Little Mom - First Season

Little Mom - First Season

Unduh Subtitle Indonesian

Musim 1

Informasi rilis

Little Mom WEB-DL S01E02
Komentar oleh Aurora Patandean

Tag

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Diterbitkan pada: 2021-09-10
Unduhan: 17
Tuna Rungu: No

Pratinjau subtitle Indonesian

200 baris pertama.

=Little Mom=

Naura!

- Hai, Yuda! - Hai.

Ini punyamu, 'kan?

Kata sopir taksi, ini punya perempuan yang pakai baju warna putih.

Itu kau, 'kan?

Ini punyamu? Kau hamil?

Apa itu?

Alat tes kehamilan.

Kau tidak pernah melihat alat tes kehamilan?

Cuma di iklan-iklan saja.

Sudahlah, Naura, tidak usah pura-pura tidak tahu begitu.

- Ini punyamu, 'kan? Mengakulah! - Bukan.

Ya, tapi kata sopir taksi ini punya perempuan pakai baju warna putih!

Memangnya di sini yang memakai baju putih cuma aku saja?

Itu.

Banyak yang memakai baju warna putih.

Makanya jangan asal menuduh.

Lagian, memang kau tidak jijik...

memegang alat tes kehamilan punya orang asing?

Bisa jadi di situ ada bakteri atau kuman?

Pegang!

Yuda, maaf sekali. Ayo pergi.

Itu alat tes kehamilanmu?

Ya, Yuda.

Aduh, nyaris saja.

Sekarang kita harus bagaimana, Yuda?

Pokoknya kita ke dokter dulu, ya?

Kita tes lagi.

Siapa tahu salah.

Yuda!

Ayo latihan, sudah ditanya sama pelatih.

Baik. Sebentar, ya.

- Baik, kutunggu di GOR, ya. - Baik.

Aduh.

Ya sudah. Aku lanjut latihan dulu, ya.

Kau tenang saja.

Nanti saat kau di rumah, aku telepon.

Kita cari solusinya sama-sama, ya?

Kau tenang aja.

Satu hal yang saat ini aku takuti adalah orang tuaku.

Aku rasanya tidak sanggup melihat wajah mereka.

Bagaimana kalau mereka sampai tahu?

Apa yang harus aku lakukan sekarang?

Apa?

Naura, bantu Ayah dan Ibu, banyak sekali tamunya.

Sebentar, Yah. Sakit perut.

Ya sudah. Kau istirahat, ya.

Bu.

- Terima kasih! - Minta kasih nomor sini.

Ya. Nanti ditunggu pesanannya, ya.

Baik, Semuanya, latihan cukup sampai di sini.

Sekarang waktunya pulang dan istirahat. Jangan lupa latihan yang barusan, ya.

Tolong diangkat, Yuda. Ayolah.

(Kau katanya mau meneleponku. Kenapa tidak menelepon?)

Aku ingin memutar waktu.

Aku ingin memperbaiki kesalahan yang sudah aku buat...

yang berujung pada penyesalan,...

tapi aku tahu itu tidak mungkin terjadi.

- Aku belum mengerjakan tugas Pak Joko. - Aku juga!

Ya ampun.

Kak Yuda!

Hai, Yuda. Ayo masuk.

Kenapa dia?

Kau sedang ada masalah dengan Kak Yuda?

Tidak, ayo ke kelas.

Naura! Tunggu aku.

Siapa yang menulis ini?

Bukan aku.

Siapa?

Siapa yang menulis ini?

Siapa?

Hapus!

Kenapa mesti dihapus? Memang benar.

Ayah dan ibumu cerai!

Aku bilang hapus!

Berandal berani-beraninya memerintah kita.

Kau anak kelas 11.

Kami ini anak kelas 12. Hormat sedikit.

Jadi, kau mau aku hapus?

Hapus saja sendiri.

Kenapa kau diam? Memang benar, 'kan?

Keenan!

Apa-apaan kalian ini?

Kau ikut ke ruanganku.

Kalian juga!

Yang lain, bubar! Masuk kelas masing-masing!

Selamat siang.

Selamat siang.

- Aku ibunya Keenan. - Bu Nadia.

Aku kira yang datang hari ini Pak Tio saja.

Nadia.

Keenan, mulai hari ini, kau ada kelas tambahan selama seminggu.

Jadi, kau jangan coba-coba untuk bolos.

Karena dalam seminggu ini, Ibu yang akan menjemputmu.

Kalau kau sibuk, aku bisa jemput Keenan tiap hari.

Keenan itu urusanku. Kau tak usah ikut campur.

