200 baris pertama.
Tuan.
Bagaimana kabar Tuan?
Bagaimana kabar Tuan?
Jadi, kaulah hakim baru itu.
Kelihatannya kau sedang sibuk, jadi aku memaklumi kalau kau tidak sempat melapor padaku.
Balai ini sudah sangat tua, barangkali banyak yang harus diperbaiki.
Jika ada yang tidak nyaman. Beritahu saja pada Lee Bang.
Aku akan meminta mereka untuk mengurusnya.
Aku akan mengurus urusan balaiku,
Tuan tidak perlu ikut campur.
Jadi...
...kenapa kau memintaku datang kemari?
Aku tidak meminta. Aku menyuruh Anda datang kemari.
Anda harusnya tahu apa alasannya.
Apa yang kau maksud adalah kuburan aneh itu?
Sebenarnya hal itulah yang ingin kutanyakan padamu.
Apa alasanmu menggali tempat berbahaya seperti itu seorang diri?
Dan kenapa kau tidak segera menanganinya?
Itu merupakan kuburan dari korban pembunuhan. Bukan sesuatu yang bisa diselediki secara tergesa.
Lalu, kenapa Tuan secara pribadi mengambil keputusan untuk menutupi kasus ini?
Menutupi? Makam korban pembunuhan?
Apa kau sedang mengarang sebuah cerita?
Meskipun kau adalah hakim kota ini,...
...tapi tidak ada yang bisa kau lakukan.
Jadi, mungkin lebih baik jika kau menghabiskan waktu dengan mengarang cerita.
Tuan!
Kau pikir warga kota ini tidak sadar dengan keberadaan kuburan itu?
Semua orang dari usia 3 hingga 80 tahun,...
...jika mereka penduduk asli, mereka tahu tentang kuburan itu.
Apa yang Anda bicarakan?
Selama kudeta terakhir berlangsung, terjadi pembunuhan massal mengerikan di kota ini.
Kuburan itu merupakan kuburan korban kejadian kudeta.
Kuburan yang dibuat saat terjadi kudeta?
Tragedi lama dari kota ini.
Berpura-pura seakan tragedi itu tak pernah terjadi, meskipun mereka tahu kebenarannya.
Kau tahu sudah berapa lama itu berlalu?
Bagaimana aku bisa tenang saat kutahu...
...hakim yang baru membuka luka lama mereka?
Anda berharap aku mempercayai cerita ini?
Percaya atau tidak...
Tanyakan segera pada mereka.
Aku tidak ingin membuat rusuh kota ini dengan masalah seperti ini.
Yang lalu, saat ini, dan nanti, yang kuharapkan hanya kedamaian dan kententraman untuk kota ini.
Kedamaian dan kententraman yang Tuan harapkan, demi siapa itu?
Rubah menjelma menjadi macan saat macan sedang pergi.
Tapi aku tahu kalau itu rubah, apa yang harus kulakukan?
Meski seperti itu, dapatkah Anda membelah langit dengan tangan Anda?
Apa maksudmu?
Bukankah kaulah yang bertingkah seperti sang Macan dan sok berkuasa?
Aku terkejut saat tahu Tuan Kim punya anak haram sepertimu.
Anak haram?
Anak haram?
Dan putra seorang pelayan?
Putra seorang pelayan?
Lebih buruknya lagi, Ibumu adalah putri dari pengkhianat negeri?
-Peng... -Pengkhianat?
Bagaimana bisa anak haram, putra seorang budak,...
...dan cucu dari pengkhianat menjadi Hakim?
Apa dunia ini menjadi lebih lunak atau ini pertanda dunia akan binasa?
Aku tidak bisa menerima dunia yang seperti ini.
Jadi, aku tidak akan pernah menganggapmu sebagai penguasa di kota ini.
Tak ada tempat di Joseon untuk berlagak angkuh bagi orang sepertimu.
Membelah langit dengan tanganku?
Biar kukatakan hal yang sama,
Bisakah manusia hina sepertimu membelah surga?
Kita pergi sekarang.
Aku tidak tahu kenapa Ayahku ada di sini.
Saat ini bunga Bungur tengah mekar di Miryang,
Akan sangat menakjubkan bila dilihat di Yeongnamro,
Apa kau ingin ke Yeongnamro setelah ini?
Karena kau bukan penduduk asli, aku ingin menunjukkannya padamu.
Banyak tempat di Miryang yang hendak kutunjukkan padamu.
Anak sah atau haram, kita semua adalah manusia.
Apa kau paham maksudku bahwa 'kita semua manusia'?
Saat mati, kau dan aku, kita semua akan sederajat.
Apa yang akan kau lakukan sekarang? Meninggalkan kota ini?
Atau tetap tinggal disini dan terus berlagak seperti seorang bangsawan?
Kalau kau memang ingin tinggal, tak ada yang bisa kulakukan.
Tapi, aku tak tahu bagaimana mereka akan bersikap setelah mengetahui latar belakangmu!
Tidak ada lagi yang ingin kau sampaikan? Kalau begitu aku akan pergi.
Biar kuberi kau sedikit nasehat.
Jika aku jadi kau, aku akan meninggalkan kota ini demi martabat Ayahku.
Itulah adab dari seorang bangsawan.
Sesuatu yang tidak dipahami oleh manusia rendah dan serakah sepertimu.
Hei, tua bangka!
Hei, tua bangka!
Kau terus saja menyebut anak haram, memangnya ada yang salah?
Siapa bilang anak haram adalah manusia hina?
Siapa yang membuat hukum seperti itu?
Aku kenal baik dengan Kaisar langit!
Dia tidak akan membuat hukum timpang seperti itu!
Apa?
Kau...
Benar, jadi dimana tua bangka berharga sepertimu dilahirkan?
