195 baris pertama.
Ignite Pass
Kai!
Jadi begitu, ya?
Rupanya kau sudah jadi lebih menarik sekarang, Tetsu.
Apa kau yakin?
Berdiri sejauh itu dariku.
Yang berkembang bukan hanya anak-anak kelas satu.
Dasar jamur peminta maaf.
Bagus, kita bisa menang!
Dengan begini peluang kita menang cukup besar!
Jangan terlalu cepat senang begitu, dong.
Habisnya kami baru saja mau mulai.
Aomine dan si kecil itu berhadapan one-on-one?
Sayang sekali, Tetsu!
Dasar bodoh!
Kaukira teknik yang sama bisa mempan dua kali terhadapku?
Jangan terlalu mengecewakanku, Tetsu.
Kalau ini jawabanmu untuk mengalahkanku, biar kuberi tahu saja saat ini juga.
Itu usaha yang sia-sia.
Sial.
Sial.
Sial.
apabila hatimu telah siap
shoudou ga atte
hadapilah segala kebohongan yang ada
usopacchi ni idonde
karena kita berdua adalah tokoh utama dalam lagu cinta ini
boku to kimi to ga shujinko no Love Song
By GRANRODEO
mari melangkah dengan perlahan namun pasti
dondon ikimashou
walau terus menerus disalahkan oleh orang lain
ssuyoki de semeraretanda
dan menjadi bahan tertawaan di antara teman-teman
nakama uchi no warai banashi de wa
selalu merasa khawatir tanpa henti
monmon toshiten daze
itulah yang selalu kulakukan seorang diri di kamarku
jibun no heya itsudatte
sesungguhnya hal itu merupakan pemikiran seorang pesimis
hontou wa yowaki na Peach Mind
sesungguhnya hal itu merupakan pemikiran seorang pesimis
hontou wa yowaki na Peach Mind
apa semua sikapmu karena kau memendam perasaan padaku
ki no aru soburi ka
ataukah semua itu hanya pemikiranku belaka
tada no omoi komi ka
ataukah semua itu hanya pemikiranku belaka
tada no omoi komi ka
namun bagi sang gadis manis itu
baretenda ano ko ni wa
aku hanyalah seorang pemuda yang selalu berusaha
ganbare otoko no ko
kalau terus begini, maka akan jadi kegagalan untuk ke-35 kalinya
kono mama jya sanjuu go renpai
kalau terus begini, maka akan jadi kegagalan untuk ke-35 kalinya
kono mama jya sanjuu go renpai
aku akan menjadi pria sejati bila itu demi dirimu
kimi dake no boku wa Go to Guy
wahai bintang idolaku, yang selalu berubah-ubah
hengenjizai no Magical Star
akankah kau keberatan bila kau tak berubah untuk sekali ini saja
idai naru manneri datte iin jyanai
apabila kesedihan yang kau rasakan saat ini
itomero aosa wo
adalah karena cinta yang masih belum terbalaskan
mada michinu koi naraba
mada michinu koi naraba
maka akan kuberikan
zenbu ageruze
seluruh sumpahku padamu
kimi ni chikau
ZainuddinAri
mempersembahkan
Merasa Begitu Gembira
Quarter 40
Bukannya aku meragukan dia,
hanya saja, kalau dia sampai tak kembali, maka celakalah kita semua.
Entah sudah berapa kali aku ditolong oleh dia yang bertubuh kecil itu.
Percayalah padaku, tapi jangan berharap apa-apa.
Seirin
Perguruan Touou
Sampai dia kembali, kita tak boleh sampai tertinggal terlalu jauh.
Entah bakalan menang atau kalah melawan Aomine, semua itu sudah tak penting lagi.
Kali ini, akulah yang akan menolongnya.
Ke sini!
Ah, sial!
Bagus!
Nice shot!
Apa hanya perasaanku saja, ya?
Saat turun ke lapangan tadi kukira kau sedang berniat untuk mengalahkanku.
Berisik!
Posisi Kiyoshi tadi hanya sedang kebetulan bagus saja.
Tenang saja.
Karena aku ini tak pernah berniat untuk lari!
Perubahan kecepatan dribble.
Itu adalah salah satu kemampuan yang dimiliki Aomine.
Meski timing-nya bisa diprediksi, mustahil untuk menghentikannya.
Daripada itu, yang membuatku penasaran...
Kuda-kuda Kagamicchi.
Kuda-kudanya terlihat sangat santai dan alami,
seolah sangat mirip seperti Aominecchi!
Ini dia.
Riko.
Apa kau ingat aku pernah bilang kalau bertingkah saling mendukung bukanlah kerja sama tim?
Ya.
Hal ini sangat terlihat terutama pada Kagami.
Sebenarnya potensinya bisa dibilang mampu menyaingi Kiseki no Sedai.
Tapi sampai saat ini, dia belum pernah bisa menang saat berhadapan one-on-one melawan mereka.