Bukannya kau sedang sibuk mengurus hotelmu...

yang peringkatnya ada di bawah hotelku?

Peringkat berdasarkan apa? Majalah Travelax?

Majalah tidak kredibel.

Carnelian Hotel dapat penghargaan dari Kementerian Pariwisata...

dan Carnelian Hotel juga dapat penghargaan...

dari Indonesian Hospitality Award.

Keenan!

Keenan, kau mau ke mana?

Kelas. Malas dengar soal persaingan hotel.

Cerai ya cerai saja, tak usah bersaing.

Keenan!

Kau menyerangku karena kau kesal...

tidak bisa bertemu dengan Keenan, 'kan?

Nadia, hak asuh itu memang ada padamu,...

tapi kalau kau tahu selama ini aku mau bertemu dengannya,...

tolong kau bantu.

Aku ini ayahnya.

Anaknya saja tidak mau bertemu denganmu.

Sadar diri!

Sudahlah, kau nikahi saja selingkuhanmu itu secara resmi.

Urusan perceraian kita sudah beres!

Keenan!

Hei, Keenan.

Kau tidak apa-apa?

Tidak apa-apa.

Keningmu berdarah.

Sebentar, jangan dipegang.

Ini, pegang sebentar.

Untung saja aku selalu bawa ini ke mana-mana.

Aku memang tidak tahu masalah pribadimu di rumah seperti apa,...

kecuali dari apa yang aku lihat dan dengar tadi,...

tapi aku cuma mau bilang.

Semua akan baik-baik saja.

Hidup itu seperti langit, tidak selalu mendung.

Pasti nanti ada cerahnya juga.

Semangat!

Ya sudah. Aku ke kelas dulu, ya.

- Naura! - Naura!

Di ruang guru sedang heboh. Heboh sekali.

Kenapa?

Kau dipanggil menjadi saksi.

Kak Yuda juga.

Saksi apa?

Celine lapor ke guru.

Katanya ada anak sekolah kita yang hamil.

Ya, Naura.

- Ya sudah, cepatlah! - Ayo!

Jadi, ini punya siapa?

Kalau aku tahu juga sudah aku beri tahu dari tadi,...

tapi aku menemukannya di taksi.

Aku yakin sekali itu pasti punya anak sekolah sini, Pak.

Karena kemarin di GOR cuma ada anak sekolah kita saja. Ya, 'kan?

Sopir taksinya bisa kau ajak ke sini?

Tidak bisa.

Karena kemarin ketika aku, Kiki, dan Widi mau menghampirinya lagi,...

taksinya sudah pergi.

Aku yakin, Pak, itu pasti punya anak di sini.

Naura.

Ya, Pak?

Apa kau melihat ada yang mencurigakan di GOR kemarin?

Tidak, Pak.

Kau, Yuda?

Tidak, Pak, aku sedang latihan basket.

Baik.

Kalau begitu, aku dan guru-guru yang lain...

akan pantau seluruh siswi di sekolah ini.

Jangan sampai ada siswi yang hamil di sekolah ini.

Terutama kau, Naura.

Kau bantu kami untuk mencari tahu siapa pemilik alat tes kehamilan ini.

Ya, Pak. Pasti, Pak.

Aduh!

Ayo, Yuda!

Cipta! Bangsa!

Yuda, kemari.

Permainan bagus, tim kita menang lagi,...

tapi kau itu kurang fokus.

Tadi itu hampir saja.

Ya, Pak Pelatih.

Kalau kau fokus, konsisten,...

yang mau merekrutmu untuk jadi atlet pro itu...

tidak akan berpikir dua kali, Yuda.

Langsung tiket emas.

Paham? Semangat.

- Terima kasih, Pak Pelatih. - Ya.

(Sampai kapan hindari aku terus seperti ini, Yuda? Kita perlu bicara.)

Bisakah kita tunda membahas ini? Aku perlu fokus latihan.

Sebentar lagi ada pertandingan penting.

Jadi, maksudmu, kita tunda seminggu lagi, begitu?

Yuda, sekolah saja sudah mulai curiga ada murid perempuan yang hamil.

Kita kalau ketahuan, bagaimana?

Harus ada solusinya.

Ya sudah.

Gugurkan saja, bagaimana?

Gugurkan?

Itu dosa.

Membunuh.

Kalau membicarakan dosa,...

dari kemarin-kemarin kita juga sudah berdosa.

Namun... Masa...

Masa, kita tega?

Habis bagaimana?

Kalau misalnya makin besar, bagaimana?

Komentar

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left