Karena kau merendahkan anak haram, jadi kau tidak mungkin dilahirkan di barat.
di korea anak haram sama pengucapannya dengan 'barat'.
Timur? Utara? Selatan?
Harusnya kau dilahirkan di mana agar menjadi manusia yang lebih berharga dari manusia lain?
Tunggu,
Rumahmu ada di sebelah timur, jadi kau dilahirkan di Timur?
KAU!
Kau tergagap karena kau juga berpikir itu tidak masuk akal.
Wajar kalau kau gagap saat kau membuat permintaan yang tidak masuk akal.
Aku akan mencabik-cabikmu!
Meski kau mencabikku, tanganmu saja yang akan kesakitan!
Cabik aku, cabik aku!
Tunggu, kenapa kau disini?
Adegan apa ini?
Aku tidak tahu.
Lepaskan tanganku sekarang!
Lepaskan dia.
Aku akan membawanya pergi.
Lepaskan.
-Beraninya kau! -Kita pergi sekarang!
Aku akan kembali lagi.
Kita lanjutkan rencana kita hari ini di lain waktu.
Kau!
Beraninya kau!
Aku tidak akan tinggal diam.
Ayo pergi!
Kau, saat kau bergerak pasti ada saja masalah!
Kenapa kau berani-beraninya ikut campur?
Tidak seperti seseorang, aku tidak bisa diam saja bila melihat ketidakadilan!
Apa? Kelahiran barat, kelahiran timur?
Apa ada juga kelahiran utara, kelahiran selatan?
Memalukan sekali, aku tidak tahan mendengarnya lagi.
Bukannya aku tidak tahu.
Bagi mereka yang bebal, kau harus melawannya dengan kebebalan juga.
Hanya karena mereka memakai topi dan jubah bangsawan,...
...kau kira mereka mengerti kata-kata sulit?
Seharusnya aku tidak bilang apa-apa.
Kau pergi ke mana dengan pria itu?
Mana kutahu? Aku tidak jadi pergi karenamu.
Bagaimana? Apa aku harus pergi dan mencari tahu sekarang?
Kau mau pergi ke mana?
Apa pantas seorang gadis mengikuti seorang pemuda kemana-mana?
Menurut kitab konfusius 'setelah berusia 7 tahun pria dan wanita tidak boleh duduk bersama!'
Pria dan wanita setelah berusia 7 tahun?
Dari apa yang kudengar, kau juga bukan dari kalangan bangsawan.
Kenapa banyak sekali yang kau sembunyikan?
Apa?
Hiduplah yang nyaman sesuai dengan kastamu!
Jangan terlalu dipikirkan.
Banyak orang pintar dari kalangan anak haram,
Kau terlihat gagah dengan seragam Hakimmu!
Terjemahan Bahasa Indonesia oleh MINDS Beautiful Arang Team for Arang and The Magistrate.
Repost dari MINDS @Indowebster, dengan syarat: HARUS DAN WAJIB mendapatkan izin dari PIHAK MINDS
Apa Nyonya tahu kalau Joo Wal melakukan hal-hal bodoh?
Tidak mungkin Nyonya tahu, dia licik.
Gadis? Dia juga membawa gadis itu ke rumah ini kemarin.
Bukankah Nyonya tahu usahaku melindungi rumah ini demi Anda?
Sudah berpuluh-puluh tahun.
Puluhan tahun, aku selalu melindungi Nyonya. Beraninya dia bertindak seenak hatinya!
Apa Nyonya akan membiarkan hal ini begitu saja?
Aku paham. Kau bisa pergi sekarang.
Nyonya.
Keluar!
Aku yang akan mengurusnya!
Tuan muda, Anda baru pulang? Anda butuh makan malam? Akan saya siapkan.
Tidak usah.
Tapi Anda sebaiknya jangan melewatkan makan malam.
Anak sah atau anak haram, kita semua adalah manusia.
Apa kau paham maksudku bahwa 'kita semua manusia'?
Saat mati, kau dan aku kita semua sederajat.
Mereka semua!
Tuanku.
Ada apa?
Ada masalah apa?
Ada masyarakat yang berkeliaran di sekitar Balai.
Apa?
Kenapa?
Hamba juga tidak begitu paham, apa perlu hamba cari tahu?
Ada sesuatu yang harus kau urus terlebih dulu.
-Apa itu Tuan? -Kumpulkan para pria perkasa.
Ada seseorang yang harus kuberi pelajaran!
-Baik Tuan. -Pastikan kau tidak membuat kesalahan.
Aku harus tunjukkan siapa yang berkuasa.
Percayakan pada saya Tuan.
Kenapa dia tidak terlihat hari ini?
Aku bukan tipe pria yang mengunjungi rumah wanita.
Tapi Tuan Muda sedang berada dalam situasi genting.
Jadi, untuk sesaat aku harus melupakan tata krama.
Mereka bilang rumahnya di sekitar sini.
Para dewa akan menyukainya bila aku bisa memberikan kawan untuk kimchi ini.
Untuk itu aku harus pergi dan giat mencari uang.
Aku tidak bisa keluar menampakkan wajahku.
Apa ini? Kenapa?
Kau mengagetkanku.
Apa yang membuatmu datang kemari?
Itu karena...
Aku tak bisa berhenti mengkhawatirkannya.
Dia mengurung diri dikamar seharian,
Dia bahakan tidak makan siang.
Dia pasti sangat sedih.
Tapi apa dia benar hantu atau gumiho?
Aku tidak tahu pasti.
Tapi aku yakin sekali dia bukan manusia.
Apa kau bisa membedakan begitu melihatnya?
Tentu saja.
Kau berjanji akan menyiapkan satu meja penuh sesaji untuk para dewaku?
No comments yet. Be the first to leave one.