderman.
Aku yang hebat.
Kalian akan lihat, para hadirin.
Malam ini, aku mengusulkan eksperimen.
Tutup mata kalian,
bayangkan kapal kita berlayar dari pelabuhan.
Mari tutup mata.
Secara perlahan, kita tinggalkan daratan dan semua permasalahan.
Dan mulai saat ini,
kita tinggal dalam gelembung
di mana semua terencana dengan sempurna
untuk kesenangan dan hiburan kita.
Jadi...
buang semua rintangan.
Bicaralah dengan orang asing, dan yang terpenting,
biarkan diri kalian menikmati istirahat ini dari kehidupan sehari-hari.
Semua masih ada saat kalian balik.
Sekolah.
Bank.
Cicilan.
Semuanya.
Tetapi seperti kata pianis di Titanic ,
"Selama musik bermain, terus menari!"
PELABUHAN BARCELONA APRIL 2008
Lihat itu.
Wow!
PENATU
Terima kasih. Kuambil satu.
Jangan dahulu. Hanya satu per orang.
Aku bisa tahan. Lagi pula, anak-anak takkan minum.
Ayahmu juga.
Berani-beraninya ini disebut sampanye.
Clayderman, mari lakukan!
- Ada sesuatu, Lidia? - Pria di rolet.
Menang? Kalah?
Kalah, tetapi banyak uang tunai.
KAMAR 1562
Pasangan di sana.
Yang kecil.
Punya pemantik emas dan kalung mutiara.
Hartanya banyak, percayalah.
Wow! Sudah terjamin, bukan?
Wajahmu serius. Tak suka acaranya?
Entah. Mungkin seharusnya aku tak memaksa
- membawa kalian semua. - Ayolah.
Jangan pikirkan itu, mari lihat kamarmu.
- Itu kamarmu? - Ya.
Punya kita di sini.
- Kau lelah? - Tidak, aku mau ke kolam.
- Sekarang? - Ya.
Ini dia. Ayahmu...
Tunggu, dia mau kirim salam. Ernesto.
- Salam untuk Lorena. - Sedang buka pintu.
Sayang, dia sedang buka pintu.
Tidak!
Siapa yang menaruh itu di sana?
Apa-apaan ini?
Sudah dahulu, ayahmu marah.
- Sampai besok. - Lautnya tak terlihat!
- Naik saja ke dek. - Tidak, aku mau lihat dari kamar.
Ayahmu keterlaluan.
- Dia bayar pesiar ini. - Lakukan dengan benar.
Tetapi kita harus ikut caranya.
Mau ikut pesiar, bawa seluruh keluarga!
Tanpa membahas tanggal, saat periode pengembalian pajak.
Ayolah, Sayang. Kumohon.
Mari kita nikmati ini.
Seperti kata pianis, lupakan semua, nikmatilah.
Ya? Lihat.
Lihat aku bawa pakaian renang apa?
Menikmati apa? Tak terlihat apa pun.
Mau ke mana?
Ke atas, minum koktail. Kita jumpa di sana.
Dia akan mengacaukannya.
- Kita pergi minum? - Ya.
Kau lihat jendelanya yang keren?
- Kau dapat pemandangan? - Ya, lihat.
Kau tak suka baju?
Sayang.
Sayang.
Lihat apa yang kubawa.
Apa pendapatmu?
The Canaries, Recife, Casablanca...
Kau yakin?
Marlon yakin.
Dia bilang itu dua pekan lalu, ingat?
Mereka berutang.
- Semuanya kacau. - Benar.
Yang ini untuk Casablanca.
Pilihan bagus. Intan?
Antik?
Intan.
Dia tampak seperti intan.
- Maaf. Ini meja 84, bukan? - Benar.
Kami duduk di sini. Maaf.
- Ayo! - Si pianis.
Senang bertemu. Roberto Clayderman.
Ini istriku, Verónica.
