Musim 1

Informasi rilis

[Crunchyroll] Heroine Saint No, I'm an All-Works Maid (And Proud of It)! - 08
Heroine Saint No Im an All Works Maid And Proud of It S01E08 CR WEB-DL Indonesian ID
Komentar oleh Crunchyroll
Official Crunchyroll subtitles · Heroine Saint No, I'm an All-Works Maid (And Proud of It)! S01E08 WEB-DL · Indonesian · ripped 2026-08-12

Tag

webdl
anime
Diterbitkan pada: 2026-08-12
Unduhan: 2
Tuna Rungu: No

Pratinjau subtitle Indonesian

200 baris pertama.

Santa Perak dan Lima Sumpah?

Dulu waktu Nenek Maika masih kecil, ini sangat terkenal, 'kan?

Gimnya dibuat ulang, dan jadi terkenal lagi.

TITIK PERKIRAAN JATUH PENYEBAB KEMATIAN MESIN BELUM DIKETAHUI...

Maika!

Kakak kita memenangkan tiket tur dari gim apa?

Santa Perak dan Lima Sumpah...

Yang ini jauh lebih mewah karena menyertakan ilustrasi,

yang tak ada di versi orisinil!

Lihatlah!

Protagonisnya? Kenapa dia memakai baju pelayan?

Jeli sekali, padahal warna rambut dan pakaiannya berbeda!

Katanya ini draf tertolak yang baru ditemukan.

DRAF DESAIN "SANTA PERAK DAN LIMA SUMPAH" TERUNGKAP!

Benarkah?

Kok bisa, kenapa?

Di mana aku?

Kok aku berubah menjadi anak-anak?

Astaga.

Apa dia ikut terseret ke sini juga?

Cucuku tersayang...

Kenapa?

Kok bisa aku melupakan nama cucu kesayanganku...

Ingatanku saat dewasa perlahan memudar.

Di sisi lain, yang semakin jelas adalah ingatan masa kecilku...

Sumpah, aku tidak mengerti!

Ibu...

Abang...

Kak Anna...

Siapa itu?

Di sini berbahaya...

Kau mau membantuku?

Sudah sampai.

Maaf, terima ka...

Apa?

Ada masalah apa?

PERTEMUAN BARU DI AKADEMI

Luciana, tidak ada yang ketinggalan, 'kan?

Tenang saja, Ibu.

Siapa yang lupa membawa surat penerimaan saat upacara?

Melody!

Menurutku tidak pantas bagi pelayan yang mengadu segalanya pada Ibu.

Memberikan laporan harian kepada Nyonya rumah,

sudah menjadi tugasku sebagai pelayan.

Mohon maafkan saya, Nona.

Kok kau terlihat bangga begitu?

Luciana.

Begitu kau pindah ke asrama siswa,

manfaatkan semua fasilitas di sana sebaik mungkin.

Biaya asrama itu cukup berat bagi keluarga bangsawan miskin.

PASTIKAN KAU BALIK MODAL!

Aku paham, Ayah.

Ngomong-ngomong,

kita masih belum menemukan pelayan baru, ya?

Kupikir setidaknya kita akan menemukan satu orang...

Sementara ini kita aman berkat Melody...

Kalau begitu, aku berangkat! Ayah, Ibu.

Jaga rumah baik-baik, Selena!

Dimengerti, Nona Luciana.

Hati-hati di jalan.

Berapa kalipun kulihat, dia tidak terlihat seperti boneka.

Pujian Nyonya berlebihan.

Benar sekali. Dia adalah boneka ciptaan Melody.

Semua bermula dari boneka pemberian Anna.

Kalau pelayan baru tak kunjung tiba,

kenapa tidak meminta si kecil ini bekerja untuk kita?

Kemudian, melalui sihir pelayan Melody,

boneka kecil itu diberikan kepribadian.

Namun, mustahil membuatnya tanpa ini.

Bongkahan umpak perak dari dalam hutan yang dicuri...

maksudku, dipinjam sebagai inti dari boneka.

Begitulah boneka itu dihidupkan.

Namun, ada satu hal...

Satu hal yang bahkan tidak Melody duga.

Ibu?

Kenapa Selena terlihat mirip sekali dengan ibuku?

Lihat, Melody!

Cincin darimu kujadikan sebagai liontin.

Dengan ini, aku bisa memakainya secara tersembunyi di balik seragamku.

AWW

Nona!

Kalau begitu, biar saya imbuhkan sihir "Arte Sensitivo" ke cincin itu.

Itu, 'kan...

Sihir yang memberi reaksi pada tatapan jahat?

Benar.

Mending tidak usah.

Kenapa begitu?

Membangun relasi di akademi merupakan bagian dari proses belajar.

Aku harus belajar menilai karakter orang lain.

Sungguh pola pikir yang bagus sekali.

Namun, saya tidak akan menghilangkan sihir pelindung pada pakaian Nona.

Soal itu aku akan mengandalkanmu.

Lalu...

Begini...

Aku ingin kau sebisa mungkin tidak menggunakan sihir di akademi.

Apa itu merupakan bagian dari proses belajar Nona?

Benar, bisa tidak?

Tentu saja.

Tak sabar melaksanakan tugas pelayan tanpa bantuan sihir.

Entah apa jadinya jika Melody memakai sihir di akademi...