Kenapa bisa begitu?
Jawabannya sederhana.
Karena jauh di lubuk hatinya, dia selalu mengandalkan Kuroko.
Untuk dapat mengalahkan Kiseki no Sedai,
mungkin dia berpikir kalau kekuatan Kuroko akan dibutuhkan,
dan sebenarnya, justru pemikiran itulah yang membatasi kemampuannya.
Bisa dibilang, ini adalah sebuah dilema.
Selama dia masih bergantung pada Kuroko Sang Pemain Keenam,
Kagami takkan pernah bisa berkembang dengan sempurna.
Akan tetapi, kalau seandainya dia telah berhasil meraih 100% dari kekuatannya,
maka dia sendiri sudah lebih dari cukup untuk menghadapi Kiseki no Sedai.
Apa?
Apa kekalahan yang dialami oleh Kuroko, melepas penghalang kemampuannya?
Apa dengan berpindah dari yang diselamatkan menjadi penyelamat,
membuat kekuatan yang selama ini dia tahan tanpa sadar terlepas?
Inikah
kekuatan Kagami yang sesungguhnya?
Bagus sekali.
Akhirnya kau mulai bersemangat juga, ya.
Jujur saja, awalnya aku tak terlalu berharap padamu, tapi ternyata perkembanganmu lumayan juga.
Kali ini
mungkin aku bisa bermain dengan sedikit lebih serius.
Cobalah untuk membuatku terhibur, Kagami!
Selama ini aku sudah merasa kalau dia itu sangat cepat,
tapi dia masih bisa lebih cepat lagi?
Ini...
Alley-oop pada Wakamatsu!
Oke! Serahkan padaku!
Jangan membuat kesimpulan seenaknya begitu.
Mana mungkin aku melakukan hal seperti itu!
Apa-apaan itu? Dia melempar sambil membelakangi ring?
Tanpa melihat ring?
Ditambah, dia mencuri bola dari rekan setimnya sendiri!
Kau ini bikin bingung saja, dasar Aomine!
Sudah kubilang, tak perlu melakukan hal yang bukan-bukan.
Kalau aku lagi memegang bola, jangan sampai menghalangiku!
Apa?
Akhirnya muncul juga orang yang bisa kusebut sebagai lawan.
Jangan menghalangiku!
Wakamatsu!
Screen?
Eh?
Bukan hanya berhasil dihindari, bisa dibilang Screen-nya sama sekali tak berpengaruh!
Dia tak mencoba untuk melewatiku!
Sialan!
Si Kagami itu, dia mampu berhadapan dengan sepadan melawan Aomine?
Kagami, apa barusan aku melakukan hal yang tak perlu?
Eh? Tidak, kok.
Hanya saja menurutku keberadaanmu tak akan mengubah hasilnya.
Apa?
Maaf, tapi bisa tolong serahkan Aomine padaku?
Tinggal sedikit lagi. Tinggal sedikit lagi aku akan bisa mengalahkannya.
Di saat para mantan anggota Kiseki no Sedai berhadapan,
hal seperti ini selalu saja terjadi.
Tapi tak kusangka kalau akan terjadi dengan Kagami juga.
Pertarungan yang mengerikan!
Ingin membantu pun, kemampuan mereka jauh lebih tinggi dariku!
Tapi keseimbangan ini sebentar lagi akan rubuh.
Meski sudah bermain dengan sekuat tenaga, kekuatan mereka berdua masih belum keluar sampai 100%.
Tapi kalaupun itu terjadi...
Jujur saja, aku tak bisa membayangkan Aominecchi akan kalah.
Wah, lagi-lagi dia melakukannya!
Formless Shot!
Kagami!
Apa?
Shot Aominecchi yang sedang serius berhasil dihalaunya?
Hal yang sangat sulit dipercaya.
Ataukah...
Kemampuan Kagami berada di atas Aomine?
Aku sih tak keberatan, kalau kau memang mau diberi hiburan.
Tapi itu kalau kau bisa mengatasinya dengan mudah.
Sialan!
Serangan Aomine berhasil dihentikan?
Luar biasa!
Nice defense, Kagami!
Sebenarnya apa yang terjadi?
Kenapa Kagami bisa mengikuti gerakannya?
Apa, Kagami mampu membaca gerakan Aomine?
Tidak, itu mustahil.
Meski begitu,
kecepatan Aomine bukanlah sesuatu yang bisa dihalau kalau harus menunggu dia bergerak terlebih dahulu.
Sulit menjelaskannya dengan kata-kata, tapi aku merasa kalau aura Kagamicchi saat ini
sangat mirip dengan seekor binatang buas.
Entah dari mana dia mempelajari kemampuan seperti itu.
Ya. Saat masih muda pun, kita selalu kesulitan saat menghadapi pemain seperti dia.
Begitu rupanya. Dia pasti menemui Alex.
No comments yet. Be the first to leave one.