Maaf, kau
- tampil di pertunjukan, bukan? - Ya.
- Senang bertemu. - Biasanya makan dengan kapten, tetapi...
Hari ini rakyat biasa.
Jika kau tahu lelucon kapten...
Ini patut dirayakan, bukan?
- Bersulang. - Ya.
- Bersulang. - Ya.
- Pesan apa? - Entah. Ini menunya.
Aku tak mengerti menu ini.
Bagaimana denganmu?
- Aku akan kembali. - Kenapa?
- Tak apa. Nanti kembali. - Baik.
- Sudah coba lobster? - Lobster!
Malam indah, bukan?
Sedang apa kau di sini?
Kau merokok lagi.
Sayang. Kau sulit berhenti.
Kusimpan tekadku untuk hal lebih penting.
Seperti tak bertemu kau lagi.
Jadi, memang butuh upaya.
Pertanda bagus.
Dengar, Lucas.
- Kenyataannya begini. - Bagiku ini kacau.
Bukankah sudah sepakat? Kau dapat Mediterania, dia dapat Atlantik.
Jadi, kenapa kemari sekarang?
Aku datang untukmu.
Aku ingin tahu pendapatmu.
Aku bersama Clayderman.
Ya?
Baik.
- Tetapi kau tak bahagia? - Begitu?
- Benarkah? - Tidak.
Sekali lihat saja, aku langsung tahu.
Tetapi aku akan bahagia denganmu.
Entahlah.
Tetapi yang kutahu...
setahun sudah berlalu
dan aku yang tak punya tekad untuk melupakanmu.
Aku suka cincinmu.
- Mau coba? - Boleh?
Tentu.
Tampak bagus.
Indah.
Aku juga mau.
Hebat!
Yang patut dipuji adalah Carlos Gardel. Saatnya band tampil!
- Maestro! - Luar biasa.
Terima kasih.
Kata Vero dan aku,
mungkin besok kita bisa pergi ke bazar bersama,
jika tak ada rencana.
Besok...
Kita ada urusan, bukan, Verónica?
Benar. Ada keperluan di Casablanca.
Misterius sekali.
Sedikit bisnis.
Kau tahu, gaji pianis tak besar.
Dunia ini sulit,
hidup ini intens.
Sekilas kebahagiaan...
dan masa depan tak pasti.
Untuk apa aku percaya
Cinta?
Cinta tak memahamiku Tak tahu aku seperti apa
Untuk apa aku percaya
Cinta?
Cinta mengkhianatiku dan meninggalkanku Pada masa puncakku
Dunia ini sulit,
hidup ini intens.
Sekilas kebahagiaan
dan masa depan tak pasti.
Aku takkan menghancurkan
Perasaan itu
Jika kucintai, aku mendambakannya Walaupun menyakitiku
Aku tak mau sengsara
Tetapi di sinilah aku
Dan aku sengsara Aku tak menyesali, persetan dengan cinta
Dia keren, bukan?
Persetan dengan cinta
Apa yang dilakukan bajingan itu di kapal?
Tak punya kehormatan, janji, rasa malu.
Dia mencari sesuatu.
Karena dia suka mengacaukanku, kita tahu itu.
Dia datang mencari sesuatu.
Dia mencariku.
Aku melihatnya saat makan malam.
Kami sempat bicara.
Dia datang untuk bilang dia menyayangimu, tak bisa hidup tanpamu.
Selingan romantis, ya?
Tak romantis.
Menjengkelkan.
Dengar aku, Verónica.
Sudah berapa lama kita di sini? Kurang lebih 1,5 tahun.
Dengan teknik sama,
pelabuhan sama, orang sama tiap hari...
Kau lelah denganku?
- Apa ini? Aku tak paham. - Pahlawan telah datang
untuk menyelamatkan sang putri. Apa sang putri ingin diselamatkan?
No comments yet. Be the first to leave one.