Mungkin akan menjadi bencana besar.

Sebetulnya, aku ingin terus terang kalau sihirnya itu sedikit terlalu kuat,

tapi rasanya agak sulit untuk memberitahunya.

Kenapa, ya?

Kerajaan Theolas.

Kastel kerajaan yang menjulang di pusat kota, dan disebelahnya

terdapat Akademi Pendidikan Tinggi Paltescian.

Dikenal sebagai "Akademi Tinggi."

Karena perbedaan gaya hidup,

asrama siswa dipisahkan sesuai status sosial.

ASRAMA BANGSAWAN KELAS ATAS

KAMAR LUCIANA

Meski kekurangan daya finansial,

keluarga Wedana Rudleberg,

diberikan kamar di asrama bangsawan kelas atas.

Kamarnya lebih luas dibanding di rumah!

Silakan bersantai dulu, Nona.

Saya pelayan dari keluarga Invidia di kamar sebelah.

Salam kenal.

Saya Luna, putri tertua Wedana Invidia.

Senang bertemu dengan Anda.

Saya Luciana Rudleberg.

Senang bertemu dengan Anda, Nona Invidia.

MODE NONA BERMARTABAT MENYALA!

Terima kasih sudah menerima permintaan mendadak saya, Nona Rudleberg.

Tadi saya merasa gugup

jadi saya sangat senang Anda menyapa saya.

Silakan panggil saya Luciana, Nona Invidia.

Rudle... Nona Luciana,

silakan panggil saya Luna.

Nona Luna.

Syukurlah saya bertetangga dengan orang sebaik Nona.

Saya juga merasa demikian.

Gugup banget.

Sebagai pengajar, saya bisa mengatakan Anda melakukannya dengan baik.

PENGAJAR

Benarkah? Syukurlah.

Memangnya aku harus selalu bicara sekaku ini?

Jujur saja, ini lebih sulit dibanding belahjar.

Saya yakin seiring kalian berinteraksi di akademi,

kalian akan saling terbuka satu sama lain.

Menurutmu begitu?

Semoga begitu.

Kehidupan akademi pasti akan menyenangkan, 'kan?

Keberadaan penyerang yang mengincar Putra Mahkota

di pesta dansa, masih belum ditemukan?

Sudah kuduga, seharusnya aku mengurungnya di penjara bawah tanah,

meski harus mengabaikan perintah Putra Mahkota...

Bukan, yang lebih mengkhawatirkan itu para penjaga yang bertugas.

Bagaimana bisa mereka semua tiba-tiba tertidur?

ITU SALAH PUTRI ANDA

Padahal pesta dansa tahun ini terasa cukup menarik...

Kukira Putra Mahkota dan Annemarie akan menjadi bintang utama

malah diambil oleh Nona Luciana Rudleberg, si bangsawan miskin,

setelah ia melindungi Putra Mahkota,

perhatian kepadanya semakin meningkat.

Bahkan Yang Mulia Kanselir pun

begitu memuji Nona Luciana si Srikandi,

tapi mungkinkah dia sedang menyusun rencana?

Palingan aku terlalu memikirkannya.

Kenapa ketika aku melihat gadis bernama Cecilia itu,

mengingatkanku pada Selena?

Padahal warna mata dan rambut mereka jauh berbeda...

Selenaku yang terkasih...

Selenaku yang tersayang...

Tidak habis pikir engkau telah tiada.

Aku sangat ingin menemui Nona Cecilia lagi.

Lalu, bertemu dengan putriku yang kabarnya berambut perak.

Yang Mulia.

Dokumen baru telah tiba dari Kantor Kanselir.

Taruh saja di sana.

Melody, ada yang ingin kutanyakan.

Apa kau berniat hidup sebagai pelayan selamanya?

Misalnya, coba bekerja sebagai dayang di istana kerajaan...

Andai aku memberitahu Tuan Cloud perihal Melody,

maka Melody takkan bisa menjadi pelayan lagi,

di sisi lain, jika ia tetap menjadi pelayan,

Tuan Cloud takkan pernah bertemu dengan putri kandungnya.

Tapi, jika dia menjadi dayang...

Masih belum kepikiran, sih.

Aku sudah bersumpah kepada mendiang ibuku.

Kalau aku akan menjadi pelayan terbaik sedunia.

Demi mencapainya, aku harus bekerja lebih keras lagi.

Begitu, ya.

Mohon maaf, Tuan Cloud.

Tolong beri Nona sedikit waktu lagi.

Aku lupa membawa kotak pensil!

Ini hari pertama kehidupan akademi.

Pasti Nona mengeluarkan seluruh isi tas untuk memeriksanya, ya?

Melody jangan ikutan Ibu, juga!

Jangan ungkit kejadian dua bulan lalu!

Aku berangkat!

Hati-hati di jalan.

Walau aku sudah menduganya...

Dengan semua anak bangsawan di sini, tak terlihat satu pun pelayan.

BAIK, NONA - BAWAKAN TASKU, YA YANG BEGINIAN TIDAK ADA

Aku pasti bisa!

- Luciana! - Luciana!

Beatrice! Milliaria, too!

Lama tidak berjumpa!

More Indonesian subtitles for Heroine? Saint? No, I'm an All-Works Maid (and Proud of It)!

Komentar